
Selamat malam, teman2.
Dalam pergerakan pasar hari ini, seiring dengan perubahan sentimen pasar yg berlangsung cepat, kita dapat dengan jelas melihat bahwa perbedaan pergerakan antar saham semakin meluas.
Di satu sisi, sebagian saham mulai menunjukkan tren yg relatif independen dan cukup kuat. Di sisi lain, meningkatnya likuiditas dana jangka pendek menyebabkan fluktuasi harga bbrp saham dalam jangka pendek menjadi semakin besar.
Dalam kondisi pasar seperti ini, banyak dari kalian yg mulai berkonsultasi dengan sy, dengan harapan dapat ikut berpartisipasi dalam peluang trading jangka pendek pada saham2 yg sedang menjadi perhatian pasar saat ini.
Pak Sutanto, selamat malam, malam ini pasti sy belajar trading jangka pendek dgn serius
Namun sebelum kita memulai sharing malam ini mengenai investasi jangka pendek, sy ingin terlebih dahulu menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan kalian semua.
Justru krna perhatian dan kepercayaan dari kalian, pengaruh Akademi Investasi Cerdas terus mengalami peningkatan. Setiap harinya, semakin banyak teman baru yg bergabung dalam sesi sharing dan pembelajaran kita.
Pertumbuhan yg begitu cepat ini, terus terang, di luar perkiraan awal kami. Melihat bahwa banyak dari kalian dapat merasakan kesesuaian dan manfaat dari materi yg kami bagikan, hal ini tentu memberikan rasa puas tersendiri bagi sy.
Terlebih lagi, banyak dari kalian yg memberikan pengakuan tinggi terhadap konsep dan metode investasi yg sy sampaikan, dan ini menjadi dorongan besar bagi sy utk terus membagikan lebih banyak pengetahuan ke depannya.
Sy dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada setiap teman yg telah mendukung sy.
Partisipasi dan feedback dari kalian adalah sumber utama yg mendorong sy utk terus melangkah ke depan. Oleh krna itu, di sini sy ingin menyampaikan rasa terima kasih sy kepada kalian semua, terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yg kalian berikan setiap hari.
Justru krna dukungan dari kalian, proses pertumbuhan kita bisa berjalan lebih cepat.
Tentu saja, sy juga berharap kalian dapat terus mengikuti setiap sharing yg sy sampaikan. Bukan hanya agar kalian bisa mendapatkan peningkatan yg lebih besar dalam investasi, tetapi juga agar kita bisa bersama2 menyaksikan perkembangan dan pertumbuhan Akademi Investasi Cerdas.
Oleh krna itu, di sini sy juga berharap kalian dapat terus memberikan dukungan kepada sy. Partisipasi dari kalian adalah dorongan terbesar bagi sy utk terus maju.
Sy akan terus berusaha lebih keras utk memberikan konten yg lebih bernilai bagi kalian semua.
Dan selama kalian dapat terus mendukung sy, maka sy juga akan 100% memenuhi setiap komitmen yg telah sy sampaikan kepada kalian. Tidak hanya membagikan seluruh pengalaman investasi yg sy miliki, tetapi juga merealisasikan seluruh bentuk penghargaan yg telah sy janjikan kepada kalian.
Bisa bangun akademi ini pelan2 sampai sebesar skrg, itu semua krna Pak Sutanto konsisten kasih ilmu yg bener2 kepake
Bnyk orang tiap hari mau dengerin, bukan cuma liat pasar, tapi jg krna percaya sama cara mikir dan sikap Pak Sutanto π
Orang yg support kmu pasti bakal makin banyak πͺ
Tentu saja, dalam setiap sharing yg sy sampaikan, sy yakin semua teman yg udh mengikuti pembelajaran bersama sy selama bbrp waktu pasti memahami bahwa sy sejak awal memang tidak menganjurkan investasi jangka pendek.
Seperti yg sudah sy jelaskan dalam sharing tadi malam, sy juga telah menguraikan secara mendalam, dari sudut pandang prinsip statistik, mengenai alasan mengapa probabilitas kegagalan dalam trading jangka pendek cenderung lebih tinggi.
Namun di saat yg sama, memang ada sebagian teman yg mengajukan pertanyaan dan keraguan. Mereka beranggapan bahwa krna di pasar tetap ada saham2 yg mengalami kenaikan tajam dalam jangka pendek, sementara sy tidak secara jelas memberikan saran utk ikut berpartisipasi, maka apakah itu berarti metode investasi yg sy gunakan adalah keliru?
Semakin sering trading jangka pendek, peluang buat salah juga makin besar
Maka dalam sharing malam ini, sy akan menggunakan sudut pandang profesional utk menjelaskan kepada kalian bagaimana cara yg tepat dalam berpartisipasi di investasi jangka pendek.
Di sini, sy harus terlebih dahulu menegaskan bahwa sy tidak menganjurkan trading jangka pendek, bukan krna sy tidak mampu melakukannya, melainkan krna sy sangat memahami bahwa sebagian besar orang, setelah berkali2 melakukan trading jangka pendek, akan secara perlahan kehilangan disiplin.
Mereka akan mulai melupakan aturan dan tujuan awal yg telah mereka tetapkan sendiri.
Bahaya dari trading jangka pendek terletak pada fakta bahwa keuntungan dalam jangka pendek sering kali membuat investor menjadi terlalu percaya diri, sehingga mengabaikan pengendalian risiko.
Pada akhirnya, hal ini justru akan menyebabkan mereka mengalami kerugian yg sulit utk dipulihkan dalam transaksi2 berikutnya.
Oleh krna itu, sy tidak menyarankan kalian utk sembarangan melakukan trading jangka pendek, bukan krna sy tidak mampu melakukannya. Justru sebaliknya.
Jika sy benar2 melakukan trading jangka pendek, maka hasil yg sy dapatkan kemungkinan besar akan jauh melampaui sebagian besar pelaku pasar.
Namun sebagai seorang investor yg rasional, sy selalu berpegang teguh pada disiplin inti investasi serta strategi jangka panjang, bukan mengikuti pergerakan jangka pendek pasar yg penuh fluktuasi.
Tetapi mengingat masih banyak dari kalian yg memiliki berbagai pertanyaan mengenai trading jangka pendek, maka dalam sharing malam ini, sy akan menjelaskan secara sistematis bagaimana cara meningkatkan tingkat keberhasilan dalam trading jangka pendek.
Sy yakin melalui sharing tadi malam, kalian semua udh memahami secara mendalam satu prinsip penting di pasar.
Yaitu, bahkan dalam kondisi tertentu, meskipun secara kasat mata proporsi transaksi yg menghasilkan keuntungan terlihat lebih tinggi dibandingkan yg merugi, namun dalam hasil statistik akhir, probabilitas kerugian sering kali tetap lebih besar.
Namun setelah sharing tersebut selesai, banyak teman juga berdiskusi dengan sy mengenai satu pertanyaan inti.
Karena dalam trading saham, hasil untung atau rugi setiap hari bersifat tidak pasti, apakah ini berarti trading jangka pendek masih memiliki ruang utk meningkatkan tingkat keberhasilan?
Bnyk orang abis bbrp kali untung di jangka pendek, langsung ngerasa udh ngerti pasar, ujung2nya malah rugi lebih banyak lagi
Yang bener2 bahaya itu bukan trading jangka pendeknya, tapi rasa pede yg makin gede setelah sempat cuan π
Lanjutannya sy mau terus denger
Hari ini, sy akan menggabungkan contoh nyata dalam trading saham utk melakukan analisis yg lebih mendalam mengenai esensi dari trading jangka pendek, serta menjelaskan kepada kalian bagaimana cara efektif meningkatkan tingkat keberhasilan dalam operasi jangka pendek.
Dalam trading jangka pendek, saham2 dengan potensi keuntungan terbesar dan yg paling banyak menarik perhatian dana pasar, biasanya adalah saham2 yg mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat. Hal ini, sy yakin, sudah dipahami dengan jelas oleh kalian semua.
Oleh krna itu, kita terlebih dahulu membangun sebuah asumsi dasar. Misalnya, setelah kalian membeli suatu saham, maka harga saham tersebut memiliki kemungkinan utk naik, dan juga memiliki kemungkinan utk turun.
Sehingga dalam konteks trading jangka pendek, kita dapat secara sederhana mengasumsikan bahwa probabilitas kenaikan dan penurunan harga saham masing2 adalah 50%.
Ini berarti setelah kalian melakukan pembelian, harga saham memiliki kemungkinan 50% utk naik dan 50% utk turun. Namun jika kebetulan kita berada dalam kondisi yg kurang menguntungkan, setelah membeli justru langsung menghadapi penurunan sebesar 50%.
Dalam situasi seperti ini, kalian tentu akan merasa cemas, krna tujuan awal membeli saham adalah utk mendapatkan keuntungan, tetapi yg terjadi justru mengalami kerugian.
Pada titik ini, kita perlu mulai memikirkan dengan serius bagaimana seharusnya kita merespons kondisi tersebut.
Lalu dalam situasi seperti ini, apa langkah yg seharusnya kita ambil?
Bagaimanapun, jika kita justru mendapatkan kondisi yg menguntungkan, yaitu harga saham naik 50%, maka yg perlu kita lakukan adalah langsung merealisasikan keuntungan dengan menjual.
Karena kalian harus selalu mengingat bahwa ini adalah operasi jangka pendek, dan inti dari trading jangka pendek adalah memperoleh keuntungan lalu segera menjual. Di saat yg sama, kita juga bisa melihat dari sudut pandang lain.
Yaitu, setelah kalian menjual saham yg telah memberikan keuntungan besar dalam jangka pendek tersebut, apakah kalian masih memiliki peluang utk kembali membeli dan melanjutkan transaksi berikutnya?
Jadi trading itu tetep harus lihat susunan jangka panjang, perhatiin juga arah tren sahamnya
Maka dalam putaran pembelian berikutnya, probabilitas kenaikan dan penurunan tetap sama, yaitu masing2 50%.
Jika kalian kembali mendapatkan “keberuntungan”, seperti melempar koin dan mendapatkan sisi depan, maka kalian bisa kembali merealisasikan keuntungan dengan menjual.
Namun perlu dipahami, selama kalian terus terlibat dalam “permainan” ini, pada akhirnya kalian pasti akan menghadapi momen ketika hasilnya tidak menguntungkan, yaitu seperti mendapatkan sisi belakang dari koin tersebut.
Oleh krna itu, kita langsung masuk ke asumsi berikutnya, yaitu setelah melakukan pembelian dan justru mengalami kerugian, apa yg seharusnya kita lakukan?
Karena jika dalam kondisi seperti ini pun kalian memiliki rencana yg ilmiah dan terstruktur, maka dalam trading jangka pendek, probabilitas kalian utk memperoleh keuntungan akan meningkat secara signifikan.
Sekarang, kalian semua udh memahami aturan “permainan” yg kita bahas malam ini.
Maka langkah berikutnya adalah kita mulai masuk ke dalam simulasi investasi.
Di sini, kita akan menggunakan BUMI sebagai objek investasi. Dan diasumsikan pada tahun 2025, setelah melihat BUMI mengalami kenaikan signifikan, kita masuk di harga tertinggi, yaitu di level 480. Dalam kondisi seperti ini, kita harus memiliki perencanaan yg jelas.
Pertama, jika ke depannya harga BUMI kembali naik, maka kita akan langsung menjual utk merealisasikan keuntungan. Oleh krna itu, dari sudut pandang ini, kita tidak perlu membahas lebih lanjut skenario kenaikan tersebut.
Trading jangka pendek bisa ningkatin win rate atau nggak, itu bukan dilihat dari gimana km jual pas cuan, tapi gimana km handle pas lagi rugi
Cara ngatur kerugian itu yg nunjukin level kita sebenarnya
Namun sangat disayangkan, setelah kita membeli BUMI, harga justru mulai mengalami penurunan yg cukup signifikan. Maka pada titik ini, kita perlu memikirkan satu pertanyaan penting.
Ketika awal kita memutuskan utk berinvestasi di BUMI, berapa sebenarnya ekspektasi keuntungan kita? Di sini, sy bisa langsung memberikan jawabannya, yaitu ekspektasi keuntungan tersebut tidak akan kurang dari 15%.
Alasannya sangat sederhana. Sebelum kita masuk, BUMI sudah bbrp kali menunjukkan kenaikan cepat dengan persentase yg melebihi 15%. Dalam menghadapi saham dengan karakter kenaikan jangka pendek seperti ini, ekspektasi keuntungan tentu harus sejalan dengan besarnya kenaikan yg telah terjadi sebelumnya.
Hal ini, sy yakin, dapat dipahami oleh kalian semua. Artinya, setelah kita membeli di harga 480, maka target jual dalam konteks trading jangka pendek kira2 berada di atas 480 × 1,15, yaitu di kisaran 550 ke atas.
Mengapa kita perlu mengetahui ekspektasi keuntungan kita?
Karena hal ini secara langsung berkaitan dengan perencanaan strategi berikutnya, yaitu bagaimana kita harus bertindak ketika harga BUMI mengalami penurunan, serta pada level harga berapa kita melakukan penambahan posisi yg dianggap rasional. Nilai acuan tersebut berasal dari selisih antara target keuntungan dan harga beli, yaitu 550 dikurangi 480, sehingga diperoleh angka 70.
Dengan demikian, selisih ini kita gunakan sebagai dasar utk menentukan titik penambahan posisi. Oleh krna itu, ketika harga turun ke level 480 dikurangi 70, yaitu di kisaran 410, maka langkah yg perlu kita lakukan adalah melakukan pembelian tambahan.
Dan yg tidak kalah penting, kita harus selalu mengingat angka selisih 70 ini sebagai parameter utama dalam pengambilan keputusan selanjutnya.
Inget aja range 70 poin antara 550 sama 480 itu, nanti pas trading jadi punya patokan yg jelas
Ini penting banget
Sebagai contoh, dalam investasi awal pada BUMI, kita membeli sebanyak 10.000 lembar saham dengan total dana sebesar 480 × 10.000 = 4.800.000.
Kemudian ketika harga BUMI turun ke level 410, langkah yg kita ambil adalah kembali melakukan penambahan posisi sebanyak 10.000 lembar, dengan total dana sebesar 4.100.000.
Dengan demikian, jumlah kepemilikan kita menjadi 20.000 lembar saham, dan pada saat yg sama, rata2 harga kepemilikan kita turun menjadi sekitar 440.
Maka setelah kita melakukan penambahan posisi pada tahap ini, pada dasarnya kita sudah memasuki sebuah siklus investasi yg baru. Artinya, utk langkah selanjutnya, probabilitas kenaikan dan penurunan harga kembali berada pada kondisi seimbang, yaitu masing2 50%. Oleh krna itu, kita perlu menyusun kembali perencanaan investasi kita.
Pertama, rata2 harga kepemilikan kita kini berada di level 440. Dengan demikian, apabila harga BUMI ke depannya naik dan menembus 440, maka keseluruhan posisi investasi kita sudah berada dalam kondisi profit. Namun di sini, kita juga perlu mempertimbangkan dua hal penting.
Pertama, harga penambahan posisi kita berada di level 410. Artinya, selama harga BUMI berada di atas 410, maka posisi tambahan tersebut sebenarnya sudah menghasilkan keuntungan. Tetapi hanya ketika harga menembus 440, barulah seluruh posisi kita secara keseluruhan benar-benar berada dalam kondisi profit.
Oleh krna itu, bagaimana kita melakukan penjualan di dalam rentang 410 hingga 440 menjadi pertanyaan pertama yg perlu kita pikirkan secara serius. Dan pertanyaan kedua adalah, bagaimana strategi kita jika harga BUMI justru kembali melanjutkan penurunan?
Pertama, utk pertanyaan pertama, sebenarnya cukup sederhana. Yaitu kita ambil rata2 dari rentang 410 sampai 440, hasilnya sekitar 425.
Artinya, jika harga BUMI naik melewati 425, maka kita perlu menjual 10.000 lembar saham, agar posisi tambahan di harga bawah bisa merealisasikan keuntungan. Setelah itu, kita masuk lagi ke putaran berikutnya dengan asumsi probabilitas 50%.
Dan di titik ini, krna kita sudah berhasil mengambil profit dari penambahan posisi tadi, maka rata2 harga kepemilikan kita juga akan turun, bahkan sudah jauh lebih rendah dibandingkan harga awal 480.
Dengan kata lain, melalui langkah ini, kita berhasil menurunkan biaya investasi BUMI secara keseluruhan. Artinya, tingkat kesulitan utk mendapatkan keuntungan di tahap berikutnya juga menjadi lebih rendah.
Maka seiring dengan pergerakan harga BUMI, kita dapat melihat bahwa setelah melakukan penambahan posisi di 410, harga BUMI sempat mengalami rebound dan bahkan menembus level 440.
Artinya, harga beli di 410 dan harga jual di area tersebut telah membentuk dua kali siklus pergerakan. Dengan kata lain, dalam rentang fluktuasi antara 410 sebagai titik beli dan sekitar 425 sebagai titik jual, kita sebenarnya bisa melakukan dua kali strategi transaksi.
Namun krna dalam perencanaan kita harus selalu mempertimbangkan skenario terburuk, maka di sini kita asumsikan kondisi yg lebih tidak menguntungkan. Yaitu, jika setelah melakukan penambahan posisi di 410, harga BUMI tidak mengalami rebound, melainkan justru terus melanjutkan penurunan.
Dalam situasi seperti ini, bagaimana seharusnya kita mengambil langkah selanjutnya?
Nambah posisi itu bukan buat nebak sekali balik cuan, tapi buat nurunin rata2 harga kepemilikan
Selama BUMI bisa mantul lewat 425, posisi tambahan di bawah tadi sebaiknya langsung direalisasikan, ini langkah yg penting banget π
Turunin biaya dulu, baru mikirin cuan πͺ
Artinya, kita asumsikan harga BUMI terus mengalami penurunan, hingga akhirnya mencapai level 410 − 70 = 340. Pada titik ini, kita kembali melakukan penambahan posisi sebanyak 10.000 lembar saham di harga 340.
Dengan demikian, total kepemilikan BUMI kita menjadi:
480 × 10.000 = 4.800.000
410 × 10.000 = 4.100.000
340 × 10.000 = 3.400.000
Sehingga totalnya kita memegang 30.000 lembar saham BUMI, dengan rata2 harga kepemilikan berada di kisaran sekitar 410.
Maka pada tahap ini, kita kembali masuk ke dalam skenario “lempar koin”. Artinya, kita perlu kembali menentukan, jika harga naik ke level tertentu, bagaimana strategi yg harus kita lakukan. Di sini, kita perlu menghitung tiga posisi yg berbeda dalam portofolio kita.
Pertama, seperti yg sudah kita hitung sebelumnya, apabila harga BUMI kembali ke 425, maka kita dapat menjual posisi penambahan pertama.
Dengan metode yg sama, kita juga dapat menghitung bahwa utk penambahan posisi kedua sebanyak 10.000 lembar, ketika harga mencapai sekitar 375, maka posisi tersebut sudah dapat mencapai kondisi profit secara keseluruhan.
Oleh krna itu, selama harga berada di atas 360, kita sudah dapat mulai melakukan penjualan, sehingga posisi penambahan kedua pada BUMI dapat mencapai target keuntungan yg diharapkan.
Oleh krna itu, pada tahap ini strategi kita menjadi sangat jelas. Jika ke depannya harga BUMI naik ke level 360 dan 425, maka kita perlu masing2 menjual 10.000 lembar saham.
Namun jika kondisi kurang menguntungkan kembali terjadi, dan harga BUMI turun ke 340 − 70 = 270, maka kita harus melakukan penambahan posisi utk keempat kalinya. Dan ternyata, skenario terburuk kembali terjadi. Harga BUMI langsung turun ke kisaran 250–280.
Di sini kita asumsikan pada level 270, sehingga kita kembali membeli 10.000 lembar saham BUMI dengan total dana sebesar 2.700.000.
Setelah 3x nambah posisi sampai rata2 harga turun ke sekitar 410, ritme tradingnya jadi mulai keliatan makin jelas
Bnyk orang pas harga turun sampai posisi kayak gini udh panik duluan, jangankan lanjut, ikut rencana aja udh gak mungkin
Sekarang, posisi BUMI yg kita miliki adalah sebagai berikut:
480 × 10.000 = 4.800.000
410 × 10.000 = 4.100.000
340 × 10.000 = 3.400.000
270 × 10.000 = 2.700.000
Maka pada tahap ini, kita perlu kembali menghitung harga rata2 serta menyusun strategi berikutnya. Saat ini, rata2 harga kepemilikan kita berada di kisaran 375, dengan total kepemilikan sebanyak 40.000 lembar saham.
Setelah tiga kali melakukan penambahan posisi, maka masing2 posisi tersebut juga memiliki dengan tiga titik jual, yaitu di 425, 360, dan 290. Dan tentu saja, kita juga memiliki satu titik tambahan utk penambahan posisi berikutnya, yaitu di 270 − 70 = 200.
Oleh krna itu, langkah selanjutnya yg perlu kita lakukan adalah menunggu munculnya keempat level harga tersebut, lalu menjalankan transaksi sesuai dengan perencanaan yg telah ditetapkan.
Namun dalam pergerakan berikutnya, kita melihat bahwa harga BUMI justru lebih dahulu menyentuh level 200. Dengan demikian, yg perlu kita lakukan adalah kembali melakukan penambahan posisi di harga 200.
Pada tahap ini, kita perlu memperhatikan empat level harga jual, yaitu 425, 360, 290, dan 220, serta satu level tambahan utk penambahan posisi berikutnya, yaitu 200 − 70 = 130.
Selanjutnya, seiring dengan terjadinya rebound pada harga BUMI, level 220 dan 290 pun tercapai secara bertahap.
Oleh krna itu, strategi yg kita jalankan adalah secara bertahap menjual posisi yg dibeli di harga 200 sebanyak 10.000 lembar, serta posisi yg dibeli di harga 270 sebanyak 10.000 lembar saham.
Materi malam ini wajib dipelajari serius, harus bnyk dipelajari lagiπͺ
Maka setelah kita melakukan dua kali penjualan dari posisi tambahan tersebut, kita pun mulai memperoleh sejumlah keuntungan. Langkah berikutnya adalah kembali masuk ke putaran baru, yaitu kembali ke skenario “lempar koin”.
Artinya, kita menunggu dua level harga jual berikutnya, yaitu 425 dan 360, serta satu level penambahan posisi di 270. Jika kondisi menguntungkan dan harga kembali naik ke 360, maka kita akan menjual posisi penambahan kedua sebanyak 10.000 lembar saham.
Namun jika kondisi tidak mendukung dan harga kembali turun ke kisaran 270, maka kita perlu kembali melakukan penambahan posisi.
Dan pergerakan BUMI selanjutnya kembali menunjukkan bahwa kondisi kita tidak terlalu menguntungkan. Harga kembali turun hingga ke level 270.
Maka pada titik ini, langkah yg harus kita ambil adalah kembali melakukan penambahan posisi sebanyak 10.000 lembar saham.
Setelah itu, kita kembali masuk ke putaran baru, yaitu skenario “lempar koin”. Jika harga selanjutnya naik dan mencapai 425, 360, hingga 290 secara bertahap, maka kita cukup mengikuti rencana dan melakukan penjualan sesuai level tersebut.
Namun jika harga kembali turun hingga ke 200, maka kita perlu kembali menyiapkan dana sebesar 2.000.000 utk membeli tambahan 10.000 lembar saham.
Maka seiring dengan pergerakan harga BUMI saat ini, yg perlu kita lakukan adalah menunggu munculnya bbrp level harga kunci tersebut, lalu mengambil tindakan sesuai dengan rencana yg telah disusun.
Dan setelah setiap kali melakukan transaksi, kita kembali memulai putaran baru dalam skenario “lempar koin”. Logika ini, sy yakin, skrg sudah dipahami oleh kalian semua.
Adapun manfaat dari strategi ini juga sudah cukup jelas. Yaitu, dalam setiap fase penurunan maupun rebound harga, kita dapat secara konsisten melakukan pembelian dan penjualan, sehingga secara bertahap menurunkan rata2 biaya kepemilikan kita.
Metode kmu ini yg paling keren itu bisa ubah trading yg awalnya pake sentimen jadi lebih ke angka dan sistem
Nurunin biaya emg terbukti efektif
Cara pikir kayak gini cocok banget buat diajarin π
Tentu saja, sy memahami bahwa di sini akan ada teman-teman yg memiliki pertanyaan.
Yaitu, jika setiap kali harga turun kita harus melakukan penambahan posisi, lalu siapa yg memiliki dana sebesar itu?
Dan di sinilah kita kembali pada inti utama dalam investasi saham, khususnya dalam trading jangka pendek. Dalam investasi jangka pendek, kalian sama sekali tidak boleh menggunakan 100% dari total dana.
Jika kalian hanya memiliki dana sebesar 1.000.000, lalu dalam satu transaksi langsung digunakan seluruhnya utk membeli saham, maka yg kalian lakukan bukanlah investasi, melainkan perjudian. Dan bahkan, itu adalah bentuk perjudian yg hampir pasti berujung pada kekalahan.
Karena jika kalian terus menggunakan pendekatan “all-in” dalam setiap transaksi jangka pendek, maka hanya dibutuhkan satu kali hasil yg tidak menguntungkan—seperti probabilitas 50% koin jatuh di sisi yg salah—utk membuat kalian berada dalam posisi yg sepenuhnya pasif dan terjebak.
Sebenarnya, bukan hanya dalam trading jangka pendek. Bahkan dalam investasi jangka panjang pun, sy selalu menekankan kepada kalian bahwa dana harus didistribusikan ke dalam berbagai sektor yg berbeda. Selain itu, utk setiap saham dan setiap sektor, berapa proporsi dana yg seharusnya dialokasikan, hal ini juga terus sy tekankan berulang kali.
Oleh krna itu, jika kalian merasa bahwa ketika suatu saham jangka pendek mengalami penurunan, kalian tidak memiliki dana utk melakukan penambahan posisi, maka kondisi tersebut sebenarnya sudah menunjukkan bahwa sejak awal, pada tingkat paling dasar dari logika investasi kalian, sudah terdapat kesalahan.
Dalam situasi seperti ini, apa pun jenis investasi yg kalian lakukan, pada akhirnya hampir pasti akan berujung pada kerugian. Bahkan jika kalian bisa berhasil 99 kali, selama terjadi satu kali kegagalan, maka seluruh akumulasi hasil sebelumnya bisa hilang dalam sekejap.
Investasi jangka panjang jg sama, bagi per sektor dan atur proporsi itu emg buat ngehindarin sekali salah langsung kena rugi bnyak
Manajemen posisi emg jadi kunci banget
Tentu saja, selain masalah ketersediaan dana utk penambahan posisi saat harga turun, ada juga teman2 yg memperhatikan satu hal lainnya.
Yaitu, meskipun kita terus melakukan penambahan posisi saat harga turun, namun setelah melakukan pembelian di area bawah, ketika terjadi rebound pun, keuntungan dari setiap penjualan yg kita lakukan sebenarnya relatif kecil.
Sebagai contoh, jika kita membeli 10.000 lembar di harga 200, lalu menjualnya di 220, maka secara teori keuntungan yg diperoleh hanya sekitar 200.000. Jika dibandingkan dengan posisi awal kita yg terjebak di harga 480, maka selisihnya memang masih cukup besar.
Dan apabila ke depannya harga BUMI tidak mampu naik melewati 425, yaitu level jual dari penambahan posisi pertama, maka jarak kita menuju kondisi profit secara keseluruhan memang masih cukup jauh.
Maka di sini, sy menyarankan kalian utk mengacu kembali pada sharing sy tanggal 16 Maret.
Dalam sharing tersebut, sy juga telah menjelaskan secara rinci dengan berbagai contoh saham, termasuk bagaimana melakukan penambahan posisi dan penjualan setelah harga mengalami penurunan.
Jika pada tahap ini kita menggunakan skema paling sederhana, yaitu setiap kali harga turun kita membeli dengan jumlah dana yg sama, lalu menjalankan strategi ini dalam investasi tersebut, maka kalian akan melihat adanya perbedaan yg sangat signifikan.
Sebagaimana yg telah kita lakukan sebelumnya, pembelian saat penurunan adalah sebagai berikut:
480 × 10.000 = 4.800.000
410 × 10.000 = 4.100.000
340 × 10.000 = 3.400.000
270 × 10.000 = 2.700.000
200 × 10.000 = 2.000.000
Maka jika kita menggunakan metode penambahan posisi dengan jumlah dana yg sama setiap kali, hasilnya akan menjadi sebagai berikut:
480 × 10.000 = 4.800.000
410 × 11.700 = 4.797.000
340 × 14.100 = 4.794.000
270 × 17.700 = 4.779.000
200 × 24.000 = 4.800.000
Sementara itu, level harga acuan tetap sama, yaitu 425, 360, 290, dan 220.
Namun dalam proses penjualan saat terjadi rebound berikutnya, akan terlihat perbedaan yg sangat signifikan.
Jika menggunakan skema penambahan tetap 10.000 lembar, maka keuntungan yg diperoleh hanya sekitar 200.000.
Sebaliknya, jika menggunakan skema penambahan berdasarkan jumlah dana yg sama, seperti pembelian 24.000 lembar di harga 200, maka keuntungan yg diperoleh bisa mencapai 480.000, atau meningkat hampir 300%.
Bagian ini sekali dijelasin langsung paham, sama2 mantul tapi krna susunan posisi beda, hasilnya bisa beda jauh banget
Intinya cara ini bukan buat nebak balik arah, tapi buat ningkatin efisiensi dari tiap pergerakan harga
Sekarang, melalui sharing sy yg dikaitkan dengan pergerakan harga BUMI ini, jika kalian benar2 mencermatinya dengan teliti, maka sy yakin kalian seharusnya sudah bisa memahami bahwa apabila investasi dijalankan sesuai rencana ini, maka dalam proses penurunan harga yg nyata, sebenarnya akan muncul lebih banyak peluang beli dan jual.
Dan setiap tindakan yg dijalankan dengan disiplin serta sesuai perencanaan, pada dasarnya akan mampu menghasilkan keuntungan sekaligus terus menurunkan tingkat kerugian.
Seperti yg juga sudah berulang kali sy tekankan dalam sharing akhir2 ini, investasi pada BUMI saat ini memang perlu dijalankan dengan strategi membeli di area bawah, lalu menjualnya secara bertahap ketika harga naik.
Selain itu, setiap kali level harga kunci muncul, sy juga akan memberikan pemberitahuan kepada kalian secara pribadi. Selama kalian mengikuti saran sy dalam melakukan penambahan posisi dan penyusunan strategi, sy juga akan memberi tahu pada level mana kalian perlu melakukan penyesuaian berikutnya.
Memang, krna keterbatasan waktu, dalam komunikasi pribadi mungkin sy tidak selalu dapat memberikan penjelasan yg sedalam sharing malam ini.
Namun, setiap saran yg sy berikan tetap didasarkan pada logika strategi yg sama, dan hanya akan disampaikan ketika harga telah mencapai area kunci, sehingga instruksi yg diberikan kepada kalian bersifat jelas dan terarah.
Dan mengenai metode investasi jangka pendek ini, sy percaya bahwa selama kalian mau mempelajarinya dengan sungguh2 , memikirkannya secara matang, dan menyusun rencana sebelum setiap keputusan investasi diambil, maka sekalipun transaksi jangka pendek tersebut sempat mengalami kerugian, selama perencanaannya cukup matang, kita tetap dapat memanfaatkan rebound yg muncul dalam proses penurunan harga utk menekan kerugian hingga seminimal mungkin, bahkan memiliki peluang besar utk kembali mencapai keuntungan.
Terakhir, sy juga mengundang kalian semua utk menyampaikan pandangan melalui kolom komentar maupun pesan pribadi. Menurut kalian, pada tahap saat ini, saham jangka pendek mana yg paling layak utk diperhatikan sebagai peluang investasi. Mari kita bahas bersama.
Berinvestasilah secara rasional, dan capailah hasil yg saling menguntungkan dalam jangka panjang.
Sampai di sini sharing kita malam ini. Kita bertemu kembali besok.
Metode ini malam ini dijelasin detail banget, makasih Pak Sutanto π
Selama mau serius belajar dan punya rencana, walaupun ketemu penurunan, gak bakal sepasif dulu
Nurunin biaya emg terbukti efektif
Makasih Pak Sutanto , sharing kali ini bener2 bernilai banget π









