Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Jumat, 06 Maret 2026

3 Kesalahan Biaya Terbesar

Berikut 3 kesalahan biaya terbesar yang sering membuat investor saham di Indonesia rugi tanpa sadar saat berinvestasi di Bursa Efek Indonesia. Kesalahan ini sering terjadi terutama pada investor pemula.

1. Terlalu Sering Trading (Overtrading)

Banyak investor terlalu sering beli-jual saham dalam waktu pendek.

Padahal setiap transaksi dikenakan biaya:
  1. fee beli ±0,15% – 0,25%
  2. fee jual ±0,25% – 0,35%
  3. pajak jual saham 0,1%
📌 Total biaya satu kali round trip (beli + jual) bisa sekitar:

±0,4% – 0,6%

Contoh:
Modal Rp100 juta.
Jika trading 10 kali dalam sebulan:
Biaya transaksi:
Rp100.000.000 × 0,5% × 10
= Rp5.000.000

Artinya tanpa sadar Anda sudah kehilangan 5% modal hanya dari biaya.
Ini sebabnya banyak investor aktif kalah dari investor jangka panjang.

2. Tidak Memperhatikan Pajak Dividen

Jika Anda berinvestasi untuk dividen dari saham seperti:
  1. BBRI – Bank Rakyat Indonesia
  2. TLKM – Telkom Indonesia
  3. ASII – Astra International
maka dividen dikenakan pajak 10%.

Contoh:
Dividen diterima: Rp10.000.000
Pajak: Rp1.000.000

Yang diterima bersih:

Rp9.000.000

📌 Banyak investor menghitung yield dari dividen bruto, padahal yang diterima adalah dividen bersih.

3. Membeli Saham Hanya Karena Dividend Yield Tinggi

Ini kesalahan yang sangat umum.
Investor sering membeli saham dengan dividend yield besar, misalnya:
12%
15%
bahkan 20%
Tetapi tidak memperhatikan risiko bisnis.

Contoh:
Saham tambang atau siklikal seperti:
PTBA – Bukit Asam
ITMG – Indo Tambangraya Megah
bisa memberi dividen besar saat harga komoditas tinggi, tetapi:
dividen bisa turun drastis saat siklus komoditas turun
harga saham bisa turun lebih besar dari dividen.

Contoh:
Yield dividen = 12%
Harga saham turun = 25%
Investor tetap rugi bersih 13%.
Cara Menghindari 3 Kesalahan Ini
Strategi yang biasanya dipakai investor berpengalaman:

1️⃣ Investasi jangka panjang (bukan trading berlebihan)
2️⃣ Hitung dividen setelah pajak
3️⃣ Fokus saham dengan dividend growth, bukan hanya yield tinggi.

Contoh saham yang sering dianggap lebih stabil:
  1. BBCA – Bank Central Asia
  2. BBRI – Bank Rakyat Indonesia
  3. TLKM – Telkom Indonesia
  4. ASII – Astra International
karena kombinasi:
  1. bisnis kuat
  2. laba tumbuh
  3. dividen stabil.
✅ Kesimpulan

3 biaya yang paling sering membuat investor rugi tanpa sadar:
  • Terlalu sering trading → biaya transaksi menumpuk
  • Mengabaikan pajak dividen 10%
  • Mengejar dividend yield tinggi tanpa melihat risiko bisnis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar