Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Senin, 13 April 2026

Materi Sharing 17 : Bagaimana Cara Menerapkan Cybernetics Dalam Investasi Saham ?



Selamat malam semuanya,

Melalui pergerakan pasar hari ini, sy yakin kalian semua sudah mulai merasakan dengan cukup jelas satu hal: kondisi pasar sebenarnya tidak sepesimis yg dibayangkan sebelumnya.

Dan hal ini justru mencerminkan sebuah sinyal yg sangat penting, yaitu arah pasar saat ini sedang secara bertahap mulai mendapatkan konfirmasi.

Terkait poin ini, pada sesi sharing siang tadi sy sudah membahasnya secara menyeluruh dan sistematis. Oleh karena itu, pada malam ini sy tidak akan mengulang kembali pembahasan tersebut.

Materi malam ini penting banget, saya udah siap nih buat ikut

Namun bagi kita, ada satu hal yg jauh lebih penting saat ini: ketika arah pasar mulai terkonfirmasi, bagaimana kita mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi fase kenaikan berikutnya?

Dalam beberapa sesi sharing sebelumnya, sy sudah menjelaskan dengan sangat jelas dua kerangka inti, yaitu tiga arah utama dalam strategi investasi, serta kerangka investasi Vanguard.

Dan seiring dengan pergerakan pasar dalam beberapa waktu terakhir, kedua kerangka ini pada dasarnya telah mendapatkan validasi langsung dari pasar sebagai pendekatan yg tepat.

Namun di saat yg sama, sy juga menerima cukup banyak masukan dari teman-teman terkait satu hal yg sangat realistis. Kedua metode ini memang terbukti efektif, tetapi dalam praktiknya tidak bisa dikatakan sederhana.

Karena dalam penerapannya, kalian perlu melakukan alokasi pada beberapa saham sekaligus, kemudian melakukan penilaian berdasarkan perubahan harga, serta disertai dengan perhitungan dan penyesuaian tertentu secara berkelanjutan.

Namun bagi banyak teman, kendala terbesar sebenarnya bukan pada pemahaman, melainkan pada tahap eksekusi.

Sebagian kurang terbiasa dalam mengolah angka, sebagian lainnya rentan melakukan kesalahan perhitungan, dan tidak sedikit pula yg dalam proses pengambilan keputusan justru diliputi keraguan.

Yang ini kerasa bngt sih, sbnrnya bnyk orang udh ngerti teorinya, yang susah itu pas harus bener2 dijalanin sendiri

Jadi skrg yg paling perlu diselesain itu bukan lagi soal ngerti atau gk, tapi gimana caranya biar kita bnr2 bisa jalanin itu sendiri

Oleh karena itu, dalam beberapa waktu terakhir sy terus menerima satu pertanyaan yg sama dari banyak teman:

Apakah ada suatu metode yg memungkinkan kita cukup fokus pada satu saham saja, tanpa perlu melakukan perhitungan yg kompleks, tanpa harus menilai apakah harganya sudah tinggi atau rendah, bahkan tanpa perlu melakukan transaksi secara sering, namun tetap dapat memperoleh profit secara stabil?

Sebenarnya, pertanyaan ini sejak awal sudah menjadi bagian dari perencanaan kurikulum di Akademi Investasi Cerdas. Dan pada sesi sharing kemarin malam, sy juga sudah memberikan pengantar awal kepada kalian. Inti dari metode ini pada dasarnya hanya satu, yaitu Cybernetics.

Karena itu, kemarin malam sy telah membimbing kalian untuk memahami logika dasarnya, yaitu melalui mekanisme feedback, penyesuaian, lalu feedback kembali, sehingga membentuk suatu sistem tertutup yg stabil dan berkesinambungan.

Maka pada malam ini, di atas dasar tersebut, sy akan membimbing kalian langkah demi langkah untuk membangun sebuah model investasi berbasis closed-loop system yg benar-benar dapat dieksekusi.

Sebuah pendekatan yg tidak bergantung pada prediksi, tidak memerlukan perhitungan yg kompleks, tidak perlu menentukan waktu masuk pasar, bahkan tidak perlu memilih terlalu banyak saham.

Yg dibutuhkan hanyalah menempatkan diri dalam sistem yg tepat, sehingga mekanisme pasar itu sendiri yg akan bekerja membantu kita menghasilkan uang. Bagi teman-teman yg benar-benar ingin menguasai metode ini, sy harap sesi malam ini dapat diikuti dengan penuh perhatian dan keseriusan.

Kalau metode ini beneran bs cuma fokus ke satu saham, dan gak perlu tiap hr hitung2 terus, pasti bnyk orang jdi jauh lebih santai sih

Kalo beneran bsa jalan tanpa perlu nebak pasar, gk sering transaksi, tp tetep bisa dapetin pendapatan yg stabil, itu sih emg menarik banget

Wah kalo cuma satu saham aja udah bisa, ini yg pengen saya dengerin sih😇

Namun sebelum kita masuk ke pembahasan utama malam ini, mari kita mulai dengan sebuah simulasi sederhana.

Bayangkan saat ini di atas meja terdapat 100 koin, di mana 10 koin berada pada posisi sisi depan, dan 90 koin berada pada posisi sisi belakang. Kemudian, seorang wasit menutup mata kalian dan mengacak seluruh posisi koin tersebut.

Sekarang sy berikan satu tugas kepada kalian. Dalam kondisi benar-benar tidak bisa melihat, dan sama sekali tidak dapat membedakan mana sisi depan atau belakang, kalian diminta untuk membagi 100 koin tersebut menjadi dua bagian, dengan jumlah koin sisi depan di kedua bagian harus sama persis.

Kalian bebas membagi, bebas memindahkan, bahkan diperbolehkan membalik posisi koin. Namun satu hal yg pasti, kalian tidak memiliki informasi visual sama sekali.

Jika berada di posisi tersebut, bagaimana cara kalian menyelesaikannya? Silakan gunakan waktu sekitar 5 menit untuk memikirkannya. Nikmati sejenak kopi kalian, dan nanti kita akan lanjutkan dengan pembahasannya.

Hahaha, jujur aja dlm waktu singkat memang susah kepikiran caranya😂

Permainan ini sya sdah pernah nemu sblmnya, sbnrnya cukup simpel sih

Sebenarnya, untuk menyelesaikan permainan ini, kita hanya membutuhkan dua langkah yg sangat sederhana.

Pertama, ambil secara acak 10 koin dari meja dan letakkan sebagai satu kelompok kecil, sementara 90 koin sisanya tetap sebagai kelompok besar.

Kedua, balik seluruh 10 koin yg ada di kelompok kecil tersebut. Selesai.

Kalian tidak perlu mengetahui koin mana yg kalian ambil. Cukup dengan membalik semua koin di kelompok kecil itu saja. Ketika penutup mata dibuka, kalian akan mendapati bahwa jumlah koin yg menghadap sisi depan di kedua kelompok tersebut menjadi persis sama.

Mengapa hal ini bisa terlihat begitu “ajaib”? Mari kita uraikan dengan pendekatan analisis ekstrem, yaitu dengan memperbesar kondisi hingga ke skenario paling sederhana agar logikanya menjadi sangat jelas.

Misalkan kita berada dalam kondisi paling tidak menguntungkan, di mana 10 koin yg kita ambil seluruhnya adalah sisi belakang. Ketika 10 koin tersebut kita balik semuanya, maka tumpukan kecil tersebut langsung berubah menjadi 10 sisi depan.

Sementara itu, semua koin yg sebelumnya sudah berada di sisi depan tetap tidak mengalami perubahan dan tetap berada di posisi awalnya. Artinya, di dalam tumpukan besar masih tersisa 10 koin dengan sisi depan. Sehingga pada akhirnya, kita mendapatkan kondisi yg sepenuhnya seimbang: 10 berbanding 10.

Sebaliknya, kita ambil skenario ekstrem lainnya, yaitu ketika keberuntungan berada di sisi kita. Misalkan 10 koin yg kita ambil seluruhnya adalah sisi depan. Ketika 10 koin tersebut kita balik semuanya, maka tumpukan kecil langsung berubah menjadi 0 sisi depan.

Sementara itu, seluruh sisi depan yg sebelumnya ada di tumpukan besar sudah kita pindahkan ke tumpukan kecil tadi. Akibatnya, tumpukan besar juga tidak lagi memiliki sisi depan, sehingga menjadi 0. Dengan demikian, hasil akhirnya tetap menunjukkan keseimbangan yg sempurna: 0 berbanding 0.

Bahkan jika yg kamu ambil bukan kondisi ekstrem, misalnya 3, 5, atau 8 koin dengan sisi depan, prinsip yg berlaku tetap sama dan bersifat mutlak.

Berapa pun jumlah sisi depan yg kamu ambil ke dalam tumpukan kecil, selama seluruh koin tersebut dibalik, maka seluruh ketidakpastian dalam sistem akan “dinetralisir” secara otomatis.

Hal ini karena setiap sisi depan yg kamu pindahkan ke tumpukan kecil, secara alami akan mengurangi jumlah sisi depan di tumpukan besar dalam jumlah yg sama. Setelah proses pembalikan dilakukan, tumpukan kecil tersebut justru akan “menyesuaikan diri” dan melengkapi keseimbangan yg dibutuhkan.

Contoh koin ini emg pinter banget jelasinya, intinya bukan soal nebak bener, tapi gimana pake struktur buat langsung “ngunci” hasilnya

Bnyk orang awalnya ngerasa ini kayak sulap, tp pas dibongkar malah keliatan logikanya kuat banget👍

Menurut sy cara pikir kayak gini kalau dipake di investasi emg menarik bngt, fokusnya bukan nebak, tapi gimana kita desain metodenya

Sekarang kita masuk ke poin yg paling penting. Apakah kalian menyadari satu hal? Dari awal sampai akhir, kalian sebenarnya tidak perlu mengetahui informasi apa pun. Kalian tidak tahu mana sisi depan, mana sisi belakang, bahkan tidak tahu apa yg kalian ambil.

Namun, kalian tetap bisa mencapai hasil yg 100% sesuai tujuan. Inilah esensi dari Cybernetics: dalam lingkungan yg penuh ketidakpastian, hasil yg pasti dapat dicapai melalui penerapan aturan, bukan dengan bergantung pada informasi.

Permainan ini pada dasarnya merupakan representasi sempurna dari model Cybernetics Black Box.

1. Black Box, kamu sama sekali tidak bisa melihat sisi depan atau belakang koin, ini setara dengan kondisi pasar di mana informasi tidak sepenuhnya transparan dan arah masa depan tidak dapat dipastikan.

2. Input, yaitu kondisi awal dari 100 koin yg sepenuhnya tidak diketahui, mencerminkan distribusi risiko dan peluang yg sedang berlangsung di pasar saat ini.

3. Aturan kontrol, pertama ambil 10 koin sebagai tumpukan kecil, lalu balik seluruh koin di tumpukan kecil tersebut, ini adalah tindakan yg bersifat deterministik dan sederhana tanpa perlu pertimbangan tambahan.

4. Output, jumlah sisi depan pada kedua tumpukan pasti akan sama, sehingga sistem mencapai kondisi keseimbangan yg dituju. Dengan kata lain, setelah tumpukan kecil dibalik, jumlah sisi depan akan secara otomatis saling melengkapi dengan tumpukan besar. Apa pun kondisi awalnya, sistem akan tetap “dipaksa” menuju titik keseimbangan tersebut.

Artinya, kamu tidak perlu mengetahui apa yg sebenarnya terjadi di dalam Black Box. Yg kamu butuhkan hanyalah merancang suatu aturan kontrol yg mampu membuat sistem, dalam kondisi input apa pun, tetap bergerak menuju tujuan yg telah ditetapkan.

Proses sederhana pada koin tadi sebenarnya merupakan bentuk paling elegan dari feedforward control yg dipadukan dengan prinsip keseimbangan komplementer. Ia mampu mengubah sesuatu yg tidak diketahui menjadi hasil yg pasti.

Dan jika kita tarik ke pasar saham, pada dasarnya pasar itu sendiri adalah sebuah Black Box. Kamu tidak akan pernah benar-benar bisa melihat dengan jelas faktor-faktor seperti arah kebijakan makro, dinamika geopolitik, pergerakan arus dana, maupun perilaku investor lainnya.

Artinya, dalam praktiknya kamu selalu berada dalam kondisi “menutup mata” saat berinvestasi. Lalu pertanyaannya, bagaimana kebanyakan orang bertindak?

Hampir semua orang berusaha keras untuk melihat dengan jelas setiap “koin” di pasar: melakukan analisis, membuat prediksi, terus-menerus menilai, dan mencoba menebak masa depan.

Namun pendekatan yg benar-benar efektif bukanlah berusaha memahami pasar secara sempurna, melainkan merancang seperangkat aturan yg mampu bekerja konsisten dalam berbagai kondisi.

Seperti pada permainan tadi, kamu tidak perlu tahu apa yg sebenarnya terjadi. Yg kamu butuhkan hanyalah satu set aturan yg bisa dieksekusi secara konsisten, berlaku dalam kondisi apa pun, dan mampu secara otomatis membawa hasil menuju tujuan.

Inilah inti pendekatan sistematis dalam investasi. Seorang pelaku pasar yg benar-benar unggul bukanlah mereka yg merasa bisa “membaca” pasar, melainkan mereka yg mampu merancang sistem. Pada akhirnya, esensi investasi bukan terletak pada keunggulan informasi, tetapi pada kemampuan membangun kepastian di tengah ketidakpastian.

Bagian ini yg paling keren sih, fokusnya langsung digeser dari “nebak” ke “bikin aturan”

Makanya, makin matang seorang investor, makin gak gampang kebawa sama berita atau fluktuasi tiap harinya💪

Melalui model koin tadi, kita sudah memahami satu hal yg sangat krusial, yaitu dalam lingkungan yg penuh ketidakpastian, tanpa bergantung pada informasi sekalipun, kita tetap bisa mencapai hasil yg pasti hanya dengan mengandalkan aturan.

Maka langkah berikutnya yg akan kita lakukan adalah mentransformasikan model koin tersebut menjadi sebuah sistem investasi yg benar-benar aplikatif dan bisa dijalankan secara nyata di pasar.

Namun sebelum kita masuk ke metode yg lebih konkret, ada satu prasyarat penting yg harus kita pahami terlebih dulu, yaitu sistem ini harus dibangun di atas aset dasar yg paling stabil. Jika kita arahkan fokus ke pasar saham domestik, jawabannya sebenarnya sudah sangat jelas: saham perbankan merupakan inti dari keseluruhan pasar.

Mengapa demikian? Karena dalam struktur pasar secara keseluruhan, sektor perbankan menyumbang lebih dari 30% dari total kapitalisasi pasar, menjadikannya sebagai pusat bobot utama. Selain itu, sektor ini juga merupakan area dengan konsentrasi dana terbesar dan tingkat stabilitas yg relatif paling tinggi.

Lebih penting lagi, jika kita memperpanjang horizon waktu dalam analisis, maka di saat mana pun kita membeli saham perbankan, selama periodenya cukup panjang, hasil akhirnya cenderung mengarah pada kenaikan.

Mari kita lihat beberapa skenario ekstrem: membeli di puncak sebelum krisis finansial Asia 1997, membeli di puncak sebelum pandemi tahun 2020, bahkan membeli di suatu puncak siklus di masa depan.

Dalam jangka pendek, memang sangat mungkin terjadi penurunan, drawdown, bahkan fase kepanikan pasar. Namun jika kita tarik perspektif ke periode 10 tahun, maka hasilnya menjadi jauh lebih deterministik, yaitu kecenderungan naik.

Bagian ini yg paling keren sih, fokusnya langsung digeser dari “nebak” ke “bikin aturan”

Makanya, makin matang seorang investor, makin gak gampang kebawa sama berita atau fluktuasi tiap harinya

Mengapa sy bisa memberikan kesimpulan yg begitu tegas? Karena logika ini pada dasarnya sepenuhnya sejalan dengan kerangka Vanguard yg sy jelaskan pekan lalu. Intinya hanya satu: jumlah uang terus bertambah, sementara aset unggulan tetap terbatas.

Dalam skala global, likuiditas seperti M2 di berbagai negara, terutama di Amerika Serikat, terus mengalami pertumbuhan. Perekonomian didorong melalui ekspansi utang, sehingga likuiditas di pasar juga terus meluas.

Hal ini berarti nilai uang secara riil terus mengalami penurunan. Namun jika kita melihatnya dari sudut pandang lain, uang itu sendiri pada dasarnya juga merupakan suatu “komoditas”. Ketika jumlah komoditas relatif terbatas, sementara jumlah uang terus bertambah, maka hasil akhirnya menjadi suatu kepastian: harga akan mengalami kenaikan.

Lalu, apa peran bank dalam konteks ini? Bank merupakan sumber sekaligus pusat perputaran uang dalam suatu negara. Bank mengendalikan arus dana, terlibat langsung dalam penciptaan kredit, dan menjadi simpul inti dari keseluruhan sistem keuangan.

Oleh karena itu, ketika nilai uang terus mengalami penurunan, maka nilai yg direpresentasikan oleh sektor perbankan secara alami akan semakin terangkat dan mengalami peningkatan.

Inilah alasannya mengapa dalam siklus jangka panjang, harga saham perbankan secara struktural cenderung bergerak naik. Lalu apa kaitannya dengan model koin yg kita bahas tadi? Hubungannya sangat krusial.

Model tersebut menunjukkan bahwa kita tidak perlu mengetahui kondisi setiap “koin” secara detail, yg dibutuhkan hanyalah merancang aturan agar hasil akhirnya menjadi suatu kepastian.

Dan dalam konteks ini, saham perbankan pada dasarnya dapat dipandang sebagai “koin” yg dalam jangka panjang memiliki probabilitas lebih besar untuk berada di sisi positif.

Duit makin bnyak, sementara aset unggulan itu terbatas, jd ujung2nya dana pasti bakal ngumpul ke aset inti, itu emg hal yg wajar bngt

Sekarang kita terapkan konsep ini ke dalam pasar saham, maka langkah selanjutnya sebenarnya menjadi sangat jelas. Fokus kita bukan lagi memilih saham mana yg naik paling cepat, melainkan membangun sebuah sistem kontrol di atas aset yg secara jangka panjang memiliki arah kenaikan yg jelas.

Dengan kata lain, ketika kamu sudah berada di atas aset yg secara struktural cenderung naik, lalu dipadukan dengan seperangkat aturan eksekusi yg tepat, maka kamu tidak lagi perlu sibuk memprediksi pasar.

Yg benar-benar perlu kita lakukan adalah, dalam kerangka besar yg sudah memiliki kecenderungan naik tersebut, menggunakan aturan untuk secara konsisten memperbesar hasil investasi.

Maka pada tahap ini, kita perlu terlebih dahulu memperjelas empat prasyarat utama dalam kerangka sistem tersebut.

1. Berapa besar dana yg akan kita investasikan? Ini adalah variabel yg sepenuhnya bisa kita tentukan.

2. Apakah saham perbankan dalam jangka panjang akan mengalami kenaikan? Ini juga memiliki tingkat kepastian yg tinggi, karena dengan horizon waktu yg cukup panjang, kecenderungannya adalah naik.

3. Bagaimana pergerakan harga dalam jangka pendek, besok atau pekan depan akan naik atau turun? Ini bersifat tidak pasti.

4. Di mana level terendah dan tertinggi pasar berada? Ini juga tidak dapat ditentukan secara pasti.

Cukup fokus selesain poin 3 sama 4 aja udh cukup sih

Jadi inti permasalahannya sekarang adalah: apakah kita perlu mencoba menjawab poin 3 dan 4? Jawabannya tidak perlu. Karena begitu kamu mulai berusaha menjawab dua hal tersebut, kamu akan masuk ke dalam proses prediksi, mulai terpengaruh oleh sentimen, dan akhirnya terjebak dalam siklus umpan balik emosional.

Pendekatan yg tepat justru adalah “memakai penutup mata”, seperti pada model koin tadi. Kita mengakui bahwa kita tidak tahu, lalu menggantikan kebutuhan untuk menilai dengan sebuah sistem aturan yg jelas dan konsisten.

Lalu, seperti apa aturan yg dimaksud? Intinya hanya satu: distribusi secara rata. Karena kita tidak tahu apakah harga ke depannya akan naik atau turun, maka kita tidak perlu menebak. Sebaliknya, kita memastikan diri kita tetap melakukan pembelian di berbagai level harga.

Inilah yg dikenal sebagai Dollar Cost Averaging. Namun ada satu poin krusial yg sering diabaikan: ini bukan sekadar meratakan secara sembarang, melainkan meratakan berdasarkan waktu.

Udah ngerti, gak perlu nebak2 lagi, cukup bagi dana secara rata aja

Mengapa demikian? Karena kita tidak tahu apakah besok akan naik atau pekan depan akan turun. Maka satu-satunya cara untuk menjaga hasil tetap stabil adalah dengan melakukan pembelian secara konsisten pada interval waktu yg tetap.

Misalnya setiap pekan, setiap dua pekan, atau setiap bulan. Apa pun yg terjadi di pasar, kita tetap menjalankan tindakan yg sama secara disiplin.

Lalu apa hasil dari pendekatan ini? Secara alami, ketika harga berada di level rendah, kamu akan mendapatkan jumlah yg lebih banyak. Sebaliknya, ketika harga sudah naik, jumlah yg kamu beli akan lebih sedikit. Namun pada akhirnya, biaya perolehanmu akan secara otomatis mendekati rata-rata harga pasar.

Jadi kembali ke satu prinsip paling inti: kamu tidak perlu membeli di level terendah, yg penting adalah menghindari pembelian terkonsentrasi di satu level tertinggi. Dan aturan inilah yg membantu kamu mencapai hal tersebut.

Kita sudah memahami bahwa arah jangka panjang memiliki kepastian, sementara fluktuasi jangka pendek tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, solusi optimal bukanlah melakukan prediksi, melainkan menggunakan aturan untuk menutupi ketidakpastian, dan memanfaatkan waktu untuk meratakan harga.

Inilah langkah pertama, bagaimana kita mentransformasikan model koin menjadi sebuah sistem investasi. Sampai di sini, kita sudah menyelesaikan tahap pertama, yaitu bagaimana masuk ke pasar secara stabil tanpa harus melakukan prediksi.

Namun di saat ini, muncul satu pertanyaan penting: strategi pembelian rata seperti ini memang bisa membantu kita menghindari kesalahan besar, tetapi belum cukup untuk membuat pertumbuhan profit menjadi lebih cepat.

Cara ini menurut sy emang realistis bgt, pas gak yakin sama level beli, masuk di waktu yg udah ditentuin malah lbh stabil

Cara kayak gini bikin mental jd jauh lbh santai sih😇

Kalau arah jangka panjangnya udah bener, sisanya yg paling penting itu jngn sampe kebawa sama fluktuasi jangka pendek

Maka langkah berikutnya yg perlu kita lakukan adalah meningkatkan efisiensi pendapatan, tanpa merusak stabilitas sistem yg sudah dibangun. Untuk itu, kita harus memahami satu fakta penting: meskipun pasar dalam jangka panjang cenderung naik, namun dalam jangka pendek pergerakannya pasti berfluktuasi.

Artinya, kenaikan adalah tren, sementara fluktuasi adalah jalurnya. Sebagian besar pelaku pasar justru kalah karena tidak mampu menghadapi fluktuasi ini. Namun, pelaku yg benar-benar unggul justru mampu memanfaatkan fluktuasi tersebut sebagai sumber menghasilkan uang.

Maka pada tahap ini, kita kembali ke konsep Cybernetics. Kita memahami bahwa sebuah sistem harus memiliki mekanisme feedback dan penyesuaian dalam suatu siklus tertutup. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendapatan, kita perlu melakukan peningkatan inti, yaitu menambahkan mekanisme feedback.

Dalam konteks investasi ini, apa yg dimaksud dengan feedback? Jawabannya adalah perubahan harga saham itu sendiri. Namun yg perlu ditekankan, kita tidak berusaha memprediksi harga, melainkan menggunakan perubahan harga tersebut sebagai pemicu untuk menjalankan aturan yg sudah ditetapkan.

Maka pada tahap ini, di atas fondasi Dollar Cost Averaging, kita menambahkan sebuah mekanisme akselerasi berbasis kondisi. Pertama, pembelian rutin tetap dilakukan—baik mingguan maupun bulanan untuk menjaga stabilitas sistem, dan bagian ini tidak perlu diubah.

Kita hanya menambahkan satu aturan tambahan, yaitu ketika harga mengalami penurunan pada tingkat tertentu, maka intensitas pembelian ditingkatkan. Sebagai contoh, dalam kondisi normal kita membeli sebesar 100 setiap periode.

Jika harga turun 10%, maka pembelian ditingkatkan menjadi 150. Jika penurunan mencapai 20%, maka pembelian ditingkatkan menjadi 200.

Cara kayak gini enaknya kita gak perlu nebak level bawah, malah pas turun kita bs dptin lebih bnyk saham

Mengapa langkah ini menjadi sangat krusial? Karena di sini kamu melakukan sesuatu yg tidak mampu dilakukan oleh 99% pelaku pasar: ketika harga turun, sistem justru mendorong kamu untuk menambah pembelian, bukan panik menjual.

Pada saat ini, kamu telah mengubah mekanisme negative feedback menjadi alat untuk menghasilkan profit. Dalam realitas pasar saham, fase penurunan biasanya menjadi periode di mana sebagian besar orang mengalami kerugian.

Namun ketika kamu justru berani menambah posisi saat harga melemah, maka ketika pasar berbalik dan mengalami rebound, potensi profit kamu akan meningkat secara signifikan.

Tentu saja, selain melakukan penambahan posisi saat harga turun, ketika terjadi kenaikan yg terlalu besar, kita juga perlu melakukan pengurangan posisi secara bertahap untuk mengunci profit.

Misalnya, jika dalam suatu periode harga sudah naik sekitar 30%, maka kita bisa menjual sebagian, sekitar 10%–20%. Namun yg perlu diperhatikan, ini bukan berarti keluar sepenuhnya dari pasar, melainkan hanya melakukan pengurangan ringan sebagai bentuk respon terhadap pergerakan harga.

Maka sekarang kita bisa merangkum kembali, seperti apa bentuk sistem secara keseluruhan. Saat ini, sistem kontrol yg kamu miliki sudah lengkap.

Pertama, sistem pembelian rutin setiap pekan atau setiap bulan sebagai fondasi stabilitas.

Kedua, semakin dalam penurunan, semakin besar pembelian, yaitu mekanisme akselerasi saat turun untuk memperbesar potensi profit.

Ketiga, ketika harga semakin naik, dilakukan penjualan sebagian secara bertahap, yaitu mekanisme perlambatan saat naik untuk mengunci profit.

Dan pada akhirnya, esensi dari sistem ini adalah kamu tidak lagi memprediksi pasar, melainkan merespons pasar. Ketika pasar turun, kamu menjadi lebih agresif. Ketika pasar naik, kamu menjadi lebih konservatif.

Hubungan kamu dengan pasar sepenuhnya berubah menjadi mekanisme negative feedback. Dan tanpa disadari, sistem ini sebenarnya terus membantu kamu menjalankan tiga hal yg sangat krusial dalam investasi.

Yang paling keren dari sistem ini itu, dia bs ubah penurunan dari yg tadinya dianggap risiko, jadi malah ksmptan buat gedein profit

Logika kayak gini sih saya setuju banget💪

Aturannya sdah jelas, tinggal ikutin aja sesuai rencana

1. Menghilangkan kebutuhan untuk memprediksi pergerakan harga jangka pendek, kamu tidak lagi menebak apakah besok naik atau turun, dan juga tidak lagi terjebak dalam kecemasan mencari level beli.

2. Memanfaatkan fluktuasi untuk melakukan akselerasi dan deselerasi, ketika pasar turun sistem secara otomatis meningkatkan pembelian, ketika pasar naik sistem secara otomatis memperlambat bahkan mengunci profit, sehingga volatilitas tidak lagi menjadi risiko, melainkan alat untuk menghasilkan uang.

3. Selaras dengan tren jangka panjang, kamu tetap berada di atas aset yg secara struktural cenderung naik, sehingga waktu bekerja untukmu dalam menghasilkan pertumbuhan nilai.

Jadi pada dasarnya, sistem ini merupakan kombinasi dari Cybernetics, pemilihan aset jangka panjang, dan eksekusi yg bersifat kontra-psikologis.

Hal ini membuat kamu tidak lagi terjebak dalam permainan spekulatif pasar, melainkan membangun sebuah sistem yg mampu bekerja secara otomatis untuk menghasilkan uang.

Tentu saja, sistem ini bukan berarti kamu tidak akan pernah mengalami penurunan nilai, tetapi sistem ini dirancang agar kamu hampir tidak akan membuat keputusan yg salah di waktu yg salah. Dengan kata lain, kamu tidak lagi mengalami kerugian karena dipengaruhi oleh sentimen.

Dalam jangka panjang, potensi kerugianmu akan tertekan ke level yg sangat rendah, sementara potensi profit akan terus diperbesar. Namun di sini ada satu prasyarat yg sangat krusial: metode ini tidak berlaku untuk semua saham.

Hal ini karena sistem ini memiliki asumsi tersembunyi, yaitu aset yg kamu pilih harus memiliki kecenderungan naik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, untuk setiap pasar, pemilihan asetnya juga harus disesuaikan.

Gak nebak pergerakan jangka pendek itu sendiri udh ngindarin bnyk kesalahan yg sering dilakuin org2

Ngabungin tren long term, cara yg gak ngikutin kebiasaan orang, sama sistem feedback jadi satu, alurnya kerasa jelas bngt

Di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, aset inti yg paling sesuai adalah saham perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, DBS, dan UOB. Alasannya cukup jelas, karena di ketiga negara ini, dana dalam jangka panjang cenderung terakumulasi di dalam sistem keuangan, dengan dividen yg stabil serta keterkaitan langsung dengan ekspansi likuiditas.

Sementara itu, di pasar Amerika Serikat, aset inti yg lebih relevan justru beralih ke perusahaan teknologi besar, seperti Apple, Microsoft, dan Google. Hal ini karena arus dana global lebih banyak mengalir ke sektor inovasi dan teknologi, didukung oleh alokasi modal internasional yg berkelanjutan, serta pertumbuhan laba yg menjadi pendorong utama tren jangka panjang.

Namun jika sistem ini diterapkan pada saham siklikal, saham berkapitalisasi kecil, saham bertema, atau perusahaan dengan volatilitas tinggi yg belum memiliki profitabilitas, maka besar kemungkinan sistem ini akan gagal.

Hal ini disebabkan karena tren jangka panjang dari aset tersebut tidak memiliki kepastian. Dalam kondisi seperti ini, kamu bukan sedang memanfaatkan volatilitas, melainkan justru menanggung risiko.

Oleh karena itu, inti dari sistem ini bukan terletak pada teknik, melainkan pada dua prasyarat utama. Pertama, memilih aset yg memiliki kecenderungan naik dalam jangka panjang. Kedua, membangun aturan eksekusi yg tidak bergantung pada prediksi.

Ketika kedua hal ini terpenuhi, kamu tidak perlu menjadi seorang ahli untuk bisa mendapatkan hasil yg baik.

Sistem itu sendiri akan bekerja membantumu menghasilkan uang, sekaligus memungkinkan modal kecil bertumbuh secara eksponensial dalam kerangka yg terkontrol. Sampai di sini kita akhiri pembahasan malam ini, dan besok kita lanjutkan kembali pada sesi berikutnya.

Kayak saham bank gini yg emg terkait sama ekspansi uang sama kemampuan bagi dividen, emg lebih cocok dipakein cara kayak gini

Kalo beneran bsa jalan tanpa perlu nebak pasar, gk sering transaksi, tp tetep bisa dapetin pendapatan yg stabil, itu sih emg menarik banget

Paham deh.. mksh ya pak Sutanto buat sharing mlm ini..🙏

Yang paling penting itu pilih aset yang bener dulu deh

Aturan itu cuma alat buat ngegedein profit, yg nentuin hasilnya ttp arah yg kita ambil udh bner atau blm👍