Selamat malam semuanya,
Dalam 1 pekan ini, seiring dengan terjadinya rebound yg cukup menyeluruh di pasar saham, kita bisa melihat bahwa sentimen pasar mulai berubah secara signifikan. Dari yg sebelumnya cenderung hati-hati bahkan diliputi kepanikan, kini perlahan beralih menjadi lebih optimis.
Cukup bnyk saham yg dalam waktu relatif singkat menunjukkan kenaikan yg cukup jelas, bahkan di beberapa kasus terjadi lonjakan yg cepat. Dalam kondisi seperti ini, sy juga menerima bnyk pertanyaan dari teman-teman: Apakah ini berarti fase penurunan sebelumnya sudah benar-benar berakhir? Apakah ke depannya pasar akan mulai masuk ke fase kenaikan yg lebih stabil?
Met mlm pak Sutanto
Untuk pertanyaan ini, sy harus menjawab dengan sangat rasional dan juga secara jujur kepada kalian. Sy tidak akan memberikan jawaban yg bersifat pasti secara mutlak, karena dalam pasar apa pun, termasuk pasar saham, prediksi terhadap masa depan pada dasarnya selalu mengandung ketidakpastian.
Tidak ada satu pun individu yg mampu memastikan pergerakan pasar besok, atau bahkan fase berikutnya, dengan tingkat akurasi 100%. Apalagi jika berbicara soal klaim kepastian yg berlebihan seperti 1000% benar.
Seperti kondisi yg kita hadapi saat ini, meskipun berdasarkan informasi yg tersedia peluang tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat, dan pasar telah lebih dulu merespons dengan penurunan persepsi risiko, hal tersebut tidak berarti bahwa risiko telah sepenuhnya hilang.
Proses negosiasi masih memiliki kemungkinan untuk gagal, dan apa yg kita kenal sebagai peristiwa “black swan” tidak pernah datang dengan pemberitahuan sebelumnya.
Oleh karena itu, dalam situasi seperti ini, apabila kita menempatkan seluruh fokus hanya pada upaya menebak apakah pasar selanjutnya akan naik atau turun, maka pada dasarnya kita telah masuk ke dalam cara berpikir yg kurang tepat dalam berinvestasi.
Iya betul, nggak ada yg bs nebak tiap kenaikan pasar dgn akurat, kalau ada sih udah jadi legenda dr dulu
Paling cuma bisa kira2 arah tren jangka pjang aja
Dalam sharing sy kemarin malam maupun siang hari ini, sy juga telah berulang kali menekankan satu pandangan utama. Dibandingkan berusaha memprediksi pasar, jauh lebih penting bagi kita untuk mampu merespons pasar.
Karena pada akhirnya, yg benar-benar menentukan apakah kamu bisa memperoleh profit bukannya apakah kamu berhasil menebak arah pergerakan pasar dengan tepat. Melainkan, apakah dalam berbagai kondisi pasar yg berbeda, kamu memiliki suatu pendekatan atau kerangka strategi yg tetap konsisten dan efektif untuk dijalankan.
Kita dapat secara sederhana membagi kondisi pasar ke dalam beberapa situasi. Situasi pertama adalah fase ketika pasar berada dalam tren kenaikan. Pada fase ini, sebagian besar saham memang mengalami kenaikan, namun perbedaan kinerja antar saham tetap akan terjadi.
Dalam kondisi seperti ini, yg menjadi kunci bukanlah apakah kamu mampu memilih saham yg paling kuat, melainkan apakah kamu sudah berada di dalam pasar dan memiliki kepemilikan pada aset-aset inti yg berkualitas.
Situasi kedua adalah fase pasar bergerak dalam kondisi fluktuatif atau sideways. Pada fase ini, pergerakan indeks relatif terbatas, namun perbedaan kinerja antar saham justru menjadi sangat signifikan.
Dalam kondisi seperti ini, yg menjadi kunci adalah struktur portofolio dan kesabaran, bukan aktivitas transaksi yg terlalu sering.
Situasi ketiga adalah fase ketika pasar berada dalam tren penurunan. Pada fase ini, sentimen cenderung pesimis dan harga saham mengalami penurunan yg relatif cepat.
Namun justru dalam kondisi seperti ini, sering kali terbentuk titik awal bagi potensi profit di masa depan. Tentu saja dengan satu prasyarat penting, yaitu kamu memiliki kesiapan dana, disiplin dalam menjalankan strategi, serta perencanaan yg jelas.
Pasar mau jalan ke mana itu bukan yg paling penting, yg penting kita punya rencana buat ngadepinnya
Punya dana, disiplin, sama rencana, 3 hal ini sbnrnya jauh lebih penting daripada sekadar analisa teknikal💪
Pembagian kayak gini jelas banget, gampang dipahamin
Oleh karena itu, kamu akan menyadari bahwa naik turunnya pasar pada dasarnya hanyalah faktor eksternal. Yg benar-benar menentukan hasil akhir adalah sistem atau kerangka investasi yg kamu miliki sendiri.
Atas dasar itu pula, sy selalu menekankan satu arah pemikiran kepada kalian semua: yg perlu kita capai bukanlah menjadi pihak yg paling akurat dalam memprediksi pasar, melainkan menjadi investor yg mampu bertahan dan tetap menghasilkan uang dalam berbagai kondisi pasar.
Ketika kamu memiliki pola pikir seperti ini, akan terjadi perubahan yg sangat besar dalam cara kamu memandang investasi. Kamu tidak lagi diliputi kecemasan apakah saat ini merupakan level tertinggi, dan juga tidak lagi terjebak dalam keraguan apakah pasar masih akan kembali mengalami penurunan.
Karena kamu memahami bahwa apa pun arah pergerakan pasar ke depannya, kamu telah memiliki strategi yg sesuai untuk menghadapinya. Inilah yg pada akhirnya membentuk rasa aman yg sesungguhnya dalam berinvestasi.
Oleh karena itu, kembali pada pertanyaan awal:
Apakah kenaikan dalam fase ini akan berlanjut?
Apakah tren penurunan sudah benar-benar berakhir?
Sebenarnya, jawabannya tidaklah menjadi hal yg paling penting. Yg benar-benar penting adalah, apa pun jawabannya, apakah kamu sudah benar-benar siap menghadapinya.
Ngerti, kalo udah punya pola pikir kyk gini, kita tinggal fokus ke arah besarnya aja, terus pegang dengan tenang
Jika kamu benar-benar sudah siap, maka selanjutnya sy ingin menyampaikan satu hal yg mungkin tidak nyaman untuk dihadapi, namun sangat penting untuk dipahami. Yaitu bahwa yg benar-benar menentukan apakah kamu bisa meraih profit besar, bukanlah fase pasar bullish, melainkan justru pada saat krisis.
Banyak orang ketika mendengar istilah “skenario terburuk”, reaksi pertama yg muncul adalah rasa takut. Jika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran gagal, jika konflik semakin meluas, jika pasar saham kembali mengalami penurunan yg signifikan, apakah itu berarti risiko menjadi semakin besar? Apakah dalam kondisi seperti itu kita justru seharusnya menghindari pasar?
Namun yg ingin sy sampaikan kepada kalian adalah, bagi mereka yg tidak memiliki persiapan, krisis adalah sebuah bencana. Tetapi bagi mereka yg sudah siap, krisis justru merupakan sebuah peluang. Jika kita melihat kembali ke dalam sejarah, sebenarnya jawabannya sangat jelas.
Dalam krisis keuangan Asia tahun 1997, perekonomian di seluruh kawasan Asia Tenggara mengalami guncangan yg sangat berat. Nilai mata uang terdepresiasi tajam, banyak perusahaan mengalami kebangkrutan, dan harga aset anjlok secara signifikan.
Di mata sebagian besar masyarakat, kondisi tersebut merupakan pukulan yg bersifat menghancurkan. Namun pada saat yg sama, ada pihak-pihak yg justru berhasil melakukan lonjakan besar dalam hal kekayaan.
George Soros adalah salah satu contoh yg sangat jelas. Dalam periode krisis tersebut, melalui strategi short terhadap kurs mata uang, ia berhasil memperoleh profit hingga puluhan miliar dolar AS.
Buat yg gak siap, krisis itu bencana, tp buat yg udah siap, itu justru jadi peluang
Bpak pake contoh krisis Asia taon 97 buat jelasin logika ini, pas bngt sih 😂
Kita juga bisa melihat pada krisis keuangan global tahun 2008. Pada saat itu, pasar properti di Amerika Serikat runtuh, sistem perbankan mengalami guncangan, dan kepanikan menyebar ke seluruh pasar global.
Bagi sebagian besar orang, periode tersebut merupakan kenangan yg sangat menyakitkan. Namun pada saat yg sama, John Paulson melalui strategi yg telah dipersiapkan sebelumnya terhadap runtuhnya pasar subprime mortgage, berhasil meraih profit lebih dari 20 miliar dolar AS.
Bahkan jika kita melihat lebih jauh ke belakang, pada salah satu krisis ekonomi paling parah dalam sejarah manusia, yaitu Great Depression. Pada fase tersebut, pasar hampir mengalami kehancuran total, dan harga saham anjlok hingga terlihat seolah tidak memiliki nilai.
Namun justru pada periode itulah, Jesse Livermore menjadi salah satu trader paling legendaris dalam sejarah, dengan mampu mengakumulasi kekayaan yg luar biasa di tengah kondisi pasar yg ekstrem.
Jika kita melihat lebih dekat lagi, pada masa pandemi tahun 2020, pasar mengalami penurunan tajam akibat kepanikan, dan aktivitas global sempat terhenti.
Namun, apabila pada fase tersebut kamu melakukan pembelian terhadap aset-aset inti yg berkualitas dan mampu menahannya selama 1 tahun, kamu akan menyadari bahwa tingkat profitnya jauh melampaui sebagian besar peluang investasi yg mungkin ditemui dalam seumur hidup.
Kalo bandingin bbrpa krisis ini, keliatan banget uang gede biasanya justru didapetin pas lagi panik
Bahkan jika kita tidak membahas para investor legendaris yg berhasil meraih profit besar di tengah krisis, cukup dengan melihat institusi manajemen aset kelas dunia, jawabannya sebenarnya sudah sangat jelas.
Lembaga seperti Blackstone, Vanguard, Fidelity Investments, dan State Street, dalam beberapa dekade terakhir telah melalui berbagai krisis keuangan dengan fluktuasi harga aset yg sangat signifikan.
Namun jika kita melihat dalam perspektif jangka panjang, akan terlihat satu hal yg sangat penting, yaitu skala aset yg mereka kelola tidak pernah mengalami stagnasi dalam jangka panjang akibat krisis. Sebaliknya, justru terus mencetak rekor tertinggi dari waktu ke waktu.
Jika kita mengambil Vanguard sebagai contoh, dan melihat kembali periode 25 tahun dari tahun 2000 hingga 2025, kita akan menemukan bahwa mereka telah melalui pecahnya gelembung dot-com, krisis keuangan global 2008, serta guncangan pandemi pada tahun 2020.
Tiga peristiwa tersebut merupakan tekanan sistemik berskala global, yg jika terjadi pada saat ini, hampir pasti akan menimbulkan kepanikan bagi sebagian besar investor. Namun pada kenyataannya, skala aset yg dikelola oleh Vanguard tetap menunjukkan pertumbuhan yg stabil dan berkelanjutan.
Orang biasa begitu liat pasar turun bnyk lgsg panik, sementara dana bsar malah pelan2 ngumpulin aset murah
Makanya yg sbnernya hrs dipikirin itu bukan takut sama krisisnya, tapi tiap krisis datang kita bs nemuin peluangnya atau gk
Institusi besar bisa terus berkembang itu sebenernya krna mereka selalu berdiri di sisi aset unggulan dan logika jangka panjang🙏
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya sebenarnya sangat sederhana, dan inilah yg sejak hari Minggu terus sy tekankan kepada kalian sebagai logika inti. Mereka tidak pernah bergantung pada upaya memprediksi pasar, melainkan memilih untuk memiliki pasar itu sendiri.
Pendekatan investasi yg mereka gunakan juga tidaklah rumit. Mereka tidak mengejar tren jangka pendek, tidak berusaha menebak level tertinggi maupun terendah, serta tidak melakukan penyesuaian portofolio secara berlebihan.
Sebaliknya, mereka berfokus pada kepemilikan jangka panjang terhadap perusahaan-perusahaan inti yg paling representatif dan berkualitas tinggi di dalam pasar.
Oleh karena itu, kita dapat menarik satu kesimpulan yg sangat penting. Bahkan jika terjadi krisis keuangan global yg menyebabkan pasar saham mengalami penurunan besar dalam jangka waktu yg panjang, hal tersebut tidak akan mengubah logika pertumbuhan dana dalam jangka panjang.
Yg berubah hanyalah harga dalam jangka pendek, namun tidak mengubah tren jangka panjang. Sampai di saat ini, pada dasarnya kamu sudah berada di sebuah persimpangan pilihan. Jika penurunan pasar saham benar-benar kembali terjadi, jalan mana yg akan kamu pilih?
Jalur pertama adalah menjadi investor oportunis, yaitu seperti Jesse Livermore, George Soros, maupun John Paulson.
Mereka mengambil posisi besar pada momen-momen krusial, menggunakan tingkat leverage atau konsentrasi yg sangat tinggi, untuk meraih profit dalam jumlah besar dalam waktu yg relatif singkat.
Jalur ini memiliki daya tarik yg sangat kuat, karena menawarkan potensi return yg tinggi, kecepatan akumulasi yg luar biasa, serta kisah-kisah yg tampak begitu spektakuler.
Namun kalian juga harus melihat sisi lainnya. Jesse Livermore pada akhirnya mengalami kebangkrutan dan menghadapi akhir yg sangat tragis. George Soros, setelah mencapai puncaknya, secara bertahap mundur dari garis depan.
John Paulson, setelah meraih ketenaran, mengalami beberapa kesalahan investasi dan pada akhirnya membubarkan dana kelolaannya. Mereka memang mewakili puncak kesuksesan, namun tidak mencerminkan keberlanjutan yg stabil dalam jangka panjang.
Jalur kedua adalah menjadi investor berbasis sistem, yaitu seperti institusi seperti Vanguard atau sosok seperti Warren Buffett. Pendekatan ini tidak mengejar kekayaan dalam semalam, tidak bergantung pada satu keputusan tunggal, dan tidak mengambil risiko yg bersifat ekstrem.
Sebaliknya, melalui waktu serta kepemilikan yg terdiversifikasi pada aset-aset inti, pertumbuhan dicapai secara berkelanjutan. Jalur ini mungkin terlihat tidak terlalu menarik, bahkan bagi sebagian orang terasa membosankan.
Bnyk orang cuma lihat pas mereka lagi paling sukses, tapi nggak lihat risiko besar yg mereka tanggung di blkgnya
Yang bnr2 cocok buat orang biasa itu bukan jalan yang spektakuler, tapi cara yang bsa bikin kita bertahan lama
Namun jalur ini memiliki satu keunggulan terbesar, yaitu dapat direplikasi, berkelanjutan, dan dapat terus diperbesar skalanya. Dalam lebih dari 20 tahun pengalaman investasi sy, sy telah melihat begitu banyak investor yg sangat unggul.
Ada yg mampu memanfaatkan satu peluang hingga melipatgandakan modalnya, bahkan berkali-kali lipat. Ada juga yg melalui satu fase pasar tertentu, dalam waktu singkat dapat memperoleh hasil yg setara dengan beberapa tahun, bahkan satu dekade profit orang lain.
Namun yg benar-benar memberikan kesan mendalam bagi sy, bukanlah mereka yg mengalami lonjakan dalam jangka pendek, melainkan mereka yg mampu menghasilkan profit secara konsisten selama 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan lebih lama.
Karena realitanya, orang yg mampu meraih profit besar dalam jangka pendek jumlahnya cukup banyak. Namun mereka yg mampu menghasilkan profit secara stabil dalam jangka panjang justru sangat sedikit.
Dan mereka yg sempat memperoleh profit besar dalam waktu singkat, sering kali pada akhirnya akan mengembalikan seluruh profit tersebut, bahkan mengalami kerugian atas modal, hanya karena satu keputusan yg keliru. Oleh karena itu, kembali pada pertanyaan yg paling mendasar: apakah pasar masih akan kembali mengalami penurunan?
Pertanyaan tersebut sebenarnya tidaklah terlalu penting. Yg benar-benar penting adalah, kamu ingin menjadi investor seperti apa?
Apakah mengejar satu peluang yg bisa mengubah nasib dalam sekejap, atau membangun sebuah sistem kekayaan yg dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Pilihan pribadi sy sebenarnya sangat sederhana, dan tidak pernah berubah. Yaitu menghasilkan uang secara stabil, berkelanjutan, dan dalam jangka panjang.
Yg bisa cuan dobel dlm waktu singkat itu di pasar bnyk, tapi yg bs konsisten dptin profit 5–10 thn itu dikit bngt
Pak Sutanto dari awal selalu tekankan stabil, konsisten, dan jangka pjang, menurut saya ini yg paling susah tp justru paling berharga💪
Sy jg lebih setuju sama jalur jngka pjng ini😁
Karena hanya dengan cara seperti ini, kekayaan kamu tidak lagi bergantung pada keberuntungan, melainkan bertumpu pada sebuah sistem.
Oleh karena itu, sy juga berharap kamu benar-benar dapat memikirkan pertanyaan ini dengan serius. Ketika peluang benar-benar datang, apakah kamu ingin mengambil risiko untuk satu kali pertaruhan, atau membangun kemenangan yg bisa bertahan seumur hidup?
Oleh karena itu, dalam sharing pekan depan, sy akan fokus mengajak kalian untuk melakukan satu hal yg sangat penting, yaitu bagaimana secara sistematis memperoleh pendapatan yg lebih optimal dalam kondisi pasar saat ini.
Ini mencakup bagaimana mempersiapkan struktur dana sejak awal, bagaimana melakukan akumulasi bertahap pada aset-aset inti, serta bagaimana memanfaatkan fase penurunan untuk justru memperbesar potensi pendapatan, bukan sekadar secara pasif menerima volatilitas pasar.
Seluruh hal ini akan sy jelaskan secara bertahap dan terstruktur, agar kalian dapat memahaminya dengan jelas dan dapat langsung menerapkannya.
Justru karena alasan inilah, pada bulan Maret ketika pasar saham mengalami penurunan yg cukup tajam dan sentimen berada di titik yg sangat pesimis, kinerja portofolio kita secara keseluruhan tetap mampu terjaga relatif stabil, bahkan masih menghasilkan return yg cukup baik.
Hal ini bukanlah semata-mata karena keberuntungan, melainkan hasil dari arah strategi yg memang sudah tepat sejak awal.
Namun di saat yg sama, kita juga harus tetap memiliki kesadaran yg jernih terhadap satu hal. Jika ke depannya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengalami dinamika, bahkan berujung pada kegagalan, sehingga mendorong pasar kembali masuk ke dalam fase penurunan berikutnya.
Ngerti, jd emang hrs pilih saham yg berkualitas, terus dihold long term buat dapetin profit
Dalam kondisi seperti itu, pasar pasti akan kembali melahirkan sekelompok pelaku yg mampu meraih profit besar dalam jangka pendek.
Namun jika kita memperluas perspektif waktu, akan terlihat dengan jelas bahwa yg benar-benar mampu menghasilkan profit secara konsisten tetaplah mereka yg memiliki sistem yg jelas dan struktur yg stabil, yaitu pendekatan investasi seperti yg diwakili oleh Vanguard.
Oleh karena itu, pada tahap saat ini, hal yg benar-benar penting bukanlah apakah pasar selanjutnya akan naik atau turun, ataupun apakah suatu saham masih akan naik 20% lagi.
Melainkan, metode apa yg kamu pilih untuk berpartisipasi di pasar ini. Apakah kamu memilih mengandalkan penilaian jangka pendek, mengejar fluktuasi, dan mencari peluang sesaat, atau memilih membangun portofolio, memiliki aset-aset inti, serta memanfaatkan waktu untuk memperbesar hasil investasi.
Pilihan ini akan secara langsung menentukan hasil investasi kamu dalam beberapa tahun ke depan, bahkan hingga satu dekade mendatang.
Pak Sutanto, skrg kita harus gimana caranya milih portofolio saham yg bagus ya?
Tentu saja, sy juga selalu meyakini satu hal. Selama kamu memiliki persiapan yg matang, penurunan pasar tidak pernah benar-benar menjadi risiko, melainkan justru merupakan peluang.
Ketika orang lain keluar dari pasar karena kepanikan, ketika harga ditekan turun oleh sentimen, justru pada momen itulah titik awal dari peluang pendapatan yg lebih besar mulai terbentuk.
Oleh karena itu, dalam sharing pekan depan, sy akan fokus mengajak kalian untuk melakukan satu hal yg sangat penting, yaitu bagaimana secara sistematis memperoleh pendapatan yg lebih optimal dalam kondisi pasar saat ini.
Ini mencakup bagaimana mempersiapkan struktur dana sejak awal, bagaimana melakukan akumulasi bertahap pada aset-aset inti, serta bagaimana memanfaatkan fase penurunan untuk justru memperbesar potensi pendapatan, bukan sekadar secara pasif menerima volatilitas pasar.
Seluruh hal ini akan sy jelaskan secara bertahap dan terstruktur, agar kalian dapat memahaminya dengan jelas dan dapat langsung menerapkannya.
Ambil aset inti secara bertahap, cara kyk gini mmg jauh lebih stabil dibanding lgsg msuk sekaligus
Turun itu emang peluang 💪
Terakhir, sy juga ingin menyampaikan satu hal yg cukup realistis kepada kalian. Dukungan kalian setiap hari sebenarnya sangat berarti bagi sy.
Karena di dalam Akademi Investasi Cerdas, sy bertanggung jawab atas konten sharing dan pengajaran, sementara sistem AI dan berbagai sumber daya lainnya dikembangkan oleh tim yg lain. Bagi sy pribadi, partisipasi, masukan, dan dukungan dari kalian sendiri merupakan indikator yg paling penting.
Oleh karena itu, sy juga berharap setiap dari kalian dapat memberikan interaksi sederhana setiap harinya. Satu bentuk dukungan kecil sekalipun, pada dasarnya sudah turut mendorong sistem ini untuk terus berkembang menjadi lebih baik.
Dan sy pun akan terus berkomitmen, dalam setiap sharing ke depannya, untuk menghadirkan lebih banyak materi yg benar-benar bermanfaat, yg dapat langsung diterapkan, serta yg pada akhirnya mampu membantu kalian dalam menghasilkan uang.
Selain itu, untuk semua teman yg telah memberikan dukungan, kami juga akan meminta tim asisten untuk melakukan pencatatan dengan baik, dan sesuai dengan kesepakatan, kami akan menyiapkan beberapa bentuk apresiasi tambahan bagi kalian.
Meskipun bukan sesuatu yg besar, namun ini merupakan bentuk perhatian sy, sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan yg telah kalian berikan.
Karena hari ini adalah hari Jumat, sy tidak akan membahas terlalu panjang. Sy ingin memberikan waktu bagi kalian untuk merenungkan, merapikan pemahaman, sekaligus beristirahat dengan baik. Selamat menikmati akhir pekan.
Akhir2 ini penjelasannya makin detail, kerasa banget Pak Sutanto memang serius ngerjain ini 👍
Di tim ada yg urusin sistem, ada yg fokus ke konten, kalo digabung kayak gini emang jd lebih solid
Sbnernya orang2 pda terus aktif juga krna yg bpk jelasin mmg ngebantu 🙏
Ada bonus sih pasti bikin seneng, tp menurut saya yg lebih penting itu sharing kontennya ke dpnnya
Blkngan ini kualitas kontennya tinggi banget, sy sampe tiap hari catetin
Selamat malam semuanya,🌸
Pak Sutanto udah siapin bbrp pilihan portofolio saham utk kalian.
Ada yg cocok utk dana besar, yaitu 20 saham, dan jg ada yg cocok utk dana kecil, yaitu 5 saham. Khusus utk investor Muslim, jg udah disiapin 2 pilihan saham yg sesuai.
Kalau kalian tertarik investasi di pasar saham AS atau Singapura, Pak Sutanto jg udah siapin daftar sahamnya.
👇Kalau ada yg butuh, bisa langsung hubungi sy, utk list sahamnya bisa didapetin secara gratis yah!





