Bacalah Selalu !!

Bismillahirrahmanirrahiim ... Alhamdulillah was sholaatu wa salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang lain." (HR. Abu Dawud). Ya Allah, semoga tindakan yang kami ambil hari ini didasari ilmu, bukan emosi. Jadikan hasilnya yang Engkau ridhoi untuk masa depan kami. Aamiin.

Senin, 12 Januari 2026

Ketika Cicilan Melebihi 30% Penghasilan

Banyak orang merasa aman selama cicilan masih bisa dibayar dari total penghasilan bulanan. Padahal masalahnya sering bukan pada total income, tetapi pada fixed cost yang sudah pasti datang setiap bulan. 

Ketika cicilan melewati 30% penghasilan—apalagi jika biaya tetap lain seperti listrik, sekolah, dan kebutuhan rumah sudah membuat pengeluaran mencapai 70% income—ruang napas finansial menjadi sangat sempit. Sedikit saja ada gangguan, seperti penghasilan turun atau biaya tak terduga muncul, kondisi bisa langsung goyah. Banyak orang baru menyadari hal ini setelah terlambat, karena sejak awal mereka menghitung kemampuan bayar dari total gaji, bukan dari sisa yang benar-benar tersedia.

Pola konsumtif sering kali tidak terasa berbahaya karena muncul dari kebiasaan kecil. Misalnya hampir setiap hari memesan makanan lewat ojek online dengan alasan praktis—“ya mau bagaimana lagi, jauh kalau ambil sendiri.” 

Sekilas terlihat wajar. Namun jika kebiasaan ini terus terjadi, tanpa sadar sebagian besar uang habis untuk kenyamanan sesaat. Padahal ada alternatif sederhana: memasak sendiri, atau sesekali saja membeli untuk referensi rasa. Orang yang mulai bertumbuh secara finansial biasanya menyadari hal ini lebih cepat. Mereka rela melepaskan sebagian keinginan konsumtif demi menjaga ruang finansial tetap sehat.

Perjalanan menuju kondisi finansial yang kuat memang sering membutuhkan fase “mengencangkan ikat pinggang”. Bahkan dalam teladan Rasulullah ﷺ, ketika di rumah tidak ada makanan, beliau memilih berpuasa sunnah tanpa drama—meskipun beliau adalah pemimpin umat. Ini bukan sekadar soal makanan, tetapi soal kedewasaan menahan diri dari mengikuti hawa nafsu. Jika saat ini terasa berat mengendalikan pengeluaran, itu bukan tanda kekurangan, melainkan bagian dari proses membangun fondasi. Karena ketika fondasi sudah kuat dan aset mulai bekerja, gaya hidup yang dulu terasa mahal akan terlihat jauh lebih ringan.

Sudah siap bebas finansial?

“Kebebasan finansial sering dimulai dari keberanian menahan keinginan.”

#LiterasiFinansial
#DisiplinKeuangan
#SahamSyariah
#SelfControl
#GIYliveAcademy