Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Rabu, 08 April 2026

Materi Sharing 13 : Bagaimana Caranya Meningkatkan Pendapatan Dari Strategi Investasi Vanguard ?

Selamat malam semuanya,

Seiring dengan mulai munculnya sinyal gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pasar global hari ini menunjukkan sebuah titik balik ekspektasi yg sangat khas sekaligus cukup representatif.

Dalam waktu hanya beberapa jam pada pagi hari tadi, kita bisa melihat beberapa perubahan krusial terjadi secara bersamaan. Harga minyak mengalami penurunan cepat dengan volatilitas harian yg sangat signifikan. Di sisi lain, harga emas justru mencatat kenaikan yg cukup tajam.

Pada saat yg sama, pasar saham global secara serempak memasuki fase peningkatan risk appetite yg cukup jelas. Dalam kondisi seperti ini, portofolio saham yg kita miliki pun turut mendapatkan dorongan positif, ditandai dengan kenaikan harga yg berlangsung secara luas dan relatif cepat.

Lihat rebound pasar hari ini bner2 bikin seneng bngt

Hari ini EXCL naik 10% πŸ‘

Kalau kita sekarang berdiri di kondisi saat ini, lalu coba melihat kembali perubahan selama 1 bulan terakhir, sebenarnya ada satu hal yg sangat penting yg bisa kita pahami. Yaitu, hasil akhir di pasar itu hampir selalu sudah “tertanam” di dalam logika sejak awal, bukan sesuatu yg terjadi secara tiba-tiba.

Pada tanggal 1 Maret, ketika konflik baru saja mulai terjadi, pasar sepenuhnya didominasi oleh sentimen. Kepanikan, kebutuhan safe haven, spekulasi, serta berbagai ekspektasi ekstrem saling bercampur menjadi satu. Namun pada saat itu, sy sudah berulang kali menekankan satu prinsip inti kepada kalian.

Jangan hanya melihat apa yg mereka katakan, tetapi perhatikan apa yg sebenarnya mereka butuhkan. Karena dalam setiap konflik geopolitik, faktor yg benar-benar menentukan arah bukanlah pernyataan keras di permukaan, melainkan kepentingan nyata yg ada di baliknya.

Kita mulai dari pihak Iran terlebih dulu. Banyak orang menilai seberapa kuat respons Iran hanya dari “posisi”, “sentimen”, atau sejarah konflik yg panjang. Namun jika kita benar-benar kembali melihat dari struktur realitasnya, kita akan menemukan hal yg jauh lebih mendasar.

Sistem pemerintahan Iran saat ini pada dasarnya merupakan sebuah struktur yg kepentingannya sudah sangat mengakar dan terikat kuat. Selama 50 tahun terakhir, ini bukan sekadar kelanjutan sebuah rezim, tetapi juga proses terbentuknya berbagai kelompok kepentingan lintas generasi.

Sumber daya dan kekuasaan terkonsentrasi secara tinggi, serta kepentingan yg sudah saling terikat secara mendalam. Dalam struktur seperti ini, prioritas utama generasi kepemimpinan saat ini bukan lagi sekadar mengekspresikan ideologi, melainkan bagaimana menjaga stabilitas dan keberlanjutan sistem yg sudah ada.

Pasar itu terus berubah, jdi gak bsa cuma ngandelin berita aja

Jika pada saat ini kita menambahkan satu faktor yg sangat realistis, yaitu persoalan pangan dan rantai pasok, maka gambaran risikonya menjadi jauh lebih jelas. Iran dalam jangka panjang masih bergantung pada impor komoditas dasar seperti gandum dan kedelai. Ketika konflik mulai terjadi, jalur logistik laut akan terganggu, akses distribusi menjadi terbatas, dan rantai pasok berpotensi terputus.

Dalam kondisi seperti itu, cadangan yg dimiliki hanya mampu bertahan dalam waktu yg terbatas. Begitu melewati saat kritis, dampak yg muncul bukan lagi sekadar tekanan ekonomi, melainkan potensi ketidakstabilan sistemik di tingkat sosial. Ini adalah jenis risiko yg pada dasarnya tidak dapat ditanggung oleh pemerintahan mana pun.

Mari kita lihat dari sisi Amerika Serikat. Secara permukaan, sikap Trump terlihat terus meningkat, pernyataannya semakin keras, ancamannya semakin langsung, dan retorikanya semakin agresif. Namun jika kita analisis dari sudut hasil akhirnya, justru akan terlihat satu batasan paling mendasar, yaitu harga energi.

Apabila konflik benar-benar meluas, maka harga minyak berpotensi terus melonjak, mendorong kenaikan biaya energi global, dan pada saat yg sama memperbesar tekanan inflasi di dalam negeri Amerika Serikat. Bagi kondisi Amerika saat ini, hal tersebut merupakan isu yg sangat sensitif dan krusial.

Memang kalo dilihat dr struktur kekuasaan sama kepentingan itu jauh lebih masuk akal dibanding cuma lihat dr sisi posisi aja

Iya, keliatannya sih ngomongnya bagus, tapi ujung-ujungnya tetep kepentingan energi juga πŸ˜‚

Hal ini karena Amerika Serikat saat ini sedang berada dalam periode waktu yg sangat krusial, yaitu siklus pemilu paruh waktu. Dalam fase seperti ini, inflasi secara langsung merepresentasikan tekanan terhadap perolehan suara. Harga minyak mencerminkan biaya hidup masyarakat, dan biaya hidup itu sendiri menjadi risiko politik terbesar bagi Trump.

Pasalnya, basis pendukung utamanya justru berasal dari kelompok masyarakat berpendapatan menengah ke bawah, yg paling sensitif terhadap kenaikan inflasi. Begitu harga minyak bertahan di level tinggi, biaya transportasi akan meningkat, harga pangan ikut terdorong naik, dan pengeluaran harian masyarakat bertambah. Semua faktor ini akan secara langsung menggerus fondasi dukungan politik yg dimilikinya.

Di saat yg sama, ada satu faktor eksternal yg lebih dalam dan tidak bisa diabaikan, yaitu Rusia. Harga minyak yg tinggi berarti peningkatan pendapatan fiskal bagi Rusia, yg pada akhirnya akan memperkuat kapasitas pendanaan perang mereka.

Hal ini berpotensi memberikan tekanan baru terhadap dinamika konflik di Ukraina, sesuatu yg jelas bukan merupakan hasil yg diinginkan oleh Amerika Serikat.

Jadi, ketika kita menggabungkan seluruh faktor tersebut dalam satu kerangka analisis, kita akan melihat bahwa pilihan paling rasional bagi kedua pihak sebenarnya bukan melanjutkan konflik, melainkan segera mengakhirinya.

Iran membutuhkan stabilitas internal, sementara Amerika Serikat perlu mengendalikan inflasi serta risiko politik. Dengan demikian, jalur negosiasi hampir menjadi satu-satunya opsi yg rasional.

Dan pasar pada dasarnya selalu menjadi pihak yg paling cepat merespons perubahan ekspektasi ini. Itulah sebabnya kita melihat hari ini muncul kombinasi pergerakan aset yg sangat khas dan representatif seperti sekarang.

Kalau harga minyak naik, tekanan inflasi di AS pasti ikut besar

Kalo disederhanain, AS itu lebih ke kasih tekanan biar lawannya nurut, bukan buat perang panjang, krna kalo berkepanjangan malah bs bikin mereka sendiri kena dampak lebih gede

Semoga ttp damai, nggak ada negara atau rakyat yg kuat nahan konflik berkepanjangan πŸ™πŸ½

1. Harga minyak turun tajam

Ini mencerminkan meredanya premi risiko perang secara cepat. Ketika pasar mulai meyakini bahwa konflik tidak akan terus meluas, maka premi risiko yg sebelumnya mendorong kenaikan harga akan mengalami koreksi dan kembali turun dengan cepat.

2. Harga emas naik

Banyak orang melihat ini sebagai sesuatu yg bertentangan, tetapi secara esensial hal ini tidaklah konflik. Kenaikan emas bukan hanya mencerminkan fungsi safe haven, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi mata uang dan arah kebijakan.

Setelah melewati satu fase konflik, ketidakpastian global masih tetap ada. Ekspektasi pelonggaran kebijakan meningkat, sementara suku bunga riil cenderung menurun. Dalam kondisi seperti ini, emas sebagai aset acuan nilai jangka panjang secara alami akan terus menjadi sasaran alokasi dana.

3. Pasar saham naik

Ini merupakan sinyal yg paling langsung—risk appetite mulai kembali. Ketika risiko konflik menurun, biaya energi mengalami penurunan, dan ketidakpastian makro mulai mereda, maka aliran dana akan berpindah dari aset defensif kembali menuju aset pertumbuhan dan pasar ekuitas.

Inilah alasannya mengapa arah investasi yg sebelumnya sudah kita susun, pada hari ini mulai menunjukkan kenaikan yg bersifat luas dan terkonsentrasi.

Minyak turun, emas naik, saham rebound.. kalau 3 sinyal ini digabung, logikanya jd nyambung banget

Turunnya harga minyak itu sinyal yg bagus

Karena pasar selalu bergerak mengikuti logika terlebih dahulu, baru kemudian harga menyesuaikan. Maka melalui peristiwa kali ini, sy harap kalian benar-benar bisa memahami satu hal yg sangat penting.

Dalam investasi, kita tidak pernah sekadar menebak berita, tetapi harus memahami struktur di baliknya. Jika kalian hanya melihat permukaan—siapa berkata apa, siapa terlihat lebih keras, atau berita mana yg paling memicu reaksi, maka kalian akan terus terbawa oleh sentimen pasar.

Namun jika yg kamu lihat adalah kepentingan nyata dari masing-masing pihak, batasan yg mereka hadapi, serta pilihan yg pada akhirnya harus mereka ambil, maka berbagai perubahan yg terlihat kompleks sebenarnya akan menjadi jauh lebih jelas.

Inilah alasannya kenapa pada 1 Maret dan 8 Maret sy bisa lebih dulu memberikan arah penilaian. Bukan karena sy sudah mengetahui hasil akhirnya, tetapi karena ketika logika tersebut sudah terbentuk, maka hasilnya hanya tinggal menunggu waktu.

Dan bagi kita, yg lebih penting bukanlah sekadar benar pada satu kesempatan ini, melainkan apakah kamu sudah mulai membangun kemampuan analisis seperti ini. Karena ke depannya pasti akan terus muncul konflik baru, perubahan kebijakan baru, serta dinamika pasar yg baru.

Namun selama kamu memahami cara berpikir ini, berangkat dari struktur, memahami motif, lalu memproyeksikan hasil, maka kamu tidak lagi menjadi pihak yg hanya mengikuti pergerakan pasar, melainkan menjadi pihak yg mampu memahami pasar lebih dulu. Inilah kemampuan inti yg benar-benar bisa membawa kamu mencapai pendapatan yg stabil dalam jangka panjang.

Iya, emg harus pelan2 bangun kemampuan analisa sendiri

Tentu saja, jika kamu merasa bahwa logika makro dan struktur pasar yg tadi sy jelaskan terlalu kompleks, atau untuk saat ini kamu belum sepenuhnya bisa memahaminya, maka apakah ada metode yg lebih sederhana dan tetap andal, yg bisa memastikan investasi kamu selalu berada di arah yg benar? Jawabannya: ada.

Inilah yg sepanjang pekan ini terus sy tekankan kepada kalian, yaitu kerangka investasi Vanguard Group. Sy percaya, melalui 2 hari sharing sebelumnya, kalian sudah mulai memahami secara bertahap, mengapa metode ini bisa menghasilkan pendapatan secara konsisten dalam jangka panjang.

Terutama dalam pembahasan kemarin malam, sy sengaja menggunakan satu asumsi yg paling ekstrem untuk melakukan pengujian. Misalnya, kamu membeli di level tertinggi pasar, lalu harus melewati penurunan selama 2 tahun berturut-turut, bahkan perhitungan akhirnya menggunakan level terendah sebagai acuan.

Dalam kondisi yg paling tidak menguntungkan seperti ini pun, metode tersebut tetap mampu menghasilkan pendapatan. Ini menunjukkan bahwa investasi tidak bergantung pada keberuntungan, juga bukan pada pemilihan waktu semata, melainkan pada kekuatan struktur itu sendiri.

Bnyk orang mikir cuan itu soal hoki, padahal ujung2nya yg diuji itu struktur sama disiplin

Walaupun beli di harga tinggi, tp msh bisa pelan-pelan dibikin jadi profit, ini emang cukup meyakinkanπŸ’ͺ

Logika ini makin diliat makin kerasa nyambung bgt

Artinya, selama kamu benar-benar melakukan alokasi aset sesuai kerangka ini dan mampu menahan posisi dengan sabar, maka waktu dengan sendirinya akan membantu mengakumulasi pendapatan.

Namun sampai di sini, biasanya bnyk teman2 akan masuk ke pertanyaan yg lebih realistis berikutnya: setelah membeli, apa yg harus dilakukan? Karena pasar itu selalu berubah—ada kenaikan, ada penurunan, ada rotasi, dan juga ada perbedaan pergerakan antar aset.

Jika kita tidak melakukan apa-apa, apakah kita akan melewatkan peluang? Namun jika terlalu sering melakukan penyesuaian, apakah justru akan merusak logika jangka panjang tersebut? Jadi inti permasalahannya sebenarnya adalah bagaimana, tanpa merusak kerangka jangka panjang, kita tetap bisa memperbesar potensi pendapatan.

Dan untuk benar-benar memahami hal ini, ada satu poin yg sangat krusial namun sering diabaikan. Kalian harus benar-benar mengerti bahwa kenaikan dan penurunan harga, sekilas terlihat simetris, tetapi secara esensial keduanya sangat berbeda.

Pak Sutanto, tolong jelasin lebih detail ya

Kita pakai contoh paling sederhana untuk menjelaskan. Misalnya kamu investasi di satu saham dan membeli di harga 100. Jika saham tersebut naik, harganya bisa ke 120, 150, 200, bahkan lebih tinggi lagi. Ruang kenaikan pada dasarnya tidak memiliki batas.

Sebuah perusahaan yg benar-benar unggulan, jika terus bertumbuh, harga sahamnya dalam beberapa tahun bisa naik berkali-kali lipat, bahkan sampai 10 kali lipat.

Namun jika saham tersebut turun, bagaimana? Dalam kondisi paling ekstrem, ketika perusahaan bangkrut dan harga saham menjadi 0, maka berapa kerugianmu? Maksimal hanya sebesar 100. Artinya, dari sisi hasil, potensi keuntungan secara teori tidak terbatas, sedangkan kerugian memiliki batas yg jelas.

Artinya, esensi dari investasi adalah struktur pendapatan yg tidak simetris. Namun masalahnya, kebanyakan orang justru melakukan hal yg sebaliknya. Dalam praktiknya, sering muncul dua perilaku yg sangat umum.

Pertama, begitu saham naik langsung dijual—naik 10% sudah jual, naik 20% sudah merasa puas, sedikit koreksi langsung buru-buru take profit. Akibatnya, potensi pendapatan yg seharusnya tidak terbatas, justru secara aktif diubah menjadi pendapatan yg terbatas.

Kedua, ketika saham turun justru ditahan tanpa strategi—turun 10% tidak jual, turun 30% tidak berani jual, turun 50% mulai jadi kebal. Akibatnya, kerugian yg seharusnya terbatas justru berubah menjadi kerugian besar. Jadi masalahnya bukan karena salah pilih saham, tetapi karena struktur pendapatannya dibalik.

Seharusnya kita membiarkan saham yg menghasilkan terus bertumbuh, dan pada saat yg sama mengendalikan risiko kerugian. Namun dalam praktiknya, justru sering terbalik—baru untung sedikit sudah keluar, sementara saat rugi besar masih terus bertahan. Inilah yg menjadi masalah utama.

Dan mengapa kerangka investasi Vanguard bisa efektif dalam jangka panjang? Karena secara esensial, pendekatan ini secara alami berpihak pada struktur di mana potensi pendapatan bisa berkembang tanpa batas, sementara risiko tetap terkontrol dan terbatas.

Metode ini tidak menuntut kamu untuk menebak saham mana yg akan naik dalam jangka pendek, atau mencari waktu masuk yg paling sempurna. Yg dilakukan adalah terus memegang sekumpulan perusahaan terbaik, sehingga bagian yg naik bisa terus berkembang dan semakin besar.

Jadi ketika kamu benar-benar memahami hal ini, kamu akan sadar bahwa dalam investasi, yg paling penting bukanlah menghindari penurunan, melainkan jangan sampai melewatkan aset-aset yg mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

Metode Vanguard ini emang keren banget πŸ‘

Orang yg naik dikit langsung jual itu biasanya malah gak dapet profit gede di akhirnya

Selanjutnya, kita akan masuk ke satu pertanyaan yg lebih krusial. Dalam praktiknya, bagaimana sebenarnya kita melakukan penyesuaian, agar tidak merusak logika jangka panjang, namun tetap bisa mengoptimalkan pendapatan? Karena jika sama sekali tidak bergerak, itu menjadi pasif.

Sebaliknya, jika terlalu sering melakukan tindakan, justru akan merusak keseluruhan strategi. Pendekatan investasi yg benar-benar baik, selalu berada di titik keseimbangan di antara keduanya. Oleh karena itu, selanjutnya sy akan membantu kalian menguraikan batasan penyesuaian serta metode konkretnya, secara bertahap dan jelas.

Sebelum benar-benar mulai berinvestasi, kita harus menyelesaikan satu langkah paling penting terlebih dulu, yaitu menentukan struktur investasi berdasarkan skala dana yg kita miliki. Ini adalah tahap awal dari seluruh sistem investasi.

Kamu perlu terlebih dulu memahami satu hal mendasar: apakah kamu ingin mengejar pendapatan tinggi dengan volatilitas tinggi, atau pertumbuhan yg stabil dengan risiko yg lebih rendah.

Jika dana kamu memungkinkan, sy bisa mengatakan dengan sangat jelas bahwa solusi optimal adalah memegang sekitar 20 saham. Dengan cara ini, risiko bisa tersebar, berbagai sektor dapat tercakup, dan dampak dari satu kesalahan tidak akan terlalu besar. Hasilnya adalah volatilitas yg lebih rendah, penurunan yg lebih terkendali, serta pendapatan yg lebih stabil.

Namun jika dana kamu relatif terbatas, misalnya tidak cukup untuk dibagi merata ke 20 saham, atau porsi tiap saham menjadi terlalu kecil hingga mempengaruhi potensi pendapatan, maka kamu perlu mengambil keputusan. Pilih sekitar 5 saham, menerima volatilitas yg lebih besar, sebagai konsekuensi untuk mendapatkan potensi pendapatan yg lebih tinggi.

Pertama tentuin dulu struktur sesuai skala dana, ini sbnrnya lebih penting dibanding nentuin level beli-jual setelahnya

Kalau modalnya gak terlalu besar, fokus ke sekitar 5 aset inti itu sebenernya pilihan yg cukup msk akal

20 aset lebih stabil, 5 aset lebih agresif 😁

Jadi kesimpulannya sederhana: untuk dana yg kecil, fokuskan pada 5 saham dari sektor yg benar-benar berbeda. Sedangkan untuk dana yg besar, lakukan diversifikasi ke 20 perusahaan unggulan. 
 
Selanjutnya, kita akan menggunakan portofolio 20 saham sebagai acuan untuk menjelaskan metode eksekusi secara lengkap, yaitu dengan membagi dana secara merata ke dalam: BBCA, BREN, BBRI, BUMI, BMRI, AMMN, TPIA, BYAN, TLKM, ASII, PANI, BBNI, BRPT, CUAN, UNTR, BRMS, BNLI, BRIS, ANTM, ICBP.

Langkah pertama
setelah membeli adalah tidak melakukan apa pun, cukup bersabar menunggu selama 3 bulan. Ini adalah tahap yg tidak bisa dilakukan oleh sebagian besar orang, namun justru menjadi langkah paling krusial.  
 
Dalam 3 bulan ini, kamu harus melakukan satu hal: abaikan pergerakan harga. Baik pasar naik, pasar turun, maupun saham individu mengalami fluktuasi besar, kamu tidak perlu melakukan penyesuaian apa pun.

Mengapa demikian? Karena fluktuasi jangka pendek tidak merepresentasikan perubahan nilai sebenarnya. Yg kamu miliki adalah saham bank, utilitas, dan perusahaan-perusahaan unggulan. Saham-saham ini pada dasarnya merepresentasikan keseluruhan pasar, artinya yg kamu lakukan sekarang adalah mengikuti arah pasar itu sendiri.  
 
Sementara fundamental perusahaan-perusahaan ini dalam jangka 3 bulan hampir tidak mengalami perubahan yg signifikan. Jadi apa yg kamu lihat hanyalah pergerakan harga, bukan perubahan pada nilai aset itu sendiri.

Kalau dananya kecil, beli 5 saham itu sebaiknya yg mana?

Kalo udah masuk beli, berarti memang niatnya buat tahan jangka pjang

Langkah kedua
: setelah 3 bulan, baru lakukan optimasi struktur. Pada saat ini, kamu boleh mulai melakukan penyesuaian, tetapi perlu diingat ini bukan tindakan yg dilakukan secara sering, melainkan hanya sebuah evaluasi struktur portofolio. Di tahap ini, ada dua opsi. 
 
Opsi A: Ada dana tambahan, bisa berasal dari tabungan gaji, menjual investasi non-inti, atau penambahan dana baru. 
 
Opsi B: Tidak ada dana tambahan, sehingga penyesuaian hanya dilakukan secara ringan dalam portofolio yg sudah ada.

Selanjutnya kita masuk ke langkah ketiga yg paling krusial. Di tahap ini, aturan inti kita hanya ada tiga hal, dan inilah logika eksekusi paling penting dalam seluruh sistem. 
 
1. Apakah ada saham yg sudah naik lebih dari 40%? Jika ada, maka jual 20% dari posisi saham tersebut. Tujuannya adalah mengunci sebagian profit, namun tetap mempertahankan tren. Yg paling penting, jangan pernah menutup seluruh posisi atau mengurangi secara besar-besaran pada saham tersebut.

2. Apakah ada saham yg turun lebih dari 30%? Pada tahap ini, yg paling penting bukan langsung tindakan, tetapi analisis, apakah penurunan tersebut disebabkan oleh sentimen pasar atau perubahan fundamental.  
 
Jika penurunan terjadi karena kepanikan pasar atau penyesuaian jangka pendek di sektor tersebut, maka bisa dilakukan penambahan posisi secara bertahap, dengan sumber dana berasal dari profit yg sebelumnya sudah diamankan.

Jika penurunannya bersifat struktural, di mana logika bisnis perusahaan memang berubah, barulah dipertimbangkan untuk mengurangi proporsi. Namun untuk jenis perusahaan seperti saat ini, yg pada umumnya merupakan perusahaan besar, dalam sebagian besar kondisi justru masih layak untuk dipertahankan, bahkan ditambah posisinya.

Kalau harga turun lbh dari 30% krna masalah fundamental, itu berarti perlu ganti saham ya?

3. Apakah ada perusahaan baru yg muncul? Pasar itu dinamis, ada perusahaan yg mulai tertinggal, dan ada juga yg terus naik menjadi lebih kuat. Jika ada perusahaan baru yg lebih unggul masuk ke dalam daftar 20 besar, maka gunakan dana tambahan untuk membeli. Jangan pernah menjual saham lama hanya untuk mengganti dengan yg baru.

Langkah keempat
: ini adalah bagian di mana banyak orang paling sering melakukan kesalahan, jadi kalian harus benar-benar menghindarinya. Banyak yg berpikir seperti ini: “kalau sudah naik banyak, dijual; kalau turun banyak, ditambah, supaya setiap saham punya bobot yg sama.” Sekilas terdengar masuk akal, tetapi itu keliru. Logika yg benar adalah membiarkan saham yg kuat menjadi semakin kuat.

Sebagai contoh dalam praktik, kita pasti akan menemui situasi seperti BUMI naik +40%, sementara BBCA tidak bergerak. Ini hal yg wajar, karena setelah 3 bulan hampir semua saham akan mengalami perubahan harga.  
 
Dalam kondisi seperti ini, kamu tidak perlu mengembalikan proporsi dana agar sama rata. Justru biarkan bobot BUMI secara alami menjadi lebih besar, karena pasar sedang membantu kamu menyaring siapa pemenangnya. Dan saham yg sudah naik +40% itulah yg saat ini menjadi pemenang.

Oke kali ini udah bnr2 ngerti deh😎

Jadi kalau saham sdah naik banyak, kita bs tambah dana dan perbesar proporsi masuknya

Jika kamu bisa menjalankan keempat langkah di atas, maka kamu akan memahami bahwa yg kamu lakukan bukan sekadar rebalancing portofolio. Yg sebenarnya kamu lakukan adalah mempertahankan saham yg kuat, membiarkan yg menghasilkan terus bertumbuh, mengendalikan risiko, membatasi penyebaran kerugian, serta menggunakan dana baru untuk mengoptimalkan struktur bukannya membongkar dan memulai ulang dari awal.

Karena dalam investasi jangka panjang, yg paling berbahaya bukanlah salah membeli, tetapi justru menjual aset yg benar. Jadi kamu hanya perlu mengingat satu hal: biarkan yg naik terus berjalan, dan biarkan yg salah berkurang secara bertahap, bukan terus-menerus mengulang dari awal. 

Ketika kamu benar-benar mencapai tahap ini, kamu sudah tidak lagi sekadar trading saham, melainkan menggunakan struktur untuk secara konsisten mendapatkan pendapatan dari waktu. Dan inilah cara paling efisien untuk menghasilkan pendapatan melalui kerangka investasi Vanguard.

Tentu saja, selain penyesuaian setiap 3 bulan, apakah masih ada cara lain untuk meningkatkan tingkat pendapatan tanpa merusak struktur? Jawabannya: ada. Mengingat kerangka investasi Vanguard telah digunakan selama puluhan tahun, pendekatan ini juga sudah dikembangkan secara mendalam oleh Wall Street, sehingga ada berbagai teknik tambahan yg bisa membantu meningkatkan pendapatan. 

Namun di sini kalian juga harus memahami satu hal: kerangka investasi Vanguard bukanlah metode yg mengejar keuntungan tinggi dalam jangka pendek, melainkan berfokus pada pertumbuhan yg stabil dalam jangka panjang, di mana melalui efek compounding dari waktu ke waktu, pada akhirnya akan mendorong peningkatan aset secara signifikan.

Inti dari investasi jangka pjng itu udah dijelasin dgn jelas, bukan asal gonta-ganti posisi, tapi lebih ke optimalin struktur portofolio

Atur ulang posisi tiap 3 bln, ritme kyk gini jauh lebih masuk akal dibanding tiap hr trading terusπŸ˜‡

Compounding itu yg jadi inti sbnarnya

Selain itu, di sini sy juga sudah menyiapkan beberapa kombinasi portofolio saham untuk kalian, mencakup BBCA, BREN, BBRI, BUMI, BMRI, AMMN, TPIA, BYAN, TLKM, ASII, PANI, BBNI, BRPT, CUAN, UNTR, BRMS, BNLI, BRIS, ANTM, ICBP.

Ini adalah rencana investasi yg bisa langsung kalian gunakan. Selain itu, juga ada versi 5 saham yg lebih cocok untuk teman-teman dengan dana terbatas. Untuk teman-teman Muslim, sy juga sudah menyiapkan 2 daftar, yaitu daftar 20 saham yg sesuai prinsip syariah, serta versi 5 saham syariah.  
 
Bagi kalian yg ingin berinvestasi di pasar saham Amerika atau Singapura, sy juga sudah menyiapkan daftar saham terkait. Bagi yg membutuhkan, nanti bisa hubungi asisten untuk mendapatkan daftar tersebut. Sharing malam ini kita cukupkan sampai di sini dulu, besok kita lanjutkan lagi.

Dana besar, dana kecil, cara seleksi, sampe pasar luar negeri, kali ini kepikiran semuanya πŸ‘

Masukin BBCA, BBRI, BMRI sbg saham inti, fondasi portofolio langsung jadi jauh lbh stabil

Strategi 5 saham buat dana kecil menurut sy paling praktis πŸ’ͺ

Sy langsung hubungi asistennya skrg, mau ambil strategi 5 sahamnya dlu

Sy langsung hubungi kk asisten skrg

Selamat malam semuanya,🌸

Pak Sutanto udah siapin bbrp pilihan portofolio saham utk kalian. 

Ada yg cocok utk dana besar, yaitu 20 saham, dan jg ada yg cocok utk dana kecil, yaitu 5 saham. Khusus utk investor Muslim, jg udah disiapin 2 pilihan saham yg sesuai.

Kalau kalian tertarik investasi di pasar saham AS atau Singapura, Pak Sutanto jg udah siapin daftar sahamnya.

Kalau ada yg butuh, bisa langsung hubungi sy, utk list sahamnya bisa didapetin secara gratis yah!