Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Jumat, 06 Maret 2026

Saham Gorengan : Tujuan Dibuat dan Cara Kerjanya

Istilah “saham gorengan” adalah istilah populer di pasar saham Indonesia untuk menyebut saham yang harganya sengaja digerakkan secara tidak wajar oleh pihak tertentu agar terlihat menarik sehingga banyak investor membeli, lalu pihak penggerak mengambil keuntungan.

Istilah ini sering muncul dalam diskusi investor di Bursa Efek Indonesia.

1. Apa yang Disebut Saham Gorengan

Saham gorengan adalah saham yang:
  • fundamental perusahaan lemah atau kecil
  • likuiditas rendah
  • harga mudah dimanipulasi
  • volatilitas sangat tinggi
Biasanya saham seperti ini:
  • naik ratusan persen dalam waktu singkat
  • lalu turun sangat tajam.
Sering terjadi pada saham:
  • perusahaan kecil
  • free float kecil
  • kapitalisasi pasar rendah.
2. Bagaimana Saham Gorengan Dibentuk

Biasanya melalui beberapa tahap.
1️⃣ Akumulasi Diam-diam
Kelompok tertentu membeli saham dalam jumlah besar saat harga masih rendah.
Tujuan:
menguasai sebagian besar saham yang beredar.

2️⃣ Mengurangi Supply di Pasar
Setelah saham terkumpul, saham jarang dijual.
Akibatnya:
saham yang beredar di pasar menjadi sedikit
harga menjadi mudah digerakkan naik.

3️⃣ Menggoreng Harga
Harga mulai dinaikkan secara bertahap.
Caranya bisa dengan:
  • transaksi antar akun
  • order beli besar
  • membuat antrian bid tinggi.
Tujuan:
  • menciptakan ilusi permintaan besar.
4️⃣ Promosi / Hype
Setelah harga naik, biasanya muncul:
  • promosi di grup saham
  • rumor perusahaan akan ekspansi
  • berita positif yang dilebih-lebihkan.
Investor ritel mulai ikut membeli karena takut ketinggalan.

5️⃣ Distribusi (Jual di Puncak)
Saat banyak investor ritel masuk, pihak penggerak mulai menjual sahamnya.
Akibatnya:
harga jatuh drastis
investor terakhir sering mengalami kerugian besar.

3. Tujuan Saham Gorengan Dibentuk

Tujuan utama hanya satu:
mendapatkan keuntungan besar dari pergerakan harga yang dibuat sendiri.

Keuntungan bisa berasal dari:
1️⃣ capital gain besar
2️⃣ menjual saham lama pada harga tinggi
3️⃣ memanfaatkan euforia pasar.

4. Ciri-Ciri Saham Gorengan

Investor biasanya mengenali dari beberapa tanda berikut:

Harga naik sangat cepat

Misalnya:
naik 100–300% dalam beberapa minggu.
Fundamental lemah

Contoh:
laba kecil atau rugi
bisnis tidak jelas.

Volume transaksi tiba-tiba melonjak

Padahal sebelumnya jarang diperdagangkan.

Harga sering ARB / ARA

Sering menyentuh batas:
  • ARA (Auto Reject Atas)
  • ARB (Auto Reject Bawah).

5. Risiko Saham Gorengan

Risikonya sangat tinggi:
  • harga bisa turun 50–90%
  • likuiditas bisa tiba-tiba hilang
  • sulit menjual saat jatuh.
Karena itu otoritas pasar seperti:
  • Otoritas Jasa Keuangan
  • Bursa Efek Indonesia
sering melakukan:
  • Unusual Market Activity (UMA)
  • suspensi perdagangan saham.
6. Perbedaan Saham Gorengan dan Saham Sehat

Ciri  Saham GorenganSaham Sehat
Fundamental   lemah    kuat
Kapitalisasi  kecil    besar
Pergerakan harga  ekstrem    stabil
Investor  spekulan      institusi
Risiko  sangat tinggi    relatif lebih rendah

Contoh saham sehat biasanya seperti:
  • BBCA
  • BBRI
  • TLKM
yang pergerakan harganya lebih dipengaruhi kinerja perusahaan.

✅ Kesimpulan

Saham gorengan adalah saham yang pergerakan harganya dimanipulasi atau digerakkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kenaikan harga agar bisa menjual saham dengan keuntungan besar.

Tahap pembentukannya biasanya:
  1. akumulasi saham
  2. menaikkan harga
  3. menciptakan hype
  4. menjual di puncak harga.