Roadmap Proven Result Of Sharia Trading
1. Billionare Investor Mindset
- Triangle of Success
- 4 Quadran
- The Power of Secret Journey
- 14 Obtacle of Investor & Trader
- 5 Emottion of Investor
- Investor or Trader, What are your > Step by Step Investmen/Trading
2. Investmen & Trading Methode
- Tutorial RTI
- 6 Magic Number of FA
- Can Slim
- Technical Analisis > Step by Step Investmen/Trading
3. Targeting
- 3 Kind of Cashflow
- Real Live Today
- 3 Sourches of Income
- 6 Moneybox for today
- Big Goal
- ROI Target > Step by Step Investmen/Trading
4. Preparation
- Trading Plan
- Money Management
PREPARE YOUR TRADE
- The Power of Secret Journey
- Triangle of Success
- Triangle of Success

- 14 Obtacle of Investor & Trader (14 Penghalang Manusia)
Yaitu :
1. Ego (merasa diri sudah bisa dan sulit menerima ilmu baru).
2. Skeptis (tidak percaya kalau dia mampu).
3. Fear (Rasa takut yang berlebihan, hingga tidak melakukan tindakan apa-apa)
4. Rasa tidak layak (kuncinya setiap orang punya potensi)
5. Rasa tidak yakin.
Kuncinya :
- Ilmul Yakin
- Ainul Yakin
- Haqul Yakin
- Kamalul Yakin
6. Suka menunda (Kuncinya : No or Never)
7. Excuse / Suka beralasan (merasa sibuk, dll)
8. Suka menunggu waktu yang tepat
9. Ikut-ikut kawan negatif (kuncinya tinggalkan kawan negatif).
10. Tidak sungguh-sungguh. (kuncinya lakukan yang terbaik sampai berhasil)
11. Semangatnya turun naik (kuncinya selalu interaksi dengan orang sukses)
12. Tidak konsisten
13. Malas
14. Menyalahkan agama.
- 5 Emotions of Investor & Trader
1. Takut (kuncinya tinggatkan ilmu, pasrah diri sama Allah, jangan banyak berpersepsi)
2. Tamak (berekspektasi terlalu tinggi)
3. Berharap (Kuncinya trading sesuai yang di rencanakan)
4. Panik (cepat mengambil keputusan dengan emosi, kuncinya tetap rilex)
5. Iri hati (akhirnya ikut-ikutan orang lain)
- Investor & Trader, What Are You ?
6 Type investor :
6 Type investor :
1. General investor.
2. Agregitade investor.
3. Qualified investor.
Seorang yang berinvestasi pada bursa saham, terbagi 2 type :
- Investor fundamental. diwakili Warren Buffet.
Berinvestasi di bursa saham dengan menggunakan
Indikator Analisis Keuangan Emiten.
Ada 2 (dua) jenis investor fundamental:
1. Value Investor :
- Seorang investor yang membeli dan menyimpan saham di atas 1 tahun.
- Menabung terus tidak memperhatikan fluktuasi harga saham
dalam jangka pendek.
2. Core investor :
Seorang investor yang membeli dan menyimpan saham dalam waktu 3-12 bulan.
Kunci investor fundamental:
1. Memahami bisnis model perusahaannya
2. Memahami finansial analisis (laporan keuangan) perusahaannya.
- Investor teknikal. diwakili para trader,
Berinvestasi di bursa saham dengan menggunakan
Indikator Harga dan Volume melalui grafik-grafik.
Jenis investor Teknikal/Trader
1. Swing trader
Seorang investor yang membeli dan menjual saham
dalam waktu bulanan (1-2 bulan)
2. Momentum trader
Seorang investor yang membeli dan menjual saham
dalam waktu pekanan (1-2 minggu)
3. One day trader (intra day)
Seorang investor yang membeli dan menjual saham
dalam waktu harian (beli pagi jual sore)
4. Scalper
Seorang investor yang membeli dan menjual saham
dalam waktu sangat cepat (5, 10, 15, 20 menit)
Mengamati dan memantau harga saham setiap detiknya.
Untuk menentukan mana type yang cocok untuk kita (sweet spot)-nya diperlukan
latihan terus sehingga faham tahapan trader untuk melahirkan insting
dalam diri kita.
4.Softificated investor.
5.Insite investor.
6.Ultimated investor.
- 3 Kind of Cashflow (Arus Kas)
Cashflow, terdiri dari:
A. In (Pemasukan)
B. Out (Pengeluaran)
C. Asset (Segala sesuatu yang dapat menghasilkan pemasukan kas)
1. Bisnis
2. Investasi
3. Hak Cipta (Royalty)
4. Goodwill
5. Saham/Deviden
6. Property (yang di sewakan)
D. Liability (Segala sesuatu yang dapat menghasilkan pengeluaran kas)
3 (tiga) tingkatan ekonomi sesuai Cashflow:
1. Cashflow Orang Miskin:
- Bekerja menukar waktunya.
- Menghasilkan income yang pas-pasan.
- Income habis untuk pengeluaran makan.
2. Cashflow Orang Menengah:
- Bekerja menukar waktunya.
- Menghasilkan income lebih.
- Mulai membeli barang dengan cicilan (rumah, kendaraan, dll)
- Sebagian income untuk bayar cicilan bulanan.
- Sebagian lagi income untuk habis pengeluaran untuk makan.
3. Cashflow Orang Kaya
- Tidak lagi Bekerja
- Focus bangun asset
- hasilnya digunakan bangun aset lagi
- zakat
- Budgeting Your Life
Nama :
Tgl lahir :
Pendidikan :
Tgl nikah :
Umur : 53 Tahun
A. Pemasukan:
1. Gaji PT. Argo Sukses Abadi
2. Pdpt Expedisi
3. Pdpt Laundry
B. Pengeluaran bulanan:
1. Bayar Infak:
- Kencleng Al-Muhajirin (E8/5)
- Kencleng Al-Muhajirin (E1/26)
- PLN 545101079098 (Al-Muhajirin)
2. Bayar Listrik:
- PLN 537514518079 (E8/05)
- PLN 32115355599 (E8/06)
3. Bayar Infak:
- PLN 545101079098 (Al-Muhajirin) 4. Bayar Internet:
A. Money Management Money management atau manajemen keuangan adalah proses mengelola uang
- Wifi My Republik (E8/05)
- Wifi Firstmedia (E1/26)
5. Transportasi:
- BBM Mobil
- BBM Motor
6. Iuran Kas RT:
- Rumah RT.1
- Rumah RT.2
7. Biaya BPJS Kel. Agis
8. Angsuran KUR Bank Mandiri
9. Kebutuhan Dapur
10. Kebutuhan Hamdi:
- Transportasi kuliah
- Bekal keluarga
- Iuran BPJS
- Lain-lain
11. Kebutuhan Ardhan:
- Transportasi kuliah
- Lain-lain
12. Kebutuhan Syahla:
- Transportasi sekolah
- Lain-lain
13. Kebutuhan Lain-lain:
C. Asset
- Rumah E1/26)
- Rumah E8/5-6)
- Aplikasi Autokirim
D. Liability
- Mobil (1 unit)
- Motor (3 unit)
MAIN COURSES
A. Money Management
dengan bijak:
- Memaksimalkan keuntungan (memaksimalkan pemasukan)
- Meminimalkan resiko (mengamankan kekayaan)
- Valuasi
C. Pembukaan Tehnikal Analisis
Asset vs Liabilitas
- Asset = Segala sesuatu yang dapat menghasilkan pemasukan kas.
- Liablilitas = Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pengeluaran kas.
Money Manajemen sebelum masuk pasar.
- Tabungan, pisahkan untuk 6 tabung :
1. Necessary (Kebutuhan harian)
2. Charity (amal, sedekah, atau kegiatan sosial untuk membantu orang lain)
3. Education (pendidikan)
4. Fun (hiburan)
5. Long Term Saving Fund (dana darurat)
6. Financial Freedom Account (Investmen/Trading)
- Pendapatan (gaji, dll) :
Split Your Money:
- Untuk memastikan adanya dana cadangan di dana kita.
- Sesuaikan dengan dana saham kita:
50% : 50% = Dana saham : Cadangan
30% : 30% : 40% = Saham 1 : Saham 2 : Cadangan backup kerugian.
25% : 25% : 25% : 25% = Saham 1 : Saham 2 : Cad. Saham 1 : Cad. Saham 2
Role Manajemen Warren Buffet:
- Never lose money (jangan sampai kehilangan uang)
- Don't forget rule no.1
Yang harus dilakukan sebelum masuk pasar saham:
- Ketahui berapa nilai uang yang akan kita investasikan di saham ?
- Dibagi menjdi berapa uang anda untuk transaksi saham ?
B. Fundamental Analisis
- Profitability
- Solvabiility
- Valuasi
Tolok Ukur Rasio (6 Magic Number)
1. Profitability
EPS (Earning per Share) :
- Wajib +
- Memiliki pertumbuhan yang konsisten atau meningkat.
- EPS > dibandingkan perusahaan se-sektor.
ROA (Return on Asset) : >15%
ROE (Return on Equity) : >15%
2. Solvability
DER (Debt on Equity Ratio) : <100% / <1
3. Valuasi
PBV (Price to Book Value) : <1
BVPS (Book Value Per Share) :
- BVPS>MP > Undervalue.
- BVPS<MP > Overvalue.
PER (Price to Earning Ratio) : (EPS/MP) <10x
4. Bonus
DY (Dividend Yield) : >7%
C. Pembukaan Tehnikal Analisis
- Candlestick
- Support & Resistence
- Wyckoff Strategy (market direction)
Pahami 4 fase/siklus dalam market, supaya tidak di guyur bandar
POIN PENTING
- Metode Wyckoff merupakan pendekatan analisis teknikal yang dapat membantu investor memutuskan saham apa yang akan dibeli dan kapan membelinya.
- Siklus pasar Wyckoff mencerminkan teori Wyckoff tentang apa yang mendorong pergerakan harga saham.
- Empat fase siklus pasar adalah akumulasi, markup, distribusi, dan penurunan harga.
- Menurut aturan Wyckoff, tren harga tidak pernah terulang dengan tepat dan tren harus dipelajari dalam konteks perilaku masa lalu.
- Metode Wyckoff dapat membantu investor membuat keputusan yang tidak terlalu emosional dan lebih tepat mengenai kapan harus membeli dan menjual saham.
- Momentum Indikator
1. Stochastic RSI
1. Stochastic RSI
2. MACD
- Trens Folowwing Indikator
1. Moving Average
2. ...
- Price Action
Yang harus dipahami dalam menggunakan price action :
Yang harus dipahami dalam menggunakan price action :
1. Volume.
Volume adalah jumlah aset atau saham yang berpindah tangan antara pembeli dan penjual. Misal, colume saham harian mengacu pada jumlah transaksi saham yang terjadi dalam sehari.
2. Alur Jual Beli.
3. Kesadaran semua orang mau untung.
4. Jangan melawan pasar.
- Trading Plan
Fungsi Trading Plan : 1. Menentukan strategi trading yang tepat.
2. Meningkatkan disiplin trading.
3. Menjaga manajemen risiko yang baik.
4. Menjaga focus pada tujuan trading.
5. Menjaga emosi.
Tentukan strategi trading:
> Strategi swing trading.
- Durasi 3 hari, 1 minggu, 1 bulan,
- Momentum jangka menengah.
> Strategi one day trading (odt/bpjs/bsjp).
- Durasi 1 hari,
- Momentum harian.
> Strategi scalping trading.
- Durasi detik ke menit,
- Momentum sangat pendek.
> Strategi investasi.
- Durasi bulanan ke tahunan,
- Momentum jangka panjang.
Sebagai trader harus menghitung Risk - Reward Ratio (RRR),
yaitu target harga mengambil profit dibandingkan dengan harga cut loss.
Kenapa harus Cut Loss ?
- Cut loss digunakan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
- Pengaruh terbesar adalah analisa yang kurang sesuai.
- Analisa berperan sebesar 80%, selebihnya dipengaruhi sentimen dan berita.
- Bisa juga karena pengaruh fundamental atau sentimen pasar.
Reward vs Risk :
Reward vs Risk :
- Reward = harga dalam mengambil keuntungan.
- Risk = harga cut loss.
- Risk Reward Ratio (RRR), misal : 1:1, 1:2, 1:3 ...
> RRR 1 : 3 yaitu setiap 3 unit target profit, risiko yang bisa diambil 1.
> Jika kita membeli dengan modal 10.000,-, maka target keuntungan Rp. 3.000
dan cut loss Rp 1.000,-.
> RRR terlemah adalah 1:1, yaitu jika kita mengharapkan profit Rp 100,-,
maka kita juga rela kehilangan Rp 100,-.
Contoh :
Contoh :
- Profit per lot saham = Rp. 4.000,-.
- Setting kerugian 1 : 2 yaitu Rp. 2.000,-.
- Beli saham A seharga Rp. 30.000,-.
> Harga beli = Rp. 30.000,-.
> Harga cut loss = Rp. 28.000,-.
> Harga take profit = Rp. 34.000,-.
Ukuran posisi per unit:
- Idle money (dana saham)
- Trading fund : 50% dari idle money. (cadangan)
- Bid fund : Jumlah saham yang akan ditradingkan (1, 2, 3, 4, 5, ...)
- Loss fund : Bid fund x 3% (presentese loss) > menyesuaikan rasio
- Profit fund : Bid fund x 6% (presentese profit) > menyesuaikan rasio
Step & Komponen dalam Trading Plan :
- Menentukan saham yang akan di beli (dengan analisa sebelumnya)
- Menentukan indikator dan analisa yang akan digunakan.
- Menentukan Titik Entry (Buy).
- Menentukan Titik Exit (Sell).
- Menentukan Titik Cut Loss (CL).
- Taichi Trading Plan
Membeli Saham Dengan Taichi:
- Konsep ini digunakan untuk melayani pasar.
- Bagi 3 untuk titik Entry Buy dengan nama Ob1, Ob2, Ob3. (Ob = Open Buy)
- Tentukan Persentase Loss Fund (Cash/CL).
- Tentukan Persentase Profit Fund.
Perbedaan Taichi Trading Plan :
1. Cara membeli saham.
2. Cara menentukan Cut Loss.
3. Cara menentukan Profit.
Jenis Taichi:
1. Konservative :
Jenis Taichi:
1. Konservative :
Ob1 : ...... Lot (2) > Ob1 ditentukan sesuai Market Price (MP)
Ob2 : ...... Lot (4)
Ob3 : ...... Lot (8)
Cash / Area Cut Loss
2. Moderat :
2. Moderat :
Ob1 : ...... Lot (30%)
Ob2 : ...... Lot (30%)
Ob3 : ...... Lot (40)
Menghitung Alokasi Lot:
Menghitung Alokasi Lot:
(Setelah menentukan MP, hitung Lot yang bisa dibeli dari modal yang di miliki)
Contoh:
Contoh:
- Modal : 5.000.000,-
- MP : 4200
- LOT : 5.000.000/4200/100 = 11
> Contoh Konservative (Total Lot x Perbandingan / 14)
- Ob1 : 11 x 2 / 14 = 2
> Contoh Konservative (Total Lot x Perbandingan / 14)
- Ob1 : 11 x 2 / 14 = 2
- Ob2 : 11 x 4 / 14 = 3
- Ob3 : 11 x 8 / 14 = 6
> Contoh Moderat (30% - 30% - 40%)
- Ob1 : 30% x 11 = 3
- Ob2 : 30% x 11 = 3
- Ob3 : 40% x 11 = 5
Contoh :
- Ob1 di 4200 dengan 1 Lot
- Ob1 di 4200 dengan 1 Lot
- Ob2 di 4130 dengan 2 Lot
- Average = Total harga / Total Lot
=((4200 x 1)+(4130x2))/(2+1)
- Average = Total harga / Total Lot
=((4200 x 1)+(4130x2))/(2+1)
=(4200+8260)/(3)
=12460/3
=12460/3
=4153,3
Taichi hanya bisa digunakan di ...
1. Dalam area akumulasi.
2. Dalam area uptrend.
CANSLIM Strategy
*C-A-N-S-L-I-M*
C - Current Earning
C - Current Earning
A - Annual Earning
N - New Product, Management,etc
S - Supply & Demand
L - Leader
I - Institutional Sponsorship
M - Market Direction
(sumber buku : How to make money in stock)
Dari memahami kata-kata inilah kita bisa menentukan saham mana yang akan di beli:
C = Current EarningKita cari saham dengan kenaikan fundamental kuartal YOY (kuartal sekarang dengan kuartal setahun sebelumnya. Earning = 25% Sales > 25%
A = Annual Earning
Kita cari peningkatan pendapatannya dalam 3 tahun 25% atau lebih.
ROE > 17%
N = News Product, Management, Etc
- Perusahaan yang memilihi peningkatan pendapatan dengan dasar adanya behavior (perilaku) yang baru dalam perusahaannya menurut O'Nei 95% akan menjadi pemenang.
- Bisa juga tidak produk baru tapi produk lama menjadi lebih bagus.
- Teliti dengan All Time High di harga saham dalam satu tahun atau lebih apalagi jika dibarengi dengan volume besar.
Berita yang perlu di cerna yaitu yang berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.
S = Supply & DemandCANSLIM bisa digunakan untuk semua Market Cap. Tapi untuk MC kecil biasanya lebih volitile dan juga harus dipastikan ada kemungkinan saham tersebut naik menjadi Big Cap.
Free Float Share = Saham yang dimiliki oleh masyarakat umum.
Closely Hold Share = Saham yang dimiliki oleh direksi, atau pemilik perusahaan.
Free Float Share = maksimal 45% dari total saham.
Makin kecil Free Float Share = Makin bagus, lebih leluasa bergerak.
Makin kecil Closely Hold Share = Kurang bagus, menunjukan pemilik perusahaan tidak yakin dengan usahanya
Buy back = perusahaan membeli ulang saham yang sudah mereka keluarkan.
Pilih saham yang diegang oleh Direksi
Untuk melihat survey & demand harus melihat juga Volume.
Miliki saham 1 saja per sektor, jadi dibagi untuk menghindari kerugian di semua pemilikan saham.
L = Leader
Pilih saham yang memiliki fundamental dan teknikal terbaik
Fundamental scan :
1. Earning growth.
2. Profit growth.
3. Annual earning estimates (ROE).
4. Institution sponsorship increases.
Technikal scan :
Technikal scan :
1. Apakah uptrendnya kuat.
2. Apakah dibarengi dengan volume.
Saham leader akan naik sebelum mayorits saham naik. (pullback terlebih dahulu)
Saham leader pastinya memiliki fundamental dan price action yang baik.
Saham leader pastinya memiliki fundamental dan price action yang baik.
I = Institution Sponsorship
Pilih saham yang memiliki sponsorship, fund manager, investor besar.
Lebih baik jika investor besar selalu menambah LOT di saham tersebut.
Pilih saham yang memiliki sponsorship, fund manager, investor besar.
Lebih baik jika investor besar selalu menambah LOT di saham tersebut.
Analisa di bareska.com.
M = Market Direction
Pilih saham yang sesuai dengan Wyckoff Strategy (Akumulasi & Uptrend)
Pilih saham yang sudah breakout
Sesuaikan dengan pergerakan index dan sektor saham
Pilih saham yang sesuai dengan Wyckoff Strategy (Akumulasi & Uptrend)
Pilih saham yang sudah breakout
Sesuaikan dengan pergerakan index dan sektor saham
REVERSAL COURSES (Bonus)
A. Pahami Chart Pattern Indicator Strategy
Jenis-jenis Candlesticks:
- Bullish Reversal
- Bullish Continuation
- Bearish Reversal
- Bearish Continuation
*) Bullish = Tren naik
*) Bearish = Tren turun
*) Reversal = perubahan tren
*) Continuation = Kelanjutan tren
- Bullish Reversal
- Bullish Continuation
- Bearish Reversal
- Bearish Continuation
*) Bullish = Tren naik
*) Bearish = Tren turun
*) Reversal = perubahan tren
*) Continuation = Kelanjutan tren
Beberapa Candlestick Patern
1. Marubozu
- Bullish Marubozu
- Bearish Marubozu
2. Bozu Bar
- Bullish Boju Bar
- Bearish Boju Bar
3. Hammer
- Hammer
- Inverted hammer
4 Spinning Top
5. Doji
- Long legged Doji
- Dragonfly Doji
- Gravestone Doji
1. Marubozu
- Bullish Marubozu
- Bearish Marubozu
2. Bozu Bar
- Bullish Boju Bar
- Bearish Boju Bar
3. Hammer
- Hammer
- Inverted hammer
4 Spinning Top
5. Doji
- Long legged Doji
- Dragonfly Doji
- Gravestone Doji
B. Technical Indikator Strategi Part 1
> Chart Patterns: Major Reversal (pembalikan yang utama)
- Pola ini muncul dalam grafik jangka panjang.
- Pola ini akan memberi sinyal bahwa harga akan berubah arah/tren.
- Jenis reversal pattern:
1. Double Top & Bottom.
2. Head & Shoulder top & bottom.
3. V top.
4. Saucer / Cup & Handle.
Double Top
- Dikenal sebagai bearish reversal (uptrend ke downtrend)
- Double top memiliki 2 puncak yang hampir paralel (A&C) dan pattern ini disebut sebagai double top ketika harga melewati titik B.
- Ketinggian Titik B dari A&C dapat diproyeksikan di titik D untuk memprediksi pergerakan harga.
- Volume menjadi lemah sewaktu berada di puncak C dan volume meningkat ketika harga melewati D.
- Double top = Volume tinggi saat harga turun, volume rendah saat harga naik.
Double Bottom
- Dikenal sebagai bullish reversal (downtrend ke uptrend)
- Double bottom memiliki 2 dasar yang hampir paralel (A&C) dan disebut double bottom ketika harga melewati titik B.
- Ketinggian Titik B dari A&C dapat diproyeksikan di titik D untuk memprediksi pergerakan harga.
- Volume menjadi lemah saat di basis C dan volume meningkat ketika harga melewati D.
- Double bottom = Volume tinggi saat harga naik, dan volume rendah saat harga turun.
Head and Shoulder Top
- Dikenal sebagai pola bearish reversal.
- Pola ini memiliki 3 puncak: 1 kepala dan 2 bahu, bahu kiri dan kanan memiliki tinggi yang kira-kira sama (A&E), Kepala lebih tinggi dari kedua bahu.
- Volume rata-rata berkurang sebelum setiap puncak.
- Pola ini selesai ketika harga melewati garis Neckline (garis 2).
Head and Shoulder Bottom
- Dikenal sebagai pola bullish reversal.
- Pola ini memiliki 3 dasar: 1 kepala dan 2 bahu, bahu kiri dan kanan memiliki tinggi kurang lebih sama (A&E), Kepala lebih rendah dari kedua bahu.
- Volume rata-rata menurun pada setiap dasar.
- Pola ini selesai ketika harga melewati garis Neckline (garis 2).
Cup and Handle - Pola berbentuk cangkir dengan pegangan.
- Pattern ini terbentuk selama 2 bulan atau selama 12 bulan.
- Dasar Cup menjadi nilai prediksi peningkatan harga.
- Volume meningkat saat harga naik dan volume rendah saat harga turun.
> Fibonanci Retracement (membaca pergerakan)
Retracement adalah istilah yang digunakan pada dunia saham untuk menggambarkan persentase penurunan suatu nilai harga saham dari puncak tertinggi ke dasar setelahnya.
Dalam Dow Theory (Teori trendline) terdapat beberapa level Retracement yang digunakan, dan yang paling popular adalah 1/3 (33%), ½ (50%) dan 2/3 (66%).
Artinya ketika saham sedang mengikuti suatu trend, ketika mengalami koreksi ia akan cenderung turun ke level-level tersebut.
> Moving Everage
> Relative Strengt Index (RSI)
C. Technical Indikator Strategi Part 2
D. Reward dan Risk Management Strategy Modul STORM 4
E. Trading Checklist + Fast Screening
Tutorial Aplikasi Trading
- Tutorial ProfitsAnywhere (Phintraco Sekuritas)
- Tutorial iTrade Syariah (CGS Sekuritas)
- Tutorial ProfitsAnywhere (Phintraco Sekuritas)
- Tutorial iTrade Syariah (CGS Sekuritas)
VIDEO TUTORIAL TAMBAHAN
- Setup Awal TradingView
- Cari Emiten Saham Per Sektor
- Menghapus Indikator
- Cari Emiten Saham Per Sektor
- Menghapus Indikator




Tidak ada komentar:
Posting Komentar