Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Minggu, 05 April 2026

Materi Sharing 10 : Apakah ada suatu metode yg bisa membuat kita mendapatkan keuntungan secara stabil di pasar saham, bahkan sampai tidak mengalami kerugian?

Selamat malam semuanya,

Pertama2 , saya ingin menyampaikan permohonan maaf. Tadi siang ada tamu yang datang ke rumah secara mendadak, sehingga karena harus menerima tamu, sharing hari ini sedikit tertunda.

Di sini, sy juga ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan kalian selama ini. Justru karena kalian terus aktif bertanya, berdiskusi, dan memberikan feedback terkait kondisi pasar di dalam grup, sistem AI kami dapat terus mengumpulkan data nyata dan meningkatkan kemampuan analisisnya secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi, Akademi Investasi Cerdas juga telah menyiapkan program khusus dalam waktu dekat. Kalian cukup mengirimkan “999” di dalam grup setiap hari untuk mendapatkan reward yg sesuai.

Selain itu, kami juga mengundang kalian untuk terus mendukung Akademi Investasi Cerdas dan mengikuti informasi lebih lanjut melalui website resmi: https://www.akademivab.com

Pak Sutanto, ini website akademi kmu ya? Nanti sy bakal cek dgn serius.

Tadi sy jg sempat tanya ke asisten, kok hari ini blm mulai sharing๐Ÿ˜…

Maka pada malam ini, sy ingin membahas satu topik yg sangat menarik, sekaligus merupakan pertanyaan yg sebenarnya ada di benak banyak orang.

Karena dalam bbrp waktu terakhir, sy telah membagikan pemahaman yg cukup sistematis terkait investasi jangka pendek, dan dari situ sy juga menerima berbagai jenis feedback dari berbagai kalangan.

Sebagian rekan yg sdh berpengalaman dalam trading merasa bahwa materi yg sy sampaikan cenderung lebih dasar dan relatif sederhana. Namun di sisi lain, banyak juga rekan pemula yg justru memberikan tanggapan bahwa pendekatan seperti ini lebih mudah dipahami dan jauh lebih membantu. Hal ini, pada dasarnya, sangat bisa sy pahami.

Karena grup ini pada dasarnya memang tidak hanya ditujukan untuk satu jenis peserta saja, melainkan terdiri dari berbagai latar belakang. Ada yg baru mulai mengenal investasi, ada yg sdh bbrp tahun terlibat namun belum memiliki sistem yg stabil, dan juga ada yg sdh sangat berpengalaman dalam trading.

Oleh karena itu, setiap materi yg sy sampaikan selalu memiliki satu tujuan utama, yaitu membantu lebih banyak orang terlebih dahulu berada di jalur yg benar, bukan langsung membahas teknik yg kompleks sejak awal.

Karena dalam investasi, arah yg tepat jauh lebih penting dibandingkan sekadar penguasaan teknik.

Paham, sy bakal belajar dengan serius, dan pasti bakal catat semuanya dengan rapi.

Dan di antara berbagai feedback tersebut, ada satu pertanyaan yg sebenarnya tidak secara langsung diucapkan, tetapi hampir semua orang memikirkannya dalam hati.

“Apakah ada suatu metode yg bisa membuat kita mendapatkan keuntungan secara stabil di pasar saham, bahkan sampai tidak mengalami kerugian?”

Sy bisa menjawab dengan sangat tegas kepada kalian, bahwa metode seperti itu memang ada. Dan metode ini bukanlah sekadar teknik jangka pendek, juga bukan strategi berbasis informasi dalam, melainkan sebuah sistem investasi yg telah teruji selama puluhan tahun di tingkat global.

Yang lebih penting lagi, metode ini berlaku di berbagai jenis pasar. Baik itu pasar AS, Malaysia, Indonesia, bahkan di hampir semua pasar, baik yg sdh matang maupun yg sedang berkembang, pada dasarnya sistem ini tetap efektif.

Namun di sini sy perlu memberikan satu penekanan khusus, bahwa pasar saham China merupakan sebuah pengecualian. Karena secara global, pasar saham China memang memiliki karakteristik yg sangat khas dan berbeda dibandingkan pasar lainnya.

Dalam skala global, sebagian besar institusi keuangan di luar China dalam bbrp tahun terakhir secara umum menilai bahwa daya tarik investasi di pasar China telah mengalami penurunan yg signifikan.

Bahkan, sebagian institusi secara tegas mengkategorikannya sebagai pasar berisiko tinggi, sehingga memilih untuk mengurangi alokasi atau menghindari eksposur sama sekali.

Perlu ditekankan bahwa hal ini bukanlah sekadar sentimen jangka pendek, melainkan merupakan karakteristik jangka panjang yg terbentuk dari kombinasi faktor struktural, sistem kelembagaan, serta dinamika geopolitik.

Inti permasalahannya terletak pada tingginya risiko kebijakan di China yg juga bersifat sulit diprediksi. Seperti yg kita ketahui, pasar saham China sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, bahkan jauh lebih besar dibandingkan pasar2 maju lainnya. Otoritas regulator dapat sewaktu2 mengeluarkan kebijakan besar, seperti regulasi antimonopoli pada ekonomi platform, kebijakan pemerataan kesejahteraan, pengendalian sektor properti, hingga undang2 terkait keamanan data.

Kebijakan2 tersebut sering kali memicu tekanan signifikan dalam waktu singkat, bahkan menyebabkan penurunan tajam pada seluruh sektor terkait. Oleh karena itu, ketidakpastian kebijakan menjadi tantangan utama di pasar saham China. Kinerja laba perusahaan dan valuasi sering kali terganggu oleh arah kebijakan, bukan sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.

Selanjutnya, China menerapkan pengendalian devisa yg cukup ketat, di mana arus modal tidak dapat ditukar secara bebas. Investor asing, meskipun dapat masuk melalui jalur seperti QFII atau Stock Connect, tetap menghadapi batasan kuota serta proses persetujuan. Dalam kondisi ekstrem, bahkan bisa terjadi pembatasan arus keluar dana.

Hal ini sangat berbeda dengan pasar seperti Amerika atau Eropa yg relatif terbuka sepenuhnya. Ketika investor ingin menarik dana, mereka bisa menghadapi keterbatasan likuiditas atau bahkan potensi kerugian tambahan.

Seperti yg mungkin sering kalian lihat di internet, ada pihak yg mengklaim bahwa kita bisa membeli dan menjual saham China secara bebas. Secara objektif, pernyataan seperti ini hampir bisa dipastikan tidak benar. Bahkan institusi keuangan kelas dunia pun tidak memiliki kebebasan penuh dalam hal transaksi maupun konversi dana di pasar tersebut.

Karena itu, jika ada pihak yg mengajak kalian untuk berinvestasi dengan janji akses bebas ke saham China, maka langkah pertama yg harus dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan. Dalam banyak kasus, hal seperti ini berkaitan dengan aktivitas penipuan.

Cuma investasi di saham dalam negeri, nggak pernah coba saham dari negara lain.

Bnyk orang cuma lihat pasar itu besar atau nggak, tp jarang yg bener2 mikirin soal kebijakan, kurs, sama batasan keluar masuk dana.

Tentu saja, bahkan jika kalian benar2 bersedia menerima pengawasan dana yg ketat serta berbagai pembatasan dalam proses jual dan beli, pasar saham China tetap merupakan pasar yg didominasi oleh perusahaan milik negara.

Dalam kondisi seperti ini, perlindungan terhadap pemegang saham minoritas bisa dikatakan sangat terbatas. Selain itu, tingkat transparansi perusahaan juga relatif rendah.

Sebagai contoh, AS melalui regulasi HFCAA mewajibkan akses terhadap dokumen audit, namun hal ini sering kali berbenturan dengan undang2 keamanan data di China, sehingga memicu risiko delisting dalam bbrp kasus.

Di sisi lain, dalam sejarahnya juga terdapat cukup banyak kasus manipulasi laporan keuangan. Secara keseluruhan, kualitas audit serta transparansi informasi di pasar ini masih berada di bawah standar internasional.

Selain itu, dalam 15–20 tahun terakhir, imbal hasil kumulatif pasar saham China secara keseluruhan jauh tertinggal dibandingkan pasar saham Amerika, dengan tingkat volatilitas yg juga jauh lebih tinggi.

Memang, pasar saham China sesekali menunjukkan rebound pada fase tertentu, namun secara keseluruhan, investor asing masih berada dalam posisi underweight. Alasan utamanya adalah karena peluang yg ada dinilai belum mampu mengompensasi risiko tambahan yg harus ditanggung.

Oleh karena itu, bukan berarti pasar saham China tidak bisa diinvestasikan, melainkan karakter risikonya sangat berbeda dibandingkan pasar lainnya. Pasar ini lebih menyerupai pasar yg sangat dipengaruhi oleh kebijakan, dengan tingkat ketidakpastian yg tinggi, sehingga membutuhkan kemampuan toleransi risiko yg sangat besar serta keunggulan informasi lokal yg kuat.

Selain China, lembaga keuangan global sebagai investor dengan strategi alokasi internasional cenderung lebih memilih pasar yg memiliki aturan jelas, sistem hukum yg stabil, serta arus modal yg bebas.

Oleh karena itu, secara alami mereka akan menilai bahwa pasar saham China secara keseluruhan kurang cocok untuk dijadikan sebagai aset inti dalam portofolio. Inilah alasan mengapa banyak indeks internasional, seperti MSCI, dalam jangka panjang memberikan bobot yg relatif rendah terhadap saham A China.

Maka dari itu, metode yg akan sy bagikan kepada kalian malam ini adalah sebuah pendekatan yg, di luar China, hampir sepenuhnya dapat diterapkan secara universal di pasar global.

Lalu, jika kita ingin memahami metode ini, kita perlu terlebih dahulu menjawab satu pertanyaan yg sangat sederhana. Saat ini, perusahaan2 apa saja yg memiliki kapitalisasi pasar terbesar di dunia?














Apple
Microsoft
Nvidia
Google
Amazon
Meta
Perusahaan2 ini hampir sepenuhnya merepresentasikan model bisnis terbaik di dunia serta kemampuan menghasilkan keuntungan yg paling kuat. Namun, jika kalian melihat struktur pemegang sahamnya, kalian akan menemukan satu hal yg sangat mengejutkan.

Pemegang saham terbesar dari perusahaan2 ini hampir semuanya adalah institusi yg sama, yaitu Vanguard Group.

Dan Vanguard merupakan perusahaan manajemen aset terbesar kedua di dunia, dengan total dana kelolaan yg telah melampaui 7 triliun dolar AS, hanya berada di bawah BlackRock.

Maka pertanyaannya menjadi sangat penting, Mengapa Vanguard bisa berkembang menjadi salah satu institusi investasi paling sukses di dunia?

Jawabannya hanya satu, karena pendirinya adalah John C. Bogle.

Institusi yg bener2 jago itu bukan nebak kapan naik turun, tapi konsisten berdiri di aset yg paling kuat dalam jangka panjang.

Intinya kemungkinan besar di alokasi jangka panjang.๐Ÿ™

Perusahaan top kayak Apple sama Microsoft di belakangnya pasti ada itu, berarti dia dapet keuntungan dari sistem yg kuat.

Banyak dari kalian mungkin belum terlalu familiar dengan John C. Bogle. Dalam pemahaman kebanyakan orang, sosok yg mewakili Wall Street biasanya adalah tokoh seperti Warren Buffett atau George Soros.

Namun, jika kita benar2 melihat dari sudut pandang investor biasa, kalian akan menyadari bahwa justru John C. Bogle-lah sosok yg paling banyak mengubah nasib orang2 biasa.

Alasan mengapa ia begitu luar biasa bukan karena ia menghasilkan uang paling banyak, juga bukan karena ia menciptakan model keuangan yg rumit.

Hal yg benar2 ia lakukan adalah satu hal yg sangat mendasar, Ia mengubah aturan permainan yg sebelumnya hanya milik Wall Street, menjadi sebuah sistem yg juga bisa diikuti oleh investor biasa, dan tetap mampu menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

Seperti halnya pandangan sy tadi mengenai pasar saham China, mungkin akan ada sebagian dari kalian yg memiliki pendapat berbeda. Karena dalam investasi saham, selama ada peluang keuntungan, tentu selalu ada risiko kerugian.

Lalu mengapa sy memberikan penilaian yg cenderung negatif terhadap pasar saham China? Jika kita melihat kembali ke dalam sejarah, kita akan menemukan sebuah fenomena yg sangat menarik, Sebelum tahun 1980-an, pasar saham AS sebenarnya memiliki banyak kesamaan dengan kondisi pasar saham China saat ini.

Pada masa itu, pasar saham Amerika dipenuhi oleh informasi orang dalam, ketimpangan informasi antara investor ritel sangat besar, serta praktik spekulasi dan manipulasi terjadi dengan sangat sering.

Banyak orang bahkan menganggap pasar saham hanyalah alat bagi Wall Street untuk “memanen” keuntungan dari investor biasa.

Dengan kata lain, pasar saham Amerika pada waktu itu pada dasarnya adalah sebuah permainan yg tidak adil. Dan titik balik yg benar2 mengubah semua ini terjadi pada tahun 1976.

Pada tahun tersebut, John C. Bogle meluncurkan sebuah produk yg pada saat itu dianggap sangat “konyol” oleh pasar, yaitu Vanguard 500 Index Fund. Ini juga merupakan reksa dana indeks pertama di dunia yg benar2 ditujukan untuk investor biasa.

Namun, kalian perlu tahu, pada saat itu hampir seluruh pelaku di Wall Street justru menertawakan langkah ini. Bahkan, produk tersebut diberi julukan “Bogle’s Folly”.

Karena dalam pemahaman pada masa itu, investasi harus dilakukan dengan memilih saham, harus aktif melakukan transaksi, dan harus mampu mengalahkan pasar.

Namun John C. Bogle justru menyampaikan sebuah pandangan yg sepenuhnya berbeda, Kamu tidak perlu mengalahkan pasar, kamu hanya perlu memiliki pasar.

Yang lebih revolusioner lagi, Vanguard Group yg ia dirikan mengadopsi sebuah struktur yg belum pernah ada sebelumnya, yaitu kepemilikan oleh investor. Artinya, perusahaan tersebut bukan beroperasi untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham, melainkan sepenuhnya untuk melayani para pemegang dana investasi.

Dulu waktu Wall Street pada fokus pilih saham sama trading, Bogle malah ambil arah kebalik, emg butuh keberanian banget.

Yang paling keren itu bukan cuma produknya, tapi dia bener2 berdiri di pihak investor.

‘Ternyata indeks fund itu lahir dari konsep kyk gini ๐Ÿ‘

Hal ini secara langsung menghasilkan satu konsekuensi yg sangat penting: biaya menjadi sangat rendah, dan kepentingan antara institusi dan investor benar2 selaras.

Pada masa itu di Wall Street, hal seperti ini hampir tidak terbayangkan. Namun, yg benar2 mengubah dunia justru adalah filosofi investasinya yg sangat sederhana, tidak mencoba memprediksi pasar, tidak mengejar tren sesaat, tidak melakukan transaksi secara berlebihan, dan tdk mencoba memilih waktu utk melakukan transaksi.

Ia hanya melakukan satu hal: menahan kepemilikan dalam jangka panjang atas perusahaan2 terbaik, atau bahkan seluruh pasar.

Metode awal yg ia gunakan bahkan sangat sederhana hingga sulit dipercaya. Dana dibagi menjadi 20 bagian, kemudian digunakan untuk membeli 20 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika, dan setelah itu tidak melakukan apa pun.

Tidak ada trading jangka pendek, tidak ada aktivitas keluar-masuk, dan tidak ada pergantian strategi. Hanya satu prinsip yaitu dipegang. Inilah yg pada akhirnya menjelaskan mengapa Vanguard mampu menjadi pemegang saham terbesar di hampir semua perusahaan besar.

Mungkin kalian akan merasa bahwa ini terdengar terlalu sederhana. Namun justru kesederhanaan inilah yg membawa dampak yg sangat mendalam.

Segala bentuk mekanisme keuntungan yg sebelumnya bergantung pada ketimpangan informasi, sentimen pasar, dan frekuensi transaksi yg tinggi, mulai kehilangan efektivitasnya.

Karena ketika kalian tidak mengejar berita, tidak melakukan transaksi secara berlebihan, dan tidak mencoba memprediksi pasar, maka sebagian besar jebakan di pasar tidak lagi berlaku bagi kalian.

Cara investasi terbaik itu beli perusahaan yg bagus, terus dipegang dalam jangka panjang.

Inilah alasan mengapa, dalam kerangka sistem yg ia bangun, informasi yg menyesatkan tidak lagi memiliki arti, fluktuasi pasar hanya memberikan dampak yg terbatas, dan perubahan sentimen tidak lagi mengendalikan keputusan investasi kalian.

Satu-satunya hal yg perlu dilakukan adalah berdiri di sisi perusahaan2 terbaik, lalu membiarkan waktu menyelesaikan segalanya.

Seiring dengan semakin besarnya skala dana, ia kemudian memperluas portofolionya dari 20 perusahaan menjadi 50 perusahaan, sehingga mencakup lebih banyak pemimpin di berbagai sektor.

Namun, inti dari logikanya tidak pernah berubah, Hanya membeli aset terbaik, dan mempertahankannya dalam jangka panjang.

[5/4, 9.48 PM] Sutanto Wibowo Ph.D.: Lalu, mengapa metode ini bisa efektif dalam jangka panjang? Karena ia menangkap satu prinsip paling mendasar dalam dunia investasi, Perusahaan yg benar2 unggul akan terus menjadi lebih kuat seiring waktu. Mereka akan memperluas pasar, meningkatkan profit, menyingkirkan pesaing, serta mengakumulasi sumber daya dalam industrinya.

Dan selama kamu tidak keluar dari posisi tersebut, waktu akan secara otomatis mengubah pertumbuhan perusahaan itu menjadi kekayaan milikmu.

Inilah alasan mengapa Vanguard mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten selama puluhan tahun, dan mengapa investasi berbasis indeks dapat terus mengalami kenaikan dalam jangka panjang.

Sebaliknya, sebagian besar trader aktif justru dalam jangka panjang kalah dari pasar.

Karena pada dasarnya, apa yg mereka lakukan bukanlah hal yg sama.

Ada satu kelompok investor yg selalu berusaha memprediksi pasar. Setiap hari mereka memikirkan hal-hal seperti: apakah besok akan naik atau turun, apakah sektor ini akan mengalami rotasi, apakah suatu saham akan tiba-tiba melonjak, apakah sentimen negatif sdh terserap, atau apakah kabar positif masih bisa mendorong harga lebih tinggi.

Mereka terus keluar-masuk pasar, terus mengubah arah, dan berusaha mengandalkan reaksi yg lebih cepat untuk mengalahkan fluktuasi.

Kekuatan metode ini bukan ada di dapet cuan dari naik turun harga, tapi dari pertumbuhan perusahaan.

Logika ini sy sngt setuju๐Ÿ‘

Namun permasalahannya terletak pada satu hal mendasar, Pasar itu sendiri dibentuk oleh kombinasi yg sangat kompleks—sentimen, informasi, aliran dana, serta berbagai peristiwa yg bersifat acak. Tidak ada satu pun individu yg mampu secara konsisten dan akurat memprediksi setiap titik puncak dan titik terendah dalam jangka panjang.

Dalam jangka pendek, memang ada yg bisa memperoleh keuntungan karena faktor keberuntungan, informasi tertentu, atau penilaian yg tepat. Namun ketika horizon waktu diperpanjang, sebagian besar pada akhirnya akan menyadari bahwa keuntungan yg pernah mereka peroleh sering kali kembali hilang akibat kesalahan keputusan berikutnya.

Sementara itu, ada kelompok investor lain yg pendekatannya sepenuhnya berbeda. Mereka tidak berusaha memprediksi pasar, melainkan memilih untuk memiliki pasar itu sendiri.

Mereka tidak mencoba menebak apa yg akan terjadi besok, tidak berusaha menangkap setiap pergerakan jangka pendek, dan tidak mudah mengubah arah hanya karena fluktuasi sesaat.

Mereka hanya berpegang teguh pada aset-aset yg paling unggul, paling kuat, dan memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan yg berkelanjutan. Kemudian, mereka membiarkan waktu memperbesar pertumbuhan nilai dari perusahaan2 tersebut.

Karena itulah, keuntungan yg mereka peroleh bukan berasal dari transaksi yg dilakukan berulang kali, melainkan dari akumulasi hasil dalam jangka panjang melalui kepemilikan yg konsisten.

Pegang aset yg paling unggulan itu jauh lebih gampang buat pelan2 gedein profit dibanding bolak-balik trading.

Sering trading itu emg bikin peluang salah jadi makin besar.๐Ÿ˜…

Oleh karena itu, kehebatan sejati John C. Bogle bukanlah karena ia membuat investasi menjadi lebih “cerdas”, melainkan karena ia membuat investor biasa untuk pertama kalinya memahami satu hal yg paling penting dalam investasi: Bahwa kunci utama bukanlah terus-menerus mencari peluang, melainkan menghindari kesalahan.

Prinsip ini memang terdengar sederhana, namun pada kenyataannya, ia langsung menyentuh inti paling mendasar dari dunia investasi.

Karena di pasar saham, yg benar2 menghancurkan seseorang biasanya bukan karena gagal menangkap satu peluang kenaikan, melainkan karena melakukan kesalahan2 fatal.

Misalnya, mengambil posisi besar pada saham yg sebenarnya tidak benar2 dipahami, mengejar harga karena kenaikan jangka pendek secara emosional, panik menjual saat pasar turun, atau terus-menerus mengganti posisi hingga akhirnya selalu terjebak dalam pola beli di harga tinggi dan jual di harga rendah.

Banyak orang mengira mereka tidak bisa menghasilkan keuntungan karena kurangnya peluang, keterbatasan informasi, atau belum menemukan saham yg bisa naik berkali2 lipat. Namun pada kenyataannya, masalah utama kebanyakan orang bukanlah kekurangan peluang, melainkan terlalu banyak melakukan kesalahan.

Inilah alasan mengapa sy selalu menekankan kepada kalian bahwa dalam investasi, menghindari kesalahan jauh lebih penting dibandingkan mencari peluang. Karena selama kalian terus melakukan kesalahan, sebaik apa pun peluang yg ada, pada akhirnya tidak akan menjadi milik kalian.

Sebaliknya, jika kalian mampu secara konsisten menghindari kesalahan-kesalahan fatal, maka meskipun metode yg digunakan tidak rumit, hasil yg kalian peroleh akan semakin stabil seiring berjalannya waktu.

Jadi, ketika kita kembali ke pertanyaan awal: “Apakah ada metode yg bisa menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang?”

Kini jawabannya sdh sangat jelas: Ada, dan metode tersebut sebenarnya tidak rumit.

Ini bukan tentang teknik jangka pendek, bukan mengejar tren sesaat, bukan mengandalkan informasi untuk masuk lebih awal, dan juga bukan tentang mencari saham yg akan tiba-tiba melonjak dalam waktu singkat.

Inti yg sebenarnya adalah memegang aset terbaik dalam jangka panjang. Baik Buffett yg mampu mengungguli pasar dalam jangka panjang, maupun kenaikan berkelanjutan dari reksa dana indeks, pada dasarnya melakukan hal yg sama. Berdiri dengan tegas di sisi aset terbaik, lalu membiarkan waktu bekerja.

Namun di sini ada satu prasyarat, sekaligus bagian yg paling sulit: Kamu harus benar2 mampu menahan. Karena dalam proses tersebut, pasar pasti akan mengalami penurunan, sentimen pasti akan berfluktuasi, dan berbagai godaan juga akan terus muncul.

Yang paling penting itu bisa pegang aset yg bagus.

Ketika saham unggulan yg kamu pegang mengalami penurunan dalam jangka pendek, kamu akan mulai meragukan penilaianmu sendiri. Ketika orang lain mengejar saham yg sedang melonjak dalam waktu singkat, kamu juga akan bertanya2 apakah kamu terlalu lambat.

Saat pasar terus berfluktuasi, kamu mungkin berpikir untuk menjual terlebih dahulu, lalu membeli kembali ketika harga turun. Hampir semua investor akan mengalami ujian emosi yg berulang dalam proses ini.

[Pada akhirnya, sebagian besar investor gagal bukan karena memilih saham yg salah, melainkan karena mereka turun terlalu cepat dari jalur yg sebenarnya sdh benar. Mereka sdh membeli perusahaan yg baik, sdh memegang aset yg unggul, dan arah yg mereka ambil pun sebenarnya sdh tepat.

Namun karena kurangnya kesabaran, tidak mampu menahan fluktuasi, serta selalu ingin merasa bisa bertindak lebih cerdas, mereka justru perlahan2 kehilangan keuntungan jangka panjang yg seharusnya menjadi milik mereka.

Oleh karena itu, yg benar2 sulit bukanlah metodenya, melainkan apakah kamu bersedia untuk bertahan pada sebuah pilihan yg terlihat membosankan, namun sebenarnya sangat tepat.

Karena investasi jangka panjang pada dasarnya bertentangan dengan naluri manusia. Ia tidak memberikan rangsangan setiap hari, tidak memberikan rasa pencapaian setiap saat, bahkan dalam banyak kondisi, akan membuatmu merasa seolah-olah tidak melakukan apa pun.

Namun justru, keadaan yg tampak seperti tidak melakukan apa2 inilah yg pada akhirnya memiliki kekuatan terbesar. Karena yg kamu lakukan bukanlah bersaing dengan pasar untuk menjadi lebih pintar, melainkan berdiri di sisi waktu.

Bnyk orang bukan salah beli, tp udh pegang yg bener malah gk bisa tahan.

Bnyk profit jangka panjang itu bukan hilang krna pasar, tp pelan2 hilang gara2 sentimen diri sendiri.

Tentu, selanjutnya sy akan melanjutkan sharing kepada kalian. Saham seperti apa yg benar2 layak untuk dipegang dalam jangka panjang, bagaimana kita membangun portofolio investasi jangka panjang kita sendiri, serta bagaimana menjaga keseimbangan alokasi di berbagai kondisi pasar.

Dan yg paling penting, ketika fluktuasi pasar muncul, bagaimana kita tetap bertahan pada strategi yg sdh benar, tanpa terbawa oleh sentimen.

Karena dibandingkan dengan jangka pendek, investasi jangka panjanglah yg benar2 menjadi jalur keberhasilan yg dapat direplikasi oleh investor biasa. Trading jangka pendek memang bisa memberikan sensasi, memberikan kepuasan, serta membuka ruang imajinasi terhadap keuntungan cepat.

Namun metode yg benar2 mampu membuat kekayaan seseorang bertumbuh secara stabil, terakumulasi secara berkelanjutan, dan mampu bertahan dalam ujian waktu, pada akhirnya tetaplah investasi jangka panjang.

Jadi malam ini, sy ingin menyampaikan satu kalimat kepada kalian. Yang benar2 menentukan seberapa tinggi tingkat kekayaan kalian di masa depan bukanlah seberapa banyak peluang jangka pendek yg berhasil kalian tangkap, melainkan apakah kalian bersedia untuk terus berada di arah yg benar dalam jangka panjang, dan dengan sabar membiarkan waktu bekerja untuk menghasilkan keuntungan bagi kalian.

Tentu, karena waktu malam ini terbatas, untuk pembahasan yg lebih mendalam mengenai logika di balik metode ini, cara penerapan yg spesifik, serta bagaimana benar2 mengimplementasikannya dalam alokasi saham kita, akan sy lanjutkan pada minggu depan.

Saya juga akan mengaitkannya dengan kondisi pasar aktual, serta memberikan pilihan alokasi saham yg lebih konkret. Semoga kalian dapat terus mengikuti, dan tidak melewatkan sharing berikutnya.

Sampai di sini untuk malam ini, kita bertemu kembali besok.

Bagian ini sy bener2 setuju, buat orang biasa kalo mau gedein dana, ujungnya tetep harus andelin investasi jangka panjang.

Semoga Pak Sutanto bisa lebih banyak bahas soal alokasi aset, sy pengen ngerti lebih dalam soal ini.

Yang bener2 nentuin hasil itu bukan sebrp bnyk peluang yg kita ambil, tapi kalo arah udh bener, kita bisa tahan atau nggak ๐Ÿ’ช

Minggu depan kalo digabung sama contoh real di pasar, pasti bakal lebih kebayang soal alokasi jangka panjang.

Cara mikir ini emg stabil banget ๐Ÿ‘