Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Sabtu, 14 Maret 2026

3 Rasio Fundamental


Berikut penjelasan 3 rasio fundamental yang hampir selalu dibaca bersamaan oleh investor profesional untuk menilai apakah suatu saham murah (undervalued) atau mahal (overvalued).

1. PER (Price to Earnings Ratio)

Price to Earnings Ratio (PER) adalah rasio yang menunjukkan berapa kali investor membayar harga saham dibandingkan dengan laba per saham (EPS).

Rumus : PER = Harga Saham : EPS ]
Contoh
Harga saham = Rp 2.000
EPS = Rp 200
PER = 2.000 : 200 = 10
Artinya: Investor membayar 10 kali laba perusahaan untuk membeli saham tersebut.

Cara membaca PER
PBV  Arti
< 1       sangat murah
1 – 2        wajar
> 2       mahal

Contoh umum:
PER   Interpretasi
< 10    sangat murah
10 – 20    wajar
> 20    mahal

2. PBV (Price to Book Value)

Price to Book Value (PBV) menunjukkan perbandingan antara harga saham dengan nilai buku perusahaan. Nilai buku adalah nilai aset bersih perusahaan.

Rumus : PBV = Harga Saham : Nilai Buku per Saham ]

Contoh
Harga saham = Rp2.000
Nilai buku per saham = Rp1.000
PBV = 2
Artinya: Harga saham 2 kali nilai aset bersih perusahaan.

Cara membaca PBV
PBVArti
< 1      sangat murah
1 – 2      wajar
> 2      mahal
Investor value biasanya mencari PBV rendah.

3. ROE (Return on Equity)

Return on Equity (ROE) menunjukkan seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.

Rumus: [ROE = (Laba Bersih : Ekuitas) x 100%]
Contoh
Laba bersih = Rp 100 miliar
Ekuitas = Rp 500 miliar
ROE = 20%
Artinya: Setiap Rp 100 modal pemegang saham menghasilkan laba Rp 20 per tahun.

Cara membaca ROE
ROEArti
< 10%      kurang efisien
10 – 20%      bagus
> 20%      sangat bagus
Investor profesional biasanya mencari ROE tinggi dan stabil.

Cara Investor Profesional Menggabungkan Ketiganya

Investor tidak melihat rasio ini secara terpisah, tetapi bersamaan.
Saham ideal biasanya memiliki:
  • PER rendah
  • PBV rendah
  • ROE tinggi
Contoh:
Rasio    Nilai
PER    8
PBV    1.2
ROE    22%

Ini sering dianggap saham undervalued berkualitas.

Contoh Analisis Sederhana
Rasio      Saham A     Saham B
PER       8    25
PBV      1.1    4
ROE      20%    10%
Investor biasanya lebih tertarik pada Saham A karena:
  • lebih murah
  • profitabilitas lebih tinggi
Kesimpulan
Investor profesional biasanya menggunakan kombinasi berikut:

PER → menilai harga terhadap laba
PBV → menilai harga terhadap aset
ROE → menilai kualitas profit perusahaan

Ketika ketiga rasio ini menunjukkan:
  • murah
  • profit tinggi
  • fundamental kuat
maka saham tersebut sering dianggap undervalued.

Jika Anda mau, saya bisa jelaskan juga 5 rasio tambahan yang sering dipakai investor besar di dunia, yaitu:
DER (Debt to Equity Ratio)
Net Profit Margin (NPM)
Operating Margin
Dividend Payout Ratio
Free Cash Flow
Rasio ini biasanya dipakai oleh investor seperti
Warren Buffett untuk memilih saham jangka panjang. 📈

Tidak ada komentar:

Posting Komentar