Siang semuanya,
Seiring dengan pelemahan yg terjadi secara serempak di pasar Asia pagi tadi, baik itu Nikkei, Hang Seng, Singapura, maupun pasar Indonesia, semuanya mengalami penurunan dengan tingkat yg berbeda-beda. Kondisi ini turut mendorong IHSG memasuki fase penyesuaian kembali.
Namun di sini kalian harus memahami satu poin penting: ini bukanlah tanda bahwa tren mulai melemah, melainkan bagian dari proses penyesuaian yg wajar di tengah tren kenaikan, sekaligus mencerminkan adanya perbedaan struktur pergerakan di dalam pasar. Justru dalam fase penyesuaian seperti ini, pasar memberikan sinyal yg lebih penting, yaitu aliran dana mulai bergerak dengan lebih selektif.
Tadi mlm saham AS rebound, tp hari ini pasar kita malah masih turun, itu krna apa ya?
Ini menunjukkan bahwa fase pergerakan pasar yg terfragmentasi semakin cepat terjadi. Lalu dalam kondisi seperti ini, apa yg seharusnya kita perhatikan? Jawabannya sebenarnya sangat jelas: perhatikan aliran dana, bukan sekadar naik atau turunnya harga.
Ambil contoh SCMA, setelah mengalami penurunan berturut-turut dalam jangka pendek, di area bawah mulai terlihat adanya penyerapan yg cukup kuat.
Yg paling penting, muncul struktur long lower shadow yg sangat khas pada candlestick. Secara esensi, long lower shadow ini menyampaikan satu hal: meskipun di dalam sesi perdagangan sempat terjadi aksi jual karena sentimen panik, namun di level bawah ada dana yg secara aktif melakukan pembelian dan mendorong harga kembali naik.
Dalam struktur pergerakan SCMA saat ini, memang ada pihak yg melakukan penjualan, namun di sisi lain juga ada yg melakukan pembelian, bahkan dengan keyakinan yg cukup kuat. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan penurunan mulai melemah, dan di area bawah sudah mulai muncul penempatan dana.
Jadi, dalam kondisi pasar yg sedang mengalami penyesuaian seperti sekarang, yg perlu kita perhatikan bukanlah seberapa besar indeks turun, melainkan saham-saham mana yg justru mulai dibeli saat harga melemah. Karena peluang terbaik di pasar seringkali muncul dari saham-saham yg berada dalam kondisi undervalued dan mulai mendapatkan dukungan pembelian.
Pas turun ada yg nyerap, itu malah lebih ada nilai dibanding pas naik cuma rame yg teriak bullish
Skrg sy lebih fokus ke saham yg habis turun dalam, tp fundamentalnya masih bagus💪
Peluang tuh seringnya justru muncul di posisi kayak gini
Ketika pasar mulai mengalami pergerakan yg terfragmentasi, kebanyakan orang hanya melihat adanya risiko. Namun bagi pelaku dana besar, mereka justru sedang melakukan hal yg berbeda, yaitu melakukan perpindahan kepemilikan di area harga rendah.
Oleh karena itu, kita harus memahami bahwa yg perlu kita perhatikan bukanlah sekadar fluktuasi harga, melainkan keputusan yg diambil oleh aliran dana di pasar. Seperti pada SCMA, banyak orang hanya melihat penurunan harga dalam jangka pendek, sehingga pergerakannya terlihat kurang kuat.
Iya, skrg kita harus fokus lihat ke mana arah aliran dana bergerak
Dividen tahun 2023: 6,5
Dividen tahun 2024: 10
Dividen tahun 2025: 27
Yield dividen juga ikut meningkat:
Tahun 2023: 4,7%
Tahun 2024: 7,7%
Tahun 2025: 11%
Yg tercermin di balik angka-angka ini bukan sekadar pergerakan harga, melainkan hal yg jauh lebih penting: arus kas perusahaan sedang menguat dengan cepat, dan kemampuan dalam membagikan dividen terus mengalami peningkatan.
Dalam kondisi seperti ini, ketika harga mengalami penurunan, bagi investor biasa hal itu terlihat sebagai risiko, namun bagi pelaku dana besar justru dipandang sebagai peluang.
Karena ketika sebuah perusahaan menunjukkan pertumbuhan dividen yg konsisten, serta yield yg terus meningkat, maka penurunan harga justru akan meningkatkan tingkat return yg bisa diperoleh.
Oleh karena itu, kemunculan long lower shadow yg kita lihat saat ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan sinyal yg cukup jelas bahwa terdapat aliran dana yg secara aktif melakukan akumulasi di area bawah.
SCMA ini logikanya keliatan jelas, dividen makin naik makin cepet, berarti fundamental perusahaannya mmg lagi makin kuat
Kalau ada yg nampung, berarti situasinya emg beda
Dana besar yg sesungguhnya tidak pernah masuk saat sentimen pasar sedang paling panas, melainkan justru mulai melakukan penempatan posisi ketika valuasi berada di bawah nilai wajarnya dan sentimen pasar berada di level terlemah.
Karena itu, ketika kita melihat dividen yg terus bertumbuh, yield yg semakin meningkat, dan di saat yg sama harga justru mengalami penyesuaian, maka besar kemungkinan yg sedang terjadi adalah aliran dana mulai masuk secara bertahap. Dalam situasi seperti ini, yg perlu kita lakukan bukan menebak arah pergerakan jangka pendek, melainkan menempatkan diri kita sejalan dengan arah pergerakan dana tersebut.
Jadi, apa pendekatan investasi yg benar? Sebenarnya bisa dirangkum dalam tiga prinsip yg sangat sederhana: masuk di area bawah, tahan posisi saat pasar berfluktuasi, dan realisasikan profit saat tren kenaikan berlangsung.
Kalau ingin benar-benar menghasilkan di pasar saham, maka disiplin untuk masuk di harga rendah dan kesabaran dalam menahan posisi adalah syarat mutlak.
Perlu dipahami juga bahwa pasar saat ini sedang mengalami pemisahan yg semakin jelas, aliran dana mulai terkonsentrasi, dan arah utama pasar semakin menguat. Konsekuensinya, saham-saham berkualitas dalam jangka panjang akan cenderung semakin mahal, sementara saham yg fundamentalnya lemah justru akan semakin tertekan.
Skrg pasar makin keliatan beda2 arahnya, kdpnnya kmgkinan besar yg kuat bakal makin kuat terus
Masuk dari bawah dulu, biar nanti pas naik, mental kita nggak gampang kebawa sama gerakan pasar
Saham gorengan makin dipegang malah makin bikin nggak nyaman😂
Jadi, kamu harus membuat satu pilihan yg jelas, apakah kamu ingin berada di sisi tren kenaikan atau justru berada di sisi yg akan tersingkir oleh pasar.
Kalau selama ini setiap kali melihat harga saham naik kamu langsung terburu-buru jual, dan pada akhirnya hanya bisa melihat saham yg kamu lepas itu justru terus naik lebih tinggi, atau setiap kali terjadi sedikit penurunan kamu langsung panik dan menjual, lalu belakangan baru sadar bahwa kamu justru menjual di level terendah, maka kondisi ini bukan soal keberuntungan, melainkan soal strategi yg belum tepat.
Karena itu, pada sesi sharing malam ini sy harap kamu bisa hadir tepat waktu, di kesempatan ini sy akan membahas secara khusus situasi seperti ini dan menjelaskan sebuah kerangka investasi di mana dengan alokasi sekitar 100 juta rupiah per tahun berpotensi berkembang menjadi lebih dari 5 miliar rupiah dalam jangka panjang, sampai jumpa lagi di sesi sharing malam ini ya.
Drg.Riska Fridiani Putri: Ngerti, jangan sampe kebawa fluktuasi jangka pndek terus strategi kita jdi berantakan😇
Dulu sy jg gitu, baru turun dikit langsung jual, eh habis jual malah langsung rebound 😭
Modal 100 juta bisa jadi 5 miliar, alias 50x lipet profitnya, itu gimana caranya ya bsa kejadian kyk gitu?
Wah, berarti kelas malem ini bener2 penting banget, sy pasti ikut belajar deh


