
Selamat malam semuanya,
Dalam satu pekan terakhir ini, seiring dengan percepatan volatilitas pasar yg semakin terlihat jelas, bnyk dari kalian mulai merasakan perubahan yg sangat nyata. Harga bergerak semakin tajam, sentimen pasar terus berubah dengan cepat, dan kondisi pasar pun terasa semakin sulit untuk dihadapi.
Namun justru dalam situasi seperti ini, sy ingin kembali menekankan satu hal penting kepada kalian semua. Fokus kita bukanlah mengejar pergerakan naik atau turun dalam jangka pendek, melainkan memanfaatkan fase ini untuk melakukan penyesuaian struktur portofolio secara strategis.
Karena ketika pasar mulai terpecah dan volatilitas semakin besar, yg benar-benar membedakan hasil investasi, sering kali bukan apakah kamu berhasil memanfaatkan satu gelombang kenaikan, melainkan apakah struktur aset yg kamu pegang sudah berada di arah pergerakan dana.
Namun di saat yg sama, kalian juga bisa merasakan perubahan lain yg cukup jelas. Harga minyak mulai bergerak sangat fluktuatif, harga emas naik turun dengan cepat, pasar saham AS mengalami tarik-menarik arah, ditambah lagi berbagai kabar antara AS dan Iran yg terus muncul, bahkan saling bertentangan. Semua ini membuat lingkungan informasi di pasar menjadi sangat kacau.
Apa mggu dpn market saham msh bakal turun kah?
Harga minyak naik itu emg dampaknya ke produk lain cukup besar
Dan justru karena itu, bnyk teman-teman mulai terpengaruh oleh suatu sentimen, apalagi setiap hari saat kamu buka berita dan melihat judl-judul seperti ini:
“Kapitalisasi pasar menguap hingga triliunan rupiah”
“Dalam satu hari, pasar global kehilangan dana dalam jumlah besar”
“Sebagian investor mengalami kerugian besar”
Informasi seperti ini terus muncul, dan sangat mudah membuat orang merasa seolah-olah uang di dunia ini sedang terus menghilang.
Namun sy ingin dengan sangat serius menyampaikan satu hal kepada kalian. Kekayaan tidak pernah benar-benar menghilang.
Kalimat ini, bagi bnyk teman-teman yg baru mulai investasi, mungkin di awal terasa sulit untuk dipahami. Karena ketika kamu melihat harga saham turun, nilai di akun kamu memang terlihat berkurang, dan perasaan itu memang nyata.
Namun yg perlu dipahami adalah, perubahan harga tidak sama dengan hilangnya kekayaan, melainkan proses di mana kekayaan sedang didistribusikan ulang.
Uang itu gak pernah hilang, cuma pindah dr satu tempat ke tempat lain
Pasar investasi itu ibaratnya ngumpulin aset jadi satu, trus didistribusi ulang lagi
Kamu bisa memahami ini dengan cara seperti ini. Ketika suatu saham turun dari 100 ke 90, terlihat seolah-olah ada penurunan nilai sebesar 10%. Namun itu tidak berarti uang tersebut benar-benar hilang begitu saja.
Pada dasarnya yg terjadi adalah, ada pihak yg membeli di harga tinggi dan menanggung kerugian akibat penurunan harga, sementara di sisi lain ada pihak yg mengambil alih aset tersebut di harga yg lebih rendah dan lebih murah. Artinya, uang itu tidak hilang, melainkan berpindah dari satu pihak ke pihak lainnya.
Iya, di pasar investasi pasti ada yang rugi ada yg untung, yang untung itu pada dasarnya dapet dari yang rugi
Kalau kalian masih sulit memahami hal ini, maka kita ubah sudut pandang, untuk membantu kalian benar-benar memahami salah satu konsep paling inti di pasar keuangan, sekaligus yg paling sering diabaikan, yaitu efek penentuan harga marginal.
Bayangkan di lingkungan tempat tinggal kamu ada 5 rumah yg benar-benar sama dan dijual ke pasar. Riwayat transaksinya seperti ini:
5 tahun lalu, 1 unit terjual seharga 500 ribu dolar.
4 tahun lalu, 1 unit terjual seharga 700 ribu dolar.
3 tahun lalu, 1 unit terjual seharga 1 juta dolar.
2 tahun lalu, 1 unit terjual seharga 1,2 juta dolar.
1 tahun lalu, 1 unit terjual seharga 1,1 juta dolar.
Kalau kamu adalah orang yg membeli rumah itu 5 tahun lalu di harga 500 ribu dolar, dan sekarang ada orang yg ingin membeli rumah kamu, tapi hanya mau bayar 1 juta dolar, sementara kamu sendiri yakin bahwa rumah ini setidaknya bernilai 1,2 juta dolar. Menurut kamu, apakah transaksi ini bisa terjadi?
Pada saat ini, kamu akan menyadari sebuah fenomena yg cukup paradoks. Rumah yg sama, jumlahnya tetap 5 unit, lokasi tidak berubah, ukuran tidak berubah, kualitas juga tidak berubah.
Namun nilai yg diberikan oleh pasar terhadap aset tersebut justru bisa berfluktuasi dengan sangat besar. Dan saat ini, pembeli hanya bersedia membayar 1 juta dolar. Artinya, yg benar-benar berubah bukanlah rumah itu sendiri, melainkan harga yg bersedia dibayar oleh pembeli.
2 tahun lalu, karena ada seseorang yg bersedia membeli salah satu rumah di harga 1,2 juta dolar, semua orang lalu secara keliru menganggap bahwa seluruh rumah di kawasan itu bernilai 1,2 juta dolar.
Padahal, angka 1,2 juta dolar tersebut hanyalah harga dari transaksi terakhir, bukan nilai total sebenarnya dari kelima rumah tersebut. Inilah bentuk paling sederhana dari efek penentuan harga marginal. Dengan kata lain, harga di pasar tidak pernah ditentukan oleh seluruh aset yg ada, melainkan oleh transaksi terakhir yg terjadi di pasar.
Iya, harga itu sbnernya ditentuin sama transaksi terakhir yg terjadi
Satu transaksi di harga tinggi biasanya bs ngangkat ekspektasi semua org juga😓
Jadi pergerakan harga itu pada dasarnya hasil tarik-menarik antara pembeli sama penjual di level terakhir
Kita uraikan proses ini dengan lebih jelas lagi. 5 tahun lalu, satu rumah terjual di harga 500 ribu dolar. 4 tahun lalu, ada yg bersedia bayar 700 ribu. 3 tahun lalu, ada yg berani membeli di 1 juta. 2 tahun lalu, bahkan ada yg bersedia membayar 1,2 juta. 1 yg tahun lalu, masih ada transaksi di 1,1 juta.
Dari sini, semua orang, termasuk kamu, mulai membentuk sebuah kesimpulan yg terlihat masuk akal, tapi sebenarnya keliru. Jika ada orang yg bersedia membayar 1,2 juta untuk satu unit, apakah itu berarti semua rumah di kawasan tersebut memang bernilai 1,2 juta?
Hasilnya, persepsi nilai seluruh kawasan itu langsung terdorong naik hingga 6 juta dolar. Padahal faktanya, hanya satu rumah saja yg benar-benar terjual di harga 1,2 juta. Empat rumah lainnya sama sekali tidak terjadi transaksi.
Angka 1,2 juta dolar itu hanyalah harga dari transaksi terakhir secara marginal, tetapi justru dianggap oleh banyak orang sebagai standar penilaian seluruh pasar. Inilah yg disebut sebagai ilusi valuasi.
Kemudian ketika kondisi pasar berubah, suku bunga naik, likuiditas berkurang, dan pembeli menjadi lebih berhati-hati, pembeli baru hanya bersedia membayar di harga 1 juta dolar.
Akibatnya, pasar pun langsung berubah dari seolah semua rumah bernilai 1,2 juta menjadi mungkin hanya 1 juta. Secara tampilan, kekayaan di akun kamu terlihat seperti tiba-tiba berkurang.
Padahal rumah itu sendiri tidak mengalami perubahan apa pun. Satu-satunya yg berubah hanyalah berapa harga yg bersedia dibayar oleh pembeli terakhir di pasar.
Inilah sisi paling “kejam” dari efek penentuan harga marginal. Sebagian besar pelaku pasar sebenarnya tidak melakukan transaksi, tetapi nilai kekayaan mereka tetap terus mengalami penilaian ulang hanya karena satu transaksi terakhir yg terjadi di pasar.
Pasar properti jg kebentuk kayak gini, dr transaksi harga yg terus terjadi dan saling ngikutin
Ketika kita menerapkan logika ini ke pasar saham, kamu akan melihatnya dengan lebih jelas. Sebuah saham naik dari 10 ke 20, bukan berarti semua pemegang saham membeli di harga 20, melainkan hanya sebagian kecil transaksi terakhir yg terjadi di harga tersebut, dan seluruh pasar pun langsung direvaluasi ke level 20.
Sebaliknya, ketika harga turun dari 20 ke 12, juga bukan berarti semua orang menjual di harga 12, melainkan hanya ada pihak yg bersedia bertransaksi di harga itu, sehingga harga pun kembali “terkunci” di level 12.
Jadi kamu akan menyadari satu fakta yg sangat berlawanan dengan intuisi. Bnyk orang yg membeli di harga tinggi merasa mengalami kerugian besar, padahal aset yg mereka pegang sebenarnya tidak berubah sama sekali. Yg berubah hanyalah label harga yg diberikan oleh pasar.
Kesalahan terbesar yg paling sering dilakukan investor ritel adalah menggunakan harga pasar jangka pendek untuk mendefinisikan nilai aset jangka panjang. Ketika harga naik, merasa diri benar-benar menjadi lebih kaya. Ketika harga turun, justru menganggap kekayaan telah hilang.
Padahal kenyataannya, harga itu berfluktuasi, transaksi itu hanya terjadi di sebagian kecil pasar, dan nilai aset adalah sesuatu yg harus kamu nilai secara mandiri.
Oke paham, jdi kita jangan kebawa fluktuasi harga jangka pndek, tp fokus ke nilai jangka pjang
Ketika kamu benar-benar memahami efek penentuan harga marginal, kamu akan perlahan terbebas dari sentimen yg umum terjadi di pasar. Kamu tidak lagi terlalu euforia saat harga naik, dan juga tidak mudah panik saat harga turun.
Karena kamu memahami bahwa pasar selalu menggunakan transaksi terakhir untuk memberi label harga pada suatu aset. Dan yg benar-benar perlu kamu perhatikan adalah nilai jangka panjang dari aset itu sendiri, bukan berapa harga yg bersedia dibayar orang lain pada transaksi terakhir.
Dan inilah inti paling mendasar di pasar modal, namun juga yg paling sering disalahpahami. Sama seperti ketika bnyk orang melihat harga saham turun tajam, lalu langsung berkata bahwa kekayaan mereka menghilang.
Pernyataan ini terdengar sangat nyata, tetapi sebenarnya merupakan jebakan pola pikir yg sangat umum. Hal ini membuat orang mengabaikan satu hal yg paling penting.
Hakikat pasar itu sendiri bukanlah menciptakan kekayaan, juga bukan menghilangkan kekayaan, melainkan terus-menerus melakukan redistribusi kekayaan.
Ketika kamu benar-benar melihat pasar dengan sudut pandang ini, kamu akan menyadari bahwa banyak hal tiba-tiba terlihat sangat berbeda.
Misalnya dalam satu fase pasar yg sama, kenapa ada yg mengalami kerugian besar, bahkan panik lalu menjual dan keluar dari pasar, sementara di saat yg sama ada pihak lain yg justru terus melakukan pembelian dan secara bertahap membangun posisi yg lebih unggul.
Di permukaan terlihat semua orang menghadapi pasar yg sama, pergerakan harga yg sama, namun hasil akhirnya bisa sangat berbeda jauh.
Harga jangka pndek ditentuin sama transaksi di margin, tapi yg nentuin pendapatan akhir ttp nilai jangka panjang
Pasar itu gk ciptain kekayaan, tp terus menerus mendistribusikan ulang kepemilikan aset😇
Yang nentuin hasil itu bukan pasarnya, tapi pemahaman sama keputusan masing2 orang
Selain itu, setiap kali pasar mengalami fluktuasi besar, selalu ada sebagian orang yg memilih keluar dari pasar karena merasa pasar ini terlalu menakutkan.
Namun di saat yg sama, selalu ada pihak lain yg justru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli aset yg lebih baik di harga yg lebih rendah, sehingga mendapatkan periode hold yg lebih panjang dan potensi profit yg lebih tinggi.
Di balik perbedaan ini, bukan soal siapa yg beruntung atau tidak, melainkan perbedaan dalam memahami hakikat pasar itu sendiri. Dan dalam investasi saham, hal ini terlihat sangat jelas.
Ketika harga saham turun akibat efek penentuan harga marginal dan kembali diberi label harga yg lebih rendah, pihak yg panik akan menganggap penurunan ini sebagai hilangnya kekayaan secara nyata. Akibatnya, mereka terburu-buru menjual di harga rendah dan menyerahkan kepemilikan aset kepada pihak lain.
Sebaliknya, mereka yg benar-benar memahami konsep redistribusi akan melihat penurunan ini sebagai proses perpindahan kepemilikan dari tangan yg panik ke tangan yg lebih rasional. Mereka tidak lagi fokus pada pertanyaan kenapa nilai di akun berkurang, tetapi mulai berpikir apakah nilai jangka panjang dari saham ini masih ada, dan apakah harga saat ini justru memberikan peluang beli yg lebih baik?
Demikian juga ketika harga saham didorong oleh sentimen hingga ke level yg tidak rasional, mereka yg memahami proses redistribusi tidak akan secara membabi buta menambah posisi. Mereka justru sadar bahwa pada fase ini, pasar sedang secara perlahan memindahkan kekayaan dari pihak yg terlalu optimis ke pihak yg lebih rasional.
Karena itu, pelaku yg benar-benar berpengalaman tidak pernah melihat setiap fluktuasi harga sebagai bertambah atau berkurangnya kekayaan pribadi, melainkan sebagai jendela perpindahan kekayaan yg terus berulang.
Mereka memahami bahwa pasar pada dasarnya selalu melakukan hal yg sama, yaitu memindahkan aset dari tangan mereka yg dikendalikan oleh sentimen, ke tangan mereka yg mampu tetap rasional dan konsisten melakukan penilaian secara mandiri.
Dan ketika kamu benar-benar menggabungkan dua konsep ini, yaitu efek penentuan harga marginal dan redistribusi kekayaan, maka pola pikir kamu dalam investasi saham akan berubah secara mendasar.
Kamu tidak lagi merasa tiba-tiba menjadi lebih kaya hanya karena harga naik dalam jangka pendek, dan juga tidak akan merasa tiba-tiba menjadi lebih miskin hanya karena harga turun dalam jangka pendek.
Sebaliknya, kamu hanya akan dengan tenang bertanya pada diri sendiri satu hal, aset yg saat ini kamu pegang, apakah nilai intrinsik jangka panjangnya selaras dengan harga yg diberikan pasar saat ini, atau justru terjadi ketidaksesuaian.
Jika memang terjadi ketidaksesuaian, dan arahnya justru menguntungkan kamu, maka itulah momen di mana pasar sedang memberikan peluang redistribusi kekayaan kepada kamu.
Kalo diliat gini, kita jd gk gampang asal kejar harga tinggi
Pas harga mulai jauh dari nilainya, sbnernya itu tanda2 lagi terjadi redistribusi kekayaan🥸
Inilah alasannya kenapa di pasar yg sama, ada yg semakin turun semakin panik, dan semakin panik justru semakin rugi, sementara ada juga yg semakin turun justru semakin tenang, dan malah melihat lebih bnyk peluang.
Perbedaannya tidak pernah terletak pada pasar itu sendiri, melainkan pada cara kamu memandang pasar, apakah kamu menganggap pasar sebagai mesin pencipta kekayaan, atau kamu sudah memahami bahwa pada dasarnya pasar adalah mesin redistribusi kekayaan.
Ketika kamu benar-benar memahami hal ini, posisi kamu di pasar modal akan sepenuhnya berbeda dibandingkan sebagian besar investor pada umumnya.
Jadi di fase saat ini, ketika pasar sedang berada di fase peralihan yg sangat krusial, menurut sy hal yg paling penting bukanlah menebak apakah besok akan naik atau turun, juga bukan membiarkan sentimen kita terbawa oleh fluktuasi harga jangka pendek.
Yg benar-benar perlu kita pahami adalah satu hal paling inti, apakah kamu hanya ikut terbawa oleh pergerakan pasar, atau kamu sudah mulai benar-benar memahami bagaimana dana berpindah dan didistribusikan kembali di dalam pasar.
Iya, kita investasi tuh harus liat nilai jangka pjang, biar mental kita jg lebih stabil
Kalau kamu hanya fokus melihat naik turunnya harga setiap hari, maka yg kamu lihat hanyalah fenomena di permukaan. Hari ini naik berapa, besok turun berapa, nilai di akun terlihat seperti bertambah lalu berkurang, angka-angka ini akan terus mempengaruhi sentimen kamu, membuat kamu kadang euforia, kadang panik.
Namun jika kamu mulai memahami arah aliran dana, penyesuaian struktur, serta perpindahan aset di antara berbagai pelaku pasar, maka apa yg kamu lihat akan menjadi sesuatu yg sepenuhnya berbeda.
Yg kamu lihat tidak lagi sekadar hari ini naik berapa atau turun berapa, melainkan bagaimana pasar sedang memindahkan peluang dari satu tempat ke tempat lain.
Inilah alasannya kenapa sy terus menekankan bahwa dalam fase yg penuh ketidakpastian seperti ini, yg benar-benar penting bukanlah informasinya itu sendiri, melainkan bagaimana kamu memahami informasi tersebut.
Berita yg sama, ada yg melihatnya sebagai risiko lalu buru-buru jual untuk membatasi kerugian, sementara ada juga yg melihatnya sebagai peluang dan dengan tenang mulai melakukan akumulasi di harga bawah.
Dua hasil yg sepenuhnya berbeda ini, pada akhirnya tidak ditentukan oleh pasar, melainkan oleh posisi kamu sendiri di dalam pasar. Jadi untuk bagian sharing malam ini, sy lebih berharap kalian bisa melihatnya dengan sudut pandang yg benar-benar baru.
Ketika kamu tidak lagi percaya bahwa kekayaan kamu sedang menghilang, melainkan mulai memahami bahwa kekayaan sebenarnya selalu bergerak dan berpindah, maka cara pandang kamu terhadap seluruh pasar keuangan akan masuk ke level yg benar-benar berbeda.
Iya, kalo tiap hr mantengin harga saham, mood kita jg bakal ikut naik turun sesuai pergerakannya
Sy ngerasa sdah lbh paham di sesi malem ini 🙏
Mental dlm investasi itu penting banget, kalo mindset kita bagus baru bisa tahan pegang saham yg punya nilai
Kamu akan mulai dengan tenang bertanya pada diri sendiri, apakah fluktuasi harga saat ini adalah proses di mana pasar sedang memindahkan kepemilikan dari tangan yg panik ke tangan mereka yg sudah siap dan memiliki kesabaran.
Apakah saat ini kamu adalah pihak yg terbawa oleh sentimen, atau justru pihak yg memahami aliran dana dan sudah lebih dulu menyiapkan posisi.
Ketika kamu benar-benar memahami dan menyatukan konsep efek penentuan harga marginal serta redistribusi kekayaan, maka kamu tidak akan lagi mudah dipengaruhi oleh pergerakan harga jangka pendek.
Kamu akan melihat setiap fluktuasi sebagai peluang perpindahan kekayaan, bukan sebagai akhir dari untung atau rugi.
Teman-teman, pasar pada dasarnya selalu melakukan hal yg sama, yaitu memindahkan aset dari tangan mereka yg dikendalikan oleh sentimen, ke tangan mereka yg mampu menilai nilai aset secara rasional.
Dan pada akhirnya, yg benar-benar membedakan hasil, bukan siapa yg lebih dulu mendapatkan informasi, melainkan siapa yg lebih dulu memahami hakikat pasar itu sendiri.
Inilah alasannya kenapa sy selalu berulang kali mengingatkan kalian, jangan pernah menaruh terlalu bnyk perhatian pada perubahan harga jangka pendek di pasar. Harga saham hari ini naik, besok turun, lusa berfluktuasi tajam, kalau kita terus terpaku pada angka-angka jangka pendek seperti ini, sangat mudah bagi kita untuk terbawa sentimen dan akhirnya membuat keputusan yg keliru.
Pendekatan yg tepat adalah sejak awal membangun kerangka investasi jangka panjang, dan di dalam kerangka tersebut, memberi diri kita lebih bnyk kesabaran serta ketenangan dalam mengambil keputusan.
Fluktuasi short term memang gampang bikin orang salah arah
Kalau udah punya kerangka investasi yg jelas, kita jadi gak gampang keganggu sama sentimen jangka pendek yg naik turun terus
Kenapa sy sangat menekankan hal ini? Karena bnyk institusi dan pelaku profesional sangat memahami kelemahan psikologis investor ritel. Mereka sering memanfaatkan media, berbagai kabar positif maupun negatif, untuk mengarahkan dan memperbesar sentimen pasar, sehingga bisa mencapai tujuan mereka di tengah fluktuasi.
Sementara itu, jika investor ritel tidak memiliki kerangka jangka panjang, mereka akan sangat mudah terpengaruh oleh “noise” jangka pendek ini, kadang mengejar harga saat naik, lalu panik menjual saat turun. Pada akhirnya, melalui transaksi yg berulang tanpa arah yg jelas, justru menghabiskan dana sekaligus mengikis kepercayaan diri mereka sendiri.
Namun jika kamu bisa benar-benar menenangkan diri dan meninjau kembali pengalaman investasi kamu di masa lalu, baik itu di saham maupun properti, kamu akan menemukan satu pola yg sangat konsisten. Aset yg benar-benar memberikan hasil terbesar bukanlah dari strategi jangka pendek beli rendah jual tinggi, melainkan dari waktu.
Aset yg menghasilkan profit paling besar bagi kamu, biasanya bukan yg kamu beli saat pasar sedang paling ramai, melainkan yg setelah kamu beli, kamu bersedia menahannya dalam jangka panjang, menemani aset tersebut melewati berbagai siklus, dan pada akhirnya membiarkan waktu serta efek compounding bekerja untuk kamu.
Waktu adalah senjata paling kuat bagi investor ritel, sekaligus sumber daya yg paling sering terbuang sia-sia. Ketika kamu sudah memiliki kerangka investasi jangka panjang yg jelas, memahami kenapa kamu memegang aset tersebut, di mana letak nilai jangka panjangnya, serta bagaimana proporsi alokasi yg tepat, maka kamu tidak akan lagi setiap hari merasa cemas hanya karena fluktuasi harga jangka pendek.
Kamu akan melihat setiap pergerakan sebagai bagian dari proses yg wajar, bukan sebagai situasi darurat yg harus langsung direspons. Ingat, harga pasar bisa berfluktuasi tajam dalam jangka pendek, namun nilai intrinsik dari aset yg berkualitas biasanya akan terakumulasi dan terealisasi secara bertahap seiring waktu.
Selama kamu memilih arah yg tepat, membangun struktur yg benar, dan memiliki kesabaran untuk memberi waktu bekerja, maka pada akhirnya pasar akan secara bertahap memberikan hasil yg memang menjadi bagian kamu.
Melalui sharing malam ini, sy berharap kalian bisa membawa sudut pandang baru ini untuk melihat kembali kondisi pasar saat ini. Selama kita mampu memisahkan antara harga, transaksi, dan nilai, maka posisi kamu di pasar sudah akan sangat berbeda dibandingkan kebanyakan orang.
Ketika kamu tidak lagi takut terhadap anggapan bahwa kekayaan “menghilang”, melainkan memahami bagaimana kekayaan itu sebenarnya terus bergerak, maka setiap langkah kamu di pasar modal akan menjadi jauh lebih tenang dan lebih mantap. Mari kita benar-benar menerapkan pemahaman ini dalam praktik.
Di fase saat ini, pasar sebenarnya sedang menunjukkan sebuah peluang yg sangat khusus dan layak untuk diperhatikan, yaitu dibukanya kembali IPO.
Pasar Indonesia sudah hampir 100 hari tidak memiliki proyek IPO baru yg muncul. Ini berarti selama periode tersebut, tidak ada suplai aset baru di pasar. Dana yg ada hanya bisa berputar, bersaing, dan berpindah di antara saham-saham yg sudah ada.
IPO ini menarik juga sih
Waktu itu yg memperbesar nilai, bukan fluktuasi harga jangka pndek yg sifatnya acak
Kalau gak ada IPO baru, dana cuma bs muter2 di aset yg udh ada, pindah sana sini terus
Ketika IPO kembali dibuka, pada dasarnya terjadi satu perubahan yg sangat penting di pasar. Tiba-tiba muncul kumpulan aset baru di dalam pasar.
Ini seperti sebuah pasar yg selama ini hanya ada transaksi rumah bekas, lalu tiba-tiba ada banyak rumah baru masuk ke pasar. Pasti akan ada sebagian dana yg tertarik dan mengalir ke sana.
Karena hal baru memang selalu lebih mudah menarik perhatian, apalagi di kondisi pasar seperti sekarang yg volatilitasnya tinggi, dana cenderung lebih hati-hati, dan pergerakan antar saham makin terpisah.
Justru karena itu, pekan ini saat bnyk teman-teman mulai sering tanya soal IPO, sy tidak langsung kasih kesimpulan yg spesifik. Sy pilih untuk bahas topik ini secara lebih sistematis di hari Minggu.
Karena menilai IPO itu bukan sesuatu yg bisa disimpulkan cuma dengan satu kalimat. Kita butuh kumpulkan data, bandingkan antar industri, dan memahami arah pergerakan dana di pasar. Hanya kalau semua informasi itu sudah lengkap, barulah kita bisa benar-benar membuat penilaian yg tepat.
Jadi untuk sharing hari Minggu nanti, sy akan fokus membahas peluang ini secara menyeluruh, supaya kalian benar-benar paham tentang IPO. Bukan supaya kamu lihat IPO langsung beli, tapi supaya kamu punya kemampuan untuk menyaring peluang yg benar-benar layak.
Karena di pasar ini, peluang itu tidak pernah kurang. Yg kurang adalah apakah kamu bisa memahami, peluang mana yg benar-benar cocok untuk kamu.
Terakhir, sy juga mengajak kalian untuk berbagi pandangan lewat komentar atau pesan pribadi. Apakah kamu sudah siap ikut IPO? Kita diskusikan bersama. Investasi yg rasional, hasil jangka panjang yg saling menguntungkan. Sampai di sini dulu sharing malam ini, kita lanjutkan lagi di sesi hari Minngu malam.
Begitu IPO dibuka, emg gampang bngt narik aliran dana masuk
Jgn tiap lihat IPO langsung asal ikut aja 😂
Begitu IPO dibuka lagi, suplai baru bakal ngubah pola aliran dana yg sblmnya
Nggak semua IPO layak diikutin, yang penting itu seleksi sama timingnya
Kalo ada peluang IPO yang bagus, saya pasti bakal ikut juga💪
Situasi konflik di Timur Tengah masih tegang, jdi blm jelas besok pasar saham bakal lanjut turun atau nggak😓
Perang bikin harga minyak jadi fluktuatif, dan itu bikin ekspektasi inflasi ikut naik
Semoga konflik ini cepet selesai dan dunia bsa damai kembali🙏🙏🙏
Pasar saham kita turun sekitar 11% dlm sebulan terakhir, ini bukan cuma dampak situasi Timur Tengah, tapi jg ada pengaruh dr perubahan kebijakan di pasar saham
MSCI itu punya pengaruh besar banget ke pasar saham di hampir semua negara😂
Mending join lebih awal buat denger sharing Pak Sutanto mlm ini, sekalian analisa kondisi pasar mingdep




