Selamat pagi teman-teman semuanya!
Meskipun pada pekan lalu pasar saham sempat mengalami penurunan tajam dengan volatilitas yg cukup besar, namun memasuki pekan terakhir bulan April 2026, pasar keuangan global justru sedang berada di fase yg paling sibuk sekaligus paling krusial tahun ini.
Pada pekan ini, kita akan dihadapkan secara bersamaan pada 5 keputusan suku bunga dari bank sentral utama dunia, data GDP kuartal pertama Amerika Serikat, serta indikator inflasi PCE yg menjadi acuan utama The Fed. Selain itu, laporan keuangan dari lima raksasa teknologi global yg memiliki bobot sangat besar di pasar juga akan dirilis.
Seluruh faktor ini memiliki potensi untuk memberikan dampak jangka panjang yg signifikan terhadap pasar keuangan. Tidak hanya pada saham, tetapi juga pada pergerakan harga emas, valuta asing, dan berbagai kelas aset lainnya, yg kemungkinan akan mengalami fluktuasi jangka pendek yg cukup jelas.
Oleh karena itu, pekan ini menjadi periode observasi yg sangat penting bagi kita untuk memahami arah perubahan pasar. Menurut pandangan sy, ini juga berpotensi menjadi pekan krusial yg menandai awal dari fase rebound secara menyeluruh di pasar saham.
Selamat pagi Pak Sutanto
Kalo 5 bank sentral besar ngumumin keputusan barengan, pasar pasti bakal fluktuasi lumayan kenceng
Berarti menurut Prof minggu ini ada peluang mulai rebound ya?
Tentu saja, seiring dengan pembukaan pasar hari ini dan munculnya rebound, sy yakin kalian juga bisa melihat bahwa apa yg sy bagikan pada hari Jumat lalu telah terkonfirmasi oleh pergerakan pasar.
Selain itu, setelah sesi siang hari ini, sy percaya kalian akan semakin melihat jelas adanya aliran dana yg masuk untuk akumulasi di area bawah, dan hal ini akan mulai mempercepat kenaikan pasar saham secara bertahap.
Lebih lanjut, menurut pandangan sy, aliran dana akumulasi kali ini juga berpotensi berlangsung dalam periode waktu yg cukup panjang. Terutama karena pada pekan ini, 5 bank sentral utama dunia — The Fed, Bank of Japan, Bank of Canada, European Central Bank, dan Bank of England, semuanya akan menggelar rapat kebijakan.
Jumat lalu walaupun pasar saham sempet turun dalam, tp di akhir sesi ada dana besar yg masuk, ini jelas tanda institusi lagi nyerok di bawah
Setelah pasar saham turun dalam, biasanya pasti bakal ada rebound
Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam lingkup tersebut, namun kita semua memahami bahwa kebijakan moneter dan suku bunga acuan di Indonesia dalam banyak hal tetap dipengaruhi oleh arah kebijakan Amerika Serikat.
Pada pertemuan kali ini, meskipun probabilitas The Fed untuk melakukan penyesuaian suku bunga tergolong sangat rendah, tetapi kenaikan harga minyak mentah yg signifikan akibat konflik di Timur Tengah dalam 2 bulan terakhir secara nyata telah memberikan dampak terhadap perekonomian global.
Termasuk pergerakan pasar saham Indonesia dalam 2 bulan terakhir, baik fase penurunan maupun rebound yg terjadi belakangan ini, memiliki keterkaitan yg cukup erat dengan dinamika konflik di Timur Tengah tersebut.
Oleh karena itu, setelah rangkaian rapat bank sentral ini selesai, dengan asumsi kebijakan moneter cenderung tetap stabil, hal ini berpotensi memberikan dukungan jangka menengah terhadap aliran dana asing yg masuk ke Indonesia. Dengan demikian, keberlanjutan dana akumulasi di area bawah pada siklus kali ini juga akan semakin menguat dan lebih terjaga.
Akhir2 ini isu paling panas di global itu konflik Timur Tengah, dampaknya ke pasar keuangan jg paling gede
Kmrn Trump ngalamin insiden penembakan pas hadirin jamuan di Gedung Putih😅
Dari sudut pandang makro, kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah kali ini telah memicu risiko stagflasi secara global, dan ini menjadi kekhawatiran utama para investor saat ini. Meskipun dalam waktu dekat dampak perang mulai mereda dan laju kenaikan harga energi terlihat melambat, namun kenaikan indikator PCE pada dasarnya tetap merupakan sesuatu yg sulit dihindari.
Kondisi ini pada akhirnya akan menempatkan The Fed dalam posisi yg cukup dilematis. Jika suku bunga dinaikkan untuk menekan inflasi, maka risiko perlambatan ekonomi bisa semakin dalam. Namun jika suku bunga diturunkan untuk menopang pertumbuhan, maka tekanan inflasi berpotensi berubah dari jangka pendek menjadi masalah jangka panjang.
Oleh karena itu, konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, pada tanggal 29 April akan menjadi fokus utama pasar global pekan ini. Ini juga menjadi momen penting bagi kita untuk membaca bagaimana pandangan The Fed terhadap persistensi inflasi, serta apakah rencana penurunan suku bunga akan ditunda hingga paruh kedua tahun 2026. Dan pada akhirnya, hal ini akan menjadi faktor paling krusial dalam menentukan arah pergerakan pasar saham Indonesia dalam 3 bulan ke depan.
Tentu saja, selain faktor-faktor makro tersebut, pada pekan ini 5 raksasa teknologi Amerika Serikat juga akan secara bersamaan merilis laporan kinerja, yaitu Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, dan Apple.
Seperti yg kita ketahui, fokus utama pasar saat ini terletak pada apakah belanja modal besar di bidang AI sudah benar-benar mulai tercermin dalam pertumbuhan pendapatan. Dan kelima perusahaan ini merupakan pihak dengan investasi terbesar di sektor AI.
Oleh karena itu, apakah laporan keuangan pekan ini mampu memenuhi ekspektasi pasar akan menjadi faktor paling krusial yg memengaruhi sektor teknologi. Selain itu, apakah momentum kenaikan saham teknologi AS dalam jangka pendek masih bisa berlanjut, juga akan memberikan dampak besar terhadap sentimen investasi global.
Mengingat dalam 3 tahun terakhir, antusiasme terhadap investasi di bidang AI telah menjadi pendorong utama arus modal global, sekaligus menjadi dasar apakah likuiditas dapat meluas ke pasar lain. Meskipun Indonesia sendiri belum memiliki perusahaan teknologi tinggi sekelas tersebut, namun sektor sumber daya seperti pertambangan dan energi tetap memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan dan operasional ekosistem AI secara global.
Kalau tgl 29 April sikapnya masih condong hawkish, fluktuasi pasar global pasti bakal makin gede lagi
Skrg yg paling ribet tuh energi, inflasi, sama pertumbuhan saling nyangkut jadi satu😅
Terakhir, faktor paling krusial di tingkat global saat ini adalah potensi penutupan Selat Hormuz, yg masih menjadi variabel terbesar dalam memengaruhi perekonomian dunia.
Kondisi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membuat harga minyak mentah tetap bertahan di level tinggi, sementara gangguan pada rantai pasok kini telah mencapai skala terluas sejak tahun 2022. Seiring dengan meningkatnya dinamika perdagangan, kebijakan tarif, serta volatilitas pasar, risiko perlambatan ekonomi global juga mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap.
Dalam fase seperti ini, baik emas maupun logam non-ferrous secara arah jangka panjang memiliki kecenderungan kenaikan yg cukup kuat dan relatif jelas. Inilah alasan utamanya mengapa saham-saham sektor energi seperti BUMI, meskipun sempat mengalami penurunan pada hari Jumat, justru mampu menunjukkan rebound yg cepat pada hari ini.
Selama harga minyak mentah msh bertahan di level tinggi dan geraknya naik-turun, pasar global bakal susah buat bnr2 tenang sepenuhnya
Garis ini ke dpnnya menurut saya masih bakal sering lanjut menguat lg
Hari ini rebound pasar sahamnya blm terlalu kuat, semoga nanti sore bs naik lebih kenceng lagi deh💪
Oleh karena itu, melalui perubahan dan dampak dari berbagai indikator makro global pada pekan ini, ditambah dengan rilis laporan keuangan perusahaan serta dinamika terkait Selat Hormuz, ada satu hal yg menjadi semakin krusial.
Yaitu, ketika IHSG mulai membentuk area dasar, dan pada hari Jumat lalu hampir seluruh saham mengalami penurunan tajam, apakah kalian memiliki keberanian untuk melakukan akumulasi di area bawah, atau justru menjual saham di level terendah.
Keputusan tersebut akan menjadi penentu utama apakah dalam jangka pendek kalian bisa memperoleh hasil yg optimal. Sy juga meyakini bahwa seiring dengan dirilisnya berbagai indikator fundamental secara bertahap pekan ini, serta masuknya aliran dana akumulasi, pasar akan menunjukkan kelanjutan rebound yg semakin jelas.
Dan saham-saham yg dibeli pada harga rendah akan mulai menunjukkan kenaikan secara bertahap. Ok, untuk sesi pagi ini kita cukupkan sampai di sini, kita lanjutkan kembali pada sesi siang nanti.
Bnyk orang justru paling pengen jual di level terendah, padahal peluang seringnya malah ada di situ jg
Minggu lalu pasar turun krna faktor eksternal sama tekanan dana short, abis turun dalam biasanya bakal ada rebound lagi💪
Hari ini BUMI reboundnya lumayan gede nih 👍


