Selamat pagi teman-teman semuanya!
Tadi malam, Trump mengumumkan perpanjangan batas waktu gencatan senjata terhadap Iran, serta mengungkap adanya perpecahan serius di internal Teheran. Pernyataan ini dipandang sebagai langkah sementara untuk meredakan ancaman sebelumnya, yaitu kemungkinan dilanjutkannya serangan militer apabila tidak tercapai kesepakatan.
Di saat yg sama, Trump juga menyampaikan bahwa pengaturan gencatan senjata ini akan tetap berlangsung hingga diajukan rencana penyelesaian perang secara menyeluruh, termasuk melibatkan Israel. Namun demikian, langkah pembatasan jalur laut terhadap Iran tetap dipertahankan, yg menunjukkan bahwa tekanan geopolitik masih belum sepenuhnya mereda.
Dari pihak Iran, respons yg diberikan cenderung negatif. Mereka menilai Amerika Serikat kurang menunjukkan komitmen yg jelas, bahkan menganggap proses negosiasi tidak memiliki arti yg besar, sehingga memutuskan untuk tidak menghadiri putaran kedua pertemuan di Pakistan.
Meskipun terdapat perbedaan sikap yg cukup tajam, namun pasar justru merespons kabar ini secara positif. Tadi malam, pasar saham Amerika Serikat mengalami kenaikan signifikan secara menyeluruh, disertai dengan meningkatnya sentimen dan aktivitas pasar.
Begitu berita ini keluar, saham AS langsung naik kenceng, sentimen pasar bener2 lgsg kepancing bgt
Blokade lautnya masih ada, jadi jgn terlalu optimis dulu, kemungkinan fluktuasi bakal masih bolak-balik terus😎
Hahaha, hari ini pasar saham kita harusnya jg bakal ada rebound besar nih
Di tengah pasar saham Amerika Serikat yg kembali mencetak rekor tertinggi baru, sentimen terhadap aset berisiko secara global telah mengalami perubahan yg sangat signifikan.
Jika kita melihat ke pasar Indonesia, ada satu perubahan penting yg perlu kita pahami dengan jelas: IHSG sudah mulai memasuki fase rebound. Dari struktur indeks saat ini, setelah melalui periode penyesuaian sebelumnya, pasar telah berhasil stabil dan mulai bergerak naik secara bertahap.
Namun di sini sy ingin menekankan satu hal penting, pergerakan ini bukanlah tren kenaikan satu arah. Melainkan, seperti yg sudah sy tekankan berulang kali tadi malam, ini adalah pola kenaikan yg terjadi di dalam kondisi fluktuatif.
Bahkan jika kita tidak mempertimbangkan faktor makro aliran dana, dan hanya melihat dari sisi teknikal, pasar saat ini sebenarnya sedang dipengaruhi oleh dua kekuatan yg bekerja secara bersamaan.
Pertama, faktor positif yg mendukung kenaikan. Pasar saham Amerika yg mencetak rekor tertinggi baru mendorong meningkatnya minat risiko global. Penguatan saham teknologi turut menjadi pendorong utama, sehingga membawa proses pemulihan valuasi di pasar regional. Selain itu, harga minyak yg stabil serta menurunnya ketidakpastian makro juga memberikan dukungan tambahan.
Kedua, faktor penahan yg menyebabkan pergerakan menjadi fluktuatif. Setelah kenaikan sebelumnya, muncul aksi take profit. Sebagian saham berkapitalisasi besar masih dalam fase penyesuaian, sementara dana terus berpindah antar sektor.
Jadi fase ini lebih kayak naik pelan sambil fluktuatif, bukan yg langsung ngebut satu arah terus
IHSG bisa mulai stabil dan naik lagi, itu nunjukin kalau fase paling berat kmrn kemungkinan besar udh lewat
Hal ini membentuk sebuah struktur yg sangat khas di pasar saham. Secara keseluruhan, indeks bergerak fluktuatif, namun di sisi lain banyak saham individual justru menunjukkan tren kenaikan. Polanya biasanya berupa kenaikan, diikuti penyesuaian jangka pendek, lalu kembali melanjutkan kenaikan.
Namun dalam proses ini, kesalahan terbesar yg sering dilakukan banyak investor adalah: mereka baru berani membeli ketika harga sudah naik, dan justru mulai panik ketika pasar mengalami penurunan. Padahal, logika dasar pergerakan pasar yg sebenarnya adalah kenaikan harga merupakan hasil, bukan peluang. Justru momen koreksi lah yg sering kali menjadi peluang terbaik.
Terutama pada bulan Maret tahun ini, ketika pasar berada dalam kondisi paling pesimis dan tertekan, hampir setiap hari sy menekankan satu hal kepada kalian, yaitu pentingnya melakukan akumulasi di area bawah.
Namun pada saat itu, kondisi nyata banyak investor justru sebaliknya. Ketika melihat harga saham terus mengalami penurunan, sentimen mudah terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek, sehingga pada akhirnya memilih untuk menunggu, bahkan menghindari pasar.
Padahal, pasar tidak pernah berhenti hanya karena sentimen. Dan sekarang, kita bisa melihat dengan sangat jelas, dana yg berani masuk dan melakukan positioning di level bawah, sudah memperoleh return yg sangat signifikan.
Pasar itu nggak pernah nunggu sentimen km udah stabil dulu baru kasih peluang terbaik
Ini sebenarnya adalah salah satu hukum paling mendasar di pasar. Peluang selalu muncul justru ketika sentimen berada di fase paling pesimis. Karena itu, sekarang kalian perlu membangun kembali satu pemahaman yg benar: tren pasar saat ini memang mulai menguat, namun belum masuk ke fase percepatan penuh.
Dalam fase seperti ini, hal yg paling penting bukanlah mengejar kenaikan harga, melainkan tetap melakukan akumulasi di tengah pergerakan fluktuatif, khususnya di area bawah.
Karena begitu pasar benar-benar masuk ke fase kenaikan yg lebih cepat, level beli yg terlihat aman saat itu justru akan berubah menjadi relatif tinggi. Peluang investasi yg sesungguhnya tidak pernah muncul setelah harga naik, tetapi justru sebelum kenaikan itu terjadi, apakah kamu punya keberanian untuk berada di posisi yg sudah tepat sebelumnya.
Ngerti, kalau mau dpetin profit yang maksimal, memang harus siapin posisi dr awal dulu💪
Kalo sdh naik baru masuk, itu berarti sdh kejar harga tinggi
Karena dalam kondisi pasar yg naik di tengah fluktuasi, sumber profit yg sesungguhnya tidak pernah berasal dari keberuntungan, melainkan dari dua faktor utama, yaitu keunggulan harga beli dan kesabaran dalam mempertahankan posisi.
Kalian harus memahami satu hal penting, yg benar-benar menentukan hasil akhir bukanlah keuntungan kebetulan karena membeli di harga tinggi lalu pasar masih sempat naik, melainkan apakah kalian berani melakukan akumulasi di area harga yg relatif rendah saat pasar sedang berfluktuasi. Karena begitu tren benar-benar memasuki fase percepatan, pasar tidak akan lagi memberikan kesempatan yg nyaman bagi kalian untuk masuk.
Oleh karena itu, terkait hal ini, sy ingin kembali menegaskan satu pemahaman yg sangat penting kepada kalian semua.
Dalam melakukan investasi saham, kita tidak pernah sedang berjudi, dan juga bukan sekadar mencoba menebak naik turunnya harga dalam jangka pendek. Apa yg benar-benar kita lakukan adalah sebuah proses yg serius, yaitu berinvestasi berdasarkan nilai riil perusahaan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan, serta berangkat dari analisis fundamental untuk menjalankan strategi jangka panjang yg memiliki dasar logika dan kesabaran.
Hanya dengan pendekatan seperti ini, hasil yg kita peroleh bukanlah sesuatu yg kebetulan, melainkan sesuatu yg dapat dicapai secara konsisten dan berulang. Ok, untuk sharing pagi ini kita cukupkan sampai di sini, dan nanti siang kita akan lanjutkan dengan pembahasan yg lebih mendalam.
Di pasar yg lagi fluktuasi, yg bikin cuan itu justru beli di bawah sama sabar nunggu
Jdi yg bisa cuan itu bukan krna hoki, tp krna dr awal udh mikirin posisi sama arah dgn jelas💪
Pak Sutanto, skrg masih ada nggak saham yg bisa dibeli di posisi bawah buat mulai masuk?
Keunggulan harga beli itu emg krusial bngt

