Dividend Yield (DY) adalah persentase keuntungan dividen yang diperoleh investor dibandingkan dengan harga sahamnya. Istilah ini digunakan untuk mengukur berapa besar pendapatan dividen dari suatu saham dalam satu tahun.
Dividend Yield dihitung dengan rumus:
[ Dividend Yield = (Dividen per Saham) : (Harga Saham) x 100% ]
Contoh Perhitungan
Misalnya: Harga saham = Rp 2.000 per lembar
Dividen per saham = Rp 200 per lembar
Maka: Dividend Yield = (200 : 2000) × 100% = 10%
Artinya:
Jika Anda membeli saham tersebut di harga Rp 2.000, maka imbal hasil dari dividen saja adalah 10% per tahun (belum termasuk capital gain).
Cara Membaca Dividend Yield
- DY tinggi → saham memberikan dividen besar dibanding harga saham.
- DY rendah → dividen kecil dibanding harga saham.
Namun DY terlalu tinggi juga perlu hati-hati, karena bisa terjadi karena:
- harga saham sedang turun tajam
- dividen tidak stabil
Gambaran Umum Dividend Yield Saham
Biasanya di pasar saham:
- 1% – 3% → dividen kecil (growth stock)
- 3% – 6% → dividen sedang
- > 6% → dividen tinggi (dividend stock)
Kesimpulan
Dividend Yield membantu investor menjawab pertanyaan:
“Jika saya membeli saham ini sekarang, berapa persen penghasilan dividen yang saya dapat setiap tahun?”
Investor yang fokus pendapatan pasif dari saham biasanya memilih saham dengan Dividend Yield stabil dan konsisten membayar dividen.
Jika Anda mau, saya juga bisa jelaskan 3 rasio penting lain yang selalu dipakai investor saham, yaitu:
PER (Price to Earnings Ratio)
PBV (Price to Book Value)
ROE (Return on Equity)
Ketiga rasio ini biasanya dipakai bersama Dividend Yield untuk menilai apakah saham murah atau mahal. 📊
TIPS : Cari Deviden Minimal 7% ke atas