Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Daftar Istilah

Berikut penjelasan istilah-istilah yang sering digunakan dalam dunia saham dan investasi:

Sekuritas : Sekuritas adalah perusahaan perantara perdagangan efek yang memiliki izin untuk memperdagangkan saham, obligasi, dan instrumen pasar modal lainnya di bursa.
Contoh di Indonesia:
Mirae Asset Sekuritas Indonesia
Mandiri Sekuritas
BCA Sekuritas

Saham Reguler : Saham yang diperdagangkan secara umum di bursa dan dapat dibeli oleh semua investor tanpa ketentuan khusus selain aturan pasar modal.

Saham Syariah : Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK.

RDN (Rekening Dana Nasabah) : Rekening bank atas nama investor yang digunakan khusus untuk menyimpan dana transaksi saham.
Dana untuk membeli atau hasil penjualan saham akan keluar masuk melalui rekening ini.

Lot : Satuan minimal pembelian saham di Bursa Indonesia.
1 lot = 100 lembar saham.
Contoh: Jika harga saham Rp1.000 maka 1 lot = Rp100.000.

Margin : Fasilitas dari sekuritas yang memungkinkan investor membeli saham dengan dana pinjaman dari perusahaan sekuritas.

Margin Call : Kondisi ketika nilai saham yang dibeli dengan dana pinjaman turun terlalu besar, sehingga sekuritas meminta investor: menambah dana, atau menjual sebagian saham.

Open Account : Proses pembukaan akun investasi saham di perusahaan sekuritas agar investor dapat melakukan transaksi di bursa.

Force Sell : Tindakan sekuritas menjual saham investor secara otomatis karena tidak mampu memenuhi margin call.

Under Value (Undervalued) : Saham yang harga pasarnya lebih rendah dibanding nilai sebenarnya (nilai intrinsik) sehingga dianggap murah.

Over Value (Overvalued) : Saham yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai sebenarnya, sehingga dianggap mahal.

Market Price : Harga saham yang sedang terjadi di pasar saat ini berdasarkan transaksi di bursa.

Intrinsic Value : Nilai sebenarnya atau nilai fundamental suatu saham yang dihitung berdasarkan kinerja perusahaan, aset, dan potensi keuntungan masa depan.

Margin of Safety : Konsep investasi yang berarti membeli saham dengan selisih harga yang cukup jauh di bawah nilai intrinsiknya untuk mengurangi risiko kerugian.

Capital Gain : Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual lebih tinggi dari harga beli saham. Contoh: Beli Rp1.000 → jual Rp1.500 → capital gain Rp500.

Dividen : Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen bisa berupa: dividen tunai, atau dividen saham.

Uptrend : Kondisi pasar atau saham yang bergerak naik secara konsisten dalam periode tertentu.

Downtrend : Kondisi harga saham yang bergerak turun terus menerus dalam suatu periode.

Follow the Trend : Strategi investasi dengan mengikuti arah tren pasar. Contoh: jika tren naik → beli, jika tren turun → hindari atau jual.

Private Equity : Investasi pada perusahaan yang belum tercatat di bursa saham. Biasanya dilakukan oleh: perusahaan investasi besar, venture capital, investor institusi

Public Equity : Investasi pada perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham (perusahaan publik). 
Contohnya saham yang diperdagangkan di:
Bursa Efek Indonesia

✅ Kesimpulan sederhana
Istilah di atas terbagi menjadi beberapa kelompok:
  1. Struktur investasi : Sekuritas, RDN, Open Account.
  2. Jenis saham : Saham Reguler, Saham Syariah.
  3. Teknis perdagangan : Lot, Margin, Margin Call, Force Sell.
  4. Analisis harga : Under Value, Over Value, Market Price, Intrinsic Value, Margin of Safety.
  5. Keuntungan investasi : Capital Gain, Dividen.
  6. Tren pasar : Uptrend, Downtrend, Follow the Trend.
  7. Jenis kepemilikan : Private Equity, Public Equity.
ISTILAH SINGKATAN DALAM SAHAM

52WH — 52 Weeks High
ABCP — Ascending Broadening Channel Pattern
ABWP — Ascending Broadening Wedge Pattern
AsCP — Ascending Channel Pattern
ATH — All Time High
ATL — All Time Low
AWP — Ascending Wedge Pattern
BB — Bollinger Band
BD — Break Down
BF — Bottom Fishing
BID — Bullish Divergence
BIE — Bullish Engulfing
BIH — Bullish Harami
BIK — Bullish Kicking
BIP — Bullish Piercing
BM — Buying Momentum
BOD — Buy On Dip
BO — Breakout
BOM — Buy On Momentum
BOP — Buy On Pullback
BP — Big Players
BrD — Bearish Divergence
GU — Gap Up
BrE — Bearish Engulfing
BrH — Bearish Harami
BrK — Bearish Kicking
C&H — Cup & Handle
CL — Cut Loss
DBP — Double Bottom Pattern
DBCP — Descending Broadening Channel Pattern
DBWP — Descending Broadening Wedge Pattern
DCC — Dark Cloud Cover
DeCP — Descending Channel Pattern
DFD — Dragonfly Doji
DiTP — Diamond Bottom Pattern
DL — Diamond Top Pattern
DWP — Descending Wedge Pattern
DV — Dried Volume
EPS — Earnings Per Share
EW — Elliott Wave
FA — Fundamental Analysis
FDP — Flag Down Pattern
FIFO — Fast In Fast Out
FBO — First Break Out
FM — Fund Managers
H&S — Head & Shoulders
GD — Gap Down
HH — Higher High
HL — Higher Low
HM — Hanging Man
HP — Homing Pattern
KISS — Keep It Simple & Stupid
LH — Lower High
LL — Lower Low
MA — Moving Average
MM — Market Maker
MoS — Mother Share
MS — Morning Star
MT — Momentum Trading
NAV — Net Asset Value
NTA — Net Tangible Asset
OB — Overbought
OS — Oversold
PeP — Pennant Pattern
PDT — Proprietary Day Trader
PH — Previous High
PL — Previous Low
R — Resistance
RSS — Ready for Short Selling
RBP — Rounding Bottom Pattern
ReP — Rectangle Pattern
S — Support
SI — Share Issued
SL — Stop Loss
SM — Selling Momentum
SyN — Syndicate
TAYOR — Trade At Your Own Risk
TA — Technical Analysis
TBP — Triple Bottom Pattern
TP — Target Profit
TR — Technical Rebound
TrP — Triangle Pattern
UL — Uptrend Line
V — Volume
VS — Volume Spike
W — Warrant