Selamat pagi teman-teman semuanya!
Tadi malam, Trump menyampaikan peringatan kepada Iran, sekaligus mengumumkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi dengan pihak pemerintahan yg dianggap lebih rasional, dengan tujuan meredakan konflik di Timur Tengah.
Namun demikian, pernyataan tersebut justru tidak mampu menenangkan sentimen pasar. Sebaliknya, hal ini malah memperbesar ketidakpastian yg ada. Dari sisi Iran, mereka menilai proposal perdamaian dari Amerika Serikat tidak realistis. Di saat yg sama, eskalasi konflik yg terus meningkat turut mendorong harga minyak kembali naik.
Seiring dengan meluasnya konflik ini, tekanan terhadap ekonomi global semakin terasa, khususnya pada sisi pasokan di sektor energi. Saat ini, tiga indeks utama di pasar saham Amerika Serikat tercatat sudah mengalami penurunan sekitar 10% dari level tertingginya.
Meskipun pidato Ketua The Fed, Powell, tadi malam sempat memberikan sedikit penopang bagi pasar, namun dampak dari konflik yg memicu tekanan pada sektor energi tetap membuat pasar saham berada dalam kondisi tertekan.
Selamat pagi Pak Sutanto
Konflik geopolitik blm mereda, ke depannya jg jdi makin nggak pasti..
Kalau harga minyak naik lagi, isi bensin bisa makin gak kejangkau 🤣
Sementara itu, perubahan di pasar eksternal memang turut memberikan pengaruh terhadap Indonesia. Namun, kalian juga bisa melihat bahwa setelah pembukaan pasar hari ini, justru IHSG masih mampu menunjukkan kenaikan yg cukup jelas.
Sy memahami bahwa bnyk dari kalian saat ini merasa khawatir terhadap kenaikan harga minyak yg terus berlanjut. Hal ini memang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi di dalam negeri, terutama dari sisi biaya energi dan transportasi.
Dalam kondisi seperti ini, biaya impor Indonesia juga berpotensi ikut meningkat, khususnya bagi perusahaan manufaktur yg memiliki ketergantungan tinggi terhadap produk berbasis minyak. Situasi ini tentu saja bisa menjadi salah satu faktor yg memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham kita. Oleh karena itu, wajar jika bnyk investor setiap hari diliputi kekhawatiran bahwa pasar saham masih berpotensi mengalami penurunan yg cukup besar.
Namun pada kenyataannya, ada satu hal penting yg sering diabaikan oleh bnyk investor. Dalam 2 bulan terakhir, pasar saham Indonesia pada dasarnya hampir tidak mengalami kenaikan yg berarti. Memang, di dalam proses ini, tidak sedikit dari kalian yg mengalami kerugian dalam investasi saham. Hal ini wajar, krna ketika pasar mengalami penurunan secara luas dan signifikan, hampir seluruh pelaku pasar akan menghadapi tekanan pada nilai portofolionya.
Namun, yg sering terlewat adalah bahwa seiring dengan penurunan pasar secara keseluruhan, valuasi perusahaan juga ikut turun secara bertahap. Padahal, di sisi lain, bnyk perusahaan tetap memiliki kemampuan menghasilkan laba yg cukup kuat. Sebagai contoh, bnyk dari kalian biasanya memperhatikan indikator seperti PER sebagai salah satu acuan utama dalam menilai valuasi perusahaan.
Sy ngerasa hari ini pasar saham bisa ada rebound yg lumayan bagus
Saat ini, penurunan harga saham di bnyk perusahaan secara langsung membuat PER mereka juga mengalami penurunan yg cukup signifikan. Sebagai contoh, perusahaan telekomunikasi seperti TLKM dan EXCL. Sy yakin kalian semua sudah memahami dengan jelas bagaimana kemampuan laba dari perusahaan-perusahaan ini. Dalam skala besar, pasar telekomunikasi di Indonesia pada dasarnya dikuasai oleh beberapa pemain utama seperti mereka.
Selain itu, laba dan pembagian dividen mereka setiap tahun juga relatif stabil. Kita semua tahu bahwa dividen perusahaan pada umumnya cenderung konsisten. Maka, ketika harga saham naik, karena dividen relatif tetap, hal ini akan menyebabkan tingkat dividen (dividend yield) menurun. Sebaliknya, jika dividen tetap stabil sementara harga saham mengalami penurunan yg cukup besar, maka secara logika, dividend yield akan meningkat secara signifikan.
Setelah pembagian dividen, harga saham biasanya bakal turun
Perusahaan kayak gini, kemampuan cuannya kuat bngt dan tiap taon bagiin dividen, ini udah bs dibilang saham unggulan kah?
Sebagai contoh EXCL. Sejak tahun 2020, seiring dengan operasional yg semakin stabil serta pembangunan infrastruktur skala besar yg sudah hampir selesai, pembagian dividen perusahaan juga mulai menunjukkan tren kenaikan secara bertahap.
Jika kita menggunakan asumsi dividen tahun 2025 sebesar Rp220 per saham:
- Pada harga saham Rp 4.000, tingkat dividen berada di kisaran 5%
- Namun ketika harga saham turun ke Rp 3.000, dividend yield meningkat signifikan menjadi sekitar 7,3%
Artinya, dengan harga saat ini, tingkat pengembalian dari dividen menjadi jauh lebih menarik. Dengan kata lain, jika kamu memegang saham EXCL pada level harga sekarang, secara teoritis dalam sekitar 13 tahun, kamu sudah bisa mengembalikan modal awal hanya dari pembagian dividen saja.
Tentu saja, dalam hal ini kita juga perlu mempertimbangkan apakah dividen perusahaan ke depannya dapat tetap stabil, serta apakah masih memiliki ruang pertumbuhan yg cukup. Di sinilah kita perlu memahami bahwa industri telekomunikasi memiliki hambatan masuk yg sangat tinggi. Tidak semua perusahaan bisa dengan mudah masuk ke sektor ini.
Hal ini justru memberikan jaminan perkembangan yg relatif kuat bagi para pemain utama di industri tersebut. Selain itu, memasuki tahun 2026, perhatian global juga mulai tertuju pada rencana IPO SpaceX. Saat ini, SpaceX melalui layanan satelitnya telah menjadi salah satu penyedia komunikasi terbesar di dunia.
Apabila SpaceX benar-benar resmi tercatat di bursa, maka gelombang investasi baru di bidang komunikasi luar angkasa sangat mungkin akan mengalami percepatan signifikan. Hal ini akan memberikan dorongan menyeluruh bagi perkembangan industri telekomunikasi secara global. Oleh karena itu, dari sudut pandang sy, potensi pertumbuhan di sektor ini masih cukup besar dan layak untuk diperhatikan lebih lanjut.
Menurut saya pergerakan EXCL lumayan oke, skrg lg di area bawah
Industri komunikasi itu batas masuknya tinggi, jadi nunjukin kalo saham2 di sektor ini emg punya kekuatan yg solid bngt👍
Saat ini kita bisa melihat bahwa EXCL, sejak tahun 2020, seiring dengan operasional yg semakin stabil dan pembangunan infrastruktur yg telah rampung, menunjukkan tren peningkatan dividen dari tahun ke tahun. Di sisi lain, penurunan harga saham saat ini justru membuat tingkat dividend yield meningkat secara signifikan.
Lebih jauh lagi, industri telekomunikasi bukanlah sektor yg mudah dimasuki maupun ditinggalkan. Hambatan masuk yg tinggi membuat pemain baru sulit untuk menggoyahkan posisi perusahaan-perusahaan besar yg sudah ada. Hal ini memungkinkan EXCL untuk menjaga stabilitas profitabilitasnya dalam jangka menengah hingga panjang. Saat ini kita bisa melihat bahwa EXCL, sejak tahun 2020, seiring dengan operasional yg semakin stabil dan pembangunan infrastruktur yg telah rampung, menunjukkan tren peningkatan dividen dari tahun ke tahun. Di sisi lain, penurunan harga saham saat ini justru membuat tingkat dividend yield meningkat secara signifikan.
Lebih jauh lagi, industri telekomunikasi bukanlah sektor yg mudah dimasuki maupun ditinggalkan. Hambatan masuk yg tinggi membuat pemain baru sulit untuk menggoyahkan posisi perusahaan-perusahaan besar yg sudah ada. Hal ini memungkinkan EXCL untuk menjaga stabilitas profitabilitasnya dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan demikian, EXCL tidak hanya memiliki posisi pasar yg kuat serta imbal hasil dividen yg menarik, tetapi juga didukung oleh karakter industri yg memiliki hambatan masuk tinggi serta potensi pertumbuhan dari perkembangan komunikasi satelit di masa depan.
Oleh karena itu, dalam pandangan sy, EXCL merupakan salah satu saham yg layak untuk diperhatikan pada kondisi saat ini. Bagi kalian yg dalam portofolio investasinya belum memiliki eksposur di sektor telekomunikasi, maka mempertimbangkan alokasi dana secara proporsional ke saham seperti EXCL dapat menjadi langkah strategis.
Logika EXCL di fase ini memang keliatan cukup mulus, didukung sama dividen + keunggulan dominasi pasar yg kuat
Pas harga turun, dividen yield lgsg jadi makin besar, dan ini jg ngasih kita peluang masuk yg lebih bagus, ini yg bikin menarik
Tentu saja, selain EXCL yg saat ini menunjukkan daya tarik investasi yg sangat tinggi, kita juga perlu memahami bahwa penurunan pasar saham selama 2 bulan terakhir telah mendorong valuasi pasar secara keseluruhan turun cukup signifikan.
Kondisi ini pada akhirnya membuat bnyk perusahaan yg memiliki kemampuan laba stabil serta pembagian dividen konsisten menjadi semakin menarik dari sisi investasi. Oleh karena itu, meskipun sentimen pasar global saat ini cenderung kurang kondusif, kita justru bisa melihat bahwa di pasar saham Indonesia mulai muncul bnyk saham yg menunjukkan kenaikan harga secara kuat.
Dan sy meyakini bahwa tren ini, setelah memasuki bulan April, berpotensi akan semakin menguat. Ok, untuk sesi pagi ini kita cukupkan sampai di sini. Saat ini, diferensiasi di pasar semakin jelas dan terus meningkat. Sy juga perlu mengalokasikan lebih bnyk waktu dan fokus untuk melakukan analisis yg lebih mendalam terhadap pergerakan harga di masing-masing saham. Kita lanjutkan kembali dalam sesi sharing siang nanti.
Kalau dilihat long term, labanya cenderung stabil, jadi pegang saham kyk gini jg rasanya lebih tenang
Kalo beneran bisa terealisasi, potensi kenaikan valuasinya bakal besar banget 👍
Di kondisi kayak sekarang, saham dgn dividen tinggi emg jd lebih menarik, sy juga lgsg masuk EXCL skrg
Udh masuk EXCL 110 lot😎
Terima kasih Pak Sutanto udah sharing, sy jg udah beli saham EXCL nih
Sy sblmnya udah pegang EXCL, skrg perlu nambah posisi gk ya?



