1. Stochastic RSI ⭐
Fungsi Oscalator Stochastik :
Digunakan untuk mencari momentum Beli dan Jual Dari perpotongan 2 garis.
Range 0 - 20 --> Wait and See
20 terbawah dikenal sebagai Wilayah Oversold:
- Menunjukan bahwa harga akan naik karena penjualan terlalu banyak.
- Selama trend turun, harga akan selalu berada di wilayah oversold
Range 20 - 40 --> Silahkan beli
Range 40 - 60 --> Jika sudah beli tinggal menunggu, jika belum beli jangan beli.
Range 60 - 80 --> Jual sebagian atau Siap-siap jual.
Range 80 - 100 --> Wajib jual
Trend — Panjang Average — Moving
MA5 : Very short term: 5 – 13 days
MA14 : Short Term: 14 – 25 days
MA26 : Minor Intermediate: 26 – 49 days
MA50 : Intermediate: 50 – 100 days
MA100 : Long Term: 100 – 200 days
Bullish / Uptrend : Garis berada di bawah grafik
Bearish / Downtrend : Garis berada di atas grafik
MA bisa jadi Support, bisa juga jadi Resisten Jenis Jenis Moving Average
Simple Moving Avarage (SMA)
Exponential Moving Avarage (EMA)
Weighted Moving Avarage (WMA)
Cukup gunakan > Moving Avarage Cross Point (Aki_Pine1020) ⭐
Range 80 - 100 --> Wajib jual
80 teratas dikenal sebagai Wilayah Overbought:
- Menunjukan bahwa harga akan turun karena pembelian berlebihan
- Selama uptrend, harga akan selalu berada di dalam wilayah jenuh beli
- 2 garis terdiri dari Garis %K (Biru) dan Garis %D (Merah)
- Sinyal Beli : Garis merah memotong dari atas Garis Biru di area bawah 20.
- Sinyal Jual : Garis Biru memotong dari atas Garis Merah di ares atas 80.
2. Moving Average
Panjang Moving AverageTrend — Panjang Average — Moving
MA5 : Very short term: 5 – 13 days
MA14 : Short Term: 14 – 25 days
MA26 : Minor Intermediate: 26 – 49 days
MA50 : Intermediate: 50 – 100 days
MA100 : Long Term: 100 – 200 days
Bullish / Uptrend : Garis berada di bawah grafik
Bearish / Downtrend : Garis berada di atas grafik
MA bisa jadi Support, bisa juga jadi Resisten Jenis Jenis Moving Average
Simple Moving Avarage (SMA)
Exponential Moving Avarage (EMA)
Weighted Moving Avarage (WMA)
Cukup gunakan > Moving Avarage Cross Point (Aki_Pine1020) ⭐
3. Moving Average Convergence Divergence (MACD)
Oscalator MACD : Dibuat oleh Gerald Appel dan dikenal sebagai Moving Average Convergen/Divergen (MACD)
- Indicator ini memberikan signal perubahan arah price dab momentum harga.
Fungsi indikator MACD yang paling utama adalah untuk menunjukan arah trend dan momentum pasar.
4. Channel Keltner⭐
Keltner Channel adalah indikator teknis berbasis solvabilitas yang mencakup 3 garis berbeda.
- Garis tengah adalah 10-period Exponensial Moving Average.
- Garis atas dikenal sebagaj Upper Band
- Garis Bawah dikenal sebagai pita bawah.
Band mengembang dan mengecil selaras dengan pergerakan volatilitas berdasarkan Rata-rata harga.
Channel Keltner berfungsi untuk melihat volatilitas (tingkat variasi harga) saham. Untuk membaca trend harga.
5. Bollinger Band⭐
Upper band > standard deviasi (persimpangan harga rata2)
Middle band > trend garis MA
Lower band > standard deviasi (persimpangan harga rata2)
Middle band > trend garis MA
Lower band > standard deviasi (persimpangan harga rata2)
6. Fibonacci⭐
- Hanya bisa digunakan jika ada trend (uptrend atau downtrend)
> Fibonacci Retracement (Koreksi/Pembalikan)
Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dengan Benar - Fibo Part 1
Cara Menggunakan Fibonacci Retracement Dengan Benar - Fibo Part 2
> Fibonacci Extention (Perpanjangan)
⚠️ Tips Pemakaian Indikator
----------------------------------------------------------------------------------
⚠️ Tips Penting (Biar Gak Rugi)
- Jangan langsung trading pakai uang besar
- Fokus belajar baca chart dulu
- Hindari terlalu banyak indikator
- Selalu pakai stop loss
Kombinasi indikator Triple Bollinger Band & Stochastic RSI + analiss Volume, memang cocok utk pemula dan swing trading
Bisa juga untuk trading 1 - 2 hari, hanya harus sabar nunggu momennya, atau pilih saham yang sudah dekat momen, misal saham naik sudah menyentuh lower 2, nanti TP saat menyentuh lower 1 atau middle band.
----------------------------------------------------------------------------------⚠️ Tips Penting (Biar Gak Rugi)
- Jangan langsung trading pakai uang besar
- Fokus belajar baca chart dulu
- Hindari terlalu banyak indikator
- Selalu pakai stop loss