Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Jumat, 17 April 2026

Analisa Pasar 17 April 2026 Siang

Siang semuanya,

Pada sesi pagi hari ini, pasar saham utama di Asia secara umum mengalami pergerakan fluktuatif disertai penyesuaian. Pasar Jepang, Korea Selatan, hingga Hong Kong, secara luas mencatat pelemahan dalam berbagai tingkat. Namun demikian, kita dapat melihat dengan sangat jelas bahwa IHSG justru menunjukkan kinerja yg relatif stabil.

Tidak hanya tidak mengalami penurunan yg signifikan, bahkan dalam kondisi fluktuasi, IHSG tetap mampu mempertahankan kestabilan yg cukup baik. Hal ini sebenarnya mengirimkan satu sinyal yg sangat penting, yaitu bahwa aliran dana mulai membentuk ekspektasi yg semakin stabil terhadap pasar Indonesia.

Dalam kondisi seperti saat ini, ketika pasar global masih dipenuhi oleh ketidakpastian, aliran dana bergerak cepat antar berbagai pasar.

Dan dalam situasi seperti ini, kemampuan suatu pasar untuk bertahan tanpa mengalami penurunan justru mencerminkan kekuatan relatif yg signifikan.

Fenomena ini tentu saja tidak terjadi tanpa alasan. Jika dilihat dari sisi struktur pasar, setidaknya terdapat tiga faktor utama yg mendasarinya.

Kalau diliat hari ini, pasar saham kita emang cukup stabil

Pasar lain pada koreksi, IHSG msh bisa tahan, ini nunjukin dana blm kabur kemana2

Sektor bank, energi, sama tambang yg jdi penopang ini mmg dari awal lbh gampang buat bertahan di kondisi kyk gini

Bnyk orang cuma fokus naik apa nggak, padahal kemampuan tahan turun itu sendiri udah jadi sinyal paling kuat

1. Karakter defensif masih memiliki daya tarik. Struktur pasar saham Indonesia yg didominasi oleh sektor perbankan, energi, dan pertambangan membuatnya cenderung lebih diminati dalam kondisi pasar yg berfluktuasi.

2. Kenaikan sebelumnya relatif lebih moderat. Dibandingkan dengan beberapa pasar lain yg sudah mengalami lonjakan cepat, pasar Indonesia secara keseluruhan masih berada di level yg relatif lebih rendah, sehingga tekanan penyesuaiannya juga lebih terbatas.

3. Aliran dana mulai mencari pasar dengan valuasi yg lebih menarik. Ketika sebagian pasar sudah berada pada tingkat valuasi yg tinggi, dana secara alami akan mengalir ke wilayah yg menawarkan valuasi lebih wajar serta pergerakan yg lebih terkendali.

Oleh karena itu, dalam kondisi saat ini, poin terpenting yg perlu dipahami adalah bahwa kemampuan pasar untuk bertahan dari tekanan justru sering kali menjadi sinyal awal dari potensi kenaikan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sentimen pasar sedang terus membaik, dan selera risiko juga mengalami peningkatan.

Dengan demikian, besar kemungkinan pasar akan segera memasuki fase catch-up rally. Karena pada dasarnya, pasar yg mampu bertahan saat yg lain mengalami penurunan, akan memiliki fondasi yg lebih kuat untuk naik pada fase berikutnya. Inilah alasannya mengapa dalam pekan ini sy tetap secara konsisten menyarankan untuk melanjutkan akumulasi saham.

Menurut saya, peluang buat nyusul naik di fase berikutnya msh kebuka nih💪

Terlebih lagi pada fase saat ini, kita bisa melihat dengan sangat jelas bahwa saham-saham energi seperti BUMI sudah menunjukkan kenaikan yg cukup signifikan.

Dalam konteks seperti ini, sy juga berulang kali menekankan bahwa saham sektor energi tentu masih layak untuk dipertahankan, bahkan ketika terjadi penyesuaian, masih dapat dipertimbangkan untuk kembali masuk. Namun pada saat yg sama, ada satu hal yg perlu kita pikirkan lebih dalam, yaitu di mana letak peluang pada fase berikutnya?

Potensi perkembangan saham energi memang masih cukup gede

Iya, kita hrs bisa nemuin peluang di fase berikutnya lebih awal dan ikut msk dari awal

Inilah alasannya mengapa pada sesi pagi tadi sy membagikan pandangan bahwa SCMA merupakan salah satu arah inti dari saham bertumbuh. Pada tahap saat ini, SCMA sebenarnya masih belum benar-benar memulai fase kenaikannya.

Jika dilihat dari struktur pergerakan saat ini, SCMA masih berada di area harga yg relatif rendah dan termasuk dalam fase akumulasi awal. Dengan demikian, dari sisi valuasi, SCMA justru menawarkan rentang harga yg lebih menarik, margin keamanan yg lebih baik, serta potensi elastisitas kenaikan yg lebih besar.

Pada saat yg sama, kalian juga perlu memahami satu pola penting. Saham-saham yg sy bagikan kepada kalian, sangat jarang direkomendasikan setelah mengalami kenaikan yg signifikan.

Sebaliknya, dalam sebagian besar kasus, sy justru menyarankan untuk melakukan akumulasi secara bertahap ketika harga sedang mengalami penurunan. Namun, SCMA merupakan sebuah pengecualian relatif dalam kerangka ini. Jika dibandingkan dengan level harga terendahnya, saham ini sebenarnya sudah mengalami kenaikan sekitar 30%.

Lalu mengapa sy masih menyatakan bahwa ini tetap merupakan strategi left-side trading? Alasannya sangat sederhana. Karena dalam kerangka analisis sy, hanya ada satu prinsip inti: yg sy perhatikan bukanlah apakah harga sudah naik, melainkan apakah nilai intrinsiknya masih berada dalam kondisi undervalued.

SCMA di posisi skrg blm keluar dari area undervalued, ke dpnnya masih ada potensi lanjut naik

Bnyk org baru liat naik dikit aja udah takut msuk, padahal fase kenaikan utama bs aja blm mulai

Dari struktur saat ini, ada satu logika penting yg wajib kalian pahami. EMTK sebagai perusahaan induk dari SCMA, harga sahamnya sudah masuk ke fase kenaikan yg cukup jelas. Bahkan bisa dikatakan, EMTK telah menyelesaikan tahap pertama dari proses revaluasi nilainya.

Di pasar modal, biasanya ada satu fenomena yg sangat umum terjadi: perusahaan induk bergerak naik terlebih dulu, kemudian diikuti oleh anak perusahaan yg mengalami kenaikan lanjutan.

Kenaikan pada perusahaan induk pada dasarnya mencerminkan bahwa pasar sedang melakukan penilaian ulang terhadap nilai keseluruhan grup. Hal ini juga menunjukkan adanya pengakuan dari aliran dana terhadap rantai industri yg terkait, serta peningkatan sentimen dan ekspektasi pasar.

Ketika ekspektasi seperti ini mulai terbentuk, biasanya dana akan mulai mencari aset-aset lain yg belum mengalami kenaikan, namun memiliki dasar logika yg sama. Di sinilah letak peluang utama SCMA saat ini.

Dari sisi fundamental, tidak terdapat permasalahan yg signifikan. Arus kas tetap stabil, dan tingkat dividen dalam jangka panjang tergolong tinggi. Namun, dari sisi harga, pergerakannya masih belum sepenuhnya mencerminkan transmisi nilai yg berasal dari kenaikan perusahaan induknya.

Dari sudut pandang strategi, membangun posisi di SCMA saat ini pada dasarnya berarti melakukan satu hal utama, yaitu berpartisipasi lebih awal dalam proses transmisi nilai.

Dengan kata lain, EMTK merepresentasikan nilai yg sudah diakui oleh pasar, sementara SCMA merepresentasikan nilai yg belum sepenuhnya tercermin dalam harga. Karena itu, esensi dari transaksi ini bukanlah mengejar kenaikan harga, melainkan melakukan positioning lebih awal ketika nilai tersebut belum sepenuhnya ditemukan oleh pasar.

Secara fundamental, ini merupakan bentuk arbitrase struktural yg masih memiliki margin of safety. Oleh karena itu, sy menekankan kepada kalian semua bahwa pada tahap saat ini, SCMA sudah seharusnya mulai dipertimbangkan untuk masuk dalam alokasi investasi secara proporsional. Ok deh, untuk sesi sharing siang ini kita cukupkan sampai di sini dulu, kita lanjutkan kembali pada sesi malam nanti.

Saya sdah ngerti logikanya, EMTK sdah duluan naik, malah SCMA keliatan kayak blm sepenuhnya dilirik pasar

Ini bukan ngejar harga tinggi, justru lbh ke ambil posisi duluan sblom pasar sepenuhnya sadar

Kalau induknya aja udh mulai direvaluasi ulang, SCMA kdpnnya dilirik dana itu tinggal soal waktu aja

SCMA skrg emg keliatan kayak lagi di bawah sambil nunggu giliran naik💪

Kyknya masih ada ruang naik lagi.