Berikut penjelasan istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia saham dan investasi:
Sekuritas : Sekuritas adalah perusahaan perantara perdagangan efek yang memiliki izin untuk memperdagangkan saham, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya di bursa.
Contoh di Indonesia:
Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Mandiri Sekuritas
BCA Sekuritas
Saham Reguler : Saham yang diperdagangkan secara umum di bursa dan dapat dibeli oleh semua investor tanpa ketentuan khusus selain aturan pasar modal.
Saham Syariah : Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK.
RDN (Rekening Dana Nasabah) : Rekening bank atas nama investor yang digunakan khusus untuk menyimpan dana transaksi saham.
Dana untuk membeli atau hasil penjualan saham akan keluar masuk melalui rekening ini.
Lot : Satuan minimal pembelian saham di Bursa Indonesia.
1 lot = 100 lembar saham.
Contoh: Jika harga saham Rp1.000 maka 1 lot = Rp100.000.
Margin : Fasilitas dari sekuritas yang memungkinkan investor membeli saham dengan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas.
Margin Call : Kondisi ketika nilai saham yang dibeli dengan dana pinjaman turun terlalu besar, sehingga sekuritas meminta investor: menambah dana, atau menjual sebagian saham.
Open Account : Proses pembukaan akun investasi saham di perusahaan sekuritas agar investor dapat melakukan transaksi di bursa.
Force Sell : Tindakan sekuritas menjual saham investor secara otomatis karena tidak mampu memenuhi margin call.
Under Value (Undervalued) : Saham yang harga pasarnya lebih rendah dibanding nilai sebenarnya (nilai intrinsik) sehingga dianggap murah.
Over Value (Overvalued) : Saham yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai sebenarnya, sehingga dianggap mahal.
Market Price : Harga saham yang sedang terjadi di pasar saat ini berdasarkan transaksi di bursa.
Intrinsic Value : Nilai sebenarnya atau nilai fundamental suatu saham yang dihitung berdasarkan kinerja perusahaan, aset, dan potensi keuntungan masa depan.
Margin of Safety : Konsep investasi yang berarti membeli saham dengan selisih harga yang cukup jauh di bawah nilai intrinsiknya untuk mengurangi risiko kerugian.
Capital Gain : Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual lebih tinggi dari harga beli saham. Contoh: Beli Rp1.000 → jual Rp1.500 → capital gain Rp500.
Dividen : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen bisa berupa: dividen tunai, atau dividen saham.
Uptrend : Kondisi pasar atau saham yang bergerak naik secara konsisten dalam periode tertentu.
Downtrend : Kondisi harga saham yang bergerak turun terus menerus dalam suatu periode.
Follow the Trend : Strategi investasi dengan mengikuti arah tren pasar. Contoh: jika tren naik → beli, jika tren turun → hindari atau jual.
Private Equity : Investasi pada perusahaan yang belum tercatat di bursa saham. Biasanya dilakukan oleh: perusahaan investasi besar, venture capital, investor institusi
Public Equity : Investasi pada perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham (perusahaan publik).
Contohnya saham yang diperdagangkan di:
Bursa Efek Indonesia
✅ Kesimpulan sederhana
Istilah di atas terbagi menjadi beberapa kelompok:
- Struktur investasi : Sekuritas, RDN, Open Account.
- Jenis saham : Saham Reguler, Saham Syariah.
- Teknis perdagangan : Lot, Margin, Margin Call, Force Sell.
- Analisis harga : Under Value, Over Value, Market Price, Intrinsic Value, Margin of Safety.
- Keuntungan investasi : Capital Gain, Dividen.
- Tren pasar : Uptrend, Downtrend, Follow the Trend.
- Jenis kepemilikan : Private Equity, Public Equity.
52WH — 52 Weeks High
ABCP — Ascending Broadening Channel Pattern
ABWP — Ascending Broadening Wedge Pattern
AsCP — Ascending Channel Pattern
ATH — All Time High
ATL — All Time Low
AWP — Ascending Wedge Pattern
BB — Bollinger Band
BD — Break Down
BF — Bottom Fishing
BID — Bullish Divergence
BIE — Bullish Engulfing
BIH — Bullish Harami
BIK — Bullish Kicking
BIP — Bullish Piercing
BM — Buying Momentum
BOD — Buy On Dip
BO — Breakout
BOM — Buy On Momentum
BOP — Buy On Pullback
BP — Big Players
BrD — Bearish Divergence
GU — Gap Up
BrE — Bearish Engulfing
BrH — Bearish Harami
BrK — Bearish Kicking
C&H — Cup & Handle
CL — Cut Loss
DBP — Double Bottom Pattern
DBCP — Descending Broadening Channel Pattern
DBWP — Descending Broadening Wedge Pattern
DCC — Dark Cloud Cover
DeCP — Descending Channel Pattern
DFD — Dragonfly Doji
DiTP — Diamond Bottom Pattern
DL — Diamond Top Pattern
DWP — Descending Wedge Pattern
DV — Dried Volume
EPS — Earnings Per Share
EW — Elliott Wave
FA — Fundamental Analysis
FDP — Flag Down Pattern
FIFO — Fast In Fast Out
FBO — First Break Out
FM — Fund Managers
H&S — Head & Shoulders
GD — Gap Down
HH — Higher High
HL — Higher Low
HM — Hanging Man
HP — Homing Pattern
KISS — Keep It Simple & Stupid
LH — Lower High
LL — Lower Low
MA — Moving Average
MM — Market Maker
MoS — Mother Share
MS — Morning Star
MT — Momentum Trading
NAV — Net Asset Value
NTA — Net Tangible Asset
OB — Overbought
OS — Oversold
PeP — Pennant Pattern
PDT — Proprietary Day Trader
PH — Previous High
PL — Previous Low
R — Resistance
RSS — Ready for Short Selling
RBP — Rounding Bottom Pattern
ReP — Rectangle Pattern
S — Support
SI — Share Issued
SL — Stop Loss
SM — Selling Momentum
SyN — Syndicate
TAYOR — Trade At Your Own Risk
TA — Technical Analysis
TBP — Triple Bottom Pattern
TP — Target Profit
TR — Technical Rebound
TrP — Triangle Pattern
UL — Uptrend Line
V — Volume
VS — Volume Spike
W — Warrant