Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Jumat, 08 Mei 2026

Materi Sharing 38 : Apa Dampak Yang Bisa Ditimbulkan oleh Data NFP Malam Ini ?


Selamat malam semuanya,

Pekan depan, Trump akan melakukan kunjungan penting ke Tiongkok yg merupakan pertemuan puncak antara pemimpin Amerika Serikat dan Tiongkok yg sangat dinantikan oleh seluruh dunia. Di saat yg sama, situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berada di fase akhir yg penuh ketegangan, dengan pemblokiran Selat Hormuz dan proses perundingan yg masih terus berlangsung.

Dan malam ini, data NFP yg menjadi sorotan utama pasar global juga akan segera dirilis. Karena itulah, sesi sharing kita pekan ini akan berpusat pada dinamika geopolitik, data ekonomi, serta berbagai peristiwa pasar yg menjadi perhatian utama tersebut.

Meskipun pasar saham terus mengalami pemulihan dan kenaikan di awal pekan ini, namun sore tadi terjadi penurunan yg cukup tajam dan hampir menghapus seluruh kenaikan yg terbentuk di sesi pagi. Lalu apakah ini berarti momentum rebound pasar saham sudah berakhir?

Iya betul, penurunan di akhir sesi tadi memang serem banget

Pak Sutanto, kenapa hr ini pasar saham tiba2 turun tajam di akhir sesi?

2 hari lalu saham susah payah baru naik sedikit, eh hari ini malah turun lg semuanya..

Pertama, terkait penurunan pasar saham yg terjadi secara menyeluruh sore tadi, hampir seluruh sektor dan segmen mengalami koreksi yg cukup signifikan, dengan sektor sumber daya mineral yg bahkan mencatatkan penurunan lebih dari 10% secara umum.

Namun ada satu detail penting yg sering kali luput dari perhatian banyak orang. Penurunan indeks IDX30 tercatat jauh lebih kecil dibandingkan penurunan indeks IHSG secara keseluruhan.

Hal ini mengindikasikan bahwa dana pasar sedang semakin cepat berkonsentrasi menuju perusahaan-perusahaan besar berkualitas tinggi. Meskipun kinerja pasar secara keseluruhan hari ini tergolong lemah, namun arah pergerakan dana sudah sangat jelas terbaca.

Terkait kondisi seperti ini, sy sudah berulang kali menekankannya dalam berbagai sesi sharing sebelumnya. Terutama dalam pekan ini, sy sudah berkali-kali secara tegas menyarankan kalian untuk memprioritaskan alokasi pada saham-saham bank besar. Alasan utamanya adalah karena sektor ini memiliki tingkat stabilitas dan daya tarik terhadap aliran dana yg paling kuat dibandingkan sektor lainnya.

Inilah juga yg menjelaskan mengapa ketika hampir semua saham mengalami penurunan tajam sore tadi, BCA, BMRI, dan BBRI justru menjadi salah satu dari sedikit saham yg mampu bertahan relatif stabil di tengah tekanan pasar.

[Hr ini saham perbankan juga ikut turun, BRIS turun 4%, sementara BBCA msh brtahan lumayan kuat

Lalu mengapa di tengah pasar yg terus bergerak dalam area bottom seperti saat ini, sy tetap menyarankan kalian untuk bersabar di momen yg paling berat ini? Apa sebenarnya alasan utamanya?

Menurut sy, kalian harus mampu melangkah keluar dari fokus pada fluktuasi harga jangka pendek, dan melihat persoalan ini dari sudut pandang lingkungan eksternal yg lebih makro. Karena ke depannya, bagi Indonesia maupun seluruh negara-negara ASEAN, akan hadir sebuah peluang perkembangan yg sangat langka dan berharga.

Dan kondisi pasar yg saat ini masih bergerak sideways di area bottom, sebenarnya juga merupakan salah satu cara yg digunakan oleh institusi-institusi besar untuk mengakumulasi aset-aset berkualitas di harga rendah dengan terus menciptakan kepanikan dan berupaya mendorong investor ritel untuk melepas saham mereka di harga murah.

Mengenai alasan yg lebih mendalam dan logika lengkap di balik semua ini, malam ini sy akan memberikan sesi sharing yg lebih sistematis dan komprehensif kepada kalian semua.

Untuk memahami mengapa pasar saham Indonesia masih bisa mengalami penurunan yg cukup tajam, sebenarnya jawabannya bermuara pada satu pertanyaan inti, apakah krisis energi dan ekonomi global yg sesungguhnya benar-benar sudah terjadi?

Bagaimanapun, dalam beberapa bulan terakhir, fluktuasi harga minyak mentah yg sangat tajam telah memperbesar ketidakpastian pasar saham secara signifikan. Dan inilah yg menjadi faktor utama di balik ketidakstabilan pasar saham Indonesia.

Namun jika kita menyelami fundamental ekonomi Indonesia yg sesungguhnya, kita akan menemukan bahwa Indonesia saat ini sama sekali tidak berada dalam kondisi krisis apapun, dan belum menerima dampak negatif yg berarti. Sebaliknya, sebagai salah satu negara penghasil sumber daya alam terpenting di dunia, Indonesia justru menunjukkan ketangguhan dan potensi pertumbuhan yg sangat kuat.

Hari ini di akhir sesi bnyk investor asing jual saham perbankan, makanya pasar lgsg turun tajam menjelang penutupan

Secara keseluruhan hari ini lbh krna pengaruh sentimen investor asing, bukan krna ekonomi negara kita lagi bermasalah sih..

Dari sisi energi dan komoditas, Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia, sekaligus negara pengekspor utama untuk komoditas-komoditas strategis seperti batu bara dan kelapa sawit. Kondisi harga minyak yg tinggi justru mendorong pertumbuhan pendapatan ekspor yg signifikan, memberikan dukungan yg solid bagi cadangan devisa dan fiskal negara.

Hal ini pun bisa kita verifikasi langsung dari data cadangan devisa yg baru saja dipublikasikan oleh pemerintah hari ini. Perlu kalian ketahui bahwa saat ini begitu banyak lembaga asing yg memberikan penilaian negatif terhadap Indonesia.

Namun kenyataannya, dalam beberapa bulan terakhir meskipun harga minyak mentah mengalami kenaikan yg sangat tajam, cadangan devisa Indonesia sama sekali tidak menunjukkan penurunan yg berarti. Fakta inilah yg membuktikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia yg sesungguhnya jauh lebih baik dari apa yg selama ini dinilai oleh pasar.

Terlebih lagi, saat ini rantai industri manufaktur dan energi baru Tiongkok sedang mempercepat perpindahannya ke Indonesia. Berbagai proyek besar di bidang baterai, peleburan logam, serta elektronik dan semikonduktor terus bermunculan dan mulai beroperasi, menciptakan lapangan kerja yg besar, meningkatkan penerimaan pajak, serta mendorong peningkatan infrastruktur secara signifikan di tingkat lokal.

Di samping itu, pasar konsumsi domestik Indonesia yg sangat besar terus melepaskan potensi bonus demografinya, dengan permintaan dalam negeri yg tetap tumbuh secara solid.

Pemerintah pun secara konsisten menjalankan kebijakan-kebijakan yg pro terhadap investasi asing, sehingga cadangan devisa tetap terjaga dengan baik, kondisi neraca berjalan dalam keadaan sehat, dan ruang kebijakan makro secara keseluruhan masih sangat memadai. Inilah fondasi yg sesungguhnya menentukan arah jangka panjang Indonesia.

Harga batu bara, nikel, minyak, dan komoditas dll lagi cenderung lemah.. krna saham sektor sumber daya punya porsi besar di pasar kita, jdi saham tambang dan energi bnyak kena aksi jual

Kalau diliat secara keseluruhan di mggu ini, pasar saham ya gitu2 aja, nggak naik tp juga nggak turun ๐Ÿ˜‚

Karena itulah, koreksi pasar saham kali ini lebih banyak disebabkan oleh sentimen eksternal dan pergerakan dana global jangka pendek, bukan karena adanya permasalahan pada fundamental ekonomi Indonesia itu sendiri. Kondisi inilah yg justru menghadirkan peluang yg sangat langka bagi investor dengan visi jangka panjang untuk mengakumulasi aset-aset berkualitas di harga yg lebih rendah.

Inilah juga alasan mendasar mengapa perusahaan-perusahaan dalam indeks IDX30 sepanjang pekan ini, baik dari sisi kenaikan maupun penurunannya, secara konsisten mengungguli kinerja pasar secara keseluruhan. Bagaimanapun, dana-dana besar sudah memahami bahwa imbal hasil dari mengakumulasi aset-aset inti berkualitas di level bottom adalah yg paling stabil dan paling terukur.

Tentu saja, mengenai apakah pasar saham akan terus mengalami penurunan yg lebih tajam ke depannya, sy yakin meskipun sudah ada cukup banyak bukti yg mendukung, masih akan ada sebagian dari kalian yg memiliki pandangan yg berbeda.

Seperti halnya ada yg bertanya kepada sy, bagaimana jika konflik Amerika-Iran terus berlanjut dan Amerika Serikat tetap bersikeras tidak mencari penyelesaian diplomatik yg cepat? Apa yg akan terjadi? Apakah pasar global akan mengalami gejolak yg lebih besar? Sebenarnya, data NFP yg akan segera dirilis malam ini adalah indikator paling langsung untuk mengukur ketangguhan ekonomi Amerika Serikat dari dalam serta potensi risiko resesinya.

Apabila pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian melambat dan tingkat pengangguran meningkat, hal tersebut akan semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap perubahan arah kebijakan The Fed, sekaligus menempatkan Amerika Serikat dalam posisi yg semakin sulit untuk menyeimbangkan antara tekanan ekonomi domestik dan konflik internasional yg sedang berlangsung.

Hal ini sebenarnya juga menjadi perhatian banyak dari kalian. Bagaimanapun, premis utama dari sesi sharing kita pekan ini dibangun di atas dua asumsi, yaitu kunjungan Trump ke Tiongkok pekan depan, serta meredanya situasi konflik Amerika-Iran.

Namun kalian perlu memahami bahwa dalam berbagai sesi sharing sebelumnya, sy juga sudah berkali-kali menegaskan bahwa aksi militer Amerika Serikat di Timur Tengah beserta langkah-langkah diplomatik yg menyertainya semata-mata hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan kendali energi global dan hegemoni geopolitik.

Dan dampaknya terhadap pergerakan pasar hanya akan bersifat sementara. Setelah itu berlalu, arah pergerakan harga pasar secara keseluruhan hanya akan ditentukan oleh siklus geoekonomi yg sedang berjalan saat ini.

Koreksi kali ini lbh bnyk dipengaruhi sentimen dari luar, bukan karna ekonomi negara kita bermasalah

Performa perusahaan2 di IDX30 msh cukup stabil

Secara teoritis, Amerika Serikat memang sangat mungkin untuk terus meningkatkan tekanannya. Namun apabila hal tersebut terus berlanjut, skenario yg paling mungkin terjadi adalah semakin terfragmentasinya rantai pasokan global, bahkan berpotensi memicu konflik regional yg lebih luas.

Dan kinerja data NFP malam ini akan menjadi barometer utama bagi pasar dalam menilai apakah Amerika Serikat masih memiliki kapasitas untuk mempertahankan konfrontasi dengan intensitas tinggi dalam jangka panjang. Mengapa sy sampai memberikan kesimpulan ini?

Pertama, kita perlu memahami dengan jelas mengapa Amerika Serikat melancarkan dan terus mempertahankan aksinya terhadap Iran pada awal tahun 2026 ini. Inti dari semua itu sebenarnya adalah upaya untuk mengendalikan jalur energi Timur Tengah demi mempertahankan hegemoni Dolar AS, sekaligus secara tidak langsung menekan ketahanan energi negara-negara ekonomi berkembang seperti Tiongkok.

Kita bisa mengingat kembali konstelasi global dalam beberapa tahun terakhir. Kalian tentu saja masih ingat bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok pernah berada dalam persaingan yg sangat ketat di berbagai bidang seperti perdagangan dan teknologi, namun secara keseluruhan masih terjaga dalam batas-batas tertentu yg terkendali.

Amerika Serikat bertanggung jawab pada inovasi, sementara Tiongkok menangani manufaktur. Amerika Serikat mendominasi di sektor keuangan dan teknologi tinggi, sedangkan Tiongkok memanfaatkan keunggulan tenaga kerja yg murah dan rantai industri yg lengkap untuk merebut pangsa pasar.

Dalam kerangka seperti inilah, perekonomian global sebenarnya berkembang dalam kondisi yg relatif stabil dan seimbang.

Menurut saya, secara keseluruhan kekuatan Amerika mmg masih lebih unggul

Sementara itu, negara-negara ASEAN sebagai penerima manfaat utama dari strategi “China+1” telah berhasil menarik perpindahan manufaktur dan investasi dalam jumlah yg sangat besar. Baik proyek-proyek sumber daya alam dan energi baru di Indonesia, maupun industri semikonduktor dan elektronik di Malaysia, semuanya mengalami pertumbuhan yg sangat signifikan dalam satu dekade terakhir.

Namun demi mempertahankan dominasinya, Amerika Serikat melancarkan tekanan secara menyeluruh di berbagai bidang — mulai dari perdagangan, teknologi, hingga geopolitik. Khususnya di ranah energi dan geopolitik, melalui dukungannya terhadap Israel dan keterlibatan langsungnya dalam konflik dengan Iran, Amerika Serikat telah menyebabkan tersumbatnya Selat Hormuz, jalur vital transportasi minyak dunia yg sangat krusial bagi perekonomian global.

Hal ini semakin memperkuat daya tarik aset-aset Amerika Serikat dan likuiditas Dolar AS. Namun pada saat yg sama, kondisi tersebut juga menyedot sebagian dana dari pasar-pasar berkembang, sekaligus mendorong harga energi global ke level yg lebih tinggi — yg secara langsung meningkatkan biaya impor negara-negara seperti Tiongkok, dan secara tidak langsung turut mengganggu stabilitas rantai pasokan di kawasan ASEAN.

Namun dalam menghadapi tekanan gelombang ini, Tiongkok justru mulai melakukan investasi dan kerja sama perdagangan secara masif di tiga kawasan strategis — ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika. Di saat yg bersamaan, di tengah blokade teknologi dan energi dari Amerika Serikat, Tiongkok terus mendorong inovasi mandiri dan diversifikasi jalur strategisnya secara konsisten.

Amerika pasti bakal terus berusaha pertahanin posisinya sbg pemimpin dunia

Iya, apalagi sejak Trump menjabat, dia emg sering ksh tekanan ekonomi, termasuk lewat berbagai kenaikan tarif impor

Seperti yg terlihat dari berbagai konferensi teknologi dan restrukturisasi rantai industri Tiongkok belakangan ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok semakin mempercepat ekspansinya di kawasan ASEAN, sekaligus mengakselerasi perpindahan rantai pasokan ke negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia.

Dan dalam perang di ranah diplomasi dan ekonomi ini, justru karena besarnya nilai strategis kawasan ASEAN dan sekitarnya, Amerika Serikat pun terpaksa mempertimbangkan kunjungan Trump ke Tiongkok sebagai langkah untuk mengelola risiko dan mencari stabilitas. Karena di tengah kelangsungan aksinya di Timur Tengah, Amerika Serikat sendiri sekarang menghadapi tiga tantangan besar yg sangat serius.

1. Biaya perang dan tekanan utang Amerika Serikat sendiri sudah sangat tinggi. Konflik yg berkepanjangan telah menyebabkan lonjakan pengeluaran yg sangat signifikan, mulai dari anggaran militer hingga subsidi energi, sementara bunga utang nasional per tahunnya sudah mencapai angka yg sangat astronomis.

Apabila tidak segera ditempuh jalur diplomatik seperti kunjungan Trump ke Tiongkok untuk mengkoordinasikan peredaan ketegangan, Amerika Serikat harus terus menanggung beban biaya yg sangat besar. Inilah tantangan pertama yg tidak bisa dihindari oleh Amerika Serikat.

Sekarang seiring dengan dirilisnyas data NFP, kita melihat angka aktual yg masuk sebesar 115K, melampaui ekspektasi pasar di angka 62K secara signifikan dan cukup mengejutkan. Sektor swasta sendiri mencatatkan penambahan 123K tenaga kerja baru, yg mengindikasikan bahwa minat perusahaan dalam merekrut karyawan masih tetap solid.

Di satu sisi, hal ini memberikan sentimen positif bagi ekspektasi profitabilitas perusahaan dan mendukung selera risiko di pasar saham. Namun di sisi lain, data yg kuat ini justru tidak menguntungkan bagi Amerika Serikat untuk segera memangkas suku bunga. Dan apabila Amerika Serikat tidak bisa melanjutkan pemangkasan suku bunga secara cepat, tekanan utangnya justru akan terus membengkak.

Kalian bisa perhatikan bahwa setelah data NFP dirilis, harga emas mengalami kenaikan yg sangat cepat hanya dalam waktu 5 menit. Pergerakan ini sepenuhnya sejalan dengan arah pasar yg sudah sy bagikan kepada kalian tadi siang, sekaligus memvalidasi analisis kita terhadap dampak data tersebut.

Di saat yg bersamaan, kita juga menyaksikan indeks Dolar AS mengalami pelemahan yg cukup signifikan dalam rentang waktu yg sama. Hal ini secara langsung mendorong kenaikan mata uang non-Dolar secara bersamaan, dan menjelaskan mengapa aset-aset berorientasi ekspor atau investasi luar negeri tertentu langsung merasakan manfaatnya dengan cepat.

Dari sini terlihat dengan sangat jelas bahwa reaksi pasar terhadap data ekonomi inti seringkali bersifat instan dan sangat cepat. Data NFP mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat, dan data ketenagakerjaan ini secara langsung mempengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.

Apabila data ketenagakerjaan melampaui ekspektasi, pasar akan berasumsi bahwa The Fed kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga, Dolar AS menguat, dan emas mengalami tekanan jangka pendek. Sebaliknya, apabila data ketenagakerjaan berada di bawah ekspektasi, pasar akan berasumsi bahwa pemangkasan suku bunga perlu segera dilakukan, Dolar AS melemah, dan emas serta mata uang non-Dolar pun menguat.

Dan seperti yg kita saksikan sendiri, reaksi pasar setelah data dirilis hari ini sepenuhnya sesuai dengan arah yg sudah kita proyeksikan sebelumnya — emas naik, Dolar turun, dan mata uang non-Dolar menguat. Hal ini membuktikan bahwa pemahaman kita terhadap interpretasi data maupun arah pergerakan dana sudah tepat dan akurat.

Karena itulah, seiring dengan semakin jelasnya gambaran data NFP dan kondisi ekonomi Amerika Serikat yg sesungguhnya, pasar kemungkinan besar akan bergerak sesuai dengan logika yg sudah kita proyeksikan sebelumnya. Dan ini sekali lagi menegaskan satu prinsip inti yg sangat penting, yaitu memahami logika ekonomi di balik sebuah data jauh lebih penting daripada sekadar panik tanpa arah.

NFP diumumin di angka 115K, artinya minat perusahaan utk merekrut karyawan msh kuat, jd sentimen pasar saham jg ikut lbh terdukung

Emas lgsg naik cepat dlm jangka pndk, ini makin buktiin kalo analisa Pak Sutanto soal arah aliran dana emg tepat

Prediksinya Pak Sutanto bnr2 akurat bngt deh ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

2. Aksi Amerika Serikat di Timur Tengah justru semakin memperkuat ketergantungan perdagangan antara Tiongkok dengan kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Afrika. Dalam menjalin kerja sama dengan Tiongkok, negara-negara di kawasan tersebut semakin banyak menggunakan RMB atau mata uang lokal sebagai alat penyelesaian transaksi. Hal ini semakin mempercepat proses de-dolarisasi di sebagian wilayah dunia.

Bagaimanapun, Dolar AS hanya memiliki nilai apabila beredar secara luas di seluruh dunia.

Namun ketika pasar-pasar seperti ASEAN secara bertahap beralih ke jaringan perdagangan regional yg lebih stabil, apabila Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan tanpa mencari keseimbangan diplomatik, mereka berpotensi kehilangan kendali atas pasar-pasar strategis yg sangat krusial tersebut.

3. Dan ini adalah yg paling penting. Tujuan utama dari aksi Amerika Serikat adalah mengendalikan sumber daya-sumber daya strategis seperti energi, untuk secara tidak langsung menekan para pesaingnya sehingga dapat mengakuisisi atau menguasai aset-aset penting dengan biaya yg lebih rendah.

Namun Tiongkok sebagai entitas ekonomi berdaulat, aset-aset intinya dikendalikan secara ketat oleh negara. Meskipun menghadapi tekanan jangka pendek, Tiongkok tidak akan dengan mudah membuka peluang akumulasi bagi pihak luar. Sebaliknya, negara-negara ASEAN yg posisinya relatif netral dan kebijakannya lebih fleksibel, justru menjadi kawasan paling ideal bagi implementasi strategi “China+1” perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Karena Amerika Serikat sulit mencapai tujuan strategis secara menyeluruh melalui satu konflik tunggal, aset-aset inti di sebagian negara ASEAN tidak dikendalikan secara ketat oleh negara, sehingga dengan masuknya dana Amerika Serikat, harga mengalami penurunan jangka pendek. Dan penurunan inilah yg justru menjadi peluang akumulasi yg berpotensi menarik perhatian investor dari Amerika Serikat maupun Tiongkok.

Iya, sektor energi, perbankan, penerbangan, transportasi, dan konstruksi di China semuanya msh dipegang negara, jdi nggak terlalu takut sama tekanan jangka pndk

Karena itulah, dalam kondisi di mana Amerika Serikat semakin sulit memperoleh keuntungan yg berarti melalui tekanan sepihak yg terus-menerus, kalian bisa memikirkan sendiri, apa pilihan yg paling mungkin diambil Amerika Serikat ke depannya?

Kemungkinan besar, satu-satunya jalan yg tersisa adalah mencari keseimbangan dan stabilitas melalui jalur diplomatik. Kunjungan penting Trump ke Tiongkok pekan depan adalah salah satu langkah utama dalam arah tersebut.

Dan inilah juga yg selalu sy tekankan kepada kalian sebelumnya, penurunan pasar saat ini lebih merupakan hasil dari Wall Street yg sudah lebih awal mengantisipasi bahwa persaingan Amerika-Tiongkok akan memicu gejolak harga aset di berbagai negara.

Karena demi kepentingan jangka panjangnya sendiri, Amerika Serikat pun tidak mungkin mempertahankan tekanan tinggi secara terus-menerus. Oleh karena itu, bagi Wall Street, strategi yg paling optimal adalah memanfaatkan periode waktu yg ada saat ini dengan menggunakan berbagai cara untuk menekan harga aset-aset berkualitas di sejumlah negara, sehingga bisa mengakumulasi sebanyak mungkin di level harga yg rendah.

Dan Indonesia, dengan kekayaan cadangan sumber dayanya yg melimpah serta potensi demografis yg sangat besar, sekarang telah menjadi salah satu pasar yg paling diincar oleh modal internasional.

Wall Street emang dr dulu sering main pake cara kyk gt๐Ÿ˜ก

Kalo Trump smpe berkunjung ke China, bs jadi itu tanda bakal muncul peluang baru di pasar

Sekarang setelah kalian memahami berbagai tantangan yg dihadapi Amerika Serikat, mari kita pikirkan bersama, bagaimana jika Amerika Serikat tidak menempuh jalur kunjungan ke Tiongkok atau upaya diplomasi lainnya, dan justru memilih untuk mempertahankan konfrontasi dengan intensitas tinggi?

Maka biaya perang dan tekanan domestiknya akan terus meningkat tanpa henti. Selain itu, sirkulasi dan pengaruh Dolar AS di tingkat global pun akan semakin melemah. Dan yg terakhir, Amerika Serikat tidak akan mampu secara efektif memutus integrasi yg semakin dalam antara Tiongkok dan ASEAN.

Lalu bagaimana Amerika Serikat bisa mengubah situasi ini? Pada akhirnya, pilihan yg tersisa bagi Amerika Serikat sangatlah terbatas, sementara risiko dari memperluas konflik secara langsung justru sangat tinggi.

Namun apakah kalian benar-benar menginginkan hal seperti itu terjadi? Hampir semua orang memahami bahwa apabila konflik Amerika-Iran terus mengalami eskalasi dan meluas ke skala yg lebih besar, dalam kondisi geopolitik internasional saat ini, hal tersebut pasti akan berarti semakin terguncangnya rantai pasokan global dan keamanan energi dunia, bahkan berpotensi memicu risiko yg jauh lebih luas dan tidak terkendali.

Apabila hal tersebut benar-benar terjadi, pertanyaan yg ada di benak kita masing-masing bukan lagi soal investasi mana yg bisa menghasilkan keuntungan. Melainkan bagaimana kita bisa tetap bertahan dan menjaga stabilitas di tengah gejolak yg terjadi.

Pak Sutanto , menurut bpk mggu dpn pasar saham bakal bergerak gmna nih?

Nggak ada yg berharap perang terus berlanjut, krna dampak ke dpnnya memang terlalu banyak..

Kalian sekarang juga bisa menyaksikan sendiri bahwa pasar saham Amerika Serikat kembali melonjak dengan kenaikan yg signifikan dan ini sangat erat kaitannya dengan data NFP yg baru saja dirilis malam ini.

Secara lebih rinci, jumlah penambahan tenaga kerja yg melampaui ekspektasi — dengan realisasi 115K, jauh di atas proyeksi 62K, mengindikasikan bahwa perekonomian Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan yg tajam, dan perusahaan-perusahaan masih memiliki kebutuhan rekrutmen yg solid. Hal ini secara langsung menghapus kekhawatiran pasar terhadap risiko resesi dan meningkatkan selera risiko di pasar saham.

Sementara itu, Average Hourly Earnings mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 3,6% — positif namun berada di bawah ekspektasi. Pertumbuhan gaji adalah salah satu indikator inflasi terdepan yg paling dicermati oleh The Fed. Pelambatan pada angka ini mengindikasikan berkurangnya tekanan inflasi, sehingga menurunkan probabilitas The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga atau penyesuaian suku bunga yg signifikan ke depannya.

Secara keseluruhan, ini merupakan sinyal klasik dari kondisi soft landing ekonomi. Pasar tenaga kerja masih kuat, pendapatan masyarakat tetap stabil, ekspektasi konsumsi serta proyeksi laba perusahaan mulai membaik. Di sisi lain, pertumbuhan upah mulai melambat sehingga tekanan biaya tenaga kerja ikut berkurang, yg pada akhirnya membantu perbaikan margin keuntungan perusahaan dan menjadi sentimen positif bagi pasar saham.

Karena itu, data kali ini bukan hanya memberi dampak positif jangka pendek bagi pasar saham Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi membawa pengaruh sentimen positif ke pasar global. Sy menilai pekan depan pasar saham global, khususnya pasar saham Indonesia, masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren rebound dari area bottom yg sebelumnya sudah mulai terbentuk.

Menurut saya, mingdep pasar saham kita msh ada peluang lanjut rebound๐Ÿ˜‡

Data ini nunjukin kalau ekonomi blm ngalamin perlambatan yg terlalu cepet

Tentu saja sy memahami bahwa banyak dari kalian juga merasa khawatir, apalagi penurunan pasar hari ini dipicu oleh reformasi pajak terhadap sektor nikel dan batu bara.

Memang dalam jangka pendek, kebijakan pajak baru ini dapat memberikan tekanan bagi perusahaan hulu yg berfokus pada ekspor bahan mentah maupun produk dengan tingkat hilirisasi rendah. Namun di balik tekanan tersebut, sebenarnya tersembunyi peluang jangka panjang yg cukup menarik.

Mari kita lihat logika utamanya:

Pertama, arah kebijakan pajak saat ini sebenarnya sangat jelas. Bagi perusahaan eksportir sektor hulu, kenaikan pajak ekspor serta windfall tax secara langsung akan meningkatkan beban biaya dan menekan margin keuntungan perusahaan secara signifikan, terutama bagi perusahaan yg masih mengandalkan ekspor bijih mentah maupun produk nikel dengan nilai tambah rendah.

Namun bagi perusahaan sektor tengah hingga hilir, kebijakan ini justru mendorong transformasi dari sekadar menambang dan menjual bahan mentah menuju produksi barang dengan nilai tambah yg lebih tinggi, seperti nikel kelas baterai, stainless steel, dan berbagai produk olahan lainnya.

Perusahaan-perusahaan di sektor ini bahkan berpotensi mendapatkan tarif pajak yg lebih rendah atau sebagian insentif tertentu. Dengan kata lain, kebijakan ini memang menekan profit perusahaan bernilai tambah rendah dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru mendorong percepatan upgrade industri nasional.

Tujuannya adalah agar sumber daya alam Indonesia tidak lagi hanya diekspor sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yg jauh lebih tinggi. Dan inilah langkah penting dalam proses transformasi Indonesia dari negara eksportir sumber daya menjadi negara industri dan pusat pengolahan sumber daya.

Reformasi pajak kali ini pada dasarnya merupakan kelanjutan dari kebijakan larangan ekspor bijih mentah yg mulai diterapkan pada tahun 2020. Bedanya, kali ini pemerintah menggunakan instrumen perpajakan sebagai leverage untuk mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas industri hilirisasi. Di saat yg sama, permintaan global terhadap kendaraan listrik terus mengalami pertumbuhan. Kondisi ini membuka peluang ekspor yg jauh lebih besar bagi perusahaan dengan tingkat pengolahan tinggi dan nilai tambah yg kuat.

Ke depannya, rantai pasok perusahaan besar seperti Contemporary Amperex Technology Co. Limited, LG Corporation, hingga Tesla, Inc. berpotensi semakin aktif membangun basis produksi maupun kerja sama industri di Indonesia. Karena itu, perusahaan yg sudah memiliki atau sedang membangun proyek hilirisasi terutama sektor HPAL, smelter, pemurnian, dan pengolahan bernilai tambah tinggi, berpeluang memperoleh manfaat yg lebih besar dari arah kebijakan ini.

Sebaliknya, perusahaan yg masih bergantung pada ekspor bijih mentah atau produk dengan tingkat pengolahan rendah kemungkinan akan menghadapi tekanan terhadap margin laba dan profitabilitas dalam jangka pendek. Jadi menurut sy, arah kebijakan ini bukan sekadar membatasi ekspor bahan mentah, tetapi merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat lokalisasi industri hilir Indonesia. Dalam jangka panjang, langkah ini berpotensi meningkatkan daya saing industri nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memperbesar nilai tambah yg dinikmati di dalam negeri.

Selain itu, kebijakan kali ini juga akan memberikan tekanan pajak yg cukup besar terhadap perusahaan eksportir batu bara kalori rendah. Namun di sisi lain, kondisi ini juga akan mendorong perusahaan untuk bertransformasi ke sektor dengan nilai tambah lebih tinggi, seperti ekspor batu bara kalori tinggi, pembangkit listrik berbasis batu bara, maupun industri hilir seperti coal chemical.

Pada saat yg sama, pendapatan pajak yg diperoleh negara juga dapat digunakan untuk mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, sehingga dalam jangka panjang tetap positif bagi proses transformasi industri nasional. Jadi secara keseluruhan, kebijakan pajak baru ini pada dasarnya merupakan kelanjutan dari arah resource nationalism dan strategi peningkatan industri di Indonesia.

Memang dalam jangka pendek, kebijakan ini akan memberikan tekanan bagi perusahaan hulu yg masih bergantung pada ekspor produk mentah atau berpengolahan rendah.

Namun dalam jangka panjang, kebijakan ini justru lebih menguntungkan bagi perusahaan yg telah berinvestasi di sektor hilir, memiliki teknologi pengolahan yg maju, cadangan tambang besar, serta hubungan yg baik dengan pemerintah.

Dengan kata lain, volatilitas pasar jangka pendek saat ini sebenarnya bisa menjadi jendela peluang bersejarah. Bagi investor yg mampu memanfaatkan momentum untuk masuk ke perusahaan hilirisasi dan rantai industri energi baru, potensi keuntungan jangka panjang yg diperoleh bisa jauh lebih besar dibanding perusahaan hulu konvensional.

Reformasi pajak emg bsa nekan keuntungan dlm jangka pndk, tp arah jangka pjangnya udah cukup jelas

Proyek HPAL dan smelter kdpnnya peluangnya bakal makin gede nih ๐Ÿ’ช

Jadi malam ini, terkait alasan mengapa pasar saham mengalami penurunan, kunjungan Trump ke Tiongkok, data NFP malam ini, serta pengaruh kondisi eksternal dan reformasi pajak terhadap Indonesia, semuanya sudah sy rangkum dan simpulkan secara menyeluruh untuk kalian.

Namun dalam sesi sharing malam ini, fokus utamanya tetap lebih kepada menjawab berbagai pertanyaan spesifik yg belakangan ini banyak ditanyakan oleh kalian semua. Dan sebagai penutup, sy tetap ingin menyampaikan bahwa setidaknya menurut pandangan sy, kemungkinan terjadinya eskalasi konflik secara besar-besaran saat ini masih relatif kecil.

Karena pada akhirnya, para pemimpin negara besar tentu saja akan mempertimbangkan keamanan serta kepentingan nasional mereka sendiri, sehingga tidak akan dengan mudah mengambil keputusan yg justru membawa negaranya masuk ke dalam situasi yg berisiko tinggi.

Dan kalian juga perlu mengetahui bahwa dalam sejarah perkembangan ekonomi Indonesia, fase pertumbuhan yg paling pesat justru seringkali terjadi di saat kekuatan-kekuatan besar dunia sedang bersaing dan mencari keseimbangan. Pada masa-masa seperti itu, berbagai pihak yg ingin merebut dukungan berlomba-lomba mengalirkan sumber daya dan investasi ke Indonesia dalam jumlah yg sangat besar.

Dan sekarang, seiring dengan upaya Amerika Serikat dan Tiongkok dalam mengelola risiko dengan kunjungan Trump ke Tiongkok sebagai langkah mencari stabilitas Indonesia sebagai negara dengan posisi strategis yg sangat menguntungkan, kekayaan sumber daya yg melimpah, serta kebijakan non-blok yg fleksibel, akan memperoleh peluang eksternal yg belum pernah terjadi sebelumnya.

Analisa hari ini bner2 detail deh๐Ÿ™

Percepatan relokasi manufaktur Tiongkok, diversifikasi investasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat untuk menyebar risiko, pendalaman jaringan perdagangan regional, serta perluasan penggunaan RMB dan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi, semua keunggulan inti ini akan semakin mempercepat proses realokasi modal global dan restrukturisasi rantai industri dunia.

Bagi industri-industri Indonesia seperti nikel dan energi baru, ini merupakan momentum perkembangan yg sangat langka dan berharga. Sy yakin ke depannya perkembangan negara kita akan semakin pesat dan akseleratif. Dan dalam proses itulah, imbal hasil dari investasi kita pun akan terus bertumbuh semakin tinggi.

Dan sekarang kita sedang berada di sebuah jendela historis yg sangat langka. Perubahan konstelasi global, persaingan regional, serta pergerakan dana pasar, semuanya secara bersamaan menghadirkan peluang yg sangat jarang terjadi bagi mereka yg menguasai aset-aset inti yg tepat.

Tugas kita adalah memanfaatkan momentum ini dengan presisi menjadikan investasi kita semakin efisien dan semakin terfokus pada aset-aset inti berkualitas tinggi.

Kalian perlu memahami bahwa peluang seperti ini tidak datang setiap saat. Jika kita menilik sejarah, hampir semua konglomerat dan dinasti bisnis besar yg berhasil membangun fondasinya, tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam membaca dan menangkap momentum kritis dengan sangat tajam.

Ketika harga aset mengalami penurunan jangka pendek akibat gejolak lingkungan eksternal, dana-dana cerdas mampu mengakuisisi perusahaan-perusahaan inti berpotensi tinggi di masa depan dengan biaya yg sangat rendah.

Di fase ketika tatanan ekonomi global sedang direstrukturisasi, rantai industri sedang ditata ulang, dan berbagai kebijakan yg menguntungkan mulai diterapkan secara bertahap, kekayaan keluarga yg mampu membangun posisi lebih awal seringkali tumbuh secara eksponensial dalam satu hingga beberapa dekade ke depan.

Contoh-contoh historis yg membuktikan hal ini sangatlah banyak. Baik dinasti-dinasti besar di industri minyak, pertambangan, maupun keuangan pada abad lalu, semuanya membangun posisi mereka dengan cepat justru di saat orang lain panik dan harga berada di level terendah. Dan dari situlah mereka berhasil meraih lompatan pertumbuhan kekayaan yg luar biasa.

Sektor nikel dan rantai industri energi baru ke dpnnya wajib jadi perhatian utama

Kebangkitan kekayaan keluarga biasanya dteng dr kemampuan manfaatin momentum perubahan zaman

Perpindahan manufaktur dr China mmg bikin negara kita dpet peluang besar

Indonesia bahkan seluruh kawasan ASEAN saat ini sedang berada dalam fase peluang strategis yg serupa. Kebijakan negara yg solid, industri-industri fundamental yg bergerak stabil dengan kecenderungan naik, serta aliran investasi asing yg masih menyimpan peluang diferensiasi yg menarik.

Semua ini berarti bahwa bagi mereka yg mampu membangun posisi secara presisi pada aset-aset inti berkualitas tinggi, beberapa tahun ke depan akan menjadi fase krusial untuk akumulasi kekayaan yg signifikan.

Karena itulah, yg perlu kita lakukan bukan sekadar berinvestasi secara biasa, melainkan membangun posisi untuk masa depan dengan pola pikir dan visi seorang pembangun warisan keluarga.

1. Fokus pada aset-aset inti — pilih perusahaan-perusahaan yg memiliki pertumbuhan solid dalam tren jangka panjang dan keunggulan kompetitif yg jelas.

2. Manfaatkan momen harga yg undervalued — ketika gejolak eksternal menyebabkan penurunan harga jangka pendek, ambil keputusan tegas untuk mengalokasikan dana.

3. Perluas horizon investasi — jangan mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan wujudkan pertumbuhan kekayaan yg solid melalui kepemilikan jangka panjang.

Perencanaan kekayaan keluarga — arahkan pandangan pada 10 hingga 20 tahun ke depan, dan melalui alokasi aset yg terencana dengan baik, wujudkan pewarisan kekayaan lintas generasi serta pertumbuhan yg bersifat eksponensial.

Selama kita mampu membangun posisi yg tepat di periode waktu ini dan memegang investasi dengan penuh kesabaran seperti halnya keluarga-keluarga besar yg membangun fondasinya di masa lalu, kita tidak hanya akan mampu menunggangi gelombang kebangkitan ekonomi Indonesia, tetapi juga berpotensi mewujudkan pertumbuhan kekayaan keluarga yg sangat signifikan.

Dengan kata lain, ini bukan sekadar sebuah peluang investasi biasa. Ini adalah momentum strategis untuk membangun fondasi kekayaan jangka panjang bagi keluarga kita di masa depan.

Selama kita menemukan arah yg benar dan mengeksekusinya dengan disiplin, kita sepenuhnya memiliki kesempatan untuk mereplikasi lompatan kekayaan yg pernah dicapai oleh segelintir keluarga besar dalam sejarah di era ini. Ok, sesi sharing malam ini kita cukupkan sampai di sini. Selamat menikmati akhir pekan semuanya!

Sharing malem ini bner2 berbobot deh

Beli aset bagus pas harganya lagi murah, biasanya peluang return ke dpnnya emg lbh gede ๐Ÿ‘

Pegang perusahaan berkualitas buat long term, itu yg paling penting buat kita lakuin sekarang

Momen strategis ASEAN skrg memang layak banget diperhatikan utk negara kita ๐Ÿ’ช

Analisa Pasar 08 Mei 2026 Siang

Siang semuanya,

Meskipun pagi ini pasar saham sempat mengalami beberapa gejolak dan koreksi, namun perbedaan kinerja antar saham semakin terlihat jelas. Saham-saham berkualitas tinggi tetap bergerak solid didukung oleh aliran dana yg masuk, sementara harga emas terus melanjutkan kenaikannya secara bertahap, dan harga minyak mentah mengalami pelemahan. Pergerakan ini sepenuhnya sejalan dengan analisis yg sudah sy tekankan berulang kali kemarin.

Yg lebih penting lagi, malam ini Amerika Serikat akan merilis data NFP yg merupakan data kunci terakhir di masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed. Dampaknya terhadap pasar global sangat besar, sehingga malam ini berpotensi memicu pergerakan jangka pendek yg cukup tajam pada emas maupun pasar saham. Khususnya bagi kalian yg sedang memantau peluang investasi jangka pendek di emas dan forex, hari ini sudah saatnya untuk mempersiapkan diri lebih awal.

Semoga habis pidatonya nanti, pasar saham bisa lebih tenang dikit

Harga emas msh bisa naik lagi gk ya?

Untuk malam ini, rekomendasi utama yg ingin sy sampaikan kepada kalian sangat jelas. Jangan gegabah melakukan short pada emas, dan jangan terburu-buru melakukan long pada produk forex yg berkaitan dengan indeks Dolar AS. Dari sisi saham, pekan depan kemungkinan besar pasar masih akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan naik secara bertahap.

Karena itulah, strategi terpenting kita tetap sama, bersabar dalam memegang saham-saham berkualitas. Namun ada satu hal yg perlu diperhatikan. Meskipun saham-saham teknologi Amerika Serikat secara keseluruhan masih menunjukkan tren yg kuat, dalam jangka pendek kenaikannya sudah tidak lagi bersifat eksplosif dan merata seperti sebelumnya.

Karena kenaikan pasar saham Amerika Serikat dalam 2 pekan terakhir ini terutama didorong oleh laporan keuangan yg positif dari perusahaan-perusahaan besar serta meredanya ketegangan geopolitik. Namun kini pasar mulai menunjukkan divergensi yg semakin jelas — sejumlah raksasa teknologi besar mulai bergerak sideways di level tinggi, sementara banyak perusahaan teknologi menengah dan kecil berpotensi mengalami koreksi yg cukup tajam dalam waktu singkat.

Jika kalian nekat mengejar kenaikan secara membabi buta di fase divergensi seperti ini, kalian sangat mudah terjebak dalam perangkap baru. Karena itulah, baik di pasar lokal Indonesia maupun di pasar saham Amerika Serikat, divergensi yg semakin tajam akan menjadi karakteristik utama pasar dalam periode ke depannya.

Jika kalian masih enggan untuk segera melakukan penyesuaian struktur portofolio dan tetap bersikeras mempertahankan posisi lama yg ada, maka sy hanya bisa berkata Good Luck. Seperti halnya kondisi Indonesia saat ini, di mana selain bank-bank besar yg paling stabil, sebagian besar sektor lainnya justru menunjukkan pergerakan yg silih berganti antara kenaikan dan penurunan.

Pasar saham AS mulai keliatan terpecah arahnya, jdi risiko buat ngejar harga yg udah naik juga makin gede

Paham, ke depannya yang penting bukan asal beli, tapi pilih aset yang tepat๐Ÿ’ช

Untuk jangka pendek, perhatian berikutnya perlu diarahkan pada emas. Setelah data NFP dirilis malam ini, emas sangat berpotensi mengalami kenaikan yg cukup cepat dalam jangka pendek. Karena itulah, bagi kalian yg saat ini sudah memegang investasi terkait emas, bersabarlah dan tunggu hingga imbal hasil kalian berkembang lebih optimal.

Namun demikian, sy tetap menyarankan kalian untuk lebih mengutamakan emas fisik. Meskipun pertumbuhan imbal hasilnya terlihat tidak secepat beberapa produk derivatif keuangan, namun emas fisik adalah cara investasi yg paling aman dengan risiko yg sangat rendah dan mampu mempertahankan nilai secara stabil dalam jangka panjang.

Terakhir, tadi pagi banyak dari kalian yg melihat kenaikan BMRI dan mengirimkan pertanyaan, mengapa hari ini sebaiknya tidak membeli BMRI? Ada beberapa poin penting yg perlu diperhatikan di sini.

Hari perdagangan berikutnya adalah tanggal pencatatan dividen BMRI, dengan besaran dividen yg cukup signifikan yaitu sekitar 367 Rupiah per saham. Karena aturan penyelesaian transaksi di Bursa Efek Indonesia serta perbedaan ketentuan antar broker, tidak semua saham yg dibeli hari ini dijamin akan tercatat dan berhak menerima dividen tersebut.

Jika kalian membeli BMRI hari ini namun tidak berhasil tercatat pada hari Senin sebagai tanggal pencatatan, maka kalian akan melewatkan dividen tersebut. Karena itulah, untuk saham-saham yg akan segera membagikan dividen, langkah paling aman adalah tidak melakukan pembelian secara gegabah pada hari perdagangan sebelum tanggal pencatatan dividen. Aturan ini tidak hanya berlaku untuk BMRI, tetapi juga berlaku untuk semua saham di pasar Indonesia yg akan segera membagikan dividen.

Emas fisik mmg geraknya lebih pelan, tp unggul krna aman dan stabil

Harga emas, kurs sama pergerakan dana tuh hrs diliat barengan

Saham teknologi kecil dan menengah di AS lg kena tekanan, jd uang investor kmgkinan bakal pindah ke aset lain

Dan yg terakhir adalah hal penting malam ini, yaitu dirilisnya data NFP. Melalui analisis pasar saham dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yg sudah kita bahas tadi malam, kalian seharusnya sudah memahami betapa pentingnya data ini.

Yg perlu kita lakukan sekarang adalah mempersiapkan diri lebih awal, sehingga ketika data tersebut dirilis, kita sudah siap untuk memanfaatkan peluang pasar yg muncul dan merealisasikan imbal hasil yg optimal.

Bagi kalian yg ingin memanfaatkan peluang jangka pendek, investasi emas juga bisa menjadi pilihan yg layak untuk dipertimbangkan, dengan memanfaatkan volatilitas yg ditimbulkan oleh data NFP untuk meraih keuntungan yg lebih cepat.

Namun apapun kondisinya, ada satu hal yg harus selalu kalian ingat, yaitu investasi tidak bisa dilakukan dengan sekadar mengikuti pergerakan data secara membabi buta. Melainkan harus dikombinasikan dengan analisis mendalam terhadap kondisi pasar yg berbeda-beda serta harga aset yg ada.

Misalnya, mengapa data NFP dapat mempengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah? Mengapa imbal hasil obligasi kemudian berdampak pada pasar saham dan kurs Dolar AS? Lalu di dalam perekonomian kita sendiri, perubahan pada aset dan sektor mana yg berpotensi menghadirkan peluang besar serta keunggulan kompetitif?

Hanya dengan memahami logika-logika ini secara menyeluruh, memahami cara kerja pasar dan arah pergerakan dana, barulah kita bisa terus meraih imbal hasil yg konsisten dalam perjalanan investasi ke depannya. Ok deh, untuk sesi siang ini kita cukupkan sampai di sini. Sampai jumpa di sesi sharing utama kita malam ini!

Data NFP itu penting banget, jd kalau bs siapin posisi dari awal, peluangnya lebih gampang dimanfaatin

Jangan cuma fokus ke data, tapi jg hrs lihat kondisi aset dan situasi pasar secara keseluruhan

Perubahan ekonomi dlm negeri jg bsa bikin muncul peluang investasi baru

Oke deh, nanti malem saya bakal ikut tepat waktu biar bs belajar lbh bnyk lg

Minggu, 03 Mei 2026

Materi Sharing 33

Selamat malam semuanya,

Pertama-tama, sy ingin menyampaikan apresiasi atas dukungan kalian selama ini. Justru karena kalian terus aktif bertanya, berdiskusi, serta memberikan feedback terkait kondisi pasar di dalam grup, sistem AI yg kita gunakan bisa terus mengumpulkan data pasar yg nyata dan relevan, sehingga kemampuan analisisnya dapat terus disempurnakan secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tersebut, dalam waktu dekat Akademi Investasi Cerdas juga akan menghadirkan event baru. Mengenai hal ini, nanti setelah sesi sharing malam ini selesai, sy akan jelaskan secara lebih rinci kepada kalian.

Di sisi lain, sy jg berharap kalian dapat terus memberikan dukungan kepada Akademi Investasi Cerdas, serta mengikuti perkembangan terbaru melalui situs resmi kami: https://www.akademivab.com/

Seiring dengan sharing yg kita lakukan kemarin siang, serta lonjakan signifikan di pasar saham pada hari Jumat, sy yakin bnyk dari kalian juga sudah melihat dari berbagai berita keuangan global bahwa pasar saham AS kembali menunjukkan penguatan yg cukup kuat.

Ditambah lagi, dengan kinerja pendapatan perusahaan-perusahaan besar di AS yg secara keseluruhan melampaui ekspektasi pasar, hal ini seolah memberikan sinyal bahwa perekonomian global kembali memasuki fase ekspansi.

Namun, jika kita melihat ke belakang dalam kurun waktu sekitar 3 bulan terakhir, kita semua bersama-sama telah melalui berbagai tekanan, mulai dari dampak konflik geopolitik hingga beragam faktor tak terduga lainnya, yg menyebabkan pasar saham Indonesia berada dalam tren penurunan yg cukup dalam dan berlangsung cukup lama.

Meskipun selama ini sy terus menyampaikan kepada kalian semua bahwa pasar saham Indonesia ke depannya berpotensi mengalami rebound seiring dengan pertumbuhan ekonomi domestik yg relatif cepat, namun pada kenyataannya, di tengah kenaikan signifikan pasar saham global, kinerja pasar saham Indonesia pada pekan lalu justru menunjukkan hasil yg kurang memuaskan.

Banyak investor pun mulai mempertanyakan, kapan kondisi seperti ini akan berakhir. Terlebih lagi, sy sendiri juga terus menegaskan bahwa pasar saham Indonesia akan segera memasuki fase pemulihan yg lebih cepat.

Oleh karena itu, pada malam ini sy dapat menyampaikan dengan lebih jelas bahwa dalam waktu dekat, baik Indonesia maupun Amerika Serikat akan merilis sejumlah data ekonomi yg sangat penting. Dengan demikian, setelah pekan ini, sy menilai akan muncul momentum krusial yg berpotensi membawa perubahan besar pada arah pasar.

Sehingga, bagaimana kita menyusun strategi investasi pada pekan depan agar tetap aman sekaligus memiliki peluang memperoleh keuntungan akan menjadi fokus utama yg perlu kita perhatikan bersama.

IHSG skrg sdah di area bawah, minggu dpn hrsnya ada peluang rebound yg lumayan bagus

Bener2 berharap mingdep pasar saham bs rebound dikit, biar saldo di akun kita bs balik naik lagi ๐Ÿ˜‚

Maka pada malam ini, berdasarkan berbagai isu yg telah sy sampaikan sebelumnya, sy akan memberikan penjelasan yg lebih mendalam dan terstruktur kepada kamu semua.

Di saat yg sama, sy juga akan menyampaikan secara jelas apakah pada pekan depan kita berpotensi menghadapi sebuah peluang investasi yg relatif minim risiko dengan potensi pendapatan yg optimal.

Jika peluang tersebut benar-benar muncul, bagaimana cara kita mengidentifikasinya dan memanfaatkannya dengan tepat akan menjadi bagian penting dalam pembahasan malam ini. Dengan demikian, seluruh pertanyaan tersebut akan terjawab melalui sesi sharing kita malam ini.

Tentu saja, setelah sesi ini berakhir, sesuai dengan komitmen sy kepada kalian semua, sy juga akan menghadirkan event baru beserta materi pembelajaran tambahan sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar kamu. Apakah kalian sudah siap untuk memulainya?

Pertama-tama, kita perlu melihat kondisi ini dari perspektif makro secara menyeluruh. Pada hari Jumat lalu, pasar saham Amerika Serikat menunjukkan kinerja yg cukup kuat. Meskipun indeks Dow Jones mengalami penurunan tipis sebesar 0,31%, namun Nasdaq mencatat kenaikan sebesar 0,94% dan S&P 500 naik sebesar 0,29%.

Bahkan, Nasdaq dan S&P 500 hampir secara bersamaan berhasil mencetak level tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini tentu membentuk kontras yg cukup jelas jika dibandingkan dengan pasar saham Indonesia. Saat ini, IHSG masih bergerak di sekitar level support kuat di kisaran 7000.

Meskipun dalam kondisi pasar yg melemah masih terdapat beberapa saham seperti BUMI dan TAPG yg mampu mempertahankan tren kenaikan, namun jika dibandingkan dengan lebih dari 1000 saham yg mengalami penurunan signifikan, maka tekanan kerugian di pasar secara keseluruhan tetap terlihat sangat dominan.

Mengapa perbedaan ini bisa terjadi? Untuk menjawab hal ini, kita perlu menggali lebih dalam mengapa saham di Indonesia saat ini belum mampu naik. Salah satu faktor paling penting adalah dana asing yg terus melakukan penjualan saham di pasar Indonesia.

Memang, kondisi ini dipengaruhi oleh pelemahan rupiah yg berkelanjutan serta kenaikan yield dolar AS. Namun, ada faktor lain yg jauh lebih penting tetapi jarang diperhatikan, yaitu pergerakan dana institusi.

Institusi besar secara konsisten membeli saham di harga rendah, lalu memanfaatkan kekuatan modal mereka untuk menciptakan kepanikan di pasar. Hal ini mendorong investor ritel menjual saham unggulan yg mereka miliki di harga rendah, sehingga institusi dapat terus mengakumulasi saham berkualitas tersebut dengan harga yg lebih rendah.

IHSG msh bertahan di sekitar 7000, itu nunjukin kalau support di bawahnya msh cukup kuat

Hr Kamis kmrn BUMI sama TAPG masih bs naik, jujur agak kaget juga๐Ÿ˜Š

Skrg efek rugi lagi kuat, bnyk orang kepaksa cut loss, malah jadi ksmptn buat institusi msk di harga bawah

Kita bisa melihat dari data bursa setelah setiap hari perdagangan berakhir, khususnya pada statistik pergerakan dana antara institusi dan investor ritel, di mana terdapat banyak informasi penting yg bisa dianalisis.

Arus dana asing yg terus melakukan penjualan umumnya dipengaruhi oleh kenaikan yield dolar AS serta pelemahan kurs rupiah. Namun yg perlu diperhatikan, terlepas dari seberapa besar tekanan jual dari dana asing, institusi justru terus melakukan pembelian saham dalam jumlah besar.

Dalam menganalisis pergerakan dana asing, kita sebenarnya bisa memfokuskan perhatian pada kurs rupiah terhadap dolar AS, tanpa perlu terlalu terpengaruh oleh faktor lain.

Cukup dengan mengamati grafik candlestick pergerakan kurs tersebut, kita sudah bisa memahami arah aliran dana. Ketika grafik menunjukkan kenaikan, itu berarti rupiah sedang melemah. Sebagai contoh, saat kurs bergerak dari 16.900 ke 17.400, artinya untuk mendapatkan 1 dolar AS dibutuhkan lebih banyak rupiah.

Dalam kondisi seperti ini, ketika tren kurs terus naik, dana asing umumnya cenderung keluar dari pasar saham. Sebaliknya, ketika grafik kurs mulai memasuki fase penurunan, yg menandakan penguatan rupiah, dana asing biasanya akan kembali mengalir masuk ke pasar saham secara bertahap.

Terkait pergerakan kurs, teman-teman yg bekerja di Singapura mungkin merasakannya paling jelas, karena pendapatan mereka menggunakan dolar Singapura. Ketika rupiah melemah, saat pendapatan tersebut ditukar ke rupiah, jumlah yg diterima menjadi lebih besar. Ini setara dengan peningkatan pendapatan secara tidak langsung.

Untuk perubahan kurs sendiri, faktor yg memengaruhinya cukup kompleks, jadi malam ini tidak akan sy bahas terlalu dalam. Sy akan langsung sampaikan kesimpulannya. Saat ini, kurs sudah mendekati level terendah secara historis. Selama tidak ada perubahan besar dalam kondisi ekonomi Indonesia, kemungkinan untuk kembali melemah secara signifikan relatif kecil.

Ekonomi Indonesia juga ditopang oleh sektor ekspor sumber daya, seperti batu bara, nikel, dan kelapa sawit. Perusahaan-perusahaan di sektor ini memiliki pendapatan yg relatif stabil, dan banyak asetnya menggunakan denominasi dolar AS.

Kurs rupiah yg terus melemah harusnya malah bsa menarik lebih bnyak dana asing msuk kan

Kurs melemah malah bikin ekspor jd lebih sulit

Oleh karena itu, sy tidak terlalu khawatir terhadap pergerakan kurs saat ini. Pelemahan rupiah yg terjadi justru memberikan dorongan yg cukup besar bagi investasi di sektor riil di Indonesia. Memang, di satu sisi hal ini dapat menyebabkan arus dana asing keluar dari pasar saham.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga akan menarik masuknya investasi asing ke sektor-sektor ekonomi nyata secara berkelanjutan. Dengan demikian, dampak bersih dari arus masuk dan keluar dana asing terhadap pasar saham saat ini berpotensi mengalami perubahan arah, terutama setelah kurs mulai mendekati level terendahnya. Sy melihat, proses pembalikan ini sangat mungkin mulai terlihat pada pekan depan.

Tentu saja, dengan kondisi kurs rupiah yg saat ini sudah berada di level tinggi secara historis, justru fase seperti ini menjadi momen yg tepat untuk mulai mengalokasikan dana ke aset-aset global yg berdenominasi dolar.

Inilah alasannya mengapa sebelumnya sy terus menyarankan agar kalian mempertimbangkan investasi di emas. Meskipun dalam 1 bulan terakhir harga emas dalam denominasi dolar tidak menunjukkan kenaikan yg signifikan, namun akibat pelemahan rupiah, harga emas jika dihitung dalam rupiah sebenarnya tetap mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, pada tahap sekarang ini, memanfaatkan pelemahan rupiah untuk secara selektif berinvestasi pada aset unggulan berbasis dolar justru menjadi salah satu peluang paling menarik bagi investor di Indonesia.

Menurut saya beli sedikit emas fisik itu pilihan yg cukup oke

Selanjutnya, kita lihat perubahan pergerakan dana institusi. Ini adalah grafik candlestick 5 menit pada hari perdagangan Jumat. Dari grafik ini, kita bisa melihat dengan cukup jelas bahwa volume transaksi pada sesi sore lebih tinggi dibandingkan sesi pagi.

Di sini ada hal penting yg perlu diperhatikan. Sebagian besar investor ritel biasanya melakukan pembelian pada sesi pagi, sementara transaksi di sesi sore justru lebih banyak didominasi oleh institusi. Terutama pada fase call auction menjelang penutupan, sekitar pukul 16:55, investor ritel hampir tidak berpartisipasi dalam fase ini.

Sekarang coba bayangkan, ketika di siang hari pasar sedang mengalami penurunan atau penyesuaian, saat kamu melihat saham yg kamu pegang tidak menunjukkan pergerakan, sementara saham lain justru mulai naik, secara psikologis kamu akan terdorong untuk menjualnya.

Dalam kondisi penurunan pasar seperti ini, begitu investor ritel mulai melepas sahamnya, maka institusi dengan mudah mencapai tujuannya, yaitu melakukan akumulasi di harga rendah secara terkonsentrasi.

Alasan di balik tindakan institusi sebenarnya cukup sederhana:

Pertama, kita harus memahami bahwa secara keseluruhan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam keadaan yg sangat baik. Kinerja ekspor dan impor terus menunjukkan pertumbuhan yg stabil, dan hingga saat ini masih terdapat arus investasi asing yg cukup besar masuk ke Indonesia.

Dari sisi fundamental, ini merupakan landasan yg jelas menunjukkan arah pertumbuhan yg positif dan berkelanjutan. Artinya, tidak ada faktor negatif yg signifikan dari sisi fundamental yg dapat menjelaskan penurunan pasar saham saat ini.

Penurunan yg terjadi lebih disebabkan oleh strategi institusi, yg memanfaatkan momentum pelemahan kurs serta arus keluar dana asing. Dalam kondisi tersebut, institusi cenderung membiarkan pasar bergerak turun, dengan tujuan untuk mengakumulasi saham-saham unggulan dalam jumlah besar di harga yg lebih rendah.

Di pasar saham kita, proporsi dana asing itu emg cukup gede

Saat ini, yg bisa kita amati adalah saham-saham bank besar seperti BMRI, meskipun berada dalam tren penurunan atau pergerakan yg cenderung sideways, namun jika dibandingkan dengan kondisi saat pasar mengalami penurunan tajam sejak Februari, kinerjanya sebenarnya jauh lebih kuat dibandingkan pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Sebagai contoh, sejak Februari IHSG telah mengalami penurunan lebih dari 20%. Sementara itu, penurunan pada BMRI bahkan tidak mencapai 10%. Sebagai bank besar utama di Indonesia, stabilitas harga saham seperti ini justru menjadi sinyal bahwa kondisi makroekonomi Indonesia tidak mengalami gangguan yg berarti.

Namun, kita juga tidak bisa menutup fakta bahwa dalam 3 bulan terakhir, hampir seluruh pelaku pasar saham mengalami kerugian. Dalam fase penurunan pasar yg bersifat menyeluruh seperti ini, memang sangat sulit bagi siapa pun untuk benar-benar terhindar dari tekanan tersebut. Dari sinilah kita masuk ke inti pembahasan malam ini, yaitu pertanyaan paling krusial: kapan fase penurunan ini akan berakhir?

Pertanyaan ini, menurut sy, juga akan menjadi fokus paling utama pasar pada pekan depan. Baik Indonesia maupun Amerika Serikat akan merilis sejumlah data penting, yg hampir pasti akan mempercepat perubahan arah pasar.

Pertama, pada hari Senin Indonesia akan mengumumkan data inflasi terbaru, dan pada hari Selasa data GDP akan dirilis. Kedua indikator ini merupakan acuan paling utama untuk menilai tingkat kesehatan ekonomi Indonesia.

Coba kalian pikirkan dengan logika sederhana: jika suatu negara memiliki kondisi ekonomi yg secara umum stabil, tidak ada penurunan fundamental yg bersifat sistemik, namun pasar saham justru mengalami penurunan tajam dalam jangka pendek, dan pada saat yg sama kurs mata uangnya juga berada di level yg relatif rendah secara historis.

Dalam kondisi seperti ini, bagi dana asing justru sering kali dianggap sebagai peluang yg sangat ideal untuk melakukan akumulasi di harga rendah.

Sebab, pada situasi di mana harga aset sudah jelas berada di bawah nilai wajarnya, sementara prospek pertumbuhan jangka panjang masih tetap kuat, maka secara rasional dana asing akan memiliki dorongan yg sangat besar untuk mulai membangun posisi di level bawah.

Namun, kondisi ini juga membawa konsekuensi yg hampir pasti terjadi, yaitu semakin tajamnya diferensiasi antar saham. Tidak semua saham akan bergerak naik secara bersamaan, justru perbedaan kinerja akan semakin terlihat jelas, dan volatilitas pasar pun akan meningkat.

Karena itu, jika arah investasi yg diambil tidak tepat, atau pemilihan saham kurang akurat, maka sangat besar kemungkinan akan menghadapi tekanan penyesuaian dalam jangka pendek, bahkan berujung pada kerugian.

IHSG udh turun lbh dari 20%, tapi saham bank bahkan blm sampe 10%, daya tahan kayak gini justru jdi sinyal tersendiri

3 bln ini hampir seluruh pasar pada rugi, ini nunjukin kalo lagi ada pelepasan sentimen secara menyeluruh

Kalau dana asing mulai balik lagi, saham unggulan biasanya reboundnya bakal cepet banget

Di sini kita perlu memahami satu hal penting. Jika kita melihat dari sudut pandang institusi, sebenarnya hampir seluruh pelaku pasar, baik investor ritel maupun institusi dalam 3 bulan terakhir berada dalam kondisi merugi. Namun, ketika menghadapi kerugian, investor ritel umumnya hanya memiliki dua pilihan utama:

Pertama, memilih untuk tetap bertahan dengan saham yg dimiliki, dengan harapan ketika pasar rebound, mereka bisa kembali balik modal, bahkan memperoleh keuntungan. Biasanya, keputusan ini didasari keyakinan bahwa pasar pada akhirnya akan berbalik arah dan harga saham akan pulih.

Kedua, memilih untuk cut loss, yaitu mengakui kerugian yg ada saat ini dan menjual saham untuk menghindari risiko kerugian yg lebih besar. Dalam proses ini, investor biasanya akan mengevaluasi kembali kondisi pasar, lalu mencari peluang investasi lain yg dianggap memiliki potensi pertumbuhan yg lebih baik.

Kbnykan orang itu masuk kategori kedua, pilih cut loss terus keluar

Situasi pertama biasanya terjadi ketika harga saham mengalami penurunan tajam, misalnya dalam satu hari turun lebih dari 10%. Dalam kondisi seperti ini, sebagian investor ritel cenderung memilih untuk pasrah dan berharap harga akan kembali naik secara signifikan.

Mereka akan tetap bertahan, bahkan terus memegang saham tersebut tanpa terlalu mempertimbangkan potensi penurunan lanjutan. Fenomena seperti ini cukup sering terjadi dalam kondisi pasar belakangan ini.

Kerugian yg sudah terlalu besar sering kali memicu mekanisme psikologis berupa pembenaran diri, di mana investor mencoba menenangkan diri dengan harapan pasar akan berbalik. Justru pada fase inilah, ketika mayoritas investor ritel tidak lagi menjual sahamnya, institusi besar sering memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan distribusi, yaitu menjual saham dalam jumlah besar ke pasar.

Situasi kedua terjadi ketika harga saham tidak turun secara tajam, melainkan melemah secara perlahan.

Dalam kondisi seperti ini, investor ritel akan melihat nilai portofolionya berkurang sedikit demi sedikit setiap hari, misalnya turun 1% atau 2% secara bertahap. Justru penurunan yg perlahan seperti ini sering terasa lebih menyiksa secara psikologis.

Akibat tekanan tersebut, banyak investor akhirnya memilih untuk menjual sahamnya. Perilaku seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi merupakan fenomena umum yg bisa ditemukan di hampir seluruh pasar saham di dunia.

Kedua pola perilaku investor ritel ini pada kenyataannya sering dimanfaatkan oleh institusi. Banyak institusi besar memahami karakter tersebut, lalu menjadikannya sebagai dasar strategi untuk melakukan distribusi dan akumulasi secara sistematis.

Khususnya pada situasi pertama, ketika kerugian investor ritel sudah terlalu besar, institusi utama justru cenderung melakukan penjualan saham secara agresif ke pasar.

Sy sarankan kalian mencoba merefleksikan kembali portofolio masing-masing, terutama saham yg pernah mengalami penurunan hingga lebih dari 80%. Ingat kembali bagaimana proses berpikir kalian saat menghadapi penurunan tajam tersebut.

Turun pelan2 itu malah lebih nyiksa, tiap hari minus dikit2 ๐Ÿ˜‚

Pelaku besar mmg sering manfaatin perbedaan sentimen kyk gini, di satu sisi bikin pasar panik, di sisi lain pelan2 kumpulin saham di harga bawah

Ketika harga saham sudah turun sekitar 30%, sebagian investor mulai merasa kerugiannya terlalu besar, muncul rasa “sayang” untuk melepas, dan berharap keesokan harinya harga akan berbalik naik. Perasaan ini membuat mereka enggan menjual saham.

Namun ketika keesokan harinya harga kembali turun, misalnya tambahan 10%, investor sering berpikir bahwa setelah penurunan sebesar itu, kemungkinan turun lagi sudah kecil. Pola pikir seperti ini membuat mereka tetap bertahan.

Alasannya sederhana, mereka merasa jika dijual sekarang, sisa dana sudah terlalu sedikit. Bahkan tidak jarang muncul harapan bahwa suatu hari saham tersebut akan melonjak tajam dan membalikkan kondisi, meskipun secara kenyataan kerugian yg dialami sudah mendekati atau bahkan melebihi 80%.

Kedua pola perilaku ini, menurut sy, akan menjadi ciri utama yg cukup sering muncul di pasar pada pekan depan. Di satu sisi, pelemahan rupiah yg masih berlanjut membuat banyak dana asing melihat peluang untuk melakukan akumulasi di harga rendah.

Dalam prosesnya, mereka cenderung menahan kenaikan pasar pada sesi siang, lalu melakukan aksi pembelian secara agresif menjelang penutupan. Artinya, pola seperti hari Jumat di mana terjadi peningkatan volume disertai dorongan kenaikan harga di akhir sesi, kemungkinan besar akan kembali berulang dalam beberapa waktu ke depan.

Di sisi lain, pada pekan depan Indonesia akan merilis serangkaian data ekonomi penting, sementara Amerika Serikat juga akan mengumumkan data tenaga kerja non-pertanian.

Dua peristiwa besar ini berpotensi memberikan dampak yg cukup kuat terhadap pergerakan pasar dalam jangka pendek. Dalam kombinasi faktor tersebut, banyak saham kemungkinan akan mengalami fase penyesuaian yg cepat dan cukup tajam. Pergerakan ini pada dasarnya merupakan proses penyaringan posisi di pasar.

Perlu dipahami, meskipun secara keseluruhan pasar saat ini sudah berada di area bawah, namun penurunan tajam sebelumnya telah membuat banyak investor menjadi sensitif dan cenderung takut terhadap volatilitas jangka pendek.

Ketika saham yg dimiliki mengalami penurunan sementara, sebagian besar investor ritel biasanya langsung bereaksi dengan menjualnya. Karena itu, menghindari spekulasi jangka pendek secara membabi buta justru menjadi hal yg paling perlu diwaspadai.

Inilah alasannya mengapa sy selalu menyarankan agar tidak mudah tergoda oleh keuntungan jangka pendek hingga akhirnya terjebak dalam kebiasaan mengejar harga naik dan menjual saat turun. Sebaliknya, fokuslah pada investasi jangka panjang serta penerapan manajemen risiko yg disiplin. Inilah juga yg selama ini menjadi arah utama yg terus sy tekankan kepada kalian.

Mggu dpn datanya padat, volatilitas pasti makin gede, jdi trading jangka pndk bakal kerasa jauh lbh susah

Pelaku besar paham banget soal ini, jadi mereka sering manfaatin sentimen kyk gini buat bersihin posisi pasar

Skrg lebih cocok utk sabar nunggu dulu daripada asal gerak

Dalam setiap keputusan membeli saham, kita harus selalu mengingat satu tujuan utama, yaitu mencapai pendapatan yg berkelanjutan dan stabil.

Ketika dihadapkan pada pilihan, misalnya:
A: potensi keuntungan 50% dengan risiko 50%
B: potensi keuntungan 10% dengan risiko 0%
Maka secara rasional, kita seharusnya memilih opsi B tanpa ragu.

Alasannya sederhana, kunci utama untuk mencapai pertumbuhan kekayaan secara eksponensial di pasar modal bukan berasal dari satu transaksi dengan keuntungan besar, melainkan dari kemampuan memanfaatkan efek dana besar di pasar untuk menghasilkan pertumbuhan yg konsisten melalui compounding dalam jangka panjang.

Saat ini, banyak dana asing memang sedang memanfaatkan tren pergerakan kurs yg ada. Di tengah arus jual yg terus berlangsung, mereka kerap membiarkan bahkan mendorong tekanan penurunan di pasar, dengan memanfaatkan sentimen negatif dan tekanan psikologis investor ritel, sehingga mendorong mereka melepas saham-saham unggulan yg dimiliki.

Perilaku ini pada dasarnya merupakan bagian dari strategi institusi, yaitu untuk mengakumulasi saham perusahaan berkualitas pada level harga yg relatif rendah. Namun, jika kita melihat dari sisi yg lebih luas, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong baik.

Ditambah lagi, pasar saham global juga sedang menunjukkan kenaikan yg cukup cepat dalam jangka pendek. Perubahan lingkungan eksternal seperti ini pada akhirnya akan ikut memengaruhi pasar saham Indonesia.

Ke depannya, seiring dengan rilis data makroekonomi Indonesia dan potensi stabilisasi kurs rupiah, ada kemungkinan arus dana asing akan beralih dari posisi jual menjadi beli. Pada fase transisi inilah pasar berpotensi mengalami perubahan arah.

Ketika sikap dana asing mulai berbalik, institusi domestik pun akan kesulitan mempertahankan harga di level rendah. Dari sinilah biasanya akan terbentuk momentum yg mendorong terjadinya fase pemulihan pasar saham secara lebih luas.

Skrg dana asing lg manfaatin tekanan kurs sama sentimen buat neken pasar, padahal di balik itu mereka lg kumpulin saham di harga bawah

Berdasarkan data yg ada saat ini, sy melihat titik balik tersebut sangat mungkin mulai muncul pada pekan depan.

Di satu sisi, kurs rupiah sudah berada di area terlemah secara historis, sementara kondisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan tetap stabil. Kombinasi ini menciptakan peluang nilai yg menarik, yg pada akhirnya akan mulai dilirik oleh arus dana global. Karena itu, kemungkinan pelemahan kurs lebih lanjut juga relatif terbatas.

Di sisi lain, Amerika Serikat akan merilis data tenaga kerja non-pertanian serta laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar. Jika melihat kondisi ekonomi AS saat ini, dirilisnya data tersebut berpotensi memberikan sentimen positif secara luas terhadap pasar keuangan global.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, maka seiring dengan publikasi data-data penting tersebut, peluang terjadinya kenaikan yg cepat pada pasar saham Indonesia dalam waktu dekat menjadi cukup besar.

Oleh karena itu, pada fase ini, ke depannya banyak saham unggulan yg sebelumnya mengalami penurunan berpotensi mulai memasuki fase kenaikan yg cukup signifikan. Ditambah lagi, karena posisi harga saat ini masih berada di area yg relatif rendah, maka dalam proses kenaikan pasar, tingkat risiko untuk melakukan akumulasi sebenarnya menjadi lebih terkendali.

Namun, hal ini tetap memerlukan persiapan sejak awal. Meskipun selama ini sy hampir setiap pekan menyarankan untuk mengurangi atau melepas saham dengan kualitas rendah, sy melihat bahwa dengan munculnya peluang ini, minggu depan bisa menjadi salah satu momentum terbaik untuk mengejar pendapatan yg lebih stabil.

Dalam kondisi seperti ini, melakukan penyesuaian portofolio yaitu mengalihkan dana dari saham yg kurang berkualitas ke saham unggulan yg memiliki fundamental kuat dan masih berada di area harga rendah, merupakan langkah yg lebih rasional. Dan poin ini sebenarnya juga merupakan hal yg terus sy tekankan secara konsisten dalam setiap pembahasan.

Selain terus belajar secara konsisten, kita juga harus mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik investasi saham.

Ketika kita sudah memiliki keyakinan bahwa pada pekan depan pasar saham Indonesia berpotensi mengalami perubahan yg cukup besar, dan banyak saham unggulan kemungkinan akan mengalami kenaikan cepat dalam jangka pendek, maka bagi kalian yg masih memegang saham dengan kualitas rendah, sudah saatnya mulai melakukan penyesuaian.

Jangan terlalu terpaku pada saham yg sebelumnya justru membawa kerugian besar. Sikap mempertahankan posisi seperti itu tanpa dasar yg kuat hanya akan memperbesar tekanan ke depannya. Sebaliknya, saham dengan fundamental yg baik memiliki potensi untuk memberikan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan melalui efek compounding.

Karena itu, sy menyarankan agar mulai pekan depan, kalian mempertimbangkan untuk melakukan realokasi portofolio, melepas saham yg kurang berkualitas, dan mengalihkan dana ke saham unggulan. Keputusan ini bukan ditentukan oleh seberapa besar kerugian di masa lalu, tetapi oleh seberapa besar potensi hasil yg bisa kalian capai di masa depan.

Jual saham gorengan, pindahin dananya ke saham unggulan, baru efek compoundingnya bisa keliatan jelas

Mggu depan pasar saham harusnya bs rebound cukup cepet, kita perlu manfaatin momentum ini

Kurs udah di level rendah bngt, biasanya minat beli dari dana asing bakal makin kuat๐Ÿ‘

Pada dasarnya, pasar keuangan memiliki banyak kesamaan dengan kehidupan. Kita tidak seharusnya terjebak pada kerugian maupun keuntungan di masa lalu, melainkan harus terus melihat ke depan.

Kehidupan memang penuh dengan tantangan, baik dalam investasi maupun dalam menentukan arah hidup, yg terpenting adalah tetap melangkah maju, bukan terjebak dalam masa lalu dan berharap keadaan akan berubah dengan sendirinya.

Karena pada akhirnya, kita tidak bisa mengubah dunia. Yg bisa kita lakukan adalah memahami perubahan yg terjadi, lalu menyesuaikan diri dengan arah tersebut.

Selain itu, ada satu hal yg perlu benar-benar dipahami. Sehebat apa pun pencapaian kita di masa lalu, jika kita terlalu percaya diri hingga kehilangan objektivitas, maka dalam sekejap kita bisa kehilangan semuanya.

Sebaliknya, sebesar apa pun kerugian yg pernah kita alami, selama kita mampu mengambil pelajaran darinya dan tidak mengulang kesalahan yg sama, maka dalam transaksi berikutnya kita justru akan menjadi lebih matang dan lebih unggul.

Karena itu, sy berharap kalian bisa memahami arah yg sy sampaikan. Memasuki pekan depan, pertimbangkan untuk mulai melakukan penyesuaian portofolio, melepas saham yg tidak memiliki nilai investasi yg jelas, dan bersiap untuk mengakumulasi saham unggulan di harga rendah.

Langkah ini merupakan fondasi penting dalam membangun pertumbuhan aset di pasar saham. Melalui keputusan yg tepat, kita tidak hanya memperbaiki posisi saat ini, tetapi juga meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di masa depan. Sy juga berharap, dalam fase pemulihan pasar berikutnya, kalian semua dapat memaksimalkan peluang yg ada dan memperoleh hasil yg optimal.

Jika masih ragu dalam menilai saham mana yg layak dipertahankan dan mana yg sebaiknya dilepas, silakan diskusikan. Proses penyesuaian ini akan membantu membuat strategi investasi kalian ke depannya menjadi lebih terarah, stabil, dan berkelanjutan.

Mulai mggu dpn, manfaatin ksmpetan ini buat beli sdikit saham unggulan di harga murah

Ngerti, jual saham gorengan itu emang jadi langkah awal biar investasi kita lbh sehat

Sebagai penutup, ada satu hal penting yg ingin sy sampaikan. Dalam waktu ke depan, sy juga akan menggabungkan seluruh materi yg sudah kita pelajari sebelumnya untuk melakukan sesi pembelajaran yg lebih mendalam.

Dalam event ini, sy akan berfokus pada poin-poin inti yg sudah pernah dibahas, lalu mengajukan beberapa pertanyaan penting kepada kalian. Menariknya, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sudah ada dan tersembunyi dalam seluruh materi yg telah kita pelajari sebelumnya.

Yg lebih penting lagi, pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya sudah teruji dalam pergerakan nyata pasar saham selama beberapa bulan terakhir. Meskipun pasar mengalami penurunan yg cukup tajam, metode investasi yg sy bagikan terutama pendekatan DCA dan kerangka investasi ala Vanguard justru tetap mampu memberikan hasil tertentu.

Selama kalian benar-benar mengikuti proses belajar dengan serius, berpikir secara mendalam, dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sy yakin event ini akan memberikan peningkatan pemahaman yg signifikan. Nanti, asisten juga akan membagikan daftar pertanyaan dari event ini ke dalam grup.

Bagi kalian yg tertarik untuk ikut berpartisipasi, silakan hubungi sy atau asisten secara pribadi untuk mendaftar. Sy juga berharap, melalui event ini, setiap dari kalian bisa mendapatkan pemahaman yg lebih sistematis dan lebih mendalam terhadap seluruh materi yg sudah kita pelajari sebelumnya.

Ini rasanya agak kayak undian ya ๐Ÿ˜Ž

Hadiahnya sih nggak terlalu penting, bs terus belajar bareng Pak Sutanto aja saya udah seneng banget๐Ÿ™

Setiap mlm sy bakal bljar dgn serius, sy mau ikut event ini

Sya bakal bikin catatan dr materi tiap hr, dan sy bakalan trus jaga konsistensinya

Pak Sutanto, gmna cara ikut event ini ya?

Event kuis berhadiah resmi dimulai!๐ŸŒˆ

๐Ÿ’ซSilakan pelajari materi malam ini, lalu jawab pertanyaan di bawah dan kirim jawabannya ke sy via chat pribadi.

๐Ÿงš‍♀️Kalau jawabannya benar, nanti sy kasih kode undian, dan kalian bisa ikut undian di website Akademi Investasi Cerdas. https://www.akademivab.com/

1️⃣Strategi DCA cocok untuk investasi saham seperti apa?
2️⃣ Di fase pelemahan rupiah, aset apa yg cocok untuk dialokasikan?

๐ŸกHadiah tertinggi sampai 90 juta rupiah lho!

Kalau konsisten belajar selama 2 bulan dan setiap hari kirim catatan belajar ke sy, kalian berkesempatan dapetin 1 unit MacBook M5