Selamat malam, teman2.
Setelah sharing kita semalam berakhir, sy menerima sangat banyak pertanyaan dari kalian semua. Hal ini membuat sy benar2 merasakan keseriusan dan komitmen kalian dlm belajar investasi. Setiap pertanyaan yg disampaikan menunjukkan perhatian kalian terhadap pasar saham, sekaligus mencerminkan betapa kalian menghargai setiap materi yg sy bagikan.
Melihat hal ini, sy merasa sangat terdorong, dan sekaligus semakin memperkuat tekad sy untuk terus memberikan bantuan serta panduan yg lebih mendalam kepada kalian semua. Melalui berbagai pertanyaan tersebut, sy juga memahami bahwa ada sebagian teman yg mungkin blm sepenuhnya sependapat dengan isi sharing semalam.
Namun, hal ini justru membuat sy semakin menyadari bahwa dlm investasi, setiap orang memiliki cara pandang dan kerangka berpikir yg berbeda2.
Pak Sutanto , selamat malam, sharing malam ini pasti sy ikutin dgn serius.
Sebenarnya, banyak dari pertanyaan yg diajukan oleh kalian, sy sendiri pun sudah menyadarinya. Hanya saja, dlm sharing semalam, karena keterbatasan waktu, sy blm bisa menjelaskan setiap detail secara mendalam.
Oleh karena itu, melalui sharing malam ini, sy berharap dapat menjawab satu per satu pertanyaan kalian, sehingga kalian bisa memiliki pemahaman yg lebih jelas dan menyeluruh mengenai strategi transaksi jangka pendek.
1. Apakah semua saham cocok untuk menggunakan strategi transaksi jangka pendek yg dibahas semalam?
2. Bagaimana menetapkan harga acuan untuk setiap keputusan beli dan jual?
3. Bagaimana dlm investasi jangka panjang kita dapat memanfaatkan metode transaksi jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan?
Maka, dlm sharing malam ini, sy akan membahas secara terfokus berdasarkan pertanyaan2 tersebut, dengan tujuan membantu kalian memahami secara lebih mendalam metode dan teknik dlm transaksi jangka pendek.
Saya juga berharap melalui pembelajaran malam ini, ke depannya dlm aktivitas investasi kalian, baik itu transaksi jangka pendek maupun investasi jangka panjang, kalian dapat memperoleh hasil yg lebih optimal di pasar saham. Selanjutnya kita akan mulai secara resmi sharing pada malam ini.
Sy udh siapin buku catatan, malam ini pasti bakal catat dgn serius.
Pertama, apakah semua saham cocok untuk menggunakan strategi transaksi jangka pendek yg dibahas semalam?
Di sini, sy dapat menyampaikan dengan sangat jelas kepada kalian bahwa metode yg sy bagikan semalam pada dasarnya dapat diterapkan dlm seluruh aktivitas transaksi jangka pendek.
Saya memahami bahwa pertanyaan terbesar yg muncul adalah, bagaimana jika dlm proses investasi kita menghadapi kondisi yg sangat ekstrem?
Sebagai contoh, saham seperti MCAS. Jika kalian mulai berinvestasi pada tahun 2025, maka hingga saat ini, hampir seluruh modal yg diinvestasikan bisa saja sudah mengalami kerugian yg sangat besar.
Dalam kondisi seperti ini, apabila kita terus menambah posisi di tengah tren penurunan, maka hal tersebut justru akan menyebabkan kerugian semakin membesar. Namun pada kenyataannya, dlm situasi seperti ini, banyak investor tanpa disadari telah terjebak dlm dua kesalahan pemahaman yg sangat mendasar.
Kesalahan pertama,
Saham seperti apa yg sebenarnya layak untuk kita pertimbangkan dlm melakukan transaksi jangka pendek?
Kalian perlu memahami bahwa hanya ketika harga saham mengalami fluktuasi yg signifikan dlm jangka pendek, serta didorong oleh sentimen pasar yg kuat, barulah investor cenderung mengambil keputusan untuk melakukan transaksi jangka pendek.
Lalu, saham seperti apa yg paling mudah mendorong investor untuk melakukan transaksi jangka pendek?
Pada umumnya, adalah saham2 yg mengalami kenaikan atau penurunan yg tajam dlm waktu singkat. Hal ini karena pergerakan harga yg besar tersebut mampu memberikan peluang pendapatan yg lebih jelas dan lebih menarik bagi para investor.
Iya bener, gk semua saham yg anjlok bisa dipakai cara yg sama, harus pilih saham dulu baru bisa bahas metode.
Biasanya yg bikin orang tergoda main jangka pendek itu saham yg sentimennya kuat dan pergerakannya super volatile.
Poin kesalahpahaman ini dijelasin dengan jelas banget.😇
Saham yg mengalami kenaikan tajam dlm jangka pendek, biasanya akan menarik banyak investor untuk ikut membeli di harga tinggi, dengan harapan dapat memperoleh keuntungan secara cepat ketika harga terus melanjutkan kenaikan.
Sementara itu, saham yg mengalami penurunan tajam dlm jangka pendek, justru akan menarik investor untuk melakukan aksi beli di harga bawah, karena dianggap sudah terlalu murah dan berpotensi segera mengalami rebound.
Oleh karena itu, sekitar 99% investor tidak akan memilih saham seperti MCAS yg berada dlm kondisi lesu dlm jangka panjang dan hampir tidak memiliki fluktuasi sentimen, untuk dijadikan objek transaksi jangka pendek.
Sebaliknya, mereka akan lebih cenderung memilih saham seperti ALKA, yaitu saham yg dlm waktu singkat menunjukkan pergerakan harga yg jelas, serta mudah memicu sentimen pasar. Inilah karakteristik utama dari saham yg benar2 menjadi sasaran dlm strategi transaksi jangka pendek.
Kesalahan kedua,
Dalam transaksi jangka pendek, alokasi dana awal tidak boleh melebihi 5% dari total dana yg dapat kita investasikan. Hal ini juga sudah sy jelaskan secara cukup rinci dlm sharing semalam.
Jika dlm transaksi jangka pendek kalian langsung menggunakan dana besar dan masuk dengan posisi penuh, maka itu bukan lagi investasi, melainkan sebuah bentuk spekulasi yg sangat berisiko.
Dalam kondisi seperti itu, metode apa pun tidak akan memberikan hasil yg berarti.
Satu-satunya hal yg bisa kalian harapkan hanyalah keberuntungan yg terus berpihak kepada kalian.
Karena begitu terjadi satu keputusan yg tidak tepat, layaknya “koin yg jatuh pada sisi yg salah”, maka kalian akan langsung menghadapi risiko kerugian yg sangat besar.
Kalo mau main jangka pendek, dana yg dipakai harus kecil, kalo enggak risikonya bakal terlalu besar.
Ketika kita sudah memahami dua kesalahan utama ini, sy yakin kalian akan mengerti mengapa strategi transaksi jangka pendek yg dibahas semalam dapat diterapkan pada sebagian besar kondisi transaksi jangka pendek.
Jadi, dari sudut pandang praktik nyata, investor yg benar2 melakukan transaksi jangka pendek biasanya akan memilih saham seperti ALKA untuk dibeli.
Selanjutnya, kita tetap menilai dengan asumsi kondisi terburuk. Misalnya, kalian membeli di harga 1000, lalu keesokan harinya harga langsung turun hingga batas bawah di 930.
Dalam situasi seperti ini, yg harus kalian lakukan bukanlah terburu-buru menjual karena mengalami kerugian, melainkan melakukan penambahan posisi sesuai dengan strategi yg telah ditetapkan.
Sesuai dengan metode yg kita bahas kemarin, ketika harga saham turun hingga 800, kita kembali melakukan pembelian.
Kemudian, kita menunggu hingga harga kembali naik ke 900 untuk melakukan penjualan.
Dengan cara ini, kita dapat memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek untuk memperoleh pendapatan.
Melalui simulasi tersebut, kita melakukan total 3 kali pembelian dan 2 kali penjualan.
Beli di bawah, jual di atas, sambil terus nurunin biaya kita sendiri.
Yang paling susah dari main jangka pendek itu kita gk tau dasar harga ada di mana, takutnya baru beli malah harga lanjut turun lagi.😅
Urutannya adalah sebagai berikut:
- Membeli pertama di harga 1000
- Kemudian turun hingga batas bawah kedua di 800, melakukan pembelian kedua
- Lalu turun hingga 600, melakukan pembelian ketiga
- Setelah itu rebound ke 700, melakukan penjualan pertama
- Dan kembali rebound ke 900, melakukan penjualan kedua
Selanjutnya yg perlu kita lakukan adalah terus menunggu pergerakan harga. Jika harga kembali turun ke 800, maka kita lakukan pembelian lagi. Jika harga naik melewati 1000, maka kita lakukan penjualan. Dengan cara seperti ini, kalian bisa menghitung sendiri apakah biaya rata2 investasi kalian terus menurun.
Selain itu, dana yg benar2 kita gunakan dlm praktiknya juga tidak berlebihan, karena sebagian posisi sudah direalisasikan melalui penjualan.
Coba kalian pikirkan kembali, bahkan jika skenario terburuk terjadi, dengan interval harga 200 sebagai acuan, maksimal kita hanya akan menambah posisi sebanyak 5 kali sebelum harga saham secara teoritis mencapai 0. Artinya, dlm praktik investasi yg sebenarnya, tidak akan terjadi penambahan posisi tanpa batas.
Selanjutnya, kita harus benar2 menjelaskan secara tuntas satu persoalan inti yg benar2 menentukan keberhasilan atau kegagalan, yaitu bagaimana sebenarnya menetapkan harga acuan untuk setiap pembelian dan penjualan.
Titik ini, pada dasarnya, juga merupakan persoalan paling penting ketika harga saham sedang mengalami penurunan.
Kesalahan terbesar banyak investor di pasar bukanlah karena mereka tidak bisa memilih saham, melainkan karena mereka melakukan penambahan posisi tanpa rencana yg jelas.
Padahal, tanpa sistem harga yg terukur dan tegas, kalian akan segera menyadari bahwa dana kalian terus-menerus terkuras oleh satu saham.
Pada akhirnya, risiko bukan berkurang, melainkan justru semakin membesar, kalian terjebak semakin dlm, bahkan kehilangan ruang untuk mengambil langkah berikutnya. Karena itu, memahami persoalan ini secara menyeluruh adalah hal yg sangat penting, baik untuk transaksi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.
Kalo gk punya patokan harga yg jelas tapi udh nambah posisi, ujung2nya gampang banget kejebak di satu saham sampe dana ketahan semua.
Yang paling penting itu harus jelasin dulu standar beli-jualnya, kalo enggak nanti pas dijalanin pasti jadi berantakan.💪
Nah ini baru inti yg sebenarnya 👍
Permasalahan ini pada dasarnya bukan terletak pada kapan harus membeli, melainkan apakah dlm proses penurunan harga, kalian memiliki seperangkat aturan yg sudah dirancang sebelumnya dan dapat dijalankan secara konsisten hingga akhir.
Dalam pengalaman investasi sy selama bertahun2, sy biasanya menggunakan metode yg relatif sederhana, namun sangat efektif. Yaitu dengan menggunakan persentase tetap untuk menentukan jarak harga pada setiap penambahan posisi. Secara umum, sy menggunakan 15% dari harga pembelian sebagai acuan dasar.
Sebagai contoh, jika suatu saham saat ini berada di harga 100, maka menurut sy jarak harga yg lebih rasional untuk melakukan penambahan posisi adalah menggunakan interval sebesar 15%.
Kemudian, harga2 tersebut dijadikan sebagai acuan tetap dlm perencanaan, yaitu melakukan pembelian tambahan di level 85, 70, 55, 40, 25, dan 10. Dengan demikian, harga penambahan posisi yg kalian lakukan bukan ditentukan secara acak, melainkan sudah dirancang sejak awal.
Inilah yg disebut sebagai sebuah jalur strategi yg jelas dan terencana, bukan keputusan yg dibuat secara spontan berdasarkan perasaan sesaat. Namun, di sini terdapat satu prasyarat yg sangat penting, yaitu porsi pembelian pertama harus cukup kecil.
Jika kalian menggunakan 15% sebagai acuan, maka sy menyarankan agar porsi awal dikendalikan tidak lebih dari 3% dari total dana. Hal ini karena kalian harus menyisakan dana yg cukup untuk melakukan penambahan posisi di tahap2 berikutnya.
Paham, setiap langkah harus direncanakan dari awal dulu.
Namun, dengan mempertimbangkan bahwa banyak dari kalian memiliki dana investasi yg relatif terbatas, jika porsi pembelian awal dikendalikan sekitar 5% dari total dana, maka sy menilai penggunaan interval 20% sebagai acuan harga akan lebih sesuai.
Dengan demikian, ritme penambahan posisi menjadi:
100 → 80 → 60 → 40 → 20
Melalui pendekatan ini, kalian hanya perlu menyiapkan dana untuk 4 kali penambahan posisi, sehingga pelaksanaannya menjadi lebih sederhana dan mudah dijalankan.
Lalu, mengapa sy menggunakan 15% sebagai standar?
Karena penggunaan 15% atau 20% sebagai acuan, pada dasarnya akan memengaruhi jumlah potensi penambahan posisi yg bisa kita lakukan. Di sini, kita harus menggunakan skenario terburuk untuk menguji apakah strategi ini benar2 rasional.
Misalnya, total dana kalian adalah 10.000. Pembelian pertama sebesar 3%, yaitu 300. Kemudian dilakukan penambahan posisi sebanyak 7 kali, masing2 sebesar 300.
Sehingga total dana yg digunakan adalah 300 × 8 = 2.400.
Artinya, bahkan jika ini merupakan investasi yg sepenuhnya gagal, di mana harga terus turun tanpa satu pun rebound hingga akhirnya saham tersebut hilang dari pasar, maka kerugian maksimum yg kalian tanggung hanya sekitar 24%.
Di sini juga ada satu detail penting yg perlu kalian pahami, yaitu dlm contoh ini, penambahan posisi dilakukan berdasarkan jumlah dana, bukan berdasarkan jumlah lembar saham.
Sesuai dengan yg telah kita bahas semalam, selama setelah kita melakukan penambahan posisi muncul satu kali rebound dan kita sempat melakukan penjualan dengan keuntungan, maka secara keseluruhan hasil yg kita peroleh akan menjadi lebih besar.
Hal ini juga sudah sy jelaskan dan hitung secara rinci dlm sharing semalam. Sebaliknya, jika kalian melakukan penambahan posisi berdasarkan jumlah saham, maka total dana maksimum yg digunakan kira-kira hanya sekitar 900, yg berarti potensi kerugian maksimum berada di kisaran 9%.
Di sini kmu pakai skenario terburuk buat nentuin batas risiko, cara mikir kyk gini jauh lebih bagus dibanding bnyk orang yg asal nambah posisi pakai feeling.
Selama nanti ada satu kali rebound yg cukup besar, efisiensi pemulihan dana dari strategi tambah posisi ini bakal jauh lebih tinggi.
Logika kayak gini cocok banget buat pemula.👍
Mengapa sy selalu menghitung berdasarkan skenario terburuk?
Karena dlm kenyataannya, sebagian besar kerugian investor bukan berasal dari kesalahan sistematis, melainkan karena sejak awal sudah masuk dengan posisi besar, lalu terus menambah posisi saat harga turun, hingga akhirnya tidak mampu menahan tekanan dan terpaksa menjual dlm kondisi rugi.
Namun, jika dlm satu investasi dengan kondisi paling buruk, kita tetap disiplin mengikuti aturan untuk melakukan penambahan posisi, dan saham tersebut sepanjang penurunan tidak pernah mengalami satu kali pun rebound, bahkan setelah pembelian terakhir akhirnya hilang dari pasar, maka kerugian maksimum yg kita tanggung hanyalah sekitar 900 hingga 2.400. Artinya, itu setara dengan sekitar 9% hingga 24% dari total dana investasi kita.
Meskipun dlm praktik investasi saham, secara teori kemungkinan menghadapi situasi seperti itu memang ada, namun sy yakin melalui contoh pergerakan harga ALKA yg barusan kita bahas, kalian sudah dapat melihat bahwa kita tetap memiliki peluang untuk menurunkan biaya investasi secara signifikan melalui strategi menambah posisi saat harga turun dan menjual saat harga naik.
Tentu saja, sy juga memahami bahwa masih banyak di antara kalian yg mungkin bertanya, jika benar2 menghadapi skenario terburuk, bukankah kerugian tersebut tetap tergolong besar?
Kalo dari awal udh pakai proporsi besar, pas harga turun jadi butuh dana lebih banyak lagi utk nambah posisi.
Namun dlm praktiknya, banyak investor justru mengalami kerugian hingga 50%, bahkan 70% hanya dari satu saham. Ini bukanlah masalah pasar, melainkan karena tidak adanya aturan yg jelas dlm berinvestasi.
Melalui sistem pembelian bertahap seperti ini, pada dasarnya kalian sedang melakukan tiga hal penting sekaligus:
Pertama, sejak awal sudah menghitung skenario terburuk untuk membatasi potensi kerugian maksimum.
Kedua, setiap kali harga turun, biaya rata2 investasi kalian akan ikut menurun, sehingga secara bertahap menekan biaya.
Ketiga, kalian selalu menyisakan dana untuk menghadapi langkah berikutnya, sehingga tetap memiliki kemampuan untuk merespons pasar.
Yang lebih penting lagi, kalian tidak lagi digerakkan oleh sentimen, melainkan dikendalikan oleh aturan yg jelas.
Saya ingin kalian mencoba mengingat kembali dengan serius pengalaman investasi kalian sendiri. Brp banyak kerugian yg pernah kalian alami, yg jauh melebihi angka 9% atau 24% tersebut?
Jika jawabannya adalah banyak, maka sebenarnya masalahnya sudah sangat jelas. Bukan karena pasar terlalu sulit, melainkan karena kalian blm memiliki suatu sistem yg mampu mengendalikan risiko.
Oleh karena itu, sy selalu menekankan satu hal berulang kali: jika kalian tidak mampu menerima kerugian, maka sebaiknya jangan melakukan transaksi jangka pendek. Hakikat dari transaksi jangka pendek adalah menggunakan aturan untuk menghadapi ketidakpastian, bukan untuk menghindari risiko.
Paham, kita harus punya sistem risiko sendiri yg jelas.
Jika yg kalian inginkan adalah keamanan yg benar2 tinggi, maka pendekatan yg seharusnya dilakukan adalah mengikuti tiga arah utama yg telah sy sampaikan, lalu menahannya dengan penuh kesabaran.
Melalui pelepasan nilai jangka panjang dari sektor defensif, dikombinasikan dengan potensi pertumbuhan dari sektor yg berkembang, serta ditopang oleh stabilitas dari strategi lindung risiko, kalian dapat mencapai pertumbuhan pendapatan jangka panjang yg lebih stabil. Bukan dengan terlibat secara aktif dlm fluktuasi jangka pendek pasar.
Oleh karena itu, mohon kalian ingat 3 hal ini dengan baik:
1.Harga acuan adalah alat untuk melawan sentimen.
2.Pengelolaan posisi adalah syarat utama untuk bertahan di pasar.
3.Perhitungan skenario terburuk adalah dasar keberanian untuk mengeksekusi strategi.
Ketika kalian benar2 menjalankan tiga hal ini dengan disiplin, kalian akan menyadari bahwa transaksi jangka pendek bukan lagi sebuah spekulasi tanpa arah, melainkan sebuah sistem yg memiliki batasan yg jelas, disiplin yg kuat, serta probabilitas keberhasilan yg dapat diandalkan.
Ngerti, tp sy masih lebih suka main jangka pendek, ada cara yg lebih bagus gk?😇
Pak Sutanto jelasin dengan jelas banget, harus kontrol proporsi posisi, dan sebelum masuk wajib udh ada rencana.
Maka, skrg kita tinggal membahas satu pertanyaan terakhir yg juga sangat penting, yaitu dlm investasi jangka panjang, bagaimana kita memanfaatkan metode transaksi jangka pendek untuk meningkatkan keseluruhan pendapatan.
Sebenarnya, untuk investasi jangka panjang, logika dasarnya sepenuhnya sama dengan transaksi jangka pendek. Perbedaannya hanya terletak pada cara eksekusinya, di mana kita perlu membalik perhitungan harga acuan untuk penambahan posisi dan penjualan.
Sebagai contoh pada BUMI, saat itu harga beli kita berada di kisaran 100–110. Ketika harga saham naik ke area 200, sy langsung memberikan arahan kepada kalian untuk menjual 50% dari posisi yg dimiliki.
Setelah melakukan penjualan, langkah selanjutnya adalah menunggu dua level harga kunci, yaitu 300 dan 100. Jika harga kembali turun ke 100, maka kita melakukan penambahan posisi. Sebaliknya, jika harga naik ke 300, maka kita kembali menjual 50% dari posisi yg dimiliki.
Paham, meskipun harga saham naik, kita bisa jual sebagian dulu buat amankan profit, sisanya baru dipakai buat ngejar potensi profit yg lebih besar.
Mengapa sy menetapkan 2 level harga tersebut?
Alasannya sebenarnya sangat sederhana. Setelah kita menjual 50% posisi di kisaran 200, biaya dari sisa posisi kita sudah turun secara signifikan, bahkan hampir mendekati nol. Artinya, sekalipun ke depannya BUMI menghadapi skenario terburuk, bahkan hingga keluar dari pasar, secara praktis kita tidak akan mengalami kerugian.
Tujuan utama dari penjualan ini adalah agar kita dapat melanjutkan kepemilikan sisa posisi dengan kondisi mental yg jauh lebih tenang, tanpa lagi terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek.
Sementara itu, makna dari level harga 100 adalah bahwa sejak awal kita memilih untuk mulai melakukan pembelian di kisaran tersebut karena harganya memiliki daya tarik yg sangat tinggi.
Dari sudut pandang investasi berbasis nilai, selama fundamental BUMI tidak mengalami perubahan negatif yg signifikan, maka ketika harga kembali ke sekitar 100, logika untuk menambah posisi tetap valid.
Ini bukanlah penambahan posisi secara sembarangan, melainkan bentuk konfirmasi ulang dan pelaksanaan dari penilaian yg telah kita buat sebelumnya.
Sementara itu, level harga 300 ditetapkan untuk kembali merealisasikan keuntungan.
Ketika harga saham naik ke 300, sisa posisi yg kita miliki setelah penjualan di sekitar 200 akan kembali menghasilkan keuntungan sekitar 50%.
Pada titik ini, kita seharusnya dengan tegas menjual kembali 50% dari posisi tersebut, sehingga keuntungan yg sudah tercapai benar2 diamankan dan menjadi dana yg dapat kita kendalikan sepenuhnya.
Selama fundamental BUMI gk rusak, begitu balik ke area yg cukup murah, emg wajar banget buat mulai masuk lagi.
Utamakan kontrol risiko dulu, baru pelan2 bangun profitnya.
Tentu saja, setelah harga kemudian berfluktuasi dan mencapai 300, kita juga perlu kembali menghitung ulang level pembelian tambahan serta target penjualan berikutnya.
Namun, karena pada saat itu dana asing sudah mulai masuk dlm jumlah besar, dan sy juga menilai bahwa fundamental BUMI telah mengalami perubahan yg signifikan, maka sy tidak memilih untuk kembali melakukan penjualan, melainkan terus menunggu perkembangan harga selanjutnya.
Hal ini karena logika kenaikan suatu perusahaan serta nilai intrinsiknya juga akan mengalami perubahan seiring dengan kenaikan harga yg signifikan. Oleh karena itu, ketika harga suatu perusahaan telah naik secara besar, kita juga harus menyesuaikan kembali perencanaan berdasarkan kondisi pasar yg terbaru.
Maka skrg kita bisa melihat bahwa setelah harga BUMI naik hingga mencapai 400, selanjutnya justru mengalami penurunan yg cukup besar. Dan ketika harga sudah turun lebih dari 50%, sy kembali mulai menyarankan kepada kalian untuk melakukan pembelian di kisaran 200.
Pendekatan seperti ini pada dasarnya tetap mempertahankan logika inti dari investasi jangka panjang, namun sekaligus menggabungkan kedisiplinan dlm transaksi jangka pendek.
Yaitu, merealisasikan sebagian keuntungan di posisi yg tepat, serta menambah posisi kembali di level harga yg lebih menarik. Dengan cara ini, kita tidak hanya mampu mengendalikan risiko, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi dan hasil keseluruhan dari investasi kita.
Cara mikir ini emg lebih stabil, gk cuma diem pegang terus, tp jg bukan tiap hari asal main jangka pendek.
Bisa gabungin logika jangka panjang sama disiplin jangka pendek, itu baru namanya bener2 ngerti cara main saham.
Melalui kasus nyata BUMI, kita dapat melihat bahwa investasi jangka panjang bukan sekadar membeli lalu menahan tanpa strategi hingga akhir.
Sebaliknya, dengan arah besar yg sudah benar, kita perlu memanfaatkan penetapan harga acuan yg terukur, untuk terus mengoptimalkan biaya, merealisasikan keuntungan, serta menurunkan tekanan psikologis di tengah fluktuasi pasar.
Inilah cara yg tepat untuk mengintegrasikan metode transaksi jangka pendek ke dlm investasi jangka panjang secara efektif. Namun tentu saja, pendekatan seperti ini bagi sebagian teman mungkin dianggap blm mampu memaksimalkan keuntungan secara sepenuhnya.
Bagaimanapun, jika pada saat pertama kali harga mencapai 200 kita tidak menjual BUMI, melainkan menunggu hingga 300 atau bahkan 400 baru melakukan penjualan, maka keuntungan yg diperoleh saat ini tentu akan jauh lebih besar.
Namun hal ini kembali pada logika dasar saat kita pertama kali memutuskan berinvestasi di BUMI. Ketika sy merekomendasikan investasi di BUMI, sy sudah menyampaikan dengan jelas bahwa ini adalah strategi pembelian di harga bawah, dengan tujuan memperoleh satu siklus keuntungan seiring dengan pemulihan nilai perusahaan.
Sementara itu, untuk investasi jangka panjang yg sesungguhnya, pada saat itu sy juga telah menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pada saham perbankan besar serta sektor logam dan mineral.
Oleh karena itu, untuk jenis investasi jangka panjang yg berbeda, strategi yg kita gunakan juga tidaklah sama. Namun, hal tersebut sudah masuk ke dlm kerangka logika investasi yg berbeda. Karena pada pembahasan hari ini, kita hanya berfokus pada bagaimana menggabungkan metode transaksi jangka pendek untuk diterapkan dengan lebih baik dlm praktik investasi kita.
Ke depannya, jika kalian ingin memahami peluang investasi jangka panjang dengan lebih mendalam, sy juga akan menyiapkan sharing khusus yg lebih terperinci. Di dalamnya, sy akan menjelaskan bagaimana menyusun perencanaan investasi yg lebih ilmiah, sehingga hasil dari investasi jangka panjang dapat menjadi lebih stabil sekaligus optimal.
Terakhir, sy juga mengajak kalian untuk menyampaikan pandangan melalui komentar atau pesan pribadi. Menurut kalian, mana yg lebih sesuai: transaksi jangka pendek atau investasi jangka panjang?
Mari kita diskusikan bersama. Berinvestasi secara rasional, bertumbuh bersama dlm jangka panjang.
Demikian sharing kita malam ini, sampai bertemu kembali besok.
Ambil dulu profit yg udh jadi hak kita, baru pelan2 turunin risiko sama tekanannya 👍
Setiap jenis aset emg harus pakai strategi yg beda, ini yg sebenernya bnyk orang masih belum bener2 ngerti.
Kasus BUMI ini emg cukup mewakili banget.
Nanti sy pengen denger kmu bahas soal alokasi jangka panjang 🙏









