Istilah “saham gorengan” adalah istilah populer di pasar saham Indonesia untuk menyebut saham yang harganya sengaja digerakkan secara tidak wajar oleh pihak tertentu agar terlihat menarik sehingga banyak investor membeli, lalu pihak penggerak mengambil keuntungan.
Istilah ini sering muncul dalam diskusi investor di Bursa Efek Indonesia.
1. Apa yang Disebut Saham Gorengan
Saham gorengan adalah saham yang:
- fundamental perusahaan lemah atau kecil
- likuiditas rendah
- harga mudah dimanipulasi
- volatilitas sangat tinggi
Biasanya saham seperti ini:
- naik ratusan persen dalam waktu singkat
- lalu turun sangat tajam.
Sering terjadi pada saham:
- perusahaan kecil
- free float kecil
- kapitalisasi pasar rendah.
2. Bagaimana Saham Gorengan Dibentuk
Biasanya melalui beberapa tahap.
1️⃣ Akumulasi Diam-diam
Kelompok tertentu membeli saham dalam jumlah besar saat harga masih rendah.
Tujuan:
menguasai sebagian besar saham yang beredar.
2️⃣ Mengurangi Supply di Pasar
Setelah saham terkumpul, saham jarang dijual.
Akibatnya:
saham yang beredar di pasar menjadi sedikit
harga menjadi mudah digerakkan naik.
3️⃣ Menggoreng Harga
Harga mulai dinaikkan secara bertahap.
Caranya bisa dengan:
- transaksi antar akun
- order beli besar
- membuat antrian bid tinggi.
Tujuan:
- menciptakan ilusi permintaan besar.
4️⃣ Promosi / Hype
Setelah harga naik, biasanya muncul:
- promosi di grup saham
- rumor perusahaan akan ekspansi
- berita positif yang dilebih-lebihkan.
Investor ritel mulai ikut membeli karena takut ketinggalan.
5️⃣ Distribusi (Jual di Puncak)
Saat banyak investor ritel masuk, pihak penggerak mulai menjual sahamnya.
Akibatnya:
harga jatuh drastis
investor terakhir sering mengalami kerugian besar.
3. Tujuan Saham Gorengan Dibentuk
Tujuan utama hanya satu:
mendapatkan keuntungan besar dari pergerakan harga yang dibuat sendiri.
Keuntungan bisa berasal dari:
1️⃣ capital gain besar
2️⃣ menjual saham lama pada harga tinggi
3️⃣ memanfaatkan euforia pasar.
4. Ciri-Ciri Saham Gorengan
Investor biasanya mengenali dari beberapa tanda berikut:
Harga naik sangat cepat
Misalnya:
naik 100–300% dalam beberapa minggu.
Fundamental lemah
Contoh:
laba kecil atau rugi
bisnis tidak jelas.
Volume transaksi tiba-tiba melonjak
Padahal sebelumnya jarang diperdagangkan.
Harga sering ARB / ARA
Sering menyentuh batas:
- ARA (Auto Reject Atas)
- ARB (Auto Reject Bawah).
5. Risiko Saham Gorengan
Risikonya sangat tinggi:
- harga bisa turun 50–90%
- likuiditas bisa tiba-tiba hilang
- sulit menjual saat jatuh.
Karena itu otoritas pasar seperti:
- Otoritas Jasa Keuangan
- Bursa Efek Indonesia
sering melakukan:
- Unusual Market Activity (UMA)
- suspensi perdagangan saham.
6. Perbedaan Saham Gorengan dan Saham Sehat
| Ciri | Saham Gorengan | Saham Sehat |
|---|---|---|
| Fundamental | lemah | kuat |
| Kapitalisasi | kecil | besar |
| Pergerakan harga | ekstrem | stabil |
| Investor | spekulan | institusi |
| Risiko | sangat tinggi | relatif lebih rendah |
Contoh saham sehat biasanya seperti:
- BBCA
- BBRI
- TLKM
yang pergerakan harganya lebih dipengaruhi kinerja perusahaan.
✅ Kesimpulan
Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya dimanipulasi atau digerakkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kenaikan harga agar bisa menjual saham dengan keuntungan besar.
Tahap pembentukannya biasanya:
- akumulasi saham
- menaikkan harga
- menciptakan hype
- menjual di puncak harga.