Selamat pagi teman-teman semuanya!
Pada pembukaan pasar Asia hari ini, kita melihat sebuah perubahan yg sangat krusial. Harga minyak kembali naik dan berhasil menembus level 100 dolar AS per barel. Penyebabnya cukup jelas, yaitu gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yg kembali memicu eskalasi konflik geopolitik.
Selat Hormuz kembali menghadapi risiko penutupan, padahal jalur ini merupakan jalur vital bagi sekitar 20% distribusi energi global. Kondisi ini secara langsung meningkatkan ketidakpastian pasokan minyak dunia secara signifikan.
Namun yg menarik untuk kita cermati, pada fase seperti ini pasar saham justru belum menunjukkan penurunan secara luas. Bahkan, pasar yg paling sensitif terhadap pergerakan harga minyak seperti Korea Selatan, meskipun sempat dibuka dengan gap turun, saat ini mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap.
Selamat pagi pak Sutanto
Baru aja damai bentar 2 hari, eh udh lanjut lagi…๐
Pasar jg terus kena dampak dr konflik ini, jadi skrg ada peluang bagus apa ya yg bisa kita ambil?
Bahkan di pasar Indonesia pun, setelah pembukaan tadi, memang sempat terpengaruh sentimen dan mengalami tekanan penurunan dalam tingkat tertentu.
Namun, jika kalian mencermati secara lebih mendalam terhadap pergerakan aktual di fase ini, ada satu poin penting yg terlihat sangat jelas. Penurunan yg terjadi kali ini, secara signifikan lebih kecil dibandingkan dengan ekspektasi pesimistis pasar sebelumnya.
Pada saat konflik meningkat dan harga minyak melonjak tajam, mayoritas pelaku pasar sebelumnya memperkirakan akan terjadi tekanan jual besar-besaran secara berkelanjutan, di mana dana akan keluar secara menyeluruh dan pasar berpotensi masuk ke dalam kondisi yg tidak terkendali.
Namun yg benar-benar terjadi di pasar justru berbeda. Pasar memang turun, tetapi mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum penurunan. Di balik fenomena ini, sebenarnya mencerminkan sebuah perubahan yg sangat penting, yaitu sentimen negatif sudah terlebih dahulu diserap oleh pasar.
Dalam kurang lebih 40 hari terakhir, konflik terus mengalami eskalasi, harga minyak bergerak naik secara konsisten, dan berbagai sentimen negatif dilepas ke pasar secara bertubi-tubi. Artinya, pasar sebenarnya telah melalui satu fase penyesuaian harga berbasis sentimen tersebut.
Dampak sentimen dari perang sbnrnya sdah lewat dari dulu, jd skrg kmgkinan bsar gak bakal ada penurunan bsar lg
Sentimen negatif udah bnyk terserap, jadi skrg pasar mulai lbh tahan turun
Oleh karena itu, ketika berbagai sentimen negatif tersebut benar-benar terealisasi di pasar, respons pasar justru menjadi lebih terbatas dan tidak lagi seagresif sebelumnya. Inilah alasannya mengapa, semakin memasuki fase akhir dari rangkaian sentimen negatif, dampak tekanannya terhadap pasar justru cenderung melemah.
Namun demikian, saat ini pasar masih memiliki satu variabel inti yg perlu terus kita perhatikan, yaitu harga minyak. Selama harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS, tekanan inflasi akan tetap ada, ekspektasi penurunan suku bunga akan tertahan, dan biaya operasional perusahaan akan meningkat. Dalam kondisi seperti ini, pasar akan sulit untuk benar-benar memasuki fase kenaikan yg stabil.
Namun di saat yg sama, kita juga harus menggabungkannya dengan satu perubahan inti lain yg tadi sudah sy tekankan, yaitu momentum penurunan pasar yg saat ini sedang melemah dengan cepat. Pasar terlihat ingin turun, tetapi sudah tidak memiliki tenaga yg cukup untuk melanjutkan penurunan. Sentimen negatif memang masih ada, namun dampaknya terhadap pergerakan harga semakin terbatas.
Dengan demikian, ke depannya hanya tersisa satu faktor penting yg benar-benar perlu kita fokuskan, yaitu kapan harga minyak akan mulai mengalami penurunan. Karena dalam kondisi seperti ini, begitu harga minyak mulai terkoreksi, bahkan jika hanya turun dari 100 dolar AS ke kisaran 95 dolar AS, atau mulai memasuki tren penurunan secara bertahap, maka dinamika pasar berpotensi berubah secara signifikan.
Selama harga minyak msh tertahan di atas 100 dolar, pasar emg bakal susah utk bner2 lepas dan naik kenceng
Nanti pas sentimen dana udah mulai pulih, pergerakan naik di pasar saham bs jadi lbh cepat dari yg dibayangin kalian..๐ช
Dampak negatifnya makin lama makin lemah sekarang
Coba kalian pikirkan, apa yg akan terjadi di pasar dalam kondisi tersebut? Menurut sy, jawabannya sangat jelas. Risk appetite akan pulih dengan cepat, arus dana akan kembali masuk ke pasar saham secara signifikan, dan indeks bersama aset-aset inti akan mengalami rebound secara serempak.
Lebih jauh lagi, rebound seperti ini biasanya terjadi dengan sangat cepat dan memiliki kekuatan yg besar, sehingga banyak pelaku pasar tidak sempat merespons tepat waktu. Oleh karena itu, pada fase saat ini, kita tidak perlu terlalu terfokus pada apakah pasar masih akan turun sedikit lagi, maupun mencoba menebak di mana level terendahnya berada.
Ngerti, di fase kayak gini jgn coba nebak level bawah pasar, fokus hold saham unggulan kita aja
Karena sejak awal sy selalu menekankan kepada kalian, bahwa yg benar-benar penting bagi kita bukanlah menebak arah jangka pendek, melainkan apakah kalian sudah berada di dalam pasar dan berdiri pada struktur posisi yg tepat.
Kalian juga bisa terus mengamati saham-saham yg saat ini kita pegang. Saham perbankan sudah mulai menunjukkan stabilisasi sejak pekan lalu, kemudian saham-saham bertumbuh yg diwakili oleh BUMI juga mulai mengalami rebound secara bertahap.
Selain itu, IPO WBSA juga telah memberikan hasil yg sangat signifikan bagi semua teman-teman yg berpartisipasi. Dan hingga saat ini, WBSA masih berada di level batas atas kenaikan harga, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk melakukan penjualan. Ketika WBSA sudah memasuki kondisi yg memungkinkan untuk dilepas, sy akan segera memberikan pemberitahuan kepada kalian di dalam grup.
Kalau sektor bank udah mulai stabil, nanti aliran dana balik ke pasar bakal keliatan lbh mantap dan bikin lebih tenang juga
WBSA di IPO kali ini emg kuat banget ๐
Oleh karena itu, menurut sy, kondisi pasar saat ini bukan lagi soal apakah akan terjadi rebound atau tidak, melainkan hanya menunggu kapan pemicu tersebut muncul. Dan pemicu yg paling krusial saat ini adalah penurunan harga minyak. Begitu kondisi ini terpenuhi, rebound tidak akan terjadi secara perlahan, melainkan sangat cepat dan dengan kekuatan yg besar.
Maka dari itu, memastikan diri kita tetap berada di dalam pasar dengan posisi yg aman dan struktur yg tepat, menurut sy adalah hal yg paling penting saat ini. Untuk mencapai hal tersebut, baik melalui kerangka investasi Vanguard maupun tiga arah inti investasi yg sebelumnya sudah sy bagikan kepada kalian, semuanya telah terbukti sebagai pendekatan yg dapat dijalankan secara efektif.
Tentu saja, jika kalian merasa bahwa pendekatan investasi ini mengharuskan diversifikasi sehingga jumlah saham yg dimiliki menjadi cukup banyak, maka pada sesi malam nanti, sy juga akan mengembangkan pembahasan dari sharing kemarin dan menjelaskan bagaimana kita bisa memperoleh pendapatan yg stabil hanya melalui satu saham saja. Ok, untuk sesi pagi ini kita cukupkan sampai di sini dulu, kita lanjutkan kembali nanti siang.
Selama harga minyak mulai turun, pasar saham bakal mulai rebound lagi
Yang bpk jelasin soal framework Vanguard td, blkgn ini emg makin keliatan keunggulannya
Kalau beneran bs cuma andelin satu saham buat dpetin pendapatan yg stabil, sharing nanti mlm wajib banget sy pelajarin dgn serius๐ช
Iya, bagian ini nanti malem mmg worth it banget buat didengerin



