Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Senin, 22 Juni 2026

Apa Itu Bandarmologi ?

Ilmu untuk memahami pola perilaku dan pergerakan harga saham di pasar modal dari sudut pandang "Bandar"

Tujuannya adalah mempersiapkan para trader agar tidak menjadi korban manipulasi bandar dan bahkan dapat mengambil keuntungan dari pergerakan mereka.

Metode ini dikenalkan oleh Hismad Al-Amudi (2005) Pada bursa efek Indonesia.

Metode ini berbentuk suatu system perhitungan Kuantitatif yang lebih menekankan prinsip "Akumulasi dan Distribusi"

AKUMULASI

Akumulasi fase dimana bandar membeli saham dalam jumlah besar, biasanya saat harga berada pada tren menurun (downtrend) atau konsolidasi.

Tujuannya adalah mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar (dikeringkan).

Semakin sedikit jumlah barang, semakin tinggi permintaan, semakin mahal harganya.

1 hari, 3 hari dan 7 hari.

Perhatikan sekuritas yang akum, apakah dia terafiliasi dengan pemegang saham mayoritas apakah tidak.

Cara ceknya lihat di Keterbukaan Informasi, masukan kata kunci 5%

Mark Up Market ( Menaikkan harga )

Tahap-tahap Markup Bandar :
1. Bandar memastikan trend sudah terbentuk
2. Bandar memastikan belum banyak investor ritel dalam saham tersebut (Supaya akumulasi)
3. Bandar mulai memberikan kejutan pada saham dengan pembelian besar yang menarik mata ritel
4. Bandar sudah mempersiapkan seorang teman yang bertugas membuat membeli dan menjual
5. Saat inilah Investor ritel datang sebagai BALA BANTUAN
6. Teman bandar berhenti menjual dan membeli sampai saham naik tinggi
7. Bandar yang pertama mulai menjual sahamnya
8. Proses ini akan berlanjut beberapa hari, sampai anda mengetahui jika saham terlihat naik namun terjadi distribusi yang besar

DISTRIBUSI
Fase Distribusi akan menyebabkan “Semakin banyak jumlah barang, semakin mudah dijangkau, harga pun semakin tidak mahal”. Bandar akan melakukan distribusi. Momen seperti ini akan dimanfaatkan untuk membuat saham menjadi tidak berharga.

Cara menemukan fase Distribusi: Yaitu saat uptrend telah mencapai puncak

RUMUS
Avg bandar +5% = a
dan
Barang bandar : rata2 pembentukan bid ofer = s papan
avg+a+s = potensial
Study kasus GZCO
CP akum 380 +5% = 19
820.000 : 35.000 = 23 papan
380+19+23 papan = 446
Potensi kenaikan 424-446

+ Fase Mark-down adalah fase terakhir dalam siklus bursa saham.
+ Saat fase ini, harganya menurun drastis dan grafiknya menurun.
+ Jika kita terlambat menjual saham yang sudah dibeli di awal, potensial akan mengalami kerugian ketika asetmu masuk ke fase ini.

Support dan Resistence Bandar
Bagi Bandar Support dan Resistence itu seperti pengatur uang mengganggu.
Why ?
Karena dalam Bandarmology lebih cenderiung pada The power of money dengan persiapan uang yang banyak untuk pasar modal, jenis analisis apapun bisa di bantah.

Investment specialist Hasilnya > Bandar dapat membentuk support dan resistence sendiri, yang biasanya hanya berlaku dalam satu hari perdagangan.

Pancingan untuk membeli
Pancingan di pasar modal > Fungsi Running Trade.
Tujuannya untuk menarik trader.
Bandar seringkali melakukan spam order tujuannya untuk menaikan frequency transaksi dengan harapan ritel masuk untuk membeli. Entah 1 lot, 2 lot, 10 lot, 17 lot, etc.

Koreksi Tidak Serius (Sehat)
Jika setelah mengalami kenaikan tinggi saham akan mengalami koreksi maka hal yang wajar, tetapi bagaimana jika koreksinya dibuat-buat. Koreksi yang hanya sebentar dalam waktu singkat akan naik lagi dengan cepat → menghindari peringatan Unusual Market Activity (UMA).

Hal Paling Penting adalah:
Jika saat koreksi terjadi Akumulasi, atau koreksi tapi tidak ada Distribusi besar, potensi keesokannya harga saham berpotensi kembali naik.
Jika saat koreksi terjadi Distribusi, keesokannya harga saham berpotensi melanjutkan penurunan.

PERKUAT RUMOR

1. Menciptakan ketakutan

Trump umumkan tarif baru AS terhadap sejumlah negara, termasuk...

2 Apr 2025 — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif baru sebesar 10% pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS.

MUC Consulting Group https://muc.co.id
Tok! AS Tetapkan Tarif Impor 19% untuk Indonesia

17 Jul 2025 — Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa mulai pekan ini, produk dari Indonesia akan dikenakan tarif tetap sebesar 19%, naik...

2. Menciptakan keserakahan

Hold Saham DADA Sekuat Baja! Target Rp230 Ribu Bukan Lagi Mimpi

2 Okt 2025 — Jika rumor akuisisi ini benar, target minimal harga Rp230.000 per lembar saham bisa terwujud. Kapitalisasi pasarnya bisa menembus USD...

Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) Masuk Radar Vanguard, ...

4 Okt 2025 — Isu panas yang berembus di lantai bursa: Vanguard Group, raksasa pengelola dana terbesar di dunia, mulai melirik saham emiten properti ini.

BANDAR NABUNG SAHAM
“Be Greedy when other are fearful, and be fearful when other are greedy”

Saat kita menjual saham-saham kita karena harga yang terus turun akibat krisis maka saat itulah yang ditunggu-tunggu oleh bandar.

Point terpenting: Investor ritel sudah menjual barang.

Dalam bandarmology, adakalanya saham akan bergerak naik dan turun karena aksi beberapa bandar.

Akibatnya dengan berkurangnya kepemilikan saham investor ritel, bandar jadi punya kesempatan untuk “memonopoli pergerakan harga saham tersebut”.

Ada beberapa hal yang menjadi focus Bandar saat menabung saham:

1. Disaat pemerintah negara kita sedang focus membangun infrastruktur.
2. Pengumuman MSCI.
3. Point 1 kejadian. Point 2 juga terealisasi dengan demikian sangat disayangkan jika kita tidak mau membeli saham-saham dengan adanya peluang profit besar seperti ini.
4. Fundamental beberapa perusahaan pada dasarnya bagus, hanya menunggu penurunan harga komoditas. Berarti krisis ini hanya sementara atau dapat dikatakan hanya sentimen yang akan kembali netral pada waktunya.

Lalu bagaimana kita mencermatinya ?


- Mereka menggerakkan harga saham-saham gorengan.
- Mulai menabung saham-saham berfundamental bagus yang harganya sedang turun.
- Mereka menunggu berita bagus tentang korporasi.

Investor ritel akan memulai berlomba-lomba membeli saham tersebut dan bandar akan melakukan aksi jual, atau bandar juga ikut membeli untuk menggerakkan harga saham supaya lebih tinggi lagi. Baru kemudian menjualnya dalam jumlah yang besar.

Dan ketika kita mengecek broker summary selama 1, 3, 7 max 20 hari, biasanya kita sudah dapat menemukan bahwa ada bandar yang ternyata sudah memiliki saham di harga yang rendah dan dalam jumlah yang besar.

Bid Offer dan Volume
Ketika antrian bid ritel dimakan > harga potensi turun lebih dalam.
Sebaliknya ketika antrian ofer ritel dimakan > harga akan naik lebih tinggi
Dan ketika antrian bid bandar di makan > harga potensi akan naik.
Jika ofer bandar dimakan > potensi koreksi.

Trik fake bid dan fake ofer

Pada saat kita melihat ada kesenjangan antara jumlah permintaan dan jumlah yang meminta. Kemungkinan ada tipuan yang disiapkan untuk kita.

Tugas kita hanya : HINDARI

Kalau sudah tahu ada jebakan jangan ikuti. Ada 1000an saham lain yang berpotensi naik, jangan hanya terpaku pada saham yang ada jebakannya.

Mengapa Bandar terkesan melawan Analis?
Karena Bandar selalu bereaksi lebih dulu dari analis.
Sedang bandar beraksi berdasarkan analisa pergerakan mereka sendiri

Solusi :
Jika anda tidak bermaksud mengikuti analis dan tidak mau repot Analisa bandar, cara terbaik adalah dengan melakukan "trading". Bandar beli ikut. Bandar jual ikut. Moment play

Gunakan Indikator
EMA 20
DEMA 20
Gunakan timeframe daily

+ Tidak ada yang paling benar dalam analisa dan tidak ada juga yang paling salah.
+ Bila semua analisa sedang searah itulah yang menarik
+ dan ketika beberapa analisa sedang bersimpangan siapa penguasa saat itu.

Market tidak menjanjikan kekayaan tetapi volatilitas.

Ngulik Bandarmologi bareng The Whisper 
| YJ Trader - Sharing Bareng Komunitas Lotus
Cara Bandar Nipu Retail

Rabu, 17 Juni 2026

Cara menyusun Portopolio Saham Untuk Dividen Investing

Tahun 1
6 bulan pertama - Focus investasi ke Core Dividend Stock
BBRI, BMRI, BBNI, ASII > Dividend Yeald 7-9%, bisnis stabil, growth cukup bagus.

6 bulan berikutnya - Bisa mulai investasi ke Super High Dividend Stock
UNTR, IPCC, SPTO, PTBA, TPMA, BNGA > 
Dividend Yeald Sangat besar (>9%)

Tahun 2-3
1. Focus bangun Long-Term Dividend Portopolio
    - Super High Dividend Stock 40%
    - Core Dividend Stock 60%

2. Focus mencapai Target pasif income.
- Contoh : Kalau mau punya passive income 1 juta per bulan, artinya harus bisa dapat total dividen Rp. 12 juta dalam setahun.

3. Gimana cara lebih cepat mencapai target passive income ?
    - Memperbanyak porsi investasi ke super high dividend stock
    - Memperbesar active income

Tahun 3 Dan Seterusnya
Bangun "Mesin Uang Bulanan" dengan menyusun poryopolio saham kita untuk bisa dapat dividen setiap 1-3 bulan.

Kalender Dividen Tahunan
Januari : BBRI
Februari
: 
Maret
: 
April
: BBRI, BNI, BMRI, 
Mei
: ASII, UNTR, BSSR
Juni
: 
Juli
: 
Agustus
: 
September
: BSSR
Oktober
: ASII, UNTR
Nopember
: 
Desember
: 

Sumber : 

https://www.youtube.com/watch?v=EzYOGzJlm2Q
Strategi Menyusun Portofolio Investasi Saham Jangka Panjang
https://youtu.be/E5C1UxqQTUE





Senin, 15 Juni 2026

Roadmap Belajar Trading 30 Hari untuk Pemula: Dari Nol Sampai Punya Sistem.

1. Learning : Acquire knowledge & core concepts
2. Chart Reading : Analyze price action & patterns
3. Practice : Apply skills in controlled environment
4. System Building : Develop & refine your strategy

Belajar – Praktek – Proses
Kenapa masih stuck? "Understanding the barriers to your trading progress"
-  Confusion symbols → Lack of clarity & strategy
-  Repeat mistake → Ignoring past errors
-  Stalled arrows → Fear of loss & inaction

Jebakan Kegagalan
1.  Belajar tanpa arah: Price Action → Supply → Indicators → Smart Money
2.  Terlalu banyak materi (Overload Information)
3.  Tidak fokus
4.  Tidak action
5.  Terlalu cepat live trading. Danger: Trading live without fundamentals
6.  Cepat ganti strategi. Bukan indikator ajaib → cuma ilusi
     Sistem Trading
     ✓ Arah jelas
     ✓ Konsisten
     ✓ Tujuan jangka panjang
     → Ketenangan saat trading
6.  Belajar sambil emosi : Terjebak entri - Panik - Melawan suasana pasar

Butuh Peta Belajar:
#  Sistem Trading Sederhana
    Entry (Buy)            : - Buy when trend aligns
                                    - Breakout confirmation
                                    - Pullback opportunity
    Exit (Sell)              : - Reach profit target
                                    - Stop loss hit
                                    - Reversal signal
    Risk Management : - Position sizing < 2%
                                    - Set clear stop loss
                                    - Diversify portfolio
#  Terlalu mikir → Bingung Buy or Sell

3 Fondasi Trading:
1. Analisa : Tahu alasan kenapa masuk pasar.
2. Psikologi : Bisa mengendalikan emosi saat market bergerak drastis.
3. Money Management : Tahu seberapa besar risiko yang siap ditanggung.

Pola Pikir yang Benar
Bukan profit dulu, Fokus pada: 1. Study.
                                                  2. Disiplin
                                                  3. Sistem
                                                  4. Struktur

Day 30 Bulan Garis Finish → Baru Titik Awal (tahu arah belajar, tidak ikut-ikutan)
Cukup lakukan : -  Akun demo untuk latihan.
                           -  Jurnal trading untuk proses.
                           -  Komitmen untuk konsisten belajar.
Bangun Pola Pikir → Fondasi lebih penting daripada kecepatan

Roadmap :
#  Minggu 1–2 : Foundation
    Membangun fondasi: - Knowledge.
                                       - Chart Basic.
                                       - Market Understanding.
    Hari 1–3 : Memahami Cara Kerja Dasar
    Ekosistem Pasar Finansial
    Penentu market : 1. Kebijakan moneter.
                                 2. Sentimen pasar.
                                 3. Berita ekonomi. 
    Pelaku pasar      : 1. Pembeli.
                                 2. Penjual
    Harga Naik         : 1. Permintaan (pembelian) tinggi.
                                 2. Penawaran (Penjualan) rendah.
    Harga Turun       : 1. Penawaran (Penjualan) tinggi.
                                 2. Permintaan (pembelian)  rendah.
    Hari 4–7 : Belajar Baca Chart
    Kenali istilah dan fungsi dalam chat: - Area Resisten.
                                                               - Area Support.
                                                               - Trend Bullish.
                                                               - Trend Bearish.
                                                               - Volume.
                                                               - Dll...
    Hari 8–10 : Belajar Support & Resistance (Trend - Volatility - Momentum)
    -  Resistance Zone → Supply & Demand
    -  Price Bounce → Resistance Zone
    -  Support Zone → Market Structure
    -  Key level explained
    Hari 11–13 : Fokus 1 Indicator (misal : Moving Average)
    -  Single tool mastery.
    -  Simplified strategy.
    Hari 14 : Berhenti Sejenak / Review Semuanya
    -  Completed checklist.
    -  Highlighted notes.
    -  Summarized chart.

→ Review proses belajar & evaluasi



Jangan Terlalu Paham → Cepat Pusing Bang
2 minggu pertama fokus jangan over dulu
Belum kelihatan hasil → pipeline:
Basics
Practice
Understanding

#  Minggu 3–4 : Eksekusi Dimulai
    Hari 15–17 : Menyusun Aturan Entry Sederhana
    Kapan masuk (Entry) : - Mengenal Arah trend → trend line (bullish)
                                         - Mengenal Area kunci → support/resistance
                                         - Konfirmasi candle → pola pembalikan (bullish engulfing)
    Hari 18–20 : Menyusun Aturan Exit Sederhana
    Kapan keluar (Exit)    : - Decision Clarity → Stoploss
                                         - Discipline → Take profite
    Hari 21–23 : Money Management
    Atur risiko : - Controlled : - Long term survive - Preservation
                      - Capital balance = potential loss limit
                      - Slow & steady = real growth
    Hari 24–27 : Backtest Manual

Menguji proses yang sudah dibuat
Learning Process: Repeated Observation & Pattern Testing
Melatih sistem mendeteksi
Simpan 20–30 trading
Sistem trading dinilai dari kumpulan hasil, bukan satu atau dua trade saja
Berpikir lebih dalam

Catatan utama yang tampak dari halaman ini:

#  Minggu 3 – 4 : Fase Eksekusi

Menentukan aturan entry yang sederhana.
Membangun disiplin terhadap setup dan price action.
Mengatur money management agar bisa bertahan jangka panjang.
Melakukan backtest manual 20–30 trade untuk menguji sistem.
Menilai sistem berdasarkan kumpulan hasil, bukan hasil satu trade.

Ini melanjutkan roadmap sebelumnya:
Minggu 1–2: Foundation (dasar trading, chart, support-resistance, price action).
Minggu 3–4: Eksekusi (entry, disiplin, money management, backtest).


Berikut hasil ekstraksi teks dari gambar (dengan beberapa bagian yang kurang jelas saya tuliskan semirip mungkin dengan tulisan aslinya):

Hari 28–29 : Demo Account

Repetition & Frequent Test Demo → Focus
Student Checklist

✓ Refine Entry
✓ Set Rules
✓ Execute

Market Flow
↓
Practice
↓
Pattern

→ No single trade
Hari 30 : Evaluasi Akhir & Evaluasi Sistem
Structure Growth & System Refinement

→ Data Collection
→ Analysis
→ Evaluation
→ Refinement
→ Testing (Stress Free)
Checklist Strategy

✓ Gamble No
✗ Improve Rule
✗ Wait For Confirmation
Performance Notes

Risk Management Adjust


Entry Rule


Exit Rule
Refined Checklist

→ Follow the Trend
Improve Entry

→ Breakout Re-test
Tujuan yang Harus Dicapai

Sistem Trading
Fokus:

Konsistensi → Advanced Indicator

Disiplin


1 Gear Indicator
Jurnal Trading

Write Strategy


Entry Reason


Result & Analysis


Emotional Reflections

(Goal: trust the process)

Ringkasan Roadmap 30 Hari Trading

Minggu 1–2 : Foundation

Knowledge dasar
Chart basic
Market understanding
Support & resistance
Price action

Minggu 3–4 : Execution

Menyusun aturan entry
Money management
Backtest manual
Disiplin terhadap setup

Hari 28–30 : Refinement

Demo account
Evaluasi sistem
Perbaikan aturan
Jurnal trading
Fokus pada konsistensi, bukan profit instan

Pesan Utama Catatan
"Bangun proses yang benar, bukan mengejar profit cepat."
"Sistem trading dinilai dari kumpulan hasil puluhan trade, bukan satu atau dua trade."
"Disiplin + Konsistensi + Evaluasi = pertumbuhan sebagai trader."



Minggu 1–2 (Foundation)
Hari 1–3: Memahami cara kerja pasar.
Hari 4–7: Belajar membaca chart.
Hari 8–10: Support & Resistance.
Hari 11–13: Price Action sederhana.
Hari 14: Review dan evaluasi.



https://www.youtube.com/watch?v=g-2Ki22iBGc