Selamat pagi teman-teman semuanya!
Pergerakan pasar saham AS tadi malam kembali menunjukkan bahwa sentimen optimis di pasar telah pulih secara menyeluruh. Mari kita lihat beberapa data penting:
1. Indeks S&P 500 untuk pertama kalinya menembus level 7000 dan mencetak rekor tertinggi baru.
2. Nasdaq mencatat kenaikan selama 11 hari berturut-turut dan kembali mencapai level tertinggi baru.
3. TSLA naik tajam sebesar 7% dalam 1 hari.
Ini merupakan sinyal yg sangat jelas bahwa dana mulai kembali mengalir ke aset-aset dengan pertumbuhan tinggi dan volatilitas tinggi.
S&P aja udh tembus 7000 poin, kekuatan kyk gini jelas bukan sekadar rebound biasa
Skrg ini bukan cuma indeks yg naik, tapi aset2 yg punya elastisitas tinggi mulai diburu lagi💪
Tesla naik 7%, ini sih emang keren bngt deh
Tentu saja, selain sentimen pasar yg hari ini masih cenderung optimis, menurut sy ada satu hal yg jauh lebih penting untuk kita bahas, yaitu terkait rekomendasi terhadap saham WBSA.
Sebelumnya, sy sudah memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai beberapa proyek IPO terbaru. Dan khusus untuk WBSA, kesimpulan yg sy sampaikan saat itu cukup jelas: saham ini layak untuk diikuti.
Bahkan pada saat itu, sy juga menyarankan agar kalian berpartisipasi dalam IPO tersebut semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Waktu itu sy ikutin sarannya Pak Sutanto buat ikutan IPO, bener2 makasih banget ya
Maka jika kita lihat sekarang, dengan harga IPO di 190, WBSA sudah naik hingga ke level 550, atau sekitar 190%. Dan saat ini, harga masih berada di batas atas kenaikan harian.
Karena itu, bnyk teman-teman mulai bertanya, bagaimana sebaiknya kita melanjutkan partisipasi dalam investasi WBSA? Di sini, sy akan langsung memberikan satu kesimpulan yg sangat jelas dan tegas.
Bagi teman-teman yg sudah ikut dalam IPO, tidak perlu melakukan apa pun, cukup lanjutkan untuk hold. Namun ada satu hal yg sangat penting: pastikan menunggu sampai batas atas kenaikan harian terbuka.
Karena selama fase kenaikan berturut-turut seperti ini, harga sebenarnya belum sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, melainkan lebih karena likuiditas yg terkunci. Pergerakan harga yg benar-benar mencerminkan transaksi pasar baru akan terjadi setelah batas atas tersebut terbuka.
Bagi teman-teman yg tidak sempat ikut IPO, sy akan berikan saran yg lebih langsung: tidak perlu lagi fokus pada WBSA. Alasannya sederhana:
1. Kamu hampir tidak bisa membelinya. Saat ini setiap hari ada antrean beli yg sangat besar di harga batas atas, namun transaksi yg benar-benar terjadi sangat sedikit. Investor ritel hampir tidak punya kesempatan untuk masuk.
2. Kalaupun berhasil membeli, nilainya juga tidak terlalu signifikan. Karena biasanya saat kamu sudah bisa masuk, itu berarti batas atas kenaikan sudah terbuka, dan pasar mulai menunjukkan perbedaan pandangan. Ini sering menjadi tanda bahwa fase kenaikan sudah mendekati akhir.
Ngerti, WBSA yg sy dptin alokasinya itu bakal sy pegang dulu, nungguin arahannya Pak Sutanto
Buat yg gk sempet ikut IPO, menurut sy di fase ini gk usah fokus terus ke WBSA, mending mulai perhatiin saham lain aja deh
Ini juga merupakan kesalahan yg paling sering terjadi. Bnyk teman-teman melihat kenaikan sampai 190%, lalu mulai FOMO dan ingin ikut mengejar harga. Tapi kamu harus benar-benar memahami satu hal: pada fase lonjakan IPO, yg didapat itu adalah selisih harga yg relatif pasti, bukannya profit dari tren jangka panjang.
Ketika pasar sudah mulai memberi kesempatan bagi kamu untuk masuk dengan mudah, justru di situlah risiko biasanya sudah lebih besar daripada peluang. Hal ini sebenarnya sudah sy jelaskan dengan sangat jelas dalam sharing tanggal 29 Maret terkait IPO.
Jadi, bagi teman-teman yg masih fokus pada WBSA, hal yg seharusnya kamu lakukan sekarang bukanlah mengejar saham tersebut, melainkan mulai mencari peluang berikutnya yg belum bergerak.
Investor yg benar-benar berpengalaman bukan hanya mampu menghasilkan profit dari satu saham, tetapi mampu mengulang logika profit secara konsisten. WBSA saat ini sudah menjadi hasil akhir, sementara yg perlu kita lakukan adalah menemukan proses berikutnya.
Di fase kyk gini, ngejar masuk itu terlalu berisiko
Jadi skrg terus mantengin WBSA jg gak terlalu ada gunanya, yg lebih penting itu cari saham berikutnya yg blm mulai naik
Orang yg bisa cuan itu bukan yg cuma fokus ke satu saham yg lagi naik kenceng, tp yg bisa terus ngulang logika yg sama di berbagai peluang
Lalu saat ini, peluang apa saja yg belum mulai bergerak?
Di sini kita perlu memahami satu hal penting: perubahan sentimen pasar saat ini terutama didorong oleh meredanya risiko geopolitik. Pasar mulai percaya bahwa konflik AS–Iran mendekati akhir, sehingga faktor perang tidak lagi menjadi variabel utama.
Di saat yg sama, penurunan harga minyak turut meredakan tekanan inflasi. Artinya, pasar pada dasarnya sudah melewati fase panic pricing, dan kini mulai memasuki tahap pemulihan.
Sementara itu, pasar Asia Tenggara pada dasarnya merupakan pasar yg bergerak mengikuti perubahan risk appetite global. Terutama Indonesia, sebagai pasar dengan karakter high beta, pergerakannya akan jauh lebih sensitif terhadap arus dana global.
Dalam kondisi seperti ini, sektor energi dan pertambangan akan menjadi pihak yg paling cepat merasakan dampaknya, dan biasanya menjadi tujuan pertama dari aliran dana yg kembali masuk ke pasar. Ketika likuiditas global mulai pulih, kecepatan kenaikan di pasar seperti Indonesia cenderung lebih tinggi, dengan elastisitas yg lebih besar.
Apalagi saat pasar saham AS kembali mencetak rekor tertinggi, dana global secara alami akan mencari pasar dengan potensi pendapatan yg lebih tinggi. Dan dalam konteks tersebut, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan utama sebagai tujuan alokasi dana global.
Kalau gelombang ini beneran krna risk appetite balik, sektor high beta di Indonesia nanti potensi lonjakannya pasti bakal lebih kenceng
Skrg sy malah lebih penasaran, di sektor energi sama tambang itu, saham mana aja yg blm bnar2 mulai naik 😊
Oleh karena itu, ketika pasar AS mulai menunjukkan optimisme, pasar Asia Tenggara tidak akan tertinggal, bahkan berpotensi mencatat pergerakan yg lebih agresif dengan elastisitas yg lebih besar. Dalam kondisi seperti ini, memilih saham-saham yg masih memiliki ruang pertumbuhan justru menjadi strategi yg paling tepat.
Seperti yg selalu sy tekankan, peluang terbaik tidak pernah muncul saat semua orang sudah memahaminya, melainkan saat arus dana global baru mulai berbalik arah. Dan saat ini, titik perubahan tersebut sudah terlihat dengan cukup jelas. Ok deh, untuk sharing pagi ini kita cukupkan sampai di sini dulu, kita lanjutkan kembali nanti siang.
Daftar utama yg kemungkinan bakal mulai jalan duluan berikutnya itu yg mana ya?
Di fase kayak skrg, masuk lebih awal ke saham growth emg jadi jauh lebih penting
Pasar saham kita mmg dari awal punya elastisitas tinggi, begitu dana balik lagi, bnyk saham pasti mulai naik💪
Kali ini Pak Sutanto ngejelasin titik baliknya jelas banget, menurut sy skrg emg waktunya mulai siap2


