Berikut penjelasan 3 rasio fundamental yang hampir selalu dibaca bersamaan oleh investor profesional untuk menilai apakah suatu saham murah (undervalued) atau mahal (overvalued).
1. PER (Price to Earnings Ratio)
Price to Earnings Ratio (PER) adalah rasio yang menunjukkan berapa kali investor membayar harga saham dibandingkan dengan laba per saham (EPS).
Rumus : [ PER = Harga Saham : EPS ]
Contoh
Harga saham = Rp 2.000
EPS = Rp 200
PER = 2.000 : 200 = 10
Artinya: Investor membayar 10 kali laba perusahaan untuk membeli saham tersebut.
Cara membaca PER
| PBV | Arti |
|---|---|
| < 1 | sangat murah |
| 1 – 2 | wajar |
| > 2 | mahal |
Contoh umum:
| PER | Interpretasi |
|---|---|
| < 10 | sangat murah |
| 10 – 20 | wajar |
| > 20 | mahal |
2. PBV (Price to Book Value)
Price to Book Value (PBV) menunjukkan perbandingan antara harga saham dengan nilai buku perusahaan. Nilai buku adalah nilai aset bersih perusahaan.
Rumus : [ PBV = Harga Saham : Nilai Buku per Saham ]
Contoh
Harga saham = Rp2.000
Nilai buku per saham = Rp1.000
PBV = 2
Artinya: Harga saham 2 kali nilai aset bersih perusahaan.
Cara membaca PBV
| PBV | Arti |
|---|---|
| < 1 | sangat murah |
| 1 – 2 | wajar |
| > 2 | mahal |
Investor value biasanya mencari PBV rendah.
3. ROE (Return on Equity)
Return on Equity (ROE) menunjukkan seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
Rumus: [ROE = (Laba Bersih : Ekuitas) x 100%]
Contoh
Laba bersih = Rp 100 miliar
Ekuitas = Rp 500 miliar
ROE = 20%
Artinya: Setiap Rp 100 modal pemegang saham menghasilkan laba Rp 20 per tahun.
Cara membaca ROE
| ROE | Arti |
|---|---|
| < 10% | kurang efisien |
| 10 – 20% | bagus |
| > 20% | sangat bagus |
Investor profesional biasanya mencari ROE tinggi dan stabil.
Cara Investor Profesional Menggabungkan Ketiganya
Investor tidak melihat rasio ini secara terpisah, tetapi bersamaan.
Saham ideal biasanya memiliki:
- PER rendah
- PBV rendah
- ROE tinggi
Contoh:
| Rasio | Nilai |
|---|---|
| PER | 8 |
| PBV | 1.2 |
| ROE | 22% |
Ini sering dianggap saham undervalued berkualitas.
Contoh Analisis Sederhana
| Rasio | Saham A | Saham B |
|---|---|---|
| PER | 8 | 25 |
| PBV | 1.1 | 4 |
| ROE | 20% | 10% |
Investor biasanya lebih tertarik pada Saham A karena:
- lebih murah
- profitabilitas lebih tinggi
Kesimpulan
Investor profesional biasanya menggunakan kombinasi berikut:
PER → menilai harga terhadap laba
PBV → menilai harga terhadap aset
ROE → menilai kualitas profit perusahaan
Ketika ketiga rasio ini menunjukkan:
- murah
- profit tinggi
- fundamental kuat
maka saham tersebut sering dianggap undervalued.
Jika Anda mau, saya bisa jelaskan juga 5 rasio tambahan yang sering dipakai investor besar di dunia, yaitu:
DER (Debt to Equity Ratio)
Net Profit Margin (NPM)
Operating Margin
Dividend Payout Ratio
Free Cash Flow
Rasio ini biasanya dipakai oleh investor seperti
Warren Buffett untuk memilih saham jangka panjang. 📈
Tidak ada komentar:
Posting Komentar